Gejala Insomnia

608
gejala insomnia
Credit: Shutterstock

Diedit:

Jika Anda susah tidur dan sering melewati malam tanpa tidur, itu adalah gejala insomnia. Karennya, bisa dibilang insomnia adalah sebutan lain untuk masalah susah tidur. Sebagian besar dari kita pernah mengalaminya, dimana kita tidak bisa tidur dan hanya bisa gelisah sambil berharap bisa cepat tertidur.

Tapi apa yang membedakan masalah susah tidur yang wajar dan cuman sesekali, dengan gangguan tidur yang kronis dan harus diobati?  Anda perlu tahu caranya mengenali ciri-ciri isomnia yang cukup parah sehingga perlu ditangani secara medis. Artikel ini akan mengulasnya untuk membantu Anda lebih peduli pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

3 Gejala Insomnia yang Paling Utama

Pernahkah Anda gelisah karena tidak bisa tidur hingga dini hari? Apakah kadang-kadang Anda berbaring di kasur sambil memikirkan masalah di masa lalu, kesulitan hari ini, atau kekhawatiran akan hari esok? Atau mungkin Anda sering terbangun malam-malam dan susah untuk tidur lagi, atau terbangun terlalu pagi?

Kalau ada salah satu skenario di atas yang Anda alami, ada kemungkinan Anda sedang menderita insomnia. Dan bergantung pada seberapa sering itu terjadi, malam-malam yang dilewati tanpa tidur itu mungkin merupakan tanda-tanda insomnia yang serius.

Insomnia adalah gangguan tidur yang dicirikan oleh kualitas tidur yang buruk. Orang-orang yang menderitanya akan mengalami tiga gejala insomnia berikut:

  • Kesulitan saat mau tidur malam
  • Sering terbangun tengah malam dan sulit untuk kembali tidur
  • Bangun terlalu pagi, tapi tidak bisa kembali tidur

Gejala-Gejala Insomnia yang Lainnya

Tiga ciri-ciri insomnia di atas berkaitan langsung dengan proses tidur & bangun. Akan tetapi selain berpengaruh pada proses tidur & bangun, insomnia juga berdampak pada apa yang dialami serta dirasakan seseorang sepanjang hari. Berikut adalah ciri-ciri insomnia tersebut:

  • Badan terasa capek meskipun cukup tidur (tidur non-restoratif)
  • Merasa sangat mengantuk sepanjang hari
  • Tubuh terasa tidak ada tenaga
  • Susah untuk konsentrasi
  • Mood & perilaku jadi tidak menentu, misalnya jadi gampang marah, agresif, dan bertindak tanpa dipikir
  • Mudah lupa
  • Kinerja di tempat kerja atau prestasi di sekolah menurun
  • Mengalami masalah dalam hubungan personal dan bisnis
  • Mengalami kecelakaan karena letih saat bekerja atau berkendara
  • Kualitas hidup menurun
  • Depresi
Baca juga:  Noni Juice: Obat Tidur Alami

Insomnia Berdasarkan Jenisnya

Insomnia dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dua faktor. Pertama adalah durasinya—berapa lama itu berlangsung dan berapa sering itu terjadi. Kedua adalah penyebabnya—apakah disebabkan oleh masalah kesehatan lain atau tidak.

Insomnia Akut

Insomnia akut adalah masalah susah tidur yang berlangsung selama suatu kurun waktu yang singkat. Itu bisa terjadi selama satu malam – beberapa minggu. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan insomnia akut, namun pada umumnya yaitu:

  • Khawatir berlebihan
  • Stres
  • Mendengar kabar buruk
  • Kesulitan dalam hidup
  • Jet lag
  • Bekerja shift
  • Penyakit
  • Rasa sakit fisik atau emosi
  • Faktor lingkungan, misalnya suara, cahaya, atau suhu
  • Konsumsi zat stimulan, seperti nikotin, kafein, atau alkohol
  • Kebiasaan tidur yang tidak baik
  • Obat-obatan tertentu, contohnya obat untuk alergi nasal/sinus, pilek, depresi, darah tinggi, dan asma

Insomnia Kronis

Insomnia kronis adalah ketika gejala-gejala insomnia berlangsung selama tiga malam atau lebih setiap minggu selama satu bulan atau lebih. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab insomnia kronis antara lain:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Stres kronis
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan di malam hari

Insomnia Sekunder

Jika ditinjau dari penyebabnya, maka insomnia dapat dibagi menjadi dua yaitu: insomnia primer (tidak berkaitan langsung dengan masalah kesehatan/kejiwaan) dan insomnia sekunder (berkaitan langsung dengan masalah kesehatan/ kejiwaan). Berikut adalah contoh dari masalah kesehatan/kejiwaan yang bisa mengakibatkan insomnia sekunder:

  • Alergi sinus/nasal
  • Penyakit pencernaan
  • Hipotiroidisme dan gangguan endokrin lainnya
  • Kelainan neurologis seperti penyakit Parkinson
  • Nyeri kronis
  • Artritis
  • Asma
  • Gangguan tidur lain, termasuk apnea tidur, sindrom kaki gelisah, nakrolepsi, dan gangguan irama sirkadian
  • Depresi—insomnia juga bisa menyebabkan depresi, begitu juga sebaliknya
  • Gangguan kecemasan, terdiri dari ketegangan, kekhawatiran, dan perasaan terbebani oleh tanggungjawab

Berapa Banyak Tidur yang Dibutuhkan?

Lembaga National Sleep Foundation merilis hasil sebuah penelitian berkelas dunia yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk selesai. Hasil penelitian itu memberikan rekomendasi berapa banyak tidur yang benar-benar dibutuhkan oleh setiap orang dari berbagai usia. Berikut adalah rekomendasi waktu tidur pada setiap kelompok usia:

  • Bayi baru lahir (0 – 3 bulan): 14 – 17 jam setiap hari
  • Bayi (4 – 11 bulan): 12 – 15 jam setiap hari
  • Batita (1 – 2 tahun): 11 – 14 jam setiap hari
  • Balita (3 – 5 tahun): 10 – 13 jam setiap hari
  • Anak usia sekolah (6 – 13 tahun): 9 – 11 jam setiap hari
  • Remaja (14 – 17 tahun): 8 – 10 jam setiap hari
  • Dewasa muda (18 – 25 tahun): 7 – 9 jam setiap hari
  • Dewasa (26 – 64 tahun): 7 – 9 jam setiap hari
  • Lansia (65 tahun ke atas): 7 – 8 jam setiap hari

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda, dan khususnya dipengaruhi oleh gaya hidup serta kondisi kesehatan seseorang. Untuk mengetahui berapa banyak tidur yang Anda butuhkan, tidak cukup hanya melihat rekomendasi di atas. Pertimbangkan juga faktor-faktor gaya hidup Anda yang memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur, misalnya jadwal kerja atau tingkat stres.

Kesimpulan

Setelah Anda membaca tentang ciri-ciri insomnia di atas, apakah itu yang Anda alami selama ini? Kalau Anda sudah merasakan tiga tanda-tanda insomnia yang paling utama—susah tidur malam, sering terbangun, dan bangun terlalu pagi—itu artinya Anda perlu berupaya untuk mengatasi masalah tidur ini.

Baca juga:  Bagaimana Mengatasi Insomnia, Gangguan Tidur yang Menggelisahkan?

Insomnia akut, yang cuman terjadi sesekali dan sementara, biasanya tidak perlu diobati dan bisa diatasi dengan mengubah kebiasaan tidur. Tapi Anda mungkin butuh bantuan dokter bila sering mengalami insomnia dan kehidupan Anda sudah terkena dampak negatif dari gejala insomnia.  Terlebih lagi jika yang terjadi adalah insomnia sekunder, karena masalah kesehatan/kejiwaan dibaliknya haruslah ditangani dengan benar.

Demikianlah artikel ini yang mengulas gejala insomnia. Baca juga artikel-artikel penting lain yang terkait, yaitu tentang penyebab insomnia, pengobatan insomnia, dan mengatasi insomnia. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, serta pengobatan alami hanya di Deherba.com.