Obat Tidur di Apotik: Teliti Sebelum Membelinya


By Cindy Wijaya

Ketika Anda sudah berhari-hari sulit tidur malam, Anda mungkin tergoda untuk mencoba obat tidur agar bisa kembali menikmati tidur nyenyak. Namun sebaiknya tunggu dulu, sebab meski obat tidur bisa menjadi solusi instan, tetapi ada bahaya dari penggunaannya. Bahkan bisa saja justru memperparah insomnia. Untuk membantu Anda, artikel ini akan membahas beberapa pilihan obat tidur di apotik dan tips untuk meminimalkan risiko penggunaannya.

Penting untuk mempertimbangkan manfaat serta risiko dari obat tidur. Secara umum, obat tidur paling efektif bila digunakan dalam jumlah sedikit dan hanya untuk sementara, misalnya saat Anda harus bepergian melintasi zona waktu atau untuk memulihkan diri dari suatu pengobatan medis.

Jika harus dikonsumsi jangka panjang sebaiknya diminum sesekali saja, sesuai kebutuhan, agar tidak terjadi ketergantungan dan tubuh tidak menjadi “kebal” terhadap efek obat tidur.

Obat Tidur di Apotik Tanpa Resep Dokter

Obat tidur standar yang dijual bebas mengandalkan anti-histamin sebagia bahan aktif utama untuk meningkatkan rasa kantuk. Berikut adalah beberapa obat tidur di apotik:

  • Diphenhydramine
  • Doxylamine

Ada juga obat tidur tanpa resep lain yang menggabungkan anti-histamin dengan acetaminophen pereda nyeri. Sedangkan jenis obat lain menggabungkan anti-histamin dengan alkohol.

Namun masalahnya pada anti-histamin adalah sifat penenangnya yang sering bertahan hingga hari berikutnya, yang menyebabkan efek “mabuk” di hari berikutnya itu. Jika digunakan dalam jangka panjang, obat itu juga dapat membuat gampang lupa dan sakit kepala. Karena masalah ini, para pakar menyarankan untuk hanya mengonsumsinya sesekali saja.

Efek Samping Umum dari Obat Tidur Anti-Histamin

  • Rasa kantuk ringan sampai berat di keesokan harinya.
  • Pusing dan gampang lupa.
  • Ceroboh, badan terasa tidak seimbang.
  • Sembelit dan buang air kecil tidak tuntas.
  • Penglihatan buram.
  • Mulut dan tenggorokan kering.
  • Mual.

Obat Tidur di Apotik dengan Resep Dokter

Ada beberapa jenis obat tidur resep, yang dikategorikan sebagai obat sedative-hypnotic (diterjemahkan menjadi obat penenang-hipnotik). Secara umum, obat-obatan ini bekerja pada reseptor di otak untuk memperlambat sistem saraf.

Beberapa obat penggunaan utamanya untuk merangsang tidur, sementara yang lain digunakan terutama untuk menjaga tetap tertidur. Beberapa efeknya bertahan lebih lama daripada yang lain di sistem tubuh, dan beberapa punya risiko lebih besar untuk menimbulkan ketergantungan.

Obat Tidur Benzodiazepine

Benzodiazepine adalah jenis obat tidur tertua yang masih banyak digunakan sampai sekarang. Jenis obat tidur di apotik ini dianggap punya risiko ketergantungan yang lebih besar daripada obat sedative-hypnotic dan dikategorikan sebagai zat yang penggunaannya dikendalikan.

Meski fungsi utamanya untuk mengobati gangguan kecemasan, namun obat jenis ini telah disetujui untuk mengobati insomnia. Beberapa obat yang termasuk benzoadizepine ialah estazolam, flurazepam, quazepam, temazepam, dan triazolam.

Risiko dari Benzodiazepine


Ketergantungan: Jika sudah dikonsumsi dalam suatu jangka waktu, Anda jadi merasa harus mengonsumsinya supaya bisa tidur. Dan begitu tidak minum obat ini, Anda jadi benar-benar mengalami gejala penarikan seperti kecemasan dan insomnia kambuh.

Kehilangan efektivitas: Jika diminum setiap malam, obat ini bisa tidak lagi mempan karena reseptor otak menjadi kurang sensitif terhadap efeknya. Dalam waktu 3 – 4 minggu penggunaan, benzodiazepine akan kehilangan efektivitasnya.

Kualitas tidur berkurang: Secara keseluruhan kualitas tidur Anda bisa berkurang, dengan tidur yang kurang nyenyak.

Efek “mabuk”: Ada efek samping di hari berikutnya seperti rasa kantuk dan perasaan “mabuk”, yang mungkin lebih buruk daripada rasa lemas yang dirasakan dari kurang tidur.

Insomnia kambuh: Insomnia bisa kambuh lagi, bahkan jika obatnya masih efektif saat diminum. Seperti halnya penggunaan semua obat tidur di apotik, alih-alih mengatasi insomnia, itu justru hanya menunda masalahnya.

Mungkin berkaitan dengan demensia: Meski saat ini masih sedang diselidiki, ada kekhawatiran bahwa penggunaan benzodiazepine bisa memicu perkembangan demensia.

Obat Tidur Non-Benzodiazepine

Beberapa jenis obat tidur baru tidak punya struktur kimiawi yang sama dengan benzodiazepine, tapi bekerja pada area otak yang sama. Obat-obatan ini diduga punya efek samping lebih sedikit, risiko ketergantungan lebih keicl, tapi tetap penggunaannya harus dikontrol.

Untuk jenis non-benzodiazepin, beberapa obat tidur di apotik yang harus dibeli dengan resep dokter antara lain zalepon, zolpidem, dan eszopiclone. Ketiga obat itu sudah diuji penggunaannya dalam jangka panjang, hingga 6 bulan.

Risiko dari Non-Benzodiazepine


Umumnya obat non-benzodiazepine punya risiko lebih sedikit daripada benzodiazepine, namun tetap berisiko. Beberapa orang mungkin mendapati bahwa jenis obat ini tidak mempan bagi mereka, dan efek jangka panjangnya masih belum diketahui.

Lembaga FDA Amerika Serikat baru-baru ini mengarahkan produsen obat jenis ini untuk menurunkan dosis standar karena ada risiko rasa pening di pagi hari selagi menyetir, terutama pada wanita. Efek samping lainnya termasuk:

  • Toleransi obat.
  • Insomnia kambuh.
  • Sakit kepala, pusing, mual, susah menelan atau bernapas.
  • Kadang menimbulkan perilaku tidur yang berbahaya seperti tidur sambil jalan, tidur sambil mengemudi, dan tidur sambil makan.
  • Muncul depresi atau memperparah depresi; dorongan untuk bunuh diri.

Tips Aman Mengonsumsi Obat Tidur di Apotik

Jika Anda memutuskan untuk mencoba obat tidur di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik lain, ingatlah tips-tips aman berikut ini:

Jangan campur obat tidur dengan alkohol atau obat penenang lain. Alkohol bukan hanya mengganggu kualitas tidur, tapi juga meningkatkan efek penenang dari obat. Kombinasi ini bisa cukup berbahya, bahkan bisa fatal.

Hanya minum obat tidur jika Anda punya cukup waktu untuk tidur setidaknya 7 – 8 jam. Jika tidak, Anda mungkin akan merasa sangat mengantuk keesokan harinya.

Jangan ulangi minum obat lagi di tengah malam. Ini dapat berbahaya dan tubuh punya lebih sedikit waktu untuk membersihkan obat dari sistemnya, sehingga Anda susah bangun keesokan paginya dan mungkin merasa pening.

Mulai dengan dosis terendah yang direkomendasikan. Lihatlah bagaimana efek obat itu dan apa saja efek samping yang ditimbulkannya.

Jangan sering menggunakannya. Untuk mencegah ketergantungan dan meminimalkan efek samping, hanya minum obat tidur di apotik untuk waktu-waktu yang penting saja.

Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin setelah minum obat tidur. Ini khususnya penting jika Anda baru mulai minum obat tidur, karena belum tahu bagaimana efeknya.

Teliti membaca petunjuk penggunaan di kemasan obat. Khususnya teliti baca efek samping dan interaksi obatnya. Banyak obat umum, seperti antidepresan dan antibiotik, bisa menimbulkan interaksi berbahaya dengan obat tidur di apotik tanpa resep maupun dengan resep. Banyak obat tidur juga tidak boleh diminum bersamaan dengan makanan/minuman tertentu, misalnya buah limau gedang.

Sebelum Mencoba Obat Tidur, Tanyakan pada Dokter/Apoteker:

  • Apakah obat tidur itu bisa diminum bersamaan dengan obat atau suplemen yang saat ini Anda konsumsi?
  • Apakah obat tidur itu bisa menimbulkan efek samping serius jika Anda menderita penyakit serius, seperti darah tinggi, gangguan hati, glaukoma, depresi, atau gangguan pernapasan?
  • Apakah ada petunjuk khusus mengenai penggunaannya? Kadang ada obat tidur yang perlu disesuaikan dosisnya agar efektif, dan kadang tiba-tiba berhenti minum obat tidur bisa menimbulkan efek samping.

Rekomendasi Herbal sebagai Alternatif Obat Tidur di Apotik

Anda bisa memanfaatkan solusi alami yang relatif bebas efek samping dan tidak menimbulkan ketergantungan, yaitu dengan menggunakan herbal. Salah satu herbal yang kami rekomendasikan sebagai penggati obat tidur di apotik ialah Noni juice.

Mengapa? Karena herbal ini efektif untuk mempemudah Anda tidur dengan lelap di malam hari. Noni sanggup mengatur agar kadar melotonin dalam tubuh tetap seimbang, dan melatonin adalah hormon penting yang dibutuhkan tubuh supaya mengantuk, rileks, dan tertidur.

Kadang masalah susah tidur disebabkan oleh stres berlebih. Dalam hal ini juga Noni juice dapat membantu, karena mengandung selenium jumlah tinggi yang berguna untuk mengendalikan stres tetap dalam batasnya.

Noni Juice untuk Pengganti Obat Tidur di Apotik
Ilustrasi Noni Juice (Credit: Bigbubblebee99 – Shutterstock)

Kandungan vitamin B kompleks Noni juga turut bermanfaat untuk membuat badan terasa segar saat bangun pagi. Sebab vitamin B komplek berperan dalam memperbaiki sel-sel otot dari kondisi kelelahan.

Jadi sederhananya, Noni juice dapat mempermudah tidur karena membuat tubuh lebih gampang mengantuk dan rileks di malam hari, mengurangi stres berlebih yang membuat susah tidur, serta memperbaiki sel-sel otot agar badan terasa segar ketika bangun tidur.

Silakan baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat Noni untuk tidur malam: Noni Juice sebagai Herbal Insomnia.

Teliti Sebelum Membeli Obat Tidur di Apotik

Semua obat tidur di apotik punya efek samping, baik yang tanpa resep maupun dengan resep dokter. Dan itu berbeda-beda tergantung pada jenis, dosis, dan berapa lama obat itu bekerja dalam sistem tubuh.

Efek samping yang umum adalah rasa kantuk berkepanjangan di hari berikutnya, sakit kepala, nyeri otot, sembelit, mulut kering, sulit konsentrasi, pusing, tidak seimbang, dan insomnia kambuh.

Ada juga risiko dari penggunaan obat tidur dalam jangka lama atau terlalu sering. Anda mungkin bisa membuat obat itu tidak lagi mempan atau Anda menjadi ketergantungan terhadap obat itu.

Sebab itu para ahli menyarankan supaya menggunakan obat tidur di apotik hanya untuk waktu-waktu penting saja dan hanya sebagai solusi sementara. Dan yang terbaik adalah berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tidur apapun.

Bagi Anda yang membutuhkan bantuan obat tidur namun khawatir dengan efek samping atau risikonya, ada solusi alami yang lebih aman dengan menggunakan herbal. Salah satu herbal yang direkomendasikan adalah Noni juice, karena dapat membuat tubuh lebih mudah rileks dan mengantuk di malam hari, mengurangi stres berlebih, serta membuat badan terasa segar saat bangun pagi.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang obat tidur di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik lain. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan informatif lain seputar kesehatan dan pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

HelpGuide. Sleeping Pills and Natural Sleep Aids. URL: https://www.helpguide.org/articles/sleep/sleeping-pills-and-natural-sleep-aids.htm

Deng, Shixin & West, Brett. (2007). Noni as An Anxiolytic and Sedative: A Mechanism Involving Its Gamma-Aminobutyric Acidergic Effects. Phytomedicine: International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacology. 14(7-8): 517-22. DOI: 10.1016/j.phymed.2007.04.005

Kannan, Sridharan, dkk. (2014). Anxiolytic, sedative, and hypnotic activities of aqueous extract of Morinda citrifolia fruit. Journal of Ayurveda and integrative medicine. 5 (2): 73-5. DOI: 10.4103/0975-9476.131738

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>