9 Pertanyaan seputar Kanker Serviks

124
Pertanyaan seputar Kanker Serviks
Ilustrasi (Photo by Eunice Lituañas on Unsplash)

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab kanker serviks? Apa saja gejala-gejala kanker ini? Apakah kanker ini bisa menular? Adakah herbal untuk membantu mencegah atau mengobati kanker serviks? Anda bisa dapatkan jawabannya di artikel ini, beserta jawaban-jawaban dari berbagai pertanyaan umum lain seputar kanker serviks. Semoga informasi ini dapat meluruskan isu-isu tidak benar tentang penyakit ini.

Pertanyaan 1, Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang bermula dari sel-sel di organ serviks. Sel-sel di serviks itu mengalami mutasi atau perubahan yang membuat mereka bertumbuh dan berkembang biak secara tak terkendali. Seiring waktu sel-sel itu berubah menjadi pra-kanker dan kemudian menjadi kanker, lalu membentuk pertumbuhan tumor pada permukaan serviks. Di Indonesia kanker serviks menempati urutan ke-2 sebagai penyakit kanker terbanyak sepanjang tahun 2018.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Kanker Serviks: Informasi Penting yang Perlu Anda Ketahui

Pertanyaan 2, Apa Saja Gejala Kanker Serviks?

Sebagian penderita kanker ini tidak mengalami gejala-gejala yang kentara sampai kankernya berkembang cukup jauh hingga stadium lanjut. Tetapi ada juga orang-orang yang merasakan gejala-gejala tertentu, misalnya rasa sakit saat berhubungan seks, pendarahan dari vagina selama atau setelah berhubungan seks, mengalami pendarahan seperti menstruasi meski sudah menopause, menstruasi yang berat atau lama, nyeri di panggul, serta keluar cairan aneh dari vagina yang mungkin berair, berdarah, atau punya bau tak sedap.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: 5 Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali

Pertanyaan 3, Apa Penyebab Kanker Serviks?

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). HPV terdiri dari 150 jenis virus yang berbeda, dan hanya beberapa jenis saja yang berisiko memicu kanker serviks. Infeksi HPV umum dialami dan bisa menyebar melalui hubungan seks normal, anal, atau oral. Sering kali infeksi HPV dapat diatasi sendiri oleh tubuh yang punya kekebalan yang sehat. Tetapi jika tidak, infeksi HPV akan terus ada dan berkembang menjadi infeks kronis, sehingga bisa memicu perkembangan kanker serviks atau penyakit-penyakit lainnya.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks?

Pertanyaan 4, Apakah Kanker Serviks Bisa Menular?

Kanker serviks tidak akan menular secara langsung. Kita tidak bisa tertular kanker ini hanya karena berada di dekat seorang penderitanya, menyentuhnya, atau merawatnya. Memang, virus pemicu kanker serviks (HPV) bisa menular melalui hubungan seks atau aktivitas seks lainnya. Tetapi tertular HPV tidak serta-merta menyebabkan kanker serviks. Dibutuhkan proses panjang sampai infeksi HPV akhirnya menimbulkan kanker di serviks, biasanya makan waktu 5 – 20 tahun.

Baca juga:  Apa Obat Herbal Kanker Serviks?

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Kanker Serviks Menular? Yuk Cek Dulu Fakta-Faktanya!

Pertanyaan 5, Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?

Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker serviks ialah dengan mendapatkan vaksin HPV. Vaksin ini dapat melindungi dari infeksi jenis-jenis HPV yang berisiko memicu kanker serviks. Baik laki-laki maupun perempuan direkomendasikan untuk mendapat vaksin ini. Bagi laki-laki, vaksin HPV membantu pencegahan kanker penis, anal, mulut, dan tenggorokan. Bagi perempuan, vaksin HPV membantu pencegahan kanker serviks, vagina, dan vulva.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Vaksin Kanker Serviks: Cegah Kanker Sejak Dini

Pertanyaan 6, Apakah Saya Harus Melakukan Skrining?

Skrining kanker serviks adalah pemeriksaan untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada sel-sel di serviks yang berisiko berubah jadi kanker. Skrining untuk kanker serviks terdiri dari tes Pap (Pap smear), tes IVA dan, untuk sebagian orang, tes HPV. Skrining penting dilakukan untuk mendeteksi kondisi pra-kanker di serviks sebelum berubah menjadi kanker. Kondisi pra-kanker tidak menimbulkan gejala fisik sehingga harus diperiksa secara medis. Jika berhasil dideteksi saat masih pra-kanker, maka akan jauh lebih mudah untuk diobati daripada yang sudah menjadi kanker.

Semua wanita dianjurkan untuk mulai rutin melakukan skrining kanker serviks di usia 21 tahun. Tes Pap dan/atau tes IVA dapat dijadikan pemeriksaan awal untuk mendeteksi tanda-tanda abnormal pada serviks. Wanita usia 21 – 29 dianjurkan melakukan tes Pap setiap 3 tahun sekali. Sedangkan bagi wanita usia 30 ke atas, dianjurkan untuk melakukan tes Pap yang digabungkan dengan tes HPV setiap 5 tahun sekali.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Pemeriksaan Kanker Serviks

Pertanyaan 7, Bagaimana Cara Mendapat Skrining Kanker Serviks?

Di Indonesia, pemeriksaan yang sering digunakan sebagai skrining kanker serviks ialah tes IVA, tes Pap (Pap smear), dan tes HPV. Tes IVA adalah pemeriksaan skrining yang paling mudah dilakukan, paling terjangkau biayanya, dan tersedia di banyak klinik atau puskesmas di berbagai wilayah Indonesia.

Tes Pap biasanya perlu dilakukan di rumah sakit karena harus melalui pemeriksaan laboratorium. Sehingga hasil tesnya akan keluar lebih lama dan biayanya juga lebih mahal daripada tes IVA. Kedua tes ini sama-sama efektif untuk mendeteksi tanda-tanda abnormal pada serviks, dengan tes Pap sedikit lebih tinggi tingkat keakuratannya daripada tes IVA.

Tes HPV adalah jenis tes dengan tingkat keakuratan yang paling tinggi, bisa mencapai 99%. Tetapi tes ini harus dikakukan di rumah sakit dan membutuhkan ahli patologi yang terampil untuk melakukannya. Karena itu biaya yang dibutuhkan untuk tes HPV adalah yang paling mahal dibandingkan tes Pap dan tes IVA.

Baca juga:  Makanan Penyebab Kanker Serviks yang Perlu Anda Hindari

Pertanyaan 8, Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Kanker Ini untuk Berkembang?

Kanker serviks berkembang dari sel-sel normal di serviks yang mulai berubah atau bermutasi. Sel-sel itulah yang menjadi pra-kanker. Ketika sel-sel pra-kanker mulai bertumbuh di luar kendali, mereka bisa menyebar ke jaringan terdekat maupun ke bagian tubuh yang lebih jauh. Jika terus dibiarkan tak diobati, mereka akan membentuk tumor.

Proses berubahnya pra-kanker menjadi kanker membutuhkan waktu bertahun-tahun, biasanya memakan waktu 5 – 20 tahun. Kita yang berusia 20-an sudah harus waspada, sebab kanker serviks paling sering didiagnosis pada wanita berusia antara 35 sampai 55 tahun. Kanker ini jarang terdiagnosis pada wanita di bawah 20 tahun, dan ada sekitar 20% kasus kanker ini pada wanita di atas 65 tahun.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Pra Kanker Serviks: Deteksi Saat Masih Mudah Diobati!

Pertanyaan 9, Bisakah Herbal Mencegah atau Mengobati Kanker Ini?

Herbal dapat membantu pencegahan maupun pengobatan kanker serviks. Salah satu herbal yang telah diteliti kemampuannya untuk pencegahan dan pengobatan kanker serviks ialah Sarang Semut Papua (Myrmecodia pendans). Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Dina Fatmawati dan rekan-rekannya di Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Penelitian itu bertujuan untuk mempelajari efek sitotoksik dari ekstrak Sarang Semut terhadap sel kanker serviks manusia (sel HeLa) secara in vitro. Sitotoksik maksudnya adalah efek untuk merusak suatu zat pada sel sehingga sel tersebut dapat berhenti bertumbuh, membelah, atau lebih cepat mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Sarang Semut memiliki efek sitotoksik yang cukup aktif terhadap sel HeLa, dengan nilai IC50 sebesar 33,2819  μg/ml.

Dari sini dapat terlihat bahwa Sarang Semut punya kemampuan yang cukup aktif untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel kanker serviks, atau membuat mereka lebih cepat mati. Karena itu herbal ini dapat dikonsumsi sebagai upaya untuk membantu pencegahan maupun pengobatan kanker serviks.

Baca lebih lanjut seputar pertanyaan kanker serviks ini di: Obat Kanker Serviks Alami Khas Indonesia

Demikianlah penjelasan dari 9 pertanyaan umum seputar kanker serviks. Apakah ada pertanyaan Anda yang terjawab di artikel ini? Semoga informasi ini dapat membantu Anda lebih paham tentang penyakit yang sering mengkhawatirkan kaum wanita ini. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker serviks hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

Cancer Treatment Centers of America. Top questions about cervical cancer. URL: https://www.cancercenter.com/cancer-types/cervical-cancer/questions. Accessed: 2019-09-17

Fatmawati, Dina, dkk. (2011). Efek Sitotoksik Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia pendens) pada Sel Line Kanker Serviks HeLa. Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 3(2): 112 – 120. DOI:10.26532/sainsmed.v3i2.393


Advertisement
Alinesia