Yang Wajib Anda Lakukan bila Pengobatan Herbal Tampaknya Tidak Efektif

768

Diedit:

5
(1)

Anda telah memutuskan beralih ke pengobatan herbal, namun sekarang sedang dilema sebab sudah lebih dari 2 bulan Anda tetap tidak mengalami kemajuan kesehatan yang berarti. Apakah sekarang saatnya untuk beralih ke pengobatan lain?

Di zaman sekarang dimana beragam penyakit bermunculan, pengobatan medis malah semakin mahal. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak orang akhirnya beralih ke alternatif lain. Dan salah satu alternatif yang paling diminati adalah pengobatan herbal.

Selain karena lebih terjangkau dibandingkan biaya pengobatan medis, obat herbal seringkali minim efek samping serta memiliki khasiat yang sebanding dengan obat medis asalkan Anda memilih herbal yang tepat peruntukannya. Terlebih lagi sekarang obat-obatan herbal semakin mudah untuk didapatkan.

Masyarakat kini kian banyak yang menaruh harapan kesembuhannya pada herbal karena alasan-alasan tadi, apakah Anda juga demikian? Namun sayangnya, tidak sedikit pengguna herbal yang merasa pengobatannya sia-sia sebab kondisi kesehatannya tidak kunjung menunjukkan perubahan positif dan bisa dibilang jauh dari kata “sembuh”.

Apabila Anda berada dalam dilema ini, maka Anda dianjurkan untuk membaca artikel ini sampai habis sebelum memutuskan berhenti mengonsumsi obat herbal. Pertama-tama mari kita pahami dulu apa sebenarnya yang sanggup diberikan oleh pengobatan herbal.

Manfaat yang Ditawarkan Pengobatan Herbal

Sebenarnya jika ditilik lebih jauh, obat-obatan herbal sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sejak zaman dahulu kala, herbal—yang dulu hanya disebut sebagai jamu dari tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah—sudah menjadi tradisi nenek moyang kita untuk mengobati berbagai keluhan penyakit. Kini dunia herbal kembali dibangkitkan seiring dengan semakin majunya perkembangan ilmu herbal.

Kepala Unit Pengobatan Alternatif Komplementer di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Aldrin Neilwan mengungkapkan bahwa tidak mengherankan jika masyarakat lebih condong pada pengobatan herbal daripada sintetis (medis), sebab harganya cenderung murah dan gampang diperoleh. Sedangkan obat sintetis lebih mahal karena proses pengolahan obat yang rumit.

“Jika melihat proses pengolahan obat-obatan herbal yang selama ini ada, itu lebih sederhana dibandingkan pengolahan obat sintetis. Alasan yang mendasarinya berkaitan dengan pengolahan, kualitas, penelitian khasiat obat, dan alat-alat teknologi penelitian. Hal ini membuat harga obat kimia mahal,” ungkapnya.

Beliau menyatakan bahwa penggunaan herbal relatif aman selama peralihan dari pengobatan medis ke pengobatan herbal tidak dilakukan secara tiba-tiba. Peralihan yang dibuat secara mendadak tersebut dikhawatirkan membahayakan kondisi kesehatan sang pasien.

Dr. Aldrin Neilwan melanjutkan bahwa pengobatan herbal harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang diderita pasien. “Harus dilihat dulu indikasi penyakitnya, jika konsekuensinya terlalu besar maka tidak dibolehkan beralih. Pengobatan herbal bersifat penunjang, promotif, dan preventif.”

Pengobatan herbal memberikan manfaat yang bersifat penunjang, yakni promotif dan preventif.

Dari penjelasan oleh Dr. Aldrin Neilwan diatas dapat disimpulkan bahwa umumnya pengobatan herbal memberikan manfaat yang bersifat sebagai penunjang, yakni secara promotif dan preventif. Promotif berarti bermanfaat meningkatkan kebugaran dan stamina. Sedangkan preventif berarti bermanfaat menjaga stabilitas daya tahan tubuh.

Mempertimbangkan Kembali Pengobatan Herbal yang Anda Jalani

Menurut Anda, apa hubungannya pernyataan Dr. Neilwan diatas dengan Anda sekarang yang sedang merasa pengobatan herbal tidak membantu? Sebenarnya dapat disadari bahwa herbal yang sekarang ini Anda konsumsi tetap memberikan efek sebagai promotif dan preventif—lebih cenderung bekerja dengan menguatkan kondisi tubuh Anda di tengah gempuran penyakit yang diderita.

Baca juga:  Herbal Kanker: Sarang Semut, Daun Sirsak, atau Noni

Maksudnya, obat herbal tersebut sebenarnya tetap membantu dalam pemulihan dari penyakit yang Anda derita. Hanya saja efek positifnya bagi tubuh kemungkinan tertutup oleh efek negatif penyakit yang lebih kuat daripada herbal.

Lalu jika memang demikian, apa yang seharusnya Anda lakukan? Menurut Anda, apakah masuk akal untuk berhenti saja lalu segera beralih ke pengobatan lain? Jika dipikirkan secara mendalam, pilihan untuk segera mencoba pengobatan lain sebenarnya tidak menguntungkan.

Pikirkan: Selama 1-2 bulan tubuh Anda sudah ditunjang oleh herbal, kandungan-kandungan aktif dari herbal sudah bekerja menguatkan fungsi-fungsi tubuh yang diserang penyakit. Apabila Anda langsung menghentikan konsumsi herbal, lalu beralih ke jenis pengobatan lain, maka efek penunjangnya bagi tubuh dapat menghilang sebelum sempat bereaksi secara signifikan pada tubuh Anda.

Pertimbangkanlah matang-matang keputusan Anda sebelum memutuskan untuk langsung menghentikan pengobatan herbal lalu beralih ke jenis pengobatan lain. Anda pun harus meninjau apa yang sudah Anda lakukan guna menunjang pengobatan herbal ini.

Obat herbal bersifat sebagai penunjang, itu berarti kurang tepat bila hanya mengandalkan herbal tanpa melakukan upaya lain. Jika Anda ingin herbal bekerja secara maksimal, Anda harus berupaya mendukung efek pengobatannya! Mari kita lihat apa yang dapat Anda lakukan demi memaksimalkan potensi obat herbal tersebut.

Mengupayakan Agar Obat Herbal Bekerja secara Maksimal

Banyak jenis penyakit disebabkan oleh gaya hidup yang buruk misalnya merokok, kurang olahraga, dan konsumsi makanan yang tidak sehat seperti “junk food”. Contoh penyakit yang bisa sangat dipicu oleh gaya hidup ialah hipertensi (darah tinggi), diabetes, obesitas, kanker, kolesterol, penyakit jantung, dan asam urat.

Bagaimana dengan gaya hidup Anda selama ini, khususnya sewaktu menjalani pengobatan herbal? Apakah Anda sudah mengupayakan sebisa mungkin untuk mengubah gaya hidup sebelumnya yang kurang baik?

Memang penyakit tidak dapat serta-merta disembuhkan hanya dengan mengubah gaya hidup. Akan tetapi ingatlah bahwa tubuh Anda terkena penyakit tertentu ketika ia tidak sanggup lagi menangani kerusakan yang dialaminya—tubuh Anda membutuhkan bantuan!

Sebenarnya Anda telah memberikan bantuan tersebut, karena Anda sudah memutuskan untuk menjalani pengobatan herbal. Namun sesudah waktu berlalu ternyata herbal belum cukup membantu, menurut Anda bantuan apa lagi yang dibutuhkan oleh tubuh?

Hiromi Shinya, MD, yang adalah Guru Besar Kedokteran Albert Enstein College of Medicine membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut. Dalam bukunya yang berjudul “The Miracle of Enzyme” beliau menyatakan bahwa hampir semua penyakit adalah akibat dari kebiasaan-kebiasaan yang terakumulasi selama beberapa waktu.

Oleh karena itu beliau mengatakan lebih lanjut bahwa siapapun yang punya keinginan kuat untuk dapat cepat sembuh dapat mewujudkan harapannya dengan mengubah total kebiasaan-kebiasaan makan dan gaya hidup yang Anda miliki hingga saat ini.

Memperbaiki gaya hidup sehari-hari jauh lebih penting daripada mengandalkan keampuhan operasi atau obat-obatan.

Salah satu perubahan pola makan yang dianjurkan oleh Hiromi Shinya adalah dengan memastikan perbandingan menu makanan Anda terdiri dari 85% nabati dan 15% hewani.

  • Nabati terdiri dari 50% biji-bijian utuh, beras cokelat, roti gandum utuh, dan polong-polongan termasuk kacang kedelai, kacang merah, kacang garbanzo, kacang dara dan lentil. 30% sayuran hijau dan kuning serta umbi-umbian, termasuk kentang, wortel, ubi jalar, bit, dan sayuran laut. Kemudian 5-10% buah-buahan, biji, dan kacang.
  • Hewani terdiri dari ikan jenis apapun, sebaiknya ikan kecil, sedikit saja unggas (ayam, bebek, kalkun), dan telur.
Baca juga:  Manfaat Rebung untuk Kolesterol, Tekanan Darah, Jantung, dsb

Di samping itu, Hiromi juga sangat menganjurkan konsumsi buah-buahan segar karena beliau meyakini bahwa setiap orang memang seharusnya menyantap buah-buahan sebanyak mungkin yang ia sanggup makan.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pola makan sehat yang dianjurkan oleh beliau, kami sudah sediakan rangkumannya dalam artikel berikut: Pola Makan Sehat Terbaik. Pola makan sehat yang dianjurkan Hiromi telah terbukti ampuh membantu pasien kanker yang ditanganinya, bahkan beliau mengakui tidak ada satupun pasien kankernya yang pernah menderita kanker lagi!

Jika penyakit kanker saja dapat diatasi dengan bantuan pola makan sehat, terlebih lagi penyakit-penyakit lain yang tidak separah kanker. Bukankah hal ini menggugah Anda untuk membuat perubahan total pada pola makan?

Kemudian Anda juga perlu memperbaiki gaya hidup menjadi lebih baik. Salah satu yang paling dianjurkan adalah dengan aktif secara fisik tidak soal seberapa tua usia Anda. Agar lebih mudah memulai rencana olahraga yang rutin, pilihlah jenis olahraga sesuai dengan usia dan kondisi tubuh.

Karena Anda sedang sakit, Anda tidak dapat bebas berolahraga sebagaimana saat sedang sehat. Jadi sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter mengenai jenis olahraga atau aktivitas fisik yang cocok. Mengenai aspek-aspek lain yang perlu diupayakan dalam pola hidup sehat, silakan baca di artikel: Pola Hidup Sehat Terbaik untuk Penyembuhan Segala Macam Penyakit!

Dari pembahasan-pembahasan di atas, masuk akal bila kita menarik kesimpulan bahwa pola makan dan gaya hidup sehat akan bekerja-sama dengan sangat baik bersama pengobatan apapun yang Anda putuskan untuk dijalani.

Langkah bijak inilah yang sebaiknya Anda upayakan sebelum bergegas meninggalkan pengobatan herbal lalu mencoba jenis pengobatan lain. Dan sebagai hasilnya bukan tidak mungkin Anda akan meraih pemulihan penyakit yang selama ini Anda nanti-nantikan dalam beberapa bulan ke depan!

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Rating: 5 / 5. Pemilih: 1

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?