Resep Herbal TBC Paru-Paru dari Tanaman di Sekitar Kita

489
tanaman siantan untuk resep herbal TBC paru-paru
Tanaman Siantan untuk TBC Paru-Paru (Credit: Paul Hampton / 123rf)

Resep herbal TBC – Infeksi paru-paru termasuk salah satu jenis penyakit dalam yang berbahaya. Namun, Infeki karena Tuberkulosis menjadi salah satu infeksi paling mematikan. TBC paru-paru bisa menunjukan gejala yang samar dan ringan, sementara diam-diam pasien akan menularkan hingga lebih dari 15 orang.

Secara medis, WHO memastikan sedang mengupayakan Dunia akan bebas dari TBC pada tahun 2025. Sejumlah langkah reprentif termasuk vaksin telah dilakukan. Tetapi hingga kini, tingkat kematian dari infeksi tuberkulosis ini mencapai angka jutaan tiap tahunnya.

Indonesia sendiri masuk dalam daftar negara dengan tingkat resiko tinggi. Rendahnya kesadaran akan lingkungan sehat mungkin menjadi salah satu penyebab. Itu sebabnya tidak ada salahnya kita berupaya dengan beragam pilihan solusi. Termasuk di antaranya dengan resep herbal TBC.

Upaya Alternatif dengan Resep Herbal TBC Paru-paru

Indonesia dikenal denga tradisi pengobatan tradisional yang cukup manjur. Sejumlah obat herbal tradisional malah sudah dikenal dan mendunia. Dan di antara beragam jenis obat herbal, kita juga memiliki resep herbal TBC.

Resep herbal TBC bekerja membantu mengatasi gejala infeks paru-paru dan membantu mengatasi infeksi tuberkulosis dengan cara alami. Adapun yang termasuk ramuan herbal TBC tersebut antara lain adalah:

Resep Herbal TBC Paru-Paru 1


Bahan Baku:
Akar siantan 30 – 60 gram.
Akar manis 10 gram.

Cara Membuat Ramuan Herbal TBC:
Cuci bersih semua bahan baku dengan air mengalir.
Potong-potong kecil akar siantan dan akar manis.
Siapkan panci dan masukan air sebanyak 3 gelas.
Masukan potongan bahan ke dalam panci.
Rebus selama 3 jam dengan api sedang.
Angkat dan dinginkan, kemudian saring.

Aturan Pakai:
Minum ramuan sekaligus habis.

Resep Herbal TBC Paru-Paru 2


Bahan Baku:
Akar siantan 30 – 60 gram.
Daging sapi tanpa lemak 60 gram.

Cara Membuat Ramuan Herbal TBC:
Cuci bersih semua bahan baku dengan air mengalir.
Potong-potong daging sebesar dadu besar.
Potong-potong akar siantan dalam ukuran sedikit besar.
Rebus dan olah sebagai sup.
Angkat dan dinginkan.

Aturan Pakai:
Makan supnya selagi masih hangat.

tanaman siantan
Tanaman Siantan (Credit: Paul Hampton / 123rf)

Mengapa Akar Siantan untuk Ramuan Herbal TBC Paru-Paru?

Beberapa dari kita mungkin asing dengan sebutan tanaman siantan. Sebenarnya, siantan adalah nama lain dari tanaman soka. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman hias dengan bunga uniknya yang khas. Berbentuk kecil dan berkerumun membentuk serumpun.  Biasanya bunga siantan atau bunga soka ini berwarna merah jingga, tetapi terdapat pula bunga soka dalam warna merah muda, kuning dan putih.

Tanaman yang bernama latin Ixora coccinea ini ternyata sudah dikenal luas sebagai bahan baku resep herbal TBC, terutama pada akar siantan. Dalam laporan Herbpathy.com dijelaskan dalam akar tanaman siantan ini terkandung kemampuan anti inflamasi, anti bakterial dan dikenal efektif mengendalikan respon produksi lendir pada tenggorokan. Sehingga juga membantu meringankan batuk.

Mengonsumsi akar siantan akan membantu meringankan rasa gatal pada tenggorokan dan meringankan pembengkakan pada batang tenggorokan sehingga akan membantu melegakan pernafasan.

Baca juga:  Tenang! Redam Gejala Batuk Berdarah dengan Resep Herbal Tradisional

Memadukannya dengan akar manis atau protein dalam daging merah dipercaya akan membantu meningkatkan daya serap tubuh dan mempercepat proses penyerapan terhadap komposisi dari resep herbal TBC tersebut.

Resep Herbal TBC Paru-Paru 3


Bahan Baku:
Bunga kembang sepatu 3 kuntum.
Madu 1 sendok makan.

Cara membuat Ramuan Herbal TBC:
Cuci bersih bunga kembang sepatu dengan air mengalir.
Giling halus bunga kembang sepatu.
Campurkan dengan air masak sebanyak ½ gelas.
Peras dan saring airnya.
Tambahkan madu sebagai perasa.

Aturan Pakai:
Minum ramuan sekaligus.
Ulangi 3 kali sehari.

kembang sepatu
Kembang Sepatu (Credit: adisa / Adobe Stock)

Mengapa Kembang Sepatu untuk Ramuan Herbal TBC?

Dalam laporan riset yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang tahun 2013 diungkap kebenaran bahwa bunga kembang sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis  memang memiliki khasiat anti tuberkulosis.

Mengandalkannya sebagai resep herbal TBC akan membantu mempercepat proses penyembuhan peradangan dan membantu memulihkan gangguan pernafasan dengan efektif.  Hal senada dijelaskan pula dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine tahun 2012.

Dalam kembang sepatu terkandung unsur flavonoid yang efektif meningkatkan daya tahan tubuh, membantu memperbaiki fungsi pernafasan, mempercepat penyembuhan infeksi paru-paru, mengatasi kelebihan lendir dan sebagai anti bakteri yang kuat. Kembang sepatu tidak hanya efektif mengurangi lendir, tetapi memiliki sifat antitusif untuk mengendalikan gatal dan batuk.

Resep Herbal TBC Paru-Paru 4


Bahan Baku:
Daun sambiloto kering, secukupnya.
Madu secukupnya.

Cara Membuat Ramuan Herbal TBC:
Giling daun sambiloto kering hingga menjadi bubuk halus.
Tambahkan madu dan aduk merata perlahan.
Aduk sampai adonan dapat dipadatkan menjadi pil seukuran 0,5 cm.

Aturan Pakai:
Minum ramuan pil sambiloto dengan rutin 2 – 3 kali sehari.
Setiap kali minum sebanyak 15 – 30 butir pil kecil.

ramuan herbal TBC tuberkulosis dari sambiloto
Sambiloto (Credit: Piman Khrutmuang / Adobe Stock)

Mengapa Sambiloto untuk Ramuan Herbal TBC Paru-Paru?

Sambiloto dikenal lama sebagai salah satu bahan herbal kaya khasiat.  Dan salah satunya adalah bekerja membantu memperbaiki fungsi pernafasan. Termasuk pula baik untuk mengatasi infeksi paru-paru seperti TBC paru-paru.

Sambiloto memiliki kemampuan membantu meringankan peradangan pada sistem pernafasan. Seperti di antaranya dijelaskan pada Planta Medica tahun 2004. Tanaman dengan nama latin Andrographis paniculata ini juga diakui sebagai terapi pernafasan dalam jurnal Evidence Based Complementary and Alternative Medicine tahun 2013.

Pemanfaatan sambiloto untuk terapi pengobatan TBC paru-paru bahkan juga diterapkan pada pengobatan  ayurveda dari India dan pengobatan dari negeri Tiongkok. Dan kini sejumlah terapis medis Eropa sudah memanfaatkan sambiloto sebagai obat alternatif untuk TBC.

TBC Paru-Paru Bukan Sekadar Infeksi Paru-Paru Biasa

Selama ini telah terbentuk stigma, mereka yang batuk berketerusan berarti udah mengidap infeksi tuberkulosis. Padahal, tidak setiap batuk berketerusan adalah infeksi paru-paru. Dan tidak setiap infeksi paru-paru adalah TBC.

Infeksi paru-paru pada dasarnya adalah gangguan peradangan pada sistem pernafasan dalam yang menyebabkan gangguan fungsi paru-paru. Dan infeksi akibat bakteri tuberkulosis adalah salah satu di antaranya.

Baca juga:  Resep Herbal Leukemia: Tapak Dara, Sambiloto, dan Rumput Mutiara

TBC sendiri tidak selamanya hanya menyerang paru-paru. Terbukti bahwa Tuberkulosis juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar, ginjal, usus dan sejumlah organ lain. mudahnya paru-paru tertular TBC karena bakteri tuberkulosis sendiri lebih mudah masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan.

Mycobacterium tuberculosis ini juga tidak selamanya bekerja dengan aktif merusak saluran pernafasan dan sirkulasi udara dalam paru-paru. Pada beberapa orang, bakteri hanya berdiam dan bersarang dalam pernafasan tanpa menyebabkan gejala berarti. Pasien bahkan tidak menyadari adanya gangguan serius pada sistem pernafasan mereka. Ini disebut dengan kondisi TBC laten.

Pasien dengan kondisi demikian dapat menularkan TBC pada mereka  yang berinteraksi aktif dengan mereka sekaligus juga tengah memiliki sistem daya tahan tubuh yang buruk.  Mereka yang merokok, menggunakan obat narkotika, mengidap HIV, memiliki masalah dengan sistem imun, pengidap diabetes, anak-anak dan lansia cenderung lebih rentan tertular infeksi paru-paru ini.

Gejala Infeksi Paru-Paru Karena Tuberkulosis

Infeksi paru-paru karena tuberkulosis juga dapat memunculkan sejumlah gejala khas. Ini tandanya bakteri bersifat aktif, merusak jaringan pada sistem sirkulasi udara paru-paru hingga memunculkan sejumlah gejala khas seperti:

  • Pasien mengalami reaksi demam ringan dan pening berketerusan
  • Pasien terlihat lemah dan mudah lelah
  • Pasien kehilangan selera makan dan berat badan dengan drastis
  • Pasien mengeluhkan keringat dingin di malam hari
  • Pasien mengalami keluhan batuk selama 3 pekan berketerusan
  • Pasien mengeluhkan rasa nyeri pada dada

Pada kasus lebih berat sejumlah gejala lanjutan mungkin muncul seperti:

  • Postur tubuh mulai merunduk dan bungkuk karena serangan mengenai area tulang punggung
  • Terjadinya perdarahan pada urin akibat fungsi penyaringan cairan pada ginjal dan hati terganggu
  • Fungsi jantung menurun sehingga sirkulasi darah terganggu akibat suplai oksigen menurun
  • Infeksi menyebar hingga mungkin menyerang otak menyebabkan meningitis.

Bila pasien pengidap infeksi paru-paru ini sudah menunjukan gejala awal sebagaimana di atas, maka besar kemungkinan TBC akan menular. Penularan TBC tidak semudah penularan flu. Diperlukan interaksi dengan intensitas relatif tinggi sampai penularan terjadi. semakin intens kontak seseorang dengan pasien TBC paru-paru semakin besar potensi penularannya.

ilustrasi tuberkulosis atau TBC paru-paru
Ilustrasi TBC Paru-Paru (Credit: Kateryna_Kon / Adobe Stock)

Diagnosis dan Perawatan Medis untuk Tuberkulosis

Secara konvensional, tindakan yang paling lazim diambil untuk mendiagnosa TBC adalah dengan media suntikan. Calon pasien akan disuntikan cairan PPD tuberculin. Cairan ini akan mendeteksi keberadaan tuberkulosis dalam darah. Bila cairan mengindentifikasi keberadaan bakteri TBC, maka bekas suntikan akan menunjukan tanda bekas yang kentara. Nantinya  bekas suntikan akan membengkak dan merah.

Cara konvensional ini memang tidak sepenuhnya akurat, terutama bila bakteri belum sepenuhnya menyebar. Dan karena itu, sejumlah alternatif uji darah juga disarankan. Terutama pada pasien yang terbukti mengalami gangguan pernafasan serius namun tidak dapat dibuktikan mengidap TBC paru-paru menurut tes suntikan PPD tuberculin.

Dan begitu pasien dinyatakan mengidap tuberkulosis, maka sejumlah terapi medis perlu disiapkan. Terapi ini akan dijalankan selama 6 – 9 bulan lamanya. Pada umumnya terapi akan meliputi antibiotik, anti peradangan dan obat pereda batuk khusus untuk mengurangi serangan batuk rejan dan batuk di malam hari.

Terapi ini biasanya harus dikonsumsi rutin setiap hari pada interval yang sama selama 6 – 9 bulan. Penentuan durasi dan jenis obat akan berdasar pada kondisi tiap pasien.  Bila pasien sampai lupa mengonsumsi satu kali jadwal obat, biasanya pasien harus mengulang terapi sejak awal periode kembali. Di sinilah kadang sejumlah efek samping mungkin muncul.

Risiko Pengobatan Medis TBC Paru-Paru


Kita sudah membahas mengenai apa itu penyakit tuberkulosis dan bagaimana resep herbal TBC paru-paru itu dapat bekerja membantu mengatasi infeksi paru-paru. Tetapi mengapa kita memerlukan ramuan herbal TBC?

Tidak selamanya semua orang terakses dengan mudah untuk mendapatkan obat TBC. Dan di sisi lain, ternyata sejumlah efek samping dari pengobatan medis TBC paru-paru perlu pula Anda waspadai. Apalagi dengan sistem pengobatan yang panjang dan kadang perlu diulang, sejumlah pasien menjadi resisten terhadap obat.

Menurut website the truth about TB, dijelaskan bahwa sejumlah terapi TBC paru-paru mungkin menyisakan efek samping. Beberapa efek samping dapat bersifat ringan, meski sejumlah lainnya memerlukan tindakan medis lebih jauh. Adapun sejumlah efek samping terapi medis TBC paru-paru tersebut antara lain:

  • Munculnya rona jingga pada air mata, air liur, air urin hingga dahak dan lendir dari hidung.
  • Muncul rasa demam yang menyerupai  gejala flu
  • Gangguan siklus haid
  • Gangguan hormonal
  • Kebas pada kaki dan ujung tangan
  • Muncul ruam dan gatal di beberapa area lipatan
  • Diare dan mual-mual

Dalam laporan tahun 2011 yang dirilis dalam Biomedical Central Public Health, ditemukan sejumlah temuan mengenai efek samping serius dari pengobatan TBC paru-paru. Dua puluh persen kasus TBC mengalami keluhan efek samping serius pasca terapi medis.

Tidak hanya itu, setidaknya lebih dari 40% perawatan yang diberikan dinyatakan gagal. Meski sebagian besar dari kegagalan ini berasal dari terapi yang tidak dijalankan sesuai program yang sudah disarankan.  Tentu saja referensi ini tidak dapat diabaikan.

Terapi untuk infeksi paru-paru karena tuberkulosis ini harus dilakukan secara rutin sesuai jadwal selama setidaknya 6 – 9 bulan.  Beberapa orang mungkin mengalami reaksi hipersensitif terhadap kandungan obat.

Sejumlah keluhan serius mungkin terjadi meski skala kemunculannya relatif kecil. Di antaranya adalah peradangan hati hingga hepatitis, penurunan pendengaran berat, kuning, perdarahan, gagal ginjal dan gangguan penglihatan permanen.

Kesimpulan tentang Resep Herbal TBC

TBC paru-paru masih menjadi salah satu infeksi paling mematikan. Infeksi paru-paru yang dapat merusak fungsi pernafasan dengan fatal. Pengetahuan seputar gejala dan penyebab akan membantu Anda lebih baik mengenali keberadaan tuberkulosis pada pernafasan.

Termasuk pula memahami apa saja pilihan perawatan yang dapat Anda lakukan. Baik dengan cara medis maupun dengan cara alami menggunakan resep herbal TBC. Pastikan konsultasikan dulu dengan dokter Anda untuk memutuskan terapi apa yang tepat untuk Anda.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang resep herbal TBC paru-paru. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang mencari alternatif pengobatan untuk tuberkulosis. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lainnya seputar ramuan tradisional hanya di Deherba.com.


Referensi Resep Herbal TBC:

Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya.

The truth about TB. Updated: 2019. Latent TB Treatment. URL: https://www.thetruthabouttb.org/latent-tb/latent-tb-treatment/.

James McIntosh. Medical News Today. Updated: 2018-11-16. All you need to know about tuberculosis. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856.php.