Insomnia

515
insomnia
(Credit: Koldunov / Shutterstock)

Diedit:

Apakah Anda selalu susah tidur meskipun badan sudah capek? Atau apakah Anda sering terbangun malam-malam dan susah tidur lagi, jadi Anda terus menatap jam dengan rasa khawatir? Kalau iya, sebaiknya baca artikel ini sampai habis. Insomnia adalah masalah yang dialami banyak orang dan bisa merusak energi, mood, dan kemampuan Anda untuk ‘berfungsi’ sepanjang hari.

Insomnia kronis—sebutan untuk insomnia yang terus-menerus terjadi—bahkan bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Tapi Anda tidak harus terus melewati malainsom demi malam tanpa tidur. Cari tahu apa penyebabnya lalu buatlah perubahan pada kebiasaan sehari-hari dan lingkungan tidur Anda. Artikel ini akan mengulas tentang penyebab, gejala, cara mengatasi, dan pengobatan insomnia.

Arti Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tertidur atau tetap tertidur di malam hari, sehingga tidurnya tidak memulihkan atau menyegarkan badan. Karena kebutuhan tidur setiap orang itu berbeda-beda, maka insomnia ditentukan berdasarkan kualitas dari tidur Anda dan bagaimana rasanya setelah Anda tidur.

Tidak harus ditentukan dari berapa jam Anda tidur atau seberapa cepat Anda tertidur. Bahkan meskipun Anda sudah tidur 8 jam, tapi kalau tetap merasa capek dan mengantuk sepanjang hari, Anda mungkin mengalami insomnia.

Sebenarnya ini bukan nama penyakit, lebih tepat jika disebut sebagai gejala dari penyakit/masalah kesehatan lain. Masalah yang diakibatkan oleh susah tidur malam juga berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin hanya akan minum lebih banyak kopi, tapi ada juga yang masalahnya lebih berat, misalnya muncul beberapa penyakit/gangguan kesehatan pada tubuhnya.

Untungnya, problem tidur ini biasanya dapat disembuhkan dengan upaya-upaya sendiri. Anda tidak harus pergi ke dokter spesialis gangguan tidur atau minum obat tidur untuk mengatasi insomnia.

Penyebab Insomnia

Agar dapat menyembuhkan problem ini, cobalah jadi ‘detektif tidur’ dan selidiki apa penyebab insomnia Anda. Menurut HELPGUIDE sebagian dari seluruh kasus insomnia disebabkan oleh masalah pada emosi seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Tidur juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, jadwal tidur, dan kesehatan fisik. Coba selidiki semua kemungkinan yang ada. Begitu akar penyebabnya berhasil diketahui, Anda pun bisa menyesuaikan cara mengatasi insomnia Anda.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diri Sendiri

Apakah Anda sedang stres berat?

Apakah Anda sedang depresi? Apakah Anda merasa putus asa atau acuh tak acuh?

Apakah Anda selalu merasa cemas?

Apakah ada kejadian menyedihkan yang baru-baru ini dialami?

Apakah obat yang Anda minum punya efek samping susah tidur?

Apakah ada masalah kesehatan lain yang membuat Anda susah tidur?

Apakah suasana & lingkungan di sekitar Anda tenang dan nyaman?

Apakah Anda tidur & bangun di jam yang kurang-lebih sama setiap hari?

Penyebab Insomnia secara Psikologis & Medis

Kadang-kadang, gangguan tidur ini hanya terjadi selama beberapa hari lalu hilang begitu saja. Ini terjadi biasanya karena penyebab-penyebab yang sementara, misalnya stres saat harus presentasi, putus dengan pacar, atau jet lag. Adakalanya insomnia terus-menerus dialami (kronis). Insomnia kronis biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan lain (kesehatan mental atau fisik).

Kecemasan, Stres, dan Depresi:

Inilah tiga penyebab insomnia kronis yang paling sering. Parahnya lagi, kalau Anda susah tidur itu akan menambah rasa cemas, meningkatkan stres, dan gejala depresi juga bertambah-tambah. Penyebab insomnia secara psikologis/emosi lainnya yaitu rasa marah, khawatir, sedih, gangguan bipolar, dan trauma. Untuk mengatasi insomnia Anda harus mengatasi masalah-masalah psikologis itu dulu.

Baca juga:  Gejala Insomnia

Gangguan Kesehatan atau Penyakit Medis:

Ada cukup banyak masalah kesehatan dan penyakit yang bisa menyebabkan insomnia. Sebut saja asma, alergi, penyakit Parkinson, hipertiroidisme, refluks asam lambung, penyakit ginjal, juga kanker. Orang yang menderita nyeri kronis juga biasanya sulit tidur malam.

Obat-obatan:

Banyak obat resep yang dapat memengaruhi tidur. Hati-hatilah saat mengonsumsi obat antidepresan, stimulan untuk ADHD, kortikosteroid, hormon tiroid, obat darah tinggi, dan beberapa jenis pil KB. Obat lain yang bisa bikin susah tidur yaitu obat warung (tanpa resep) seperti obat pilek & flu yang mengandung alkohol, obat pereda rasa sakit yang mengandung kafein, diuretik, juga pil pelangsing.

Gangguan Tidur:

Insomnia itu sendiri disebut gangguan tidur, tapi adakalanya juga bisa disebut sebagai gejala dari gangguan tidur lainnya. Gangguan tidur yang lain itu contohnya apnea tidur, sindrom kaki gelisah, dan gangguan irama sirkadian yang dipicu oleh jet lag atau kerja shift malam.

Gejala Insomnia

Gejala utamanya adalah kesulitan saat akan tidur atau untuk tetap tertidur. Kebanyakan dari kita pernah mengalami masa-masa susah tidur malam yang singkat (disebut insomnia akut). Hampir semua orang tahu bagaimana rasanya tetap terbangun di malam hari dan hanya bisa menatap langit-langit kamar sambil berharap bisa tidur. Masalah itu khususnya terjadi saat pergi ke luar kota dan Anda mengalami jet lag, atau ketika sedang khawatir dan terbebani oleh kesulitan hidup.

Jadi apa yang membedakan antara gangguan tidur yang wajar dan sesekali dengan yang berat dan butuh pengobatan? Berdasarkan informasi dari National Sleep Foundation berikut adalah beberapa gejala insomnia yang perlu diperhatikan:

  • Susah untuk tertidur
  • Susah untuk tetap tertidur (sering terbangun malam-malam & susah tidur lagi)
  • Terbangun terlalu awal di paginya
  • Tidur tapi tidak terasa segar (juga disebut ‘tidur non-restoratif’)
  • Merasa capek atau kurang bertenaga
  • Gangguan kognitif, misalnya sulit konsentrasi
  • Gangguan mood, misalnya jadi gampang tersinggung
  • Masalah pada tingkah laku, misalnya jadi bertindak tanpa dipikir atau agresif
  • Kesulitan menyelesaikan tugas-tugas di tempat kerja atau sekolah
  • Tidak bisa mempertahankan hubungan baik dengan orang lain, termasuk keluarga & teman

Kapan Harus Minta Bantuan Dokter?

Pertimbangkan durasi dari insomnia Anda. Dokter menganggap insomnia sudah termasuk kronis bila terjadi setidaknya tiga malam setiap minggu selama tiga bulan atau lebih. Pertimbangkan juga pengaruhnya pada kehidupan Anda. Jika Anda merasa lelah sepanjang hari dan itu memengaruhi produktivitas kerja, perasaan, dan hubungan Anda dengan orang lain, mungkin ada baiknya untuk minta bantuan dokter.

Mengatasi Insomnia

Dua senjata utama untuk mengatasi insomnia adalah ketenangan dan kenyamanan. Maksudnya, lingkungan maupun suasana saat ingin tidur haruslah tenang dan nyaman. Dua hal itu akan sangat bermanfaat pada kualitas tidur Anda.

• Pastikan Suasana Kamar Tenang, Gelap, dan Sejuk:

Singkirkan pengganggu-pengganggu ketenangan & kenyamanan: suara, cahaya, dan suhu kamar yang terlalu panas atau dingin, atau kasur dan bantal yang kurang nyaman. Coba samarkan suara-suara pengganggu dengan memakai kipas angin atau penyumbat telinga. Pastikan udara bisa keluar-masuk supaya suhunya sejuk, dan pasang gorden atau pakai penutup mata untuk menghalau cahaya. Ganti kasur dan bantal dengan yang lebih empuk atau padat tergantung kenyamanan Anda.

Baca juga:  Mengatasi Insomnia

Buat Jadwal Tidur yang Tetap:

Seimbangkan jam biologis Anda dengan pergi tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk di hari libur. Bangunlah di waktu seperti biasa meskipun masih merasa lelah. Dengan begitu, tubuh Anda bisa menormalkan kembali irama tidurnya.

Matikan Semua Layar Minimal 1 Jam Sebelum Tidur:

Layar elektronik mengeluarkan sinar biru yang dapat menghalangi produksi hormon melatonin dalam tubuh sehingga Anda tidak merasa mengantuk. Jadi daripada menonton TV atau main HP, tablet, atau komputer, lakukanlah aktivitas yang menenangkan. Coba baca buku atau dengarkan musik yang nadanya lembut.

Jangan Buat Pikiran Jadi Aktif atau Stres Sebelum Tidur:

Jangan mengecek media sosial, membicarakan sesuatu yang serius, atau mengerjakan tugas. Tundalah aktivitas-aktivitas apa pun yang bikin pikiran jadi aktif atau stres. Lakukan besok saja.

Jangan Tidur Siang:

Tidur siang bisa membuat Anda susah tidur malam. Tapi kalau Anda benar-benar merasa butuh tidur siang, batasi sampai 30 menit saja dan jangan sampai jam 3 sore.

Pengobatan Insomnia

Ada orang-orang yang walaupun sudah coba segala cara untuk mengatasi insomnia, tapi tetap saja mereka tidak bisa tidur nyenyak. Jika Anda mengalami hal seperti itu, mungkin akan tergoda untuk mencoba obat tidur. Tapi sebelum mencobanya, ada baiknya baca bagian ini dulu.

Suplemen untuk Mengobati Insomnia

Ada banyak suplemen dan herbal yang dipromosikan sebagai obat tidur alami. Meskipun mereka disebut ‘alami’, tapi tetaplah hati-hati dengan obat-obatan itu karena mereka masih bisa menimbulkan efek samping atau kontraindikasi dengan obat/vitamin lain yang diminum. Agar lebih jelas, tanyakanlah kepada dokter/apoteker.

Sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian ilmiah untuk membuktikan manfaat dari obat tidur alami semacam itu. Meski begitu, ada beberapa obat alami yang memang berkhasiat. Contohnya, ada dua suplemen yang paling dibuktikan ampuh untuk pengobatan insomnia, yaitu melatonin dan valerian.

Melatonin:

Adalah hormon yang secara alami dibuat oleh tubuh pada malam hari. Melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun Anda. Melatonin juga tersedia dalam bentuk suplemen yang bisa dibeli tanpa resep. Meski reaksi suplemen ini bisa berbeda-beda pada setiap orang, tapi bisa jadi ini adalah obat insomnia yang ampuh buat Anda. Terutama kalau Anda adalah ‘manusia malam’ yang terbiasa tidur & bangun jauh lebih telat dari orang-orang lain.

Valerian:

Adalah herbal yang punya efek seperti obat penenang. Herbal ini dapat mempermudah tidur nyenyak. Akan tetapi, cukup sulit untuk mendapatkan suplemen valerian yang benar-benar efektif. Karena yang suplemen valerian yang dijual punya bermacam-macam tingkat kualitas.

Obat Tidur Resep Dokter

Obat tidur resep memang sanggup mengatasi insomnia, tapi itu tidak akan menyembuhkan untuk seterusnya. Dan jika tidak dikonsumsi dengan benar, ke depannya Anda justru akan mengalami masalah tidur yang lebih parah. Jadi sebaiknya gunakan obat tidur resep hanya setelah Anda mencoba cara-cara lain, dan hanya untuk waktu singkat.

Coba ubah dulu kebiasaan sehari-hari, kebiasaan sebelum tidur, dan atasi penyebab-penyebab Anda susah tidur. Banyak orang berhasil mengatasi problem tidurnya setelah mengubah pola hidup dan perilaku sehari-harinya. Kalau sudah coba segala cara tapi tetap tidak berhasil, barulah dokter akan meresepkan obat tidur.

Kesimpulan

Problem tidur ini dapat disebabkan oleh masalah psikologis maupun medis. Daripada menyebutnya sebagai penyakit, insomnia lebih cocok disebut sebagai gejala. Karena sering kali gangguan tidur ini timbul karena ada penyakit/masalah kesehatan lain pada tubuh.

Kadang problem ini seolah tidak jelas sebabnya. Walaupun Anda tidak bisa menemukan dimana akar penyebabnya, Anda tetap bisa mengatasinya. Tapi jangan langsung minum obat tidur, coba dulu ubah kebiasaan Anda—mulai dari bangun tidur sampai pergi tidur di malam hari. Buatlah suasana & lingkungan jadi nyaman dan tenang sebelum tidur.

Demikianlah ulasan artikel ini tentang insomnia. Baca juga artikel-artikel penting lain yang terkait, yaitu tentang: penyebab insomnia, gejala insomnia, mengatasi insomnia, dan pengobatan insomnia. Juga jangan lewatkan ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, serta pengobatan alami hanya di Deherba.com.