6 Jenis Insomnia yang Mungkin Anda Alami Saat Ini


By Cindy Wijaya

Insomnia dialami oleh banyak orang. Kalau Anda susah untuk tertidur atau sering terbangun di malam hari, itu sudah gejala-gejala insomnia. Biasanya keesokan harinya Anda akan merasa lesu dan mengantuk. Tapi tidak semua jenis insomnia sama, ada yang hanya sementara, ada juga yang berkepanjangan.

Dalam artikel ini akan dikupas 6 jenis insomnia. Jenis-jenis insomnia ini dicirikan dengan seberapa lama itu berlangsung, bagaimana pengaruhnya terhadap tidur Anda, dan apa penyebab yang mendasarinya.

1. Jenis Insomnia Akut

Ini adalah jenis insomnia yang paling sering dialami. Insomnia Anda termasuk akut apabila hanya terjadi sementara dan berlangsung selama beberapa hari atau sampai 1 bulan. Juga umum disebut sebagai insomnia penyesuaian karena biasanya disebabkan oleh perubahan pada lingkungan atau karena situasi tertentu.

Berikut beberapa situasi yang dapat memicu insomnia akut:

  • Pindah ke lingkungan baru yang asing
  • Suara bising atau cahaya terang
  • Suhu panas
  • Tempat tidur tidak nyaman
  • Pekerjaan baru atau pindah sekolah.
  • Jet lag
  • Tenggat waktu pekerjaan atau ujian
  • Kematian orang dekat

Insomnia akut dapat teratasi sendiri seraya Anda menyesuaikan diri dengan keadaan baru atau setelah Anda sanggup menghadapi situasi yang membuat Anda susah tidur. Tetapi adakalanya insomnia akut dapat terus dialami sehingga berkembang menjadi insomnia akut.

Jenis insomnia ini dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Lebih umum terjadi pada wanita daripada pria, dan bisa muncul sewaktu masa kehamilan dan menopause.

2. Jenis Insomnia Kronis

Insomnia biasanya hanya terjadi sementara atau jangka pendek. Tetapi kadang bisa menjadi kronis atau jangka panjang. Insomnia Anda termasuk jenis kronis jika Anda susah tidur minimal tiga hari dalam seminggu selama minimal satu bulan.

Jenis insomnia kronis dibagi menjadi dua, primer dan sekunder. Insomnia kronis primer juga disebut insomnia idiopatik karena tidak ada penyebab yang spesifik. Insomnia kronis sekunder juga disebut insomnia kormobid, dan lebih umum terjadi daripada insomnia primer. Kormobid artinya insomnia itu terjadi karena ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya (komorbiditas).

Berikut adalah sejumlah penyebab umum dari insomnia kronis:

  • Masalah kesehatan kronis, seperti penyakit refluks asam lambung, penyakit tiroid, diabetes, apnea tidur, gangguan saraf seperti penyakit Parkinson, dan nyeri kronis.
  • Masalah psikologis, seperti depresi, kecemasan, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
  • Konsumsi obat, seperti obat darah tinggi, obat pernapasan, antihistamin, obat hormonal, obat anti kejang, antidepresan, dan obat kemo.
  • Zat stimulan sistem saraf pusat atau otak, seperti nikotin dan kafein berlebihan.
  • Pengaruh gaya hidup, misalnya sering bepergian sehingga jet lag, shift kerja yang terus berputar, tidur siang, dan waktu tidur yang tidak teratur.
  • Hidung tersumbat dan alergi sinus.
  • Pengaruh usia, karena insomnia lebih rentan dialami orang yang lebih berumur.

Sama seperti jenis insomnia akut, insomnia kronis juga dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Kemungkinan terjadinya juga lebih besar pada wanita daripada pria.

3. Jenis Insomnia Onset

Insomnia onset adalah kesulitan untuk memulai tidur. Anda mungkin mengalami jenis insomnia ini jika Anda kesulitan untuk tidur awal di malam hari. Atau dalam kasus pekerja shift, kesulitan untuk cepat tertidur setiap kali mencoba untuk tidur.

Bisa jadi Anda terus berguling dan berpindah-pindah posisi di tempat tidur tanpa benar-benar bisa tertidur. Kebanyakan orang yang punya masalah insomnia onset kesulitan untuk tertidur bahkan setelah menghabiskan 20 – 30 menit di tempat tidur.

Ketidakmampuan untuk cepat tertidur berarti total waktu tidur Anda berkurang dan dapat merasakan efek kurang tidur keesokan harinya.

Berikut adalah sejumlah penyebab umum dari insomnia onset:

  • Zat stimulan sistem saraf pusat atau otak, seperti nikotin dan kafein berlebihan.
  • Perubahan pada lingkungan yang terasa asing.
  • Stres dan kecemasan.
  • Nyeri kronis.

4. Jenis Insomnia Maintenance

Insomnia maintenance maksudnya adalah ketidakmampuan untuk tetap tertidur sepanjang malam. Jika Anda mengalaminya, Anda biasanya akan terbangun sedikitnya 1 kali dan kesulitan untuk kembali tidur setidaknya 20 – 30 menit.

Tidur yang terpotong ini berarti waktu dan kualitas Anda jadi berkurang, sehingga Anda bisa merasa mengantuk atau lesu keesokan harinya.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan jenis insomnia maintenance:

  • Masalah psikologis, seperti depresi, kecemasan, atau stres.
  • Asma dan gangguan pernapasan lain.
  • Hidung tersumbat dan alergi sinus.
  • Sindrom kaki gelisah.
  • Penyakit asam lambung.
  • Nyeri kronis.

5. Jenis Insomnia pada Anak-Anak

Insomnia pada anak-anak disebut behavioral insomnia of childhood (BIC). Jenis insomnia ini dialami oleh kira-kira 15 persen anak-anak. Insomnia pada anka-anak dibagi menjadi tiga kategori:

  • BIC sleep-onset: Jenis ini diakibatkan oleh asosiasi negatif dengan tidur, misalnya harus ditidurkan dengan cara digoyangkan atau disusui, atau menonton TV saat akan tidur.
  • BIC limit-setting: Jenis insomnia ini terjadi karena anak tidak mau tidur.
  • BIC combined type: Jenis ini adalah gabungan antara BIC sleep-onset dan limit-setting.

6. Insomnia Gabungan

Insomnia gabungan terjadi pada orang yang memiliki lebih dari satu jenis insomnia, misalnya gabungan antara insomnia onset dan insomnia maintenance.

Secara umum, istilah insomnia yang lebih luas dapat dianggap sebagai insomnia gabungan, karena umumnya orang memiliki masalah tidur yang tumpang tindih.

Selain itu orang dengan insomnia sering mendapati bahwa gejala mereka berubah dari waktu ke waktu, sehingga sulit untuk menentukan ke satu jenis insomnia yang spesifik.

Mengatasi Jenis-Jenis Insomnia dengan Bantuan Herbal

Menggunakan obat tidur bukan cara yang efektif untuk mengatasi insomnia. Obat tidur tidak akan menyembuhkan, justru bisa memperparah insomnia bila tidak digunakan dengan benar.

Salah satu alternatif terbaik dari obat tidur adalah menggunakan obat herbal. Obat herbal pengganti obat tidur yang direkomendasikan adalah Noni juice.

Kenapa? Karena Noni juice dapat mengatur agar kadar melatonin dalam tubuh tetap seimbang, dan melatonin merupakan hormon penting yang diperlukan tubuh supaya mengantuk, rileks, dan tertidur. Dengan minum Noni juice, Anda bisa lebih mudah dan lebih cepat terlelap di malam hari.

Noni Juice sebagai Herbal untuk Anti Insomnia
Credit Photo: Bigbubblebee99 / Shuterstock

Dan pada kasus insomnia yang disebabkan oleh masalah psikologis, seperti stres berlebih, herbal ini juga dapat membantu. Noni mengandung selenium jumlah tinggi yang bermanfaat untuk mengendalikan stres tetap dalam batasnya.

Kemudian ada kandungan vitamin B kompleks yang akan membuat badan terasa segar saat bangun pagi. Ini karena vitamin B kompleks berfungsi dalam memperbaiki sel-sel otot dari kondisi kelelahan.

Dengan kata lain, Noni juice mempermudah Anda untuk tidur karena membuat tubuh lebih gampang mengantuk dan rileks di malam hari, mengurangi stres berlebihan yang membuat insomnia, dan memperbaiki otot yang kelelahan sehingga badan terasa segar di pagi hari.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut seputar obat tidur herbal ini, Anda bisa membacanya di artikel: Noni Juice sebagai Herbal Insomnia.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai jenis-jenis insomnia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga pembahasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

MedicinetNet. What Are the Five Types of Insomnia?. URL: https://www.medicinenet.com/what_are_the_five_types_of_insomnia/article.htm

Sleep Foundation. What Are the Different Types of Insomnia?. URL: https://www.sleepfoundation.org/insomnia/types-of-insomnia

Healthline. What Are the Different Types of Insomnia?. URL: https://www.healthline.com/health/types-of-insomnia

Deng, Shixin & West, Brett. (2007). Noni as An Anxiolytic and Sedative: A Mechanism Involving Its Gamma-Aminobutyric Acidergic Effects. Phytomedicine: International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacology. 14(7-8): 517-22. DOI: 10.1016/j.phymed.2007.04.005

Kannan, Sridharan, dkk. (2014). Anxiolytic, sedative, and hypnotic activities of aqueous extract of Morinda citrifolia fruit. Journal of Ayurveda and integrative medicine. 5 (2): 73-5. DOI: 10.4103/0975-9476.131738

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>