Kanker Serviks: Informasi Penting yang Perlu Anda Ketahui

491
ilustrasi kanker serviks
Ilustrasi Kanker Serviks (Credit: Chinnapong / Shutterstock)

Diedit:

Apa itu definisi kanker serviks? Patofisiologi kanker serviks adalah dari sel-sel kanker di leher rahim dari seorang wanita, yaitu tempat janin bertumbuh selama kehamilan. Hampir semua kasus kanker ini disebabkan oleh infeksi virus human papilloma (HPV). Oleh sebab itu, vaksinasi HPV (biasa disebut vaksin kanker serviks) merupakan salah satu cara pencegahan yang terbaik.

Kita perlu memahami definisi patofisiologi kanker serviks. Apa saja yang bisa menyebabkan penyakit kanker leher rahim ini? Bagaimana cara untuk mencegahnya? Sebagai langkah untuk mengantisipasi, apakah kita bisa tahu tanda-tanda awal dari kanker ini? Dan pilihan medis apa saja yang tersedia untuk mengatasi kanker ini? Mari kita bahas satu per satu.

Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks?

Sebagaimana sudah disinggung, hampir semua kasus kanker leher rahim disebabkan oleh virus human papilloma (HPV). Apa itu virus HPV penyebab kanker serviks? HPV adalah sekelompok virus, bukan hanya satu jenis virus saja. Ada lebih dari 100 jenis virus HPV.

HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual dan kegiatan seksual lainnya—misalnya sentuhan antara kulit kemaluan atau menggunakan mainan seks (sex toy)—dan penularannya sangat sering terjadi. Banyak wanita yang kemungkinan besar akan terinfeksi HPV pada suatu saat nanti.

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala-gejala yang tampak jelas dan infeksinya mungkin dapat hilang sendiri tanpa diobati. Beberapa jenis HPV lain dapat menimbulkan kutil kelamin (genital wart), namun jenis-jenis HPV ini tidak terkait dengan HPV penyebab kanker serviks.

ilustrasi virus hpv
Ilustrasi Virus HPV (Credit: luismmolina / iStockphoto)

Akan tetapi, sedikitnya ada 15 jenis HPV yang dianggap sangat mungkin (risiko tinggi) menyebabkan kanker di serviks. Dua jenis yang paling tinggi risikonya ialah HPV 16 dan HPV 18—keduanya merupakan penyebab utama dari kanker leher rahim.

HPV dengan risiko tinggi diperkirakan dapat membuat sel-sel tidak bekerja secara normal, yang akhirnya membuat mereka bereproduksi secara tak terkontrol, dan mengarah pada pertumbuhan tumor bersifat kanker di leher rahim (serviks).

Karena sebagian besar virus HPV tidak menimbulkan gejala-gejala yang tampak jelas, Anda dan pasangan Anda bisa saja tanpa sadar sudah terinfeksi HPV selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Apa itu kanker serviks? Definisi Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim dan biasanya disebabkan oleh virus HPV. Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan vaksinasi HPV (vaksin kanker serviks).

Adakah Hal-Hal Lain yang Menambah Risiko Kanker Serviks?

Meskipun infeksi HPV adalah penyebab umum dari kanker ini, tetapi hanya sebagian kecil wanita yang terinfeksi HPV yang akhirnya mengalami pertumbuhan kanker di leher rahimnya. Tampaknya ada hal-hal lain yang menambah risiko (faktor risiko) seorang wanita untuk mengembangkan kanker. Berikut adalah faktor-faktor risiko tersebut:

  • Wanita yang merokok dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker di serviks daripada wanita yang tidak merokok. Diduga ini karena dampa buruk kandungan-kandungan kimia dari tembakau pada sel-sel di serviks.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah.
  • Mengonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun. Sampai saat ini masih belum jelas apa hubungan antara konsumsi pil KB dengan pertumbuhan kanker di serviks.
  • Memiliki lebih dari 5 anak, atau hamil dan memiliki anak di usia dini (di bawah 17 tahun).
  • Ibu hamil mengonsumsi obat hormon diethylstilbestrol (DES) sehingga janin di kandungannya memiliki risiko kanker serviks.

Hingga saat ini masih belum jelas mengapa ada hubungan antara memiliki anak dengan kejadian kanker leher rahim. Namun para ahli memiliki sejumlah dugaan. Salah satu dugaannya adalah karena perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan mungkin membuat leher rahim lebih rentan terhadap dampak dari infeksi HPV.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Tumbuh di Serviks?

Walaupun kanker ini tidak bisa 100% dicegah, tetapi ada cara-cara untuk mengurangi risikonya seminimal mungkin. Cara-cara tersebut antara lain: dengan melakukan skrining serviks, mendapatkan vaksin kanker serviks, tidak merokok, dan tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan. Mari kita bahas satu demi satu.

Baca juga:  Apa yang Menyebabkan Kanker Serviks?

Skrining Serviks

Skrining serviks adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengecek apakah ada perubahan tak normal pada sel-sel di serviks sebelum muncul gejala-gejala yang terlihat. Skrining biasanya dilakukan dengan tes Pap dan tes HPV. Anda tetap dianjurkan melakukan skrining meskipun sudah mendapatkan vaksin kanker serviks. Karena vaksinasi HPV tidak menjamin perlindungan 100% terhadap kanker ini.

Apa itu tes Pap dan tes HPV?
Tes Pap (Pap smear) dilakukan dengan mengambil sampel sel-sel dari bagian luar serviks dan vagina pasien untuk diperiksa di laboratorium. Tes HPV mirip dengan tes Pap, bedanya sampel sel-sel diambil dari dalam serviks pasien. Keduanya merupakan tes penting untuk mendeteksi dini penyakit di leher rahim, apa itu kanker serviks ataupun infeksi HPV.

Wanita usia 25 – 49 tahun dianjurkan melakukan skrining setiap 3 tahun. Wanita usia 50 – 64 tahun dianjurkan setiap 5 tahun. Bagi wanita usia 65 tahun ke atas, yang dianjurkan melakukan skrining adalah mereka yang belum pernah skrining sejak umur 50, atau yang pemeriksaan sebelumnya menunjukkan hasil tidak normal.

Bila hasilnya menunjukkan adanya perubahan tak normal pada sel-sel di serviks, Anda mungkin dianjurkan untuk lebih sering melakukan skrining. Seberapa seringnya tergantung pada seberapa parah perubahan pada sel-sel tersebut.

Vaksin Kanker Serviks (Vaksinasi HPV)

Untuk saat ini, pemberian vaksin kanker serviks di Indonesia dianjurkan mulai dari usia 9 tahun ke atas. Vaksin ini diberikan sejak usia muda sebelum seseorang mulai berhubungan seksual. Ingatlah apa itu kanker serviks—yaitu kanker yang paling utama disebabkan oleh infeksi HPV yang menular melalui hubungan seksual.

Jadi salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan vaksinasi HPV untuk memberi perlindungan terhadap infeksi cari virus tersebut. Namun bagi Anda yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, tetap dianjurkan untuk mendapat vaksinasi HPV, khususnya bila vaksin sebelumnya tidak lengkap.

vaksin kanker serviks
Ilustrasi Vaksin Kanker Serviks (Credit: Adam Gregor / Shutterstock)

Jika Anda ingin mendapatkan vaksinasi HPV, hubungi dan tanyakanlah ke rumah sakit atau klinik kesehatan apakah menyediakan layanan vaksinasi ini. Pilihlah rumah sakit atau klinik kesehatan yang terpercaya. Jika layanannya tersedia, tanyakanlah apakah menyediakan vaksinasi lengkap, berapa biayanya, dan bagaimana jadwalnya.

Segera Berhenti Merokok

Orang yang merokok tubuhnya lebih sulit untuk menyingkirkan infeksi HPV dari tubuhnya, sehingga punya kemungkinan lebih besar untuk berkembang jadi kanker leher rahim. Jadi jika Anda belum pernah merokok, jangan pernah memulai kebiasaan buruk ini. Dan bagi Anda yang sudah merokok, segeralah berhenti agar tidak menyesal di kemudian hari.

Baca juga:  Mengenal Kanker Serviks: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Bila tidak bisa langsung berhenti, buatlah rencana untuk menghentikannya secara bertahap. Ikutilah rencana tersebut dan bayangkanlah apa saja manfaat yang akan Anda rasakan nanti. Saat sudah bisa berhenti, jangan pernah berpikir “satu batang rokok saja tidak apa-apa”, karena dari satu batang itu dapat memulai kembali kebiasaan buruk yang dengan susah payah Anda hentikan.

Tidak Berhubungan Seks di Luar Pernikahan

Infeksi HPV dapat menular melalui hubungan seks, termasuk seks oral (memasukkan alat kelamin ke mulut), seks anal (memasukkan alat kelamin ke anus), dan menggunakan mainan seks (sex toy). Hubungan seks di luar pernikahan juga dapat menyebabkan banyak akibat buruk lainnya, seperti tertular penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Jadi Anda sangat dianjurkan untuk menghindari hubungan seks di luar pernikahan, karena semakin banyak pasangan seks, semakin besar juga risiko Anda tertular virus HPV. Dan seseorang yang ingin menikah sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk HPV. Jika Anda atau pasangan Anda terdeteksi memiliki HPV, lakukanlah perawatan untuk menghilangkan infeksi tersebut agar tidak menularkannya.

Apakah Ada Tanda-Tanda Awal dari Kanker Serviks?

Sayangnya, wanita yang memiliki kanker tahap awal di leher rahimnya biasanya tidak mengalami gejala apapun. Sering kali tidak ada tanda-tanda awal apapun yang dapat terlihat. Gejala-gejala baru muncul setelah kanker berkembang menjadi cukup parah dan mulai menyerang jaringan atau organ sekitarnya.

Sebagaimana telah dibahas di bagian sebelumnya, cara terbaik untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah melalui pemeriksaan skrining secara teratur dengan tes Pap atau tes HPV. Skrining tersebut bertujuan untuk menemukan tanda-tanda tak normal apapun yang terlihat pada sel-sel di serviks. Dan tanda-tanda itu bisa jadi adalah awal dari perubahan sel-sel normal menjadi sel-sel kanker.

Saat tanda-tanda itu berhasil dideteksi, maka Anda punya kesempatan untuk menghentikan perubahan yang tak normal tersebut sebelum menjadi tak terkendali. Dengan kata lain, pengobatan yang dijalankan lebih besar kemungkinannya untuk berhasil dan dapat mencegah sel-sel normal berubah menjadi sel-sel kanker.

Apa Saja Pengobatan Medis untuk Mengatasi Kanker Serviks?

Menurut patofisiologi kanker serviks, pengobatan untuk kanker ini harus disesuaikan berdasarkan pada tingkat keparahan kanker dan seberapa jauh kanker itu sudah menyebar. Sederhananya, pengobatan akan tergantung pada stadiumnya—apa itu kanker serviks stadium awal atau sudah stadium lanjut.

Pengobatan kanker biasanya kompleks (melibatkan lebih dari satu jenis pengobatan), jadi mungkin akan ada beberapa dokter ahli yang bekerja sebagai satu tim untuk menangani satu pasien. Tim dokter akan memutuskan dan merekomendasikan pilihan pengobatan yang terbaik bagi pasiennya, tetapi keputusan akhir tetap ada di tangan pasien. Pada umumnya rekomendasi yang diberikan adalah:

  • Untuk stadium awal: operasi pengangkatan serviks dan sebagian atau seluruh rahim; atau terapi radiasi (radioterapi); atau keduanya.
  • Untuk stadium lanjut: terapi radiasi dengan atau tanpa kemoterapi, dan kadang juga disarankan operasi.

Kanker leher rahim paling mudah diobati saat masih dalam tahap awal kemunculannya. Ketika kanker sudah tidak mungkin lagi disembuhkan, sering kali pengobatan yang diberikan hanya untuk memperlambat pertumbuhannya, memperpanjang usia harapan hidup pasien, dan meringankan dampak-dampak yang muncul (seperti rasa sakit dan pendarahan dari vagina).

Kesimpulan tentang Kanker Serviks

Kini Anda sudah paham apa itu definisi patofisiologi kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim dan terutama disebabkan oleh infeksi HPV. HPV merupakan jenis-jenis virus yang dapat ditularkan melalui kegiatan seksual, termasuk melalui seks oral dan seks anal.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi tersebut adalah dengan menghindari hubungan seks di luar pernikahan dan mendapatkan vaksinasi HPV (vaksin kanker serviks). Meski sudah berupaya mencegahnya, tetap ada kemungkinan bagi sel-sel di serviks untuk berubah menjadi sel-sel kanker.

Karena itu Anda dianjurkan untuk melakukan skrining serviks dengan tes Pap atau tes HPV secara teratur. Apabila tanda-tanda awal perubahan sel-sel yang tak normal dapat dideteksi, maka lebih mudah bagi Anda untuk segera mengatasinya. Dengan begitu bibit-bibit kanker dapat dihilangkan, bahkan sebelum punya kesempatan untuk berkembang menjadi kanker.

Demikianlah artikel ini yang mengulas secara garis besar tentang definisi patofisiologi kanker serviks. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan segera menerapkan informasi yang disediakan di sini. Temukan juga info-info penting lain seputar kanker dan masalah kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


NHS. Cervical Cancer. URL: https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/. Accessed: 2019-03-06

American Cancer Society. Can Cervical Cancer Be Found Early?. Revised: 2016-12-05. URL: https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/detection-diagnosis-staging/detection.html. Accessed: 2019-03-06


Advertisement
Alinesia