Share:

Penyebab kanker paru-paru yang paling utama adalah sebagai akibat dari merokok. Namun tidak semua kasus kanker ini terjadi pada perokok atau mantan perokok. Karena itu penting bagi kita semua untuk mengetahui apa saja yang perlu diwaspadai sebagai penyebab kanker ini.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Para peneliti telah meninjau sejumlah penyebab kanker paru-paru yang terdiri dari berbagai faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menderita penyakit ini. Tetapi ingatlah bahwa memiliki faktor risiko di bawah ini bukan berarti Anda pasti akan mengidap kanker paru-paru.

Merokok

Merokok adalah penyebab terbesar kanker paru-paru. Lebih dari 8 dari 10 kanker paru-paru (80%) disebabkan oleh merokok. Ini termasuk merokok secara pasif dengan menghirup asap dari rokok orang lain.

Bahkan merokok sesekali juga memperbesar risiko Anda. Tetapi risiko Anda meningkat lebih banyak jika Anda sudah merokok dalam jangka lebih lama dan lebih banyak menghabiskan rokok. Berhenti merokok akan menurunkan risikonya. Semakin cepat Anda berhenti, semakin baik risikonya akan berkurang.

Merokok pasif (menghirup asap rokok orang lain) dikaitkan dengan sekitar 1 dari 5 kasus kanker paru-paru pada orang-orang yang tidak merokok.

Jadi, merokok bukan hanya membahayakan diri Anda sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar Anda, termasuk anak dan istri/suami Anda! Jadi jika tidak ingin keluarga tercinta Anda terkena kanker paru-paru, segeralah berhenti merokok.

Terkena Gas Radon

Gas radon adalah gas radioaktif alami yang berasal dari sejumlah kecil uranium yang ada di semua batuan dan tanah. Gas radon bisa terbentuk di rumah dan bangunan lainnya. Gas ini dapat masuk ke dalam rumah melewati celah-celah fondasi, pipa, saluran air, maupun lubang lain yang terbuka.

Anda harus mengecek berapa kadar radon di dalam rumah dengan alat pengujian sederhana, sebab radon sifatnya tidak terlihat oleh mata dan tidak berbau. Alat pengujian ini mungkin bisa dibeli di toko peralatan rumah.

Risiko Kimiawi di Tempat Kerja

Beberapa zat bisa memperbesar risiko kanker. Ini termasuk asbes, silika, dan knalpot diesel. Orang-orang bisa terpapar zat-zat ini di tempat kerja mereka.

Asbes dulu sering digunakakan dalam pembuatan kapal dan industri konstruksi. Meskipun penggunaan asbes telah dilarang di beberapa negeri, namun para pekerja konstruksi di bangunan-bangunan tua mungkin masih bisa terkena asbes.

Baca juga  Obat Kanker Paru-Paru Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Di beberapa negeri terdapat undang-undang ketat tentang pekerjaan yang melibatkan asbes, misalnya saat bekerja di tempat yang mengandung asbes. Merokok meningkatkan risiko dari paparan asbes.

Silika adalah zat yang digunakan dalam pembuatan kaca dan pemasangan batu bata. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang disebut silikosis, yang memperbesar risiko kanker paru-paru.

Paparan knalpot mesin diesel meningkatkan risiko kanker paru-paru. Jadi, orang yang sering terkena asap knalpot diesel karena pekerjaan mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru. Mereka ini termasuk pengemudi mobil diesel dan ahli mekanik.

Polusi Udara

Kita tahu bahwa polusi udara bisa menjadi penyebab kanker paru-paru. Seberapa besar risikonya bergantung pada tingkat polusi udara di daerah tempat tinggal Anda. Menurut WHO, Asia Tenggara menduduki nomor dua sebagai wilayah dengan polusi udara terburuk di dunia.

Risiko kanker paru-paru akan membesar jika kita terkena paparan polusi udara, misalnya dari asap buangan dari kendaraan atau dari pabrik. Menghirup asap buangan tersebut dapat memberikan dampak yang sama buruknya seperti menghirup asap rokok.

Kita semua punya peran masing-masing untuk mengurangi polusi udara dengan berupaya tidak menciptakan lebih banyak polusi—misalnya dengan lebih jarang menggunakan kendaraan bermotor maupun dengan tidak merokok. Berkurangnya polusi udara berarti lebih rendah juga kemungkinannya menjadi penyebab kanker paru-paru.

Pernah Menderita Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru-paru sebelumnya bisa memperbesar risiko Anda. Risiko ini biasanya menjadi lebih besar pada para perokok.

Tuberkulosis (TB) dapat menimbulkan jaringan parut di paru-paru. Orang yang pernah terjangkit TB mempunyai risiko dua kali lipat untuk menderita kanker paru-paru dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), juga disebut penyakit saluran pernapasan kronis. Contohnya adalah penyakit paru-paru jangka panjang seperti emfisema dan bronkitis kronis. Risiko kanker paru-paru Anda lebih tinggi jika menderita PPOK atau infeksi paru-paru (pneumonia) dibandingkan orang pada umumnya.

Riwayat Keluarga Penderita Kanker Paru-Paru

Risiko Anda untuk menderita kanker ini menjadi lebih besar bila mempunyai keluarga dekat (misalnya orang tua atau saudara kandung) yang pernah mengidapnya juga. Para peneliti masih terus memeriksa bagaimana gen-gen yang diwariskan memengaruhi risiko seseorang untuk menderita kanker ini.

Baca juga  7 Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang Paling Mudah Dikenali

Pengobatan Radioterapi untuk Kanker Lain

Radioterapi untuk pengobatan sejumlah jenis kanker bisa sedikit meninggikan risiko kanker paru-paru. Jenis-jenis kanker yang diobati dengan radioterapi antara lain: limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin, kanker testis, dan kanker rahim.

Risiko Anda untuk menderita kanker setelah menjalani radioterapi akan meningkat tetapi dalam jumlah kecil. Manfaat dari pengobatan ini sering kali lebih besar daripada risiko kanker yang ditimbulkannya.

Wanita yang pernah menjalani radioterapi untuk kanker payudara mungkin juga akan meningkat risikonya. Tetapi metode radioterapi modern untuk kanker payudara biasanya tidak memperbesar risiko kanker paru-paru.

Kekebalan Tubuh yang Lemah

HIV dan AIDS menurunkan kekebalan, sama halnya dengan obat-obatan yang dikonsumsi pasien transplantasi organ. Karena itu, penderita HIV atau AIDS punya risiko lebih besar untuk kanker paru-paru. Mereka yang mengonsumsi obat untuk menekan reaksi penolakan tubuh setelah transplantasi organ juga meningkat risikonya.

Terdapat peningkatan risiko yang kecil juga pada orang-orang yang punya masalah autoimun, misalnya artritis reumatoid atau systemic lupus erythematosus (SLE).

Mencegah Kanker Paru-Paru dengan Herbal

Herbal yang dapat diandalkan untuk membantu pencegahan kanker paru-paru adalah Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung sejumlah antioksidan bermanfaat untuk melawan dampak buruk radikal bebas sebagai penyebab timbulnya kanker.

Sarang Semut juga mengandung multi-mineral yang dapat menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Sistem imun tubuh yang kuat akan membantu tubuh terhindari dari berbagai serangan penyakit.

Bahkan dengan beragam kandungan bermanfaat yang dimilikinya, herbal ini pun sering dimanfaatkan sebagai obat kanker paru-paru.

Penyebab kanker paru-paru berpusat pada mutasi DNA. Sel-sel membelah dan mereplikasi diri untuk membentuk sel-sel yang identik. Dengan cara ini, tubuh Anda terus memperbarui dirinya sendiri. Menghirup bahan-bahan kimia berbahaya seperti asap rokok, asbes, dan radon merusak sel-sel yang melapisi paru-paru Anda.

Pada awalnya, tubuh Anda mungkin bisa memperbaiki dirinya sendiri. Tetapi jika paparan terus-menerus berulang, kerusakan pada sel-sel juga terus semakin parah. Seiring waktu, sel-sel mulai tumbuh tak terkendali. Inilah awal mula kanker paru-paru dapat berkembang. Penumpukan sel-sel yang tumbuh tak terkendali lalu menimbulkan tumor—yang bisa bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).

Kanker paru-paru ganas berpotensi mengancam kehidupan Anda, karena kanker ini bisa menyebar dan bahkan kambuh lagi setelah diangkat. Jadi, penting untuk upayakan cara mencegah kanker paru-paru dengan memperhatikan apa saja faktor penyebab kanker paru-paru dan berusaha menghindari yang bisa dicegah.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.