Kunyit Putih untuk Kanker Serviks

91
Manfaat Kunyit Putih untuk Kanker Serviks
Kunyit Putih (Credit: David Dettmann)

Diedit:

Dengan terus meningkatnya kasus kanker serviks setiap tahun, tidak heran bila banyak orang terus mencari pilihan pengobatan yang efektif. Tidak sedikit yang mencoba beralih ke alternatif herbal untuk mendukung perawatan medis mereka. Salah satu dari sekian herbal yang punya manfaat untuk membantu pengobatan kanker serviks ialah kunyit putih.

Dalam artikel ini akan dibahas seputar manfaat kunyit putih untuk kanker serviks. Sebenarnya apa efek positif yang diberikan kunyit putih terhadap kanker serviks? Mengapa kunyit putih punya manfaat untuk membantu melawan kanker serviks? Artikel ini akan menjawab dua pertanyaan itu.

Apa Itu Kunyit Putih?

Kunyit putih (Curcuma zedoaria), atau juga disebut temu putih, adalah tanaman herbal yang termasuk dalam keluarga jahe-jahean. Tanaman ini berasal dari Himalaya, India, dan kebanyakan dibudidayakan di negeri-negeri Asia termasuk Cina, Vietnam, dan Jepang.

Tanaman kunyit putih tumbuh liar di Sumatera (Gunung Dempo), di hutan jati Jawa Timur, dan sering juga ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian hinggal 1000 dpl.

Secara tradisional kunyit putih digunakan sebagai obat sakit maag dan sakit lambung, menambah selera makan, menghentikan pendarahan, dan membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Manfaat kunyit putih untuk kanker bukan hanya terbukti secara tradisional, tetapi juga diteguhkan oleh berbagai penyelidikan ilmiah yang telah dilakukan. Bagian berikut akan menjelaskan tentang manfaat anti-kanker dari kunyit putih pada beragam jenis kanker, sebelum membahas secara spesifik untuk kanker serviks.

Manfaat Anti-Kanker Kunyit Putih pada Berbagai Jenis Kanker

Salah satu kandungan aktif di dalam kunyit putih yang diyakini memiliki aktivitas anti-kanker ialah α-curcumene. Sebuah penelitian mencoba menyelidiki mekanisme dari efek apoptosis α-curcumene pada pertumbuhan sel kanker manusia, sel SiHa. Selama pengujian dengan α-curcumene, viabilitas sel SiHa dihambat > 73% selama 48 jam inkubasi.

Perlakuan α-curcumene menunjukkan pola fragmentasi DNA nukleosom yang khas dan persentase sel sub-diploid meningkat dengan cara yang bergantung pada konsentrasi—ini adalah ciri khas dari efek apoptosis.

Aktivasi sitokrom c kimtokondria dan uji aktivitas in vitro caspase-3 menunjukkan bahwa aktivitas caspase menyertai efek apoptosis dari α-curcumene, yang memediasi proses kematian sel kanker.

Baca juga:  Pra Kanker Serviks: Deteksi Saat Masih Mudah Diobati!

Secara keseluruhan, temuan ini memperlihatkan bahwa α-curcumene menunjukkan efek apoptosis melalui jalur mitokondria yang mengaktifkan caspase-3. Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa kunyit putih dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk membantu pengobatan kanker.

Berbagai penyelidikan ilmiah lain juga telah menjelaskan mekanisme dari efek apoptosis yang dimiliki oleh kunyit putih. Induksi apoptotis pada sel kanker terjadi melalui jalur caspase yang bergantung pada cascade, yang melibatkan aktivasi caspase-9, caspase-3, dan PARP bersama dengan penekanan Bcl-2 melalui jalur pensinyalan Akt/MTOR.

Kunyit putih juga meningkatkan regulasi PTEN dan menurunkan regulasi Akt yang terfosforilasi, mTOR (mechanistic target of rapamycin) dan ekspresi STAT3 (signal transducer and activator of transcription 3) dan MMP-2 (matrix metalloproteinase-2).

Efek anti-tumor juga diselidiki menggunakan model hewan percobaan dan didapati bahwa ekstrak kunyit putih mampu secara signifikan menghambat pembentukan tumor. Ekstrak kunyit putih juga dilaporkan dapat menghambat metastasis (penyebaran) sel kanker, yang tampaknya dihasilkan oleh aktivitas modulasi fungsi makrofagus oleh kunyit putih.

Semua efek tersebut membuat kunyit putih punya kemampuan anti-kanker yang layak dimanfaatkan untuk membantu perawatan kanker. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat anti-kanker kunyit putih terlihat pada pengujian terhadap sel kanker serviks, rahim, payudara, paru-paru, nasofaring, leukemia, limfoma, melanoma, dan sarkoma.

Manfaat Kunyit Putih untuk Kanker Serviks

Efek anti-kanker dari kunyit putih dihasilkan oleh kandungan fitokimia tertentu atau hasil dari interaksi sinergis yang kompleks di antara berbaga konstituennya. Sebelumnya telah diulas bagaimana kunyit putih punya manfaat anti-kanker terhadap berbagai jenis sel kanker. Sekarang mari mengulas secara khusus tentang manfaat kunyit putih untuk kanker serviks.

Telah dilakukan penelitian untuk menyelidiki efek sitotoksik dari ekstrak kunyit putih dan untuk mengukur nilai IC50 yang dimilikinya. Dalam penelitian itu, berbagai ekstrak organik diisolasi menggunakan alat Soxhlet dengan tujuan untuk meningkatkan polaritas pelarut, yaitu petroleum eter, etil asetat, aseton, dan metanol.

Dilakukan pengujian colorimetric [3-(4,5-Dimethylthiazol-2-yl)-2,5 diphenyltetrazolium bromide] untuk menentukan efek sitotoksik-nya terhadap sel-sel kanker serviks pada manusia (sel HeLa). Digunakan juga pewarnaan ganda acridine orange-ethidium dromide dan tes fragmentasi DNA untuk menyelidiki efek apoptosis. Di antara berbagai ekstrak kunyit putih yang diselidiki, ekstrak petroleum eter didapati menunjukkan efek sitotoksik yang paling maksimum terhadap sel kanker serviks.

Baca juga:  Apa yang Dimaksud Deteksi Dini Kanker Serviks?

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ekstrak petroleum eter mempunyai potensi sebagai agen anti-kanker. Dan dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk bisa memurnikan senyawa-senyawa di dalam kunyit putih dan untuk menjelaskan aktivitas anti-kanker yang dimilikinya.

Apa Itu Efek Sitotoksik dan Apoptosis?

Sitotoksik adalah sifat dari suatu kandungan senyawa atau zat yang mampu merusak sel normal maupun sel kanker. Kandungan yang bersifat sitotoksik punya potensi untuk digunakan sebagai obat anti-kanker dengan cara menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Apoptosis adalah proses kematian sel yang terprogram. Ini adalah proses yang sangat teratur dimana genom sel dipecah, sel terfragmentasi menjadi pototongan-potongan yang lebih kecil, dan serpihannya dikonsumsi oleh sel-sel terdekat (fagosit) yang membersihkan fragmen sel.

Apabila suatu kandungan senyawa atau zat memiliki efek apoptosis terhadap sel kanker, itu berarti kandungan tersebut mampu memicu mulainya proses kematian terpogram pada sel kanker itu.

Kesimpulan tentang Kunyit Putih untuk Kanker Serviks

Kunyit putih adalah tanaman herbal yang biasa digunakan secara tradisional untuk mengobati sakit maag, sakit lambung, menambah selera makan, menghentikan pendarahan, dan membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Bukan hanya secara tradisional, penyelidikan ilmiah juga meneguhkan manfaat kunyit putih untuk membantu pengobatan kanker.

Kunyit putih diketahui memiliki efek apoptosis dan sitotoksik terhadap berbagai jenis kanker, termasuk pada kanker serviks. Efek apoptosis artinya kemampuan untuk memicu dimulainya proses kematian terprogram pada sel-sel kanker, sedangkan sitotoksik artinya kemampuan untuk merusak sel-sel kanker sehingga menghambat pertumbuhannya.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme kerja dari senyawa-senyawa di dalam kunyit putih dan untuk menjelaskan aktivitas anti-kanker yang dimilikinya. Semoga ke depannya akan ditemukan lebih banyak bukti yang meneguhkan manfaat kunyit putih untuk kanker serviks.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang manfaat kunyit putih untuk kanker serviks. Semoga informasi ini dapat memperluas wawasan Anda tentang kekayaan herbal yang tersedia di alam. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lainnya seputar tanaman anti-kanker hanya di Deherba.com.


Referensi Kunyit Putih untuk Kanker Serviks:

S, Lakshmi, dkk. (2008). Inhibitory effect of an extract of Curcuma zedoariae on human cervical carcinoma cells. Medicinal Chemistry Research. 17(2-7): 335-344

Shin, Yujin & Lee, Yongkyu. (2013). Cytotoxic Activity from Curcuma zedoaria Through Mitochondrial Activation on Ovarian Cancer Cells. Toxicological Research. 29(4): 257-261. DOI: 10.5487/TR.2013.29.4.257

Khetbadei L H H & Arnab S. (2017). Curcuma Species: A Source of Anticancer Drugs. Journal of Tumor Medicine & Prevention. 1(5): 555572. DOI: 10.19080/JTMP.2017.02.555572


Advertisement
Alinesia