Share:

Terakhir Diedit:

Jika Anda seorang perokok atau punya faktor risiko lain untuk kanker paru-paru, Anda mungkin dianjurkan untuk melakukan tes skrining sebagai diagnosis kanker paru-paru sebelum gejala-gejalanya muncul. Start awal ini akan memungkinkan pengobatan sejak dini, ketika penyakitnya masih mudah diatasi.

Bila hasil tes skrining menunjukkan bahwa Anda kemungkinan terkena kanker, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes-tes yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis kanker paru-paru. Tes-tes itu dapat memberitahu apa jenis kankernya dan apakah sudah menyebar ke tempat lain di tubuh.

Skrining untuk Mendeteksi Kanker Paru-Paru

Jika Anda memutuskan untuk melakukan tes skrining sebagai cara mendeteksi kanker paru-paru sejak dini, Anda kemungkinan akan dianjurkan untuk mendapatkan LDCT (low-dose computed tomography). Itu adalah mesin yang menggunakan sinar-X untuk menciptakan gambar-gambar terperinci dari kondisi dalam paru-paru Anda.

Pemeriksaan ini sangatlah mudah dilakukan. Anda tidak membutuhkan persiapan khusus apapun, termasuk puasa. Anda hanya perlu menahan napas selama kira-kira 6 detik selagi seorang teknisi melakukan pemindaian. Seluruh proses pemeriksaan ini hanya makan waktu sekitar 10 menit.

Ingatlah: Kadang-kadang LCDT bisa memberikan hasil yang terlihat seperti kanker, tetapi sebenarnya bukan. Dokter akan menyebut situasi ini sebagai “positif palsu”. Anda mungkin perlu menjalankan sejumlah tes lain untuk memastikan hasil LCDT.

Yang Dianjurkan untuk Melakukan Skrining

Dalam hal ini para ahli memang punya pendapat yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya mereka menganjurkan agar siapa pun yang berusia setidaknya 55 tahun dan adalah perokok aktif atau pernah menjadi perokok berat untuk melakukan skrining sebagai cara mendeteksi kanker paru-paru sejak dini.

Selain karena faktor merokok, ada juga alasan-alasan lain yang membuat Anda lebih rentan terkena kanker paru-paru. Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan skrining jika Anda:

  • Menghabiskan banyak waktu di sekitar bahan-bahan kimia seperti radon, arsenik, kadmium, kromium, nikel, silikia, atau asbes
  • Sudah memiliki kanker paru-paru sel kecil, atau kanker di kepala atau leher
  • Pernah menjalankan terapi radiasi ke dada untuk pengobatan kanker
  • Punya orang tua, kakak, adik, atau anak yang menderita kanker paru-paru
  • Memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau fibrosis paru (jaringan parut di paru-paru)

Tes-Tes untuk Diagnosis Kanker Paru-Paru

Jika dokter menduga bahwa Anda mungkin terkena kanker, entah karena merasakan ciri-ciri kanker paru-paru atau berdasarkan hasil tes skrining, Anda mungkin dirujuk untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

Baca juga  Obat Kanker Paru-Paru Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Sitologi Sputum

Tes kanker paru-paru ini untuk mencari apakah ada sel-sel kanker di mukus Anda. Untuk mendapatkan sampel mukus, Anda diminta menarik napas dalam-dalam kemudian batuk cukup keras untuk mengeluarkan sejumlah mukus (lendir) dari paru-paru. Lalu Anda diminta meludahkannya ke dalam sebuah wadah.

Tes Pencitraan

Tes-tes ini untuk mencari apakah ada pertumbuhan-pertumbuhan yang dapat dicurigai sebagai kanker paru-paru. Dengan tes ini, dokter bisa mengetahui apakah penyakitnya sudah menyebar, dan jika sudah, kemana lokasi penyebarannya. Beberapa tes pencitraan yang berguna untuk menegakkan diagnosis kanker paru-paru yaitu:

  • Sinar-X ke dada:

    Menggunakan radiasi dosis rendah untuk menciptakan gambar-gambar dari keadaan paru-paru Anda. Tes ini mungkin yang pertama kali Anda jalankan. Jika dokter melihat sesuatu yang dicurigai kanker, Anda mungkin diminta untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lain.

  • CT (computed tomography):

    Sinar-X bertenaga kuat ini dapat memperlihatkan ukuran serta bentuk dari kanker, dan dimana lokasinya. Anda mungkin mendapat pemindaian di dada dan perut. Jika Anda terkena kanker paru-paru, dokter bisa menggunakan tes ini untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke area-area lain seperti ke hati atau kelenjar adrenal.

  • PET (positron emission tomography):

    Menggunakan radiasi tipe khusus yang berkumpul di sel-sel kanker. Kemudian kamera mengambil gambar-gambar dari area-area tersebut. Dokter Anda bisa menggunakan tes ini untuk mencari tahu apakah pertumbuhan yang terlihat pada sinar-X benar-benar kanker, dan untuk melihat apakah pertumbuhannya pindah ke area-area lain.

Biopsi untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Paru-Paru

Sebelum diagnosis akhir dibuat, dokter mungkin meminta Anda untuk menjalankan biopsi paru-paru. Dalam tes kanker paru-paru ini, dokter mengambil sejumlah sel dari paru-paru untuk mengeceknya di bawah mikroskop, untuk melihat apakah itu memang kanker dan jika benar, apakah jenisnya. Terdapat beberapa cara untuk melakukan biopsi:

  • Biopsi jarum atau aspirasi jarum:

    Dokter akan membuat kulit Anda mati rasa dan menggunakan jarum untuk mengambil sampel jaringan. Jika dokter menggunakan jarum tipis, maka biopsi itu disebut aspirasi jarum halus.

    Prosedur yang menggunakan jarum berongga yang sedikit lebih tebal untuk mengeluarkan sepotong jaringan beserta sel-selnya disebut biopsi inti. Dokter mungkin menggunakan CT scan atau X-ray untuk memandu jarum ke tempat yang tepat.

  • Bronkoskopi:

    Untuk tes kanker paru-paru ini, dokter megambil sampel jaringan melalui tabung tipis yang dimasukkan ke dalam paru-paru Anda.

  • Thoracentesis:

    Dokter memasukkan sebuah jarum ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada untuk mengambil cairannya, yang kemudian akan diperiksa apakah ada sel-sel kanker di cairan tersebut.

  • Endoskopik ultrasound:

    Pada tes kanker paru-paru ini, dokter memasukkan sebuah jarum melalui tabung berlampu yang disebut endoskop.

  • Biopsi terbuka:

    Anda harus menjalankannya di ruang operasi rumah sakit. Seorang dokter bedah akan mengambil jaringan melalui sayatan ke dada Anda. Anda akan dibius sehingga tidak sadarkan diri sewaktu prosedur ini dilakukan.

Dilakukan dengan cara bagaimana pun, yang pasti, sampel sel-sel yang diperoleh dari biopsi akan dikirimkan ke laboratorium. Seorang spesialis yang disebut ahli patologi akan memeriksanya di bawah mikroskop untuk mengecek apakah di sampel tersebut terdapat kanker.

Jika memang benar Anda diberikan diagnosis kanker paru-paru, dokter akan mendiskusikan rencana perawatan obat kanker paru-paru bersama Anda. Namun Anda juga harus mendapatkan dukungan emosi yang bisa diperoleh dari keluarga dan teman-teman Anda. Mereka bisa menjadi sumber anjuran yang dibutuhkan selama menghadapi masa-masa sulit ini.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.