Apa Itu Pengobatan Depresi?

403
Shutterstock

Diedit:

Depresi bukanlah hal biasa yang dapat hilang begitu saja, ini merupakan gangguan yang bisa berakibat buruk jika terus dibiarkan tanpa adanya pengobatan depresi. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa saja pilihan pengobatan medis bagi penderita depresi? Jika depresi yang dialami tergolong berat, sebaiknya pasien dirawat dirumah sakit. Sehingga perkembangannya dapat dipantau oleh dokter ataupun psikolog, selain obat-obatan yang dapat meringankan depresi.

Pengobatan Depresi dengan Obat-Obatan

Seseorang yang mengalami depresi dapat dibantu dengan obat antidepresan dibawah pengawasan dokter. Obat-obat ini bisa saja menimbulkan efek samping, maka penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sayangnya tidak semua jenis antidepresan cocok bagi setiap orang, maka pengobatan dengan obat antidepresan memerlukan waktu yang cukup lama, mungkin beberapa minggu – sehingga efek penyesuaian dapat bekerja sepenuhnya. Sebagai pengingat, sebaiknya Anda tak menghentikan pengobatan depresi dengan antidepresan tanpa sepengetahuan dokter.

Menghentikan pengobatan depresi dengan tiba-tiba atau mengurangi dosis obat dapat menyebabkan gejala penarikan (Withdrawal Symptoms) – mual, muntah, cemas, berkeringat, dan sakit perut. Berhenti melakukan pengobatan secara tiba-tiba dapat memperburuk gejala depresi. Cobalah bekerjasama dengan dokter guna mengurangi dosis yang aman. Selain itu, faktor genetika seseorang juga menjadi salah satu pertimbangan sewaktu menggunakan obat antidepresan yang efektif bagi dirinya. Ingatlah tidak semua jenis antidepresan cocok bagi Anda atau orang lain, pharmacogenomics.

Penggunaan antidepresan juga perlu diperhatikan, karena beberapa obat demikian dapat memengaruhi kehamilan ataupun bayi yang masih menyusui. Sekalipun kebanyakan antidepresan sudah terkontrol dan aman dikonsumsi, Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan agar memperhatikan kotak peringatan dalam kemasan, mengingat ada peningkatan resiko bunuh diri bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa dibawah umur 25 tahun – selama minggu pertama pemberian obat antidepresan dan saat peralihan dosis. Mereka harus selalu dipantau demi keselamatannya.

Baca juga:  Bunuh Diri: Bagaimana Kalau Saya Merasa Ingin Mati Saja?

Pengobatan Depresi dengan Psikoterapi

Psikoterapi merupakan metode pengobatan depresi yang dilakukan dengan cara verbal; berbicara, konseling, atau terapi psiko-sosial. Tujuan dari metode tersebut ialah membantu seorang penderita depresi dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sulit yang dialaminya. Mengidentifikasi adanya perilaku atau suatu keyakinan yang nilainya negatif dan mengubahnya menjadi hal yang sifatnya positif. Berupaya mengeksplorasi pengalaman, hubungan, dan interaksi positif dalam diri penderitanya. Membantu penderita dalam menetapkan tujuan yang realistis dengan kehidupannya.

Mencari cara yang lebih baik dalam mengatasi masalah, dan memahami beberapa faktor yang memperburuk keadaan. Membantu penderita guna memperoleh kepuasan dalam hidup dan mengontrol kemarahan atau perasaan putus asa. Serta, memberikan bantuan dalam mengembangkan kemampuan untuk menerima dan memaklumi situasi yang sulit.

Pengobatan Depresi dengan Prosedur Lainnya

Prosedur lainnya mencakup terapi elektro-konvulsif (ECT) dengan mengalirkan listrik yang mampu melewati otak. Cara ini diduga dapat meningkatkan kemampuan neo-transmiter otak, guna mengirim dan menerima sinyal. Metode ini bisa dilakukan saat risiko bunuh diri meningkat dengan efek samping; sakit kepala dan hilang ingatan untuk sementara saja.

Adapula yang disebut dengan stimulasi magnetik transkranial (TMS) yang diberikan bagi penderita depresi yang tidak merespon obat anti-depresan. Metode ini dilakukan dengan menempatkan Anda di sebuah kursi santai, lalu aliran magnet akan merangsang sel-sel saraf yang ada di otak melalui semacam alat yang ditempelkan pada kulit kepala.

Advertisement
Alinesia