Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks?

261
Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks?
Ilustrasi Virus Penyebab Kanker Serviks (© Vampy1 | Dreamstime.com)

Diedit:

Apa yang menyebabkan kanker serviks? Jika Anda seorang wanita kemungkinan pertanyaan ini pernah terlintas di pikiran saat membaca atau mendengar tentang seseorang yang terkena kanker ini. Sebagai wanita wajar jika kita khawatir akan mengalami hal yang sama. Namun kita perlu melawan kekhawatiran itu dengan mengedukasi diri dengan informasi yang tepat seputar apa yang memicu kanker serviks.

Dengan begitu kita jadi tidak mudah percaya saat ada kabar-kabar yang heboh menyatakan bahwa “ini” atau “itu” bisa memicu kanker serviks. Untuk membantu Anda mendapatkan informasi yang tepat, artikel ini akan merangkum penjelasan dari berbagai sumber terpercaya mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan kanker serviks.

Apa yang Sebenarnya Menyebabkan Kanker Serviks?

Penjelasan ini berdasarkan keterangan dari Lembaga American Cancer Society. Pada tahun-tahun belakangan ini, ada banyak kemajuan dalam pemahaman tentang apa yang terjadi pada sel-sel di serviks ketika kanker mulai berkembang. Selain itu, juga telah teridentifikan beberapa faktor risiko yang dapat memperbesar peluang seorang wanita untuk mengembangkan kanker serviks.

Proses perkembagagn sel-sel tubuh yang normal sangat bergantung pada informasi yang terdapat pada DNA di dalam sel-sel itu. DNA adalah bahan kimia di dalam sel-sel kita yang membentuk gen-gen kita, yang mengendalikan cara kerja dari sel-sel kita. Kita bisa mirip dengan orang tua kita karena mereka lah sumber DNA kita.

Tetapi pengaruh DNA lebih dari sekadar bagaimana penampilan kita. Ada beberapa gen yang mengendalikan bagaimana sel-sel bertumbuh, membelah diri, dan mati:

  • Gen-gen yang mengendalikan caranya sel-sel bertumbuh, membelah diri, dan bertahan hidup disebut onkogen.
  • Gen-gen yang bertugas menjaga pertumbuhan sel-sel tetap terkendali atau memicu kematian sel-sel pada waktu yang tepat (misalnya karena sudah tua atau sudah rusak) disebut gen penekan tumor.

Penyakit kanker dapat disebabkan oleh mutasi-mutasi DNA (cacat pada gen) yang mengaktifkan onkogen atau yang menonaktifkan gen penekan tumor.

Pada kasus kanker serviks, ada sesuatu yang memicu terjadinya mutasi-mutasi yang menyebabkan sel-sel di serviks mulai bertumbuh, membelah diri, dan bertahan hidup tanpa terkendali. Apa yang menyebabkan mutasi semacam itu?

HPV Menyebabkan Mutasi Pemicu Kanker di Serviks
HPV Menyebabkan Mutasi Pemicu Kanker di Serviks (Photo by Manu5 / CC BY-SA 4.0)

Apa yang Menyebabkan Mutasi Pemicu Kanker Serviks?

Pada kanker serviks yang terutama dapat menyebabkan mutasi pemicu kanker serviks ialah infeksi Human papillomavirus (HPV). Infeksi HPV menyebabkan produksi dari dua macam protein, bernama E6 dan E7, yang menonaktifkan sejumlah gen penekan tumor.

Ingatlah bahwa gen penekan tumor adalah yang bertugas menjaga sel-sel tetap bertumbuh secara terkendali dan memicu sel-sel untuk mati pada waktu yang tepat. Jadi bila ada cukup banyak gen penekan tumor yang dinonaktifkan, maka sel-sel di serviks akan bertumbuh secara tak terkendali dan tetap bertahan hidup meski sudah waktunya mati.

Terlebih lagi, dua macam protein yang dipicu produksinya oleh infeksi HPV juga dapat menyebabkan mutasi-mutasi lain pada gen. Akibatnya sel-sel di serviks bisa semakin tak terkendali. Bila dibiarkan terus berlanjut, pada akhirnya akan menyebabkan kanker di serviks.

Baca juga:  Apa Obat Herbal Kanker Serviks?

Akan tetapi infeksi HPV bukanlah satu-satunya yang memicu kanker serviks. Pada kenyataannya, sebagian besar wanita yang terinfeksi HPV tidak pernah mengembangkan kanker serviks. Ada faktor-faktor risiko lain untuk kanker serviks yang tampaknya bisa lebih membuat kita rentan mengembangkan kanker ini. Apa saja faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks?

Apa Saja Faktor Risiko yang Dapat Menyebabkan Kanker Serviks?

Penjelasan ini berdasarkan keterangan dari lembaga American Society of Clinical Oncology. Faktor risiko adalah apapun yang bisa memperbesar risiko seseorang untuk mengalami suatu penyakit. Namun faktor risiko bukanlah penyebab langsung dari penyakit itu.

Faktanya, ada orang yang punya lebih dari satu faktor risiko tetapi tidak pernah terkena kanker, sedangkan orang lain yang tidak punya faktor risiko justru divonis kanker. Tetapi supaya bisa membuat perubahan yang diperlukan untuk menghindari kanker serviks, kita perlu mengetahui apa saja faktor risiko yang dapat menyebabkan mutasi pemicu kanker ini. Berikut adalah faktor-faktor risiko utama dari kanker ini:

Infeksi HPV:

Seperti telah dijelaskan, infeksi HPV adalah faktor risiko paling utama dari kanker ini. Infeksi HPV umum dialami oleh orang-orang yang aktif secara seksual, tetapi sebagian besar infeksi itu dapat hilang tanpa masalah. Ada lebih dari 100 tipe HPV yang berbeda dan tidak semuanya dapat memicu kanker.

Tipe HPV yang paling sering disebutkan mampu memicu kanker serviks yaitu HPV16 dan HPV18. Orang-orang yang riskan mengalami infeksi tipe-tipe HPV ini adalah mereka yang mulai berhubungan seks di usia dini atau yang suka berganti-ganti pasangan seksual. Saat ini tersedia vaksin untuk mencegah infeksi HPV. Baca selengkapnya di artikel “Vaksin Kanker Serviks: Cegah Kanker Sejak Dini.”

Defisiensi Kekebalan Tubuh:

Seseorang yang punya kekebalan tubuh yang kurang berada pada risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker di serviks. Melemahnya sistem kekebalan dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena efek penekan kekebalan dari obat jenis kortikosteroid, transplantasi organ, perawatan untuk kanker jenis lain, atau karena infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Jika seorang wanita terinfeksi HIV, maka sistem kekebalan tubuhnya jadi kurang mampu untuk melawan kanker di tahap awal perkembangannya.

Herpes:

Seorang wanita yang mengalami penyakit herpes genitali lebih riskan untuk mengidap kanker serviks. Penyakit herpes genitali adalah penyakit menular seksual yang dicirikan dengan luka melepuh di daerah kelamin. Penyebabnya adalah infeksi virus herpes simpleks yang sering menular melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah lebih dulu terinfeksi. Herpes genitali juga bisa ditularkan oleh ibu kepada bayi yang dikandungnya.

Merokok:

Wanita yang merokok diperkirakan dua kali lebih rentan untuk mengalami kanker serviks. Penelitian mengungkapkan bahwa by-product (hasil sampingan) dari rokok ditemukan pada mukus (lendir) serviks dari wanita perokok. Para peneliti yakin bahwa apa yang disebut by-product rokok itu merusak DNA di dalam sel-sel serviks dan dapat menyebabkan perkembangan kanker serviks. Selain itu, merokok juga membuat kekebalan tubuh jadi kurang efektif dalam melawan infeksi HPV.

Baca juga:  Imunisasi Kanker Serviks, Mungkinkah Ini Berbahaya?
Merokok Bisa Memicu Kanker Serviks
Merokok Bisa Memicu Kanker Serviks (Photo by Lindsay Fox)

Usia:

Mereka yang masih remaja jarang ada yang terkena kanker serviks. Risiko kanker ini meningkat di antara usia 17-an dan pertengahan 30-an. Wanita yang telah melewati rentang usia ini tetap berisiko dan perlu menjalani pemeriksaan skrining kanker serviks secara teratur, seperti tes Pap dan/atau tes HPV. Baca juga artikel “Pemeriksaan Kanker Serviks yang Perlu Dijalani Sedini Mungkin.”

Sosial-Ekonomi:

Kanker serviks lebih sering terjadi pada para wanita yang kecil kemungkinannya untuk melakukan pemeriksaan skrining kanker serviks. Mereka biasanya tinggal di daerah yang fasilitas kesehatannya masih tertinggal atau yang kemampuan ekonominya terbatas. Baca juga artikel “Tes IVA untuk Kanker Serviks, Terjangkau & Efektif!

Kontrasepsi (KB) Oral:

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kontrasepsi oral, yang juga disebut pil KB, punya kaitan dengan meningkatnya risiko kanker serviks. Jadi, apa pil KB bisa menyebabkan kanker serviks? Masih terlalu dini untuk menunjuknya sebagai penyebab kanker serviks, karena dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana penggunaan pil KB dapat memengaruhi perkembangan kanker serviks.

Paparan Diethylstilbestrol (DES):

Seorang wanita lebih rentan mengalami kanker serviks (atau kanker vagina) apabila ibunya pernah diberi obat DES sewaktu hamil. Pada tahun 1920-an sampai 1970-an, obat DES digunakan untuk mencegah keguguran selama kehamilan. Seorang wanita yang terpapar DES harus menjalani pemeriksaan skrining secara rutin, yaitu pemeriksaan panggul dan tes Pap untuk memeriksa keberadaan sel-sel abnormal di serviks dan vagina.

Pengkajian dan penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan perkemangan kanker di serviks. Para ahli juga terus mencari tahu cara-cara paling efektif untuk mencegah perkembangan kanker ini, dan apa yang bisa dilakukan setiap wanita untuk meminimalkan faktor risiko yang dimilikinya.

Memang belum ditemukan cara pasti untuk sepenuhnya menghindari penyakit ini, namun tetap ada banyak hal yang bisa kita upayakan untuk menurunkan risikonya. Adakah faktor-faktor risiko di atas yang Anda miliki? Lakukanlah sesuatu untuk mengatasi faktor tersebut. Anda juga bisa berkonsultasi dengan seorang dokter ahli agar tahu cara terbaik untuk mengatasinya.

Demikianah artikel ini yang mengulas tentang apa yang sebenarnya menyebabkan kanker serviks. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk menjauhi dan mengatasi apapun yang dapat memicu perkembangan kanker di serviks. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker serviks hanya di Deherba.com.


Referensi Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks:

American Cancer Society. Do We Know What Causes Cervical Cancer?. Revised: 2017-10-25. URL: https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html. Accessed: 2019-08-21

Cancer.Net. Cervical Cancer: Risk Factors. Approved: 02-2019. URL: https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/risk-factors. Accessed: 2019-08-21


Advertisement
Alinesia