Tanaman Herbal untuk 5 Masalah Kesehatan Umum

488
ilustrasi tanaman herbal
Ilustrasi Tanaman Herbal (Image by congerdesign on Pixabay)

Diedit:

Mencari solusi untuk darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes, atau kanker? Tren back to nature yang populer beberepa dekade belakangan ini memengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pengobatan. Terjadi perubahan pola pengobatan masyarakat ke obat-obatan tradisional yang dibuat dari tanaman herbal. Apakah Anda salah seorang yang mulai beralih ke herbal?

Tumbuhan herbal atau tumbuhan obat sering digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu). Obat tradisional memiliki berbagai kelebihan, diantaranya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, lebih sedikit efek samping, dan harganya relatif lebih terjangkau daripada obat-obatan buatan pabrik.

Bukan hanya itu, tanaman herbal juga memiliki khasiat untuk membantu pengobatan penyakit dan gangguan kesehatan. Penggunaan herbal semakin digencarkan untuk 5 penyakit dan masalah kesehatan umum ini: darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, diabetes, hingga kanker. Tumbuhan herbal apa saja yang berkhasiat untuk membantu pengobatan 5 masalah kesehatan ini?

Tanaman Herbal untuk Darah Tinggi

Empat jenis tanaman herbal untuk darah tinggi yang sudah terbukti bermanfaat antara lain: calincing, seledri, bawang putih, dan mengkudu. Anda bisa mengonsumsi herbal-herbal anti-hipertensi ini untuk membantu menurunkan sekaligus menstabilkan tekanan darah agar tetap dalam batas normal.

obat darah tinggi alami
Calincing, Seledri, Bawang Putih, dan Mengkudu

Calincing:

Penelitian membuktikan bahwa tanaman herbal calincing (Oxalis corniculata) berkhasiat menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah percobaan didapati bahwa pemberian ekstrak calincing berhasil mengurangi tekanan diastolik dan tekanan sistolik dari tekanan darah.

Seledri:

Seledri (Apium graveolens) yang berbatang besar memiliki kandungan fitokimia yang bernama phtalide. Kandungan fitokimia ini mampu melenturkan jaringan pada dinding-dinding pembuluh arteri sehingga akan memperlancar peredaran darah dan akhirnya menurunkan tekanan darah. Tangkai seledri juga mengandung kalium, magnesium, dan serat yang membantu mengendalikan tensi darah.

Bawang Putih:

Bawang putih (Allium sativum) memiliki kandungan senyawa bernama allicin yang punya berbagai manfaat, termasuk untuk menjadi obat darah tinggi alami. Penelitian membuktikan bahwa penderita darah tinggi yang mengonsumsi bawang putih dapat berkurang tekanan sistoliknya sekitar 7 – 9  mmHg dan tekanan diastoliknya sekitar 4 – 6 mmHg.

Mengkudu:

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) adalah tanaman herbal multi-khasiat yang salah satu khasiatnya adalah untuk menurunkan darah tinggi. Penelitian membuktikan bahwa para penderita darah tinggi yang mengonsumsi Noni juice (sari buah mengkudu) setiap hari selama 1 bulan dapat berkurang tekanan darahnya dari rata-rata 144/83 menjadi 132/76, tanpa minum obat medis apapun.

Tanaman Herbal untuk Kolesterol Tinggi

Empat jenis tanaman herbal untuk kolesterol yang telah dibuktikan khasiatnya antara lain: belimbing wuluh, bawang putih, bawang merah, dan mengkudu. Keempat herbal anti-kolesterol ini dapat dikonsumsi untuk membantu menurunkan sekaligus mengendalikan kadar kolesterol tetap dalam batasnya.

Baca juga:  Resep Herbal Kanker: Solusi Rumahan Ekonomis
tumbuhan herbal untuk kolesterol
Belimbing Wuluh, Bawang Putih, Bawang Merah, dan Mengkudu

Belimbing Wuluh:

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) berkhasiat untuk menurunkan kadar lemak darah, seperti kolesterol dan trigliserida. Penelitian membuktikan bahwa ekstrak belimbing wuluh dengan dosis 800 mg/kg berat badan sebanding efek penurun kolesterolnya dengan obat simvastatin dosis 0,72 mg/hari. Simvastatin adalah obat yang biasa diresepkan untuk kolesterol tinggi.

Bawang Putih:

Selain untuk darah tinggi, bawang putih (Allium sativum) juga berkhasiat untuk menurunkan kolesterol. Penelitian membuktikan bahwa pemberian ekstrak bawang putih selama 6 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol pada model percobaan sebesar 13,34 mg/dL. Selain itu, kadar trigliserida juga diturunkan sebesar 15%.

Bawang Merah:

Bawang merah (Allium cepa) adalah tumbuhan herbal lain dari jenis bawang-bawangan yang dapat digunakan untuk obat kolesterol alami. Penelitian menunjukkan bahwa model percobaan yang diberikan bawang merah selama 6 minggu mengalami penurunan kadar kolesterol jahat tetapi kadar kolesterol baiknya tidak berkurang. Dijelaskan bahwa bawang merah dapat berinteraksi dengan enzim tertentu yang berperan dalam menurunkan kolesterol.

Mengkudu:

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki beragam khasiat, salah satunya untuk kolesterol tinggi. Penelitian membuktikan bahwa para penderita kolesterol tinggi yang mengonsumsi ekstrak mengkudu selama 14 hari mengalami penurunan kolesterol total sebesar 13,8% dan kolesterol LDL sebesar 15,5%.

Tanaman Herbal untuk Asam Urat Tinggi

Empat jenis tanaman herbal untuk asam urat yang sudah dibuktikan khasiatnya antara lain: tempuyung, meniran, salam, dan mengkudu. Keempat jenis herbal anti-asam urat ini dapat dikonsumsi untuk membantu menurunkan serta mengendalikan kadar asam urat Anda.

obat asam urat herbal
Tempuyung, Meniran, Daun Salam, dan Mengkudu

Tempuyung:

Tanaman herbal tempuyung (Sonchus arvensis) mengandung senyawa flavonoid. Senyawa ini berperan sebagai penghambat enzim xantine oksidase. Enzim itu jika jumlahnya berlebihan di dalam tubuh akan memicu kenaikan kadar asam urat. Penelitian di laboratorium memperlihatkan bahwa akar tempuyung dalam dosis 5 g/kg berat badan sebanding efek penurun asam uratnya dengan obat allopurinol dalam dosis 18 mg/kg berat badan.

Meniran:

Tumbuhan herbal meniran (Phyllanthus niruri) sudah sejak dulu digunakan sebagai obat asam urat alami. Penelitian membuktikan bahwa efek anti-hiperurikemia (anti-asam urat) yang dimiliki meniran kemungkinan berasal dari aksi urikosurik-nya dan melalui aksi penghambatan xantine oksidase yang dimungkinkannya.

Salam:

Seperti dua tanaman herbal asam urat di atas, daun salam (Syzygium polyanthum) juga memiliki kandungan flavonoid yang bermanfaat untuk menurunkan asam urat. Penelitian membuktikan bahwa sekelompok orang yang mengonsumsi air rebusan daun salam mengalami penurunan kadar asam urat dari rata-rata 7,16 mg/dl menjadi 5,76 mg/dl.

Mengkudu:

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki cara kerja yang mirip seperti obat asam urat kimiawi. Penelitian menunjukkan bahwa pada uji in vitro, Noni juice (sari buah mengkudu) sanggup menghambat enzim xantine oksidase berlebihan. Kadar enzim itu yang berlebihan akan memicu kadar asam urat tinggi. Buah mengkudu juga mengandung banyak vitamin C yang membantu melancarkan proses penyaringan asam urat berlebih di ginjal.

Tanaman Herbal untuk Diabetes

Empat jenis tanaman herbal untuk diabetes yang telah terbukti berkhasiat antara lain: pare, alpukat, sambung nyawa, dan mengkudu. Anda bisa mengonsumsi herbal-herbal anti-diabetes ini untuk membantu menurunkan dan mengendalikan kadar gula darah. Anda juga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter yang menangani sebelum mulai mengonsumsi herbal ini.

Baca juga:  4 Resep Herbal untuk Bersihkan Lendir di Tenggorokan
obat diabetes herbal
Pare, Biji Alpukat, Daun Sambung Nyawa, dan Mengkudu

Pare (Paria):

Buah pare (Momordica charantia) memiliki kandungan-kandungan anti-diabetes yaitu triterpene, proteid, steroid, alkaloid, inorganic, lipid, dan senyawa phenolic. Buah pare juga mengandung zat kimia bernama charantin. Zat kimia ini bertindak seperti insulin dan bersifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Dengan berbagai kandungan bermanfaat tersebut, buah pare dapat membantu mengendalikan dan mengobati diabetes.

Alpukat:

Biji dari buah alpukat (Persea americana) berkhasiat untuk mengendalikan kadar gula darah. Penelitian membuktikan bahwa pemberian ekstrak biji alpukat selama 2 –  4 minggu dapat menurunkan kadar gula darah pada model percobaan. Efek anti-diabetes tersebut kemungkinan berasal dari kandungan mineral dan fitokimia di dalamnya.

Sambung Nyawa:

Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) adalah tumbuhan herbal yang sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, termasuk untuk diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada model percobaan. Efek anti-diabetes tersebut kemungkinan berasal dari interaksi di antara kandungan-kandungan aktifnya yang punya mekanisme mirip metformin (obat resep untuk diabetes tipe 2).

Mengkudu:

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) sudah terkenal penggunaannya sebagai obat diabetes alami. Penelitian membuktikan bahwa para penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi Noni juice (sari buah mengkudu) setiap hari selama 8 minggu mengalami penurunan signifikan pada kadar gula darah mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa Noni juice sanggup mengendalikan kadar gula darah.

Tanaman Herbal untuk Kanker

Empat jenis tanaman herbal untuk kanker yang telah terbukti berkhasiat antara lain: sarang semut, sirsak, kunyit putih, dan rumput mutiara. Anda bisa menggunakan herbal-herbal anti-kanker ini untuk membantu perawatan kanker yang sedang dijalani, tentunya setelah lebih dulu berkonsultasi dengan dokter Anda.

tumbuhan herbal untuk kanker
Sarang Semut, Daun Sirsak, Kunyit Putih, dan Rumput Mutiara

Sarang Semut:

Sarang semut (Myrmecodia pendans) mengandung senyawa flavonid yang mempunyai mekanisme kerja khusus anti-kanker. Beberapa mekanisme kerja tersebut antara lain: inaktivasi karsinogen, anti-proliferasi, penghambatan siklus sel kanker, induksi apoptosis, dan inhibisi angiogenesi. Para pengguna sarang semut pada umumnya melaporkan sudah mulai merasakan tanda-tanda pemulihan dalam waktu 3 bulan atau kurang.

Sirsak:

Daun sirsak (Annona muricata) merupakan tumbuhan herbal yang dapat menjadi obat kanker alami karena mampu menghambat perkembangan sel kanker. Penelitian memperlihatkan bahwa daun sirsak dapat menjadi perawatan alternatif untuk melawan kanker karena mampu membantu menghambat pertumbuhan kanker serta membunuh sel-sel kanker.

Kunyit Putih (Temu Putih):

Temu putih (Curcuma zedoaria) mengandung tiga senyawa kurkuminoid aktif, yakni curcumin, demethoxycurcumin, dan bisdemethoxycurcumin. Ketiganya berperan dalam menghambat pertumbuhan kanker. Percobaan di laboratorium juga menunjukkan bahwa kandungan minyak asiri dari temu putih dapat menyusutkan ukuran kanker. Diduga bahwa minyak asiri merangsang proses tertentu yang memungkinkan sel-sel kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Rumput Mutiara:

Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah tumbuhan herbal lainnya yang berpotensi sebagai anti-kanker. Rumput mutiara mengandung asam ursolat dan asam oleanolat yang mampu menghambat kanker. Juga mengandung flavonoid glikosida yang dapat menghambat proses karsinogenesis (pembentukan kanker) secara in vitro dan in vivo.

Demikianlah ulasan artikel ini mengenai jenis-jenis tanaman herbal yang bermanfaat untuk mengatasi 5 jenis masalah kesehatan umum. Semoga informasi di artikel ini dapat membantu para penderita darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes, dan kanker yang sedang mencari solusi untuk penyakitnya.

Untuk menambah wawasan Anda mengenai pengobatan herbal, bacalah artikel kami yang mengulas info penting seputar ramuan tradisional: bahan ramuan tradisional, cara membuat ramuan tradisional, dan aturan minum ramuan tradisional. Temukan juga info-info herbal khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Tumbuhan Herbal untuk Darah Tinggi:

M, Ansari & J, Nasreen & A, Nadeem & K, Mohd. Imran. (2015). Pharmacological and therapeutic potential of Oxalis corniculata Linn. Discovery Phytomedicine. 2(3): 18-22

Cleveland Clinic. Celery May Help Bring Your High Blood Pressure Down. Published: 2015-04-09. URL: https://health.clevelandclinic.org/celery-may-help-bring-your-high-blood-pressure-down/. Accessed: 2018-12-18

WebMD. GARLIC. URL: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-300/garlic. Accessed: 2018-12-18

P, Afa & S, Raevonne & W, Brett & K, Norman & J, Claude. (2008). The Effects of Morinda Citrifolia L. Noni on High Blood Pressure: A Mechanistic Investigation and Case Study. ACS Symposium Series. 993: 446-453

Tumbuhan Herbal untuk Kolesterol:

Prastyan, Emika. (2008). Uji Efek Etanol 70% Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Serum Darah Tikus. [skripsi tesis] Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah Surakarta

Asnel, Mulfa & Kadri, Husnil & Arisanty, Dessy. (2015). Efek Suplemen Bawang Putih terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida pada Tikus Wistar yang Diberi Diet Tinggi Minyak Sawit. Jurnal Kesehatan Andalas. (4)1: 189-194

Kompas.com. Bawang Merah Kikis Kolesterol Jahat. Published: 2010-10-08. URL: https://lifestyle.kompas.com/read/2010/10/08/10491899/Bawang.Merah.Kikis.Kolesterol.Jahat. Accessed: 2019-01-09 (Archived in WebCite®)

Sasnan, Grace & Hanani, Endang & Kristianto, Jusuf. (2014). Effect of Morinda Citrifolia Fruit Extract Capsule on Total Cholesterol Levels in Patients with Hypercholesterolemia. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 13(8): 1319-1326

Tumbuhan Herbal untuk Asam Urat:

Retnowati, Kurnia, dkk. (2014). Efek Infusa Akar Tempuyung (Sonchus Arvensis) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Biomedika. 6(2): 1-4

Murugaiyah, Vikneswaran & Chan, Kit Lam. (2009). Mechanisms of Antihyperuricemic Effect of Phyllanthus Niruri and It’s Lignan Constituents. Journal of Ethnopharmacology. 124(2): 233-9

Andriani, Aida & Chaidir, Reny. (2016). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat. Jurnal IPTEKS terapan. 10(i2): 112-119

Palu, Afa K, dkk. (2009). Xanthine Oxidase Inhibiting Effects of Noni (Morinda Citrifolia) Fruit Juice. Phytotherapy Research. 23(12): 1790-1

Tumbuhan Herbal untuk Diabetes:

B, Joseph & D, Jini. (2013). Antidiabetic effects of Momordica charantia (bitter melon) and its medicinal potency. Asian Pacific Journal of Tropical Disease. 3(2): 93-102

A, Alhassan & M, Sule & M, Atiku & A, Wudil & H, Abubakar, & S, Mohammed. (2012). Effects of aqueous avocado pear (Persea americana) seed extract on alloxan induced diabetes rats. Greener Journal of Medical Sciences. 2(1): 005-011

A, Khalid & M, Kuong & A, Item &  A, Mohammad & S, Amirin & M, Vikneswaran & I, Norhyati. (2013). Hypoglycemic and anti-hyperglycemic study of Gynura procumbens leaf extracts. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 3(5): 358-366

A, Petra & S, Alexandra & W, Johannes. (2018). The Effect of Morinda citrifolia L. Fruit Juice on the Blood Sugar Level and Other Serum Parameters in Patients with Diabetes Type 2. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. ID 3565427

Tumbuhan Herbal untuk Kanker:

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. (2007). Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya

Redaksi Trubus. 2006 Mei. Sarang Semut vs Penyakit Maut. Trubus. Rubrik Topik: 10-23

Yajid, Aidy Irman, dkk. (2018). Potential Benefits of Annona Muricata in Combating Cancer: A Review. The Malaysian Journal of Medical Sciences. 25(1): 5 – 15

FR, Carvalho, dkk. (2010). Effect of Curcuma Zedoaria Crude Extract Against Tumor Progression and Immunomodulation. Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases. 16(2). URL: http://dx.doi.org/10.1590/S1678-91992010000200013

CCRC UGM Farmasi. Rumput Mutiara/Oldenlandia (Hedyotis Corymbosa). URL: http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/en/?page_id=124. Accessed: 2019-02-11. (Archived in WebCite®)


Advertisement
Alinesia