Blog Herbal No. 1 Indonesia

8 Manfaat Pati Garut untuk Kesehatan, Bukan Hanya untuk Lambung!


By Cindy Wijaya

Anda mungkin pernah mendengar saran dari orang lain bahwa tepung pati garut adalah obat maag alami. Ya, tepung yang terbuat dari tumbuhan garut ini sering dijual sebagai obat untuk masalah lambung. Namun sebenarnya ada beragam manfaat pati garut lainnya, tidak hanya untuk lambung.

Tumbuhan garut (Maranta arundinacea) adalah umbi-umbian tropis asli Indonesia. Tepung pati garut berasal dari bagian rimpang tumbuhan garut, batang di bawah tanah yang memiliki banyak akar yang menyimpan pati dan energinya.

Tepung ini populer untuk dijadikan bubur pati garut. Selain itu, garut banyak digunakan sebagai bahan makanan orang Indonesia, karena bisa dicampur dengan baik dalam hidangan manis dan gurih. Selain rasanya yang enak, tepung pati garut juga memiliki khasiat untuk kesehatan.

Di samping tinggi kandungan protein dan zat gizi lain, garut sangat mudah dicerna, sehingga ideal untuk anak-anak dan orang dewasa yang mungkin membutuhkan makanan yang lebih lembut.

Apa saja manfaat pati garut untuk kesehatan? Apakah ada efek samping pati garut? Dan bagaimana cara membuat bubur pati garut?

Manfaat Pati Garut untuk Sistem Pencernaan

Tepung pati garut sudah digunakan selama lebih dari satu abad sebagai obat alami untuk masalah pencernaan. Menurut penelitian tentang ekspedisi Antartika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tepung ini adalah salah satu dari empat makanan dan minuman obat utama untuk para penjelajah, yang sebagian besar tubuhnya kekurangan vitamin.

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa umbi garut dapat menjadi pengobatan alami yang efektif untuk diare. Sebuah penelitian tahun 2000 menyelidiki kemanjuran tepung pati garut untuk mengurangi diare dan sembelit pada pasien penderita sindrom iritasi usus besar, dan pengobatannya didapati sangat sukses. Tidak hanya sangat mengurangi terjadinya diare, manfaat pati garut juga meminimalkan sakit perut.

Manfaat Pati Garut untuk Mengatasi Diare

Seperti sudah disebutkan di atas, umbi garut dapat membantu mengobati diare, baik dengan cara mengeraskan feses juga dengan membantu mengisi ulang cairan tubuh (rehidrasi).

Diare parah dapat menyebabkan kehilangan cairan, dehidrasi, dan bahkan kematian—terutama pada orang-orang yang lebih lemah, seperti anak-anak.

Dalam penelitian selama 1 bulan, 11 penderita diare yang mengonsumsi 2 sendok teh (10 mg) tepung garut 3 kali sehari mengalami lebih sedikit diare dan sakit perut.

Kandungan pati yang tinggi di dalam garut mungkin berperan dalam membantu meningkatkan konsistensi dan ukuran feses. Ini pada akhirnya akan mengurangi frekuensi buang air besar.

Sebuah penelitian pada binatang mendapati bahwa air garut, yang dibuat dengan merebus tepung garut, menurunkan diare akibat kolera dengan lebih efektif daripada larutan rehidrasi yang dikembangkan oleh WHO. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Manfaat Pati Garut Aman untuk Bayi

Karena kandungan tepungnya, rasanya yang ringan dan lembut bagi sistem pencernaan, tepung pati garut merupakan bahan makanan yang aman untuk bayi. Anda bisa menggunakan tepung pati ini dalam berbagai jenis resep untuk bayi atau anak Anda yang lebih besar, tanpa harus khawatir akan membuat mereka sakit perut atau masalah pencernaan lain.

Tidak hanya sebagai bahan makanan yang aman bagi si kecil, pati garut juga merupakan bahan umum untuk dijadikan biskuit untuk pertumbuhan gigi bayi.

Manfaat Pati Garut untuk Infeksi Saluran Kemih

Wanita yang rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) sering diberi saran untuk mengonsumsi makanan yang membantu mencegah infeksi kembali dan untuk menenangkan peradangan yang sudah terjadi. Salah satu makanan tersebut adalah pati umbi garut, dan itu bisa menjadi salah satu pengobatan rumahan yang efektif untuk infeksi kandung kemih.

Garut bersifat menenangkan, yang dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada selaput lendir yang sedang meradang atau mengalami iritasi. Nama lain garut (arrowroot) berasal dari fungsinya dulu sebagai pengobatan untuk luka panah beracun, jadi tidak mengherankan jika garut bermanfaat mengurangi peradangan.

Sifat antiseptik garut membantu mengobati infeksi saluran kemih dan juga mencegah kambuhnya penyakit di masa depan. Itulah sebabnya orang sering merekomendasikan pati garut untuk wanita yang sering mengalami infeksi ini.

Manfaat Pati Garut untuk Meningkatkan Fungsi Imunitas

Ekstrak tepung pati garut juga diketahui memiliki aktivitas sitotoksik yang membantu dalam membangun kekebalan (imunitas). Terdapat manfaat pati garut untuk meningkatkan produksi sel dalam sistem kekebalan tubuh.

Sebuah peneliitan mengenai efek imunostimulan dari umbi garut pada tahun 2012 membuktikan bahwa ekstrak umbi garut merangsang sistem kekebalan sel, baik ketika diuji secara in vitro (dalam tabung reaksi) maupun secara in vivo (pada hewan hidup). Ini sekali lagi meneguhkan manfaat pati garut dalam meningkatkan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat Pati Garut untuk Melawan Kuman Bawaan Makanan

Salah satu khasiat menarik dari patu garut adalah kegunaannya untuk melawan patogen (kuman) bawaan makanan yang menyebabkan penyakit. Penelitian telah membuktikan berkurangnya patogen di berbagai makanan, terutama makanan cair seperti sup. Dalam sebuah penelitian telah ditunjukkan bahwa teh umbi garut secara besar-besaran mengurangi jumlah virus salmonella dalam sup yang diuji.

Ini adalah alasan lain kenapa umbi garut adalah bahan makanan obat yang direkomendasikan untuk menjaga sistem pencernaan tetap aman. Ini juga bermanfaat untuk membantu melindungi orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan kualitas air yang buruk.

Manfaat Pati Garut untuk Menenangkan Sakit Gusi dan Mulut

Bayi bukan satu-satunya yang bisa mendapat manfaat dari sifat menenangkan pati garut. Sifat menenangkan ini sangat berguna bagi gusi dan mulut yang sedang sakit. Untuk lebih menenangkan rasa sakit pada gusi dan mulut, Anda bisa menambahkan minyak kelapa.

Manfaat Pati Garut untuk Membantu Diet

Tepung pati garut terdiri dari 32% pati resisten, yang tidak dapat dicerna oleh tubuh Anda. Ini membentuk gel kental ketika disampur dengan air dan berperilaku seperti seral larut dalam usus Anda.

Makanan tinggi serat dan pati resisten memperlambat laju pencernaan Anda, memberikan perasaan kenyang yang lebih lama. Kandungan protein dalam umbi garut juga dapat membantu memperlama rasa kenyang. Pada akhirnya hal ini dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan membantu menurunkan berat badan.

Dalam sebuah penelitian pada 20 orang dewasa, mereka yang mengonsumsi suplemen yang mengandung 48 gram pati resisten mengonsumsi asupan kalori yang jauh lebih rendah selama 24 jam ke depan.

Ilustrasi Tepung Pati Garut
Ilustrasi Tepung Pati Garut (Credit photo: Michelle/Adobe Stock)

Adakah Efek Samping Pati Garut?

Belum ada laporan mengenai efek samping pati garut dari penggunaannya sebagai obat atau suplemen makanan. Pati garut telah dikombinasikan berbagai bahan makanan seperti susu, lemon, jus buah, gula, dan bahkan wine, dan tidak menimbulkan efek berbahaya.

Meskipun belum ada laporan mengenai efek samping pati garut yang merugikan, penting untuk mengikuti petunjuk pengolahan dan dalam jumlah konsumsi yang wajar. Ada sebuah studi kasus di tahun 2009 yang menunjukkan bahwa konsumsi jus garut menyebabkan hepatitis toksik pada dua wanita di Korea.

Namun apabila digunakan dan dikonsumsi dengan tepat, pati garut seharusnya akan memberikan manfaat yang jauh lebih banyak daripada efek sampingnya.

Cara Membuat Bubur Pati Garut

Untuk memperoleh manfaat pati garut sangatlah mudah dan sederhana. Untuk menghilangkan sakit mulut dan gusi, Anda dapat mengoleskan tepungnya langsung ke gusi. Saat memasaknya, penting untuk diingat bahwa tepung ini lebih mudah rusak jika dimasak dalam waktu lama dan dengan api besar.

Jika Anda menggunakannya untuk mengentalkan kuah, sup, atau semur, Anda bisa membuatnya melarutkannya dulu dengan air dingin. Kemudian tuangkan larutan itu ke dalam kuah panas dan biarkan mengental. Pati garut akan membuat tampilan mengkilap pada kuah.

Selain sebagai pengental, tepung pati garut juga sangat bagus untuk dijadikan bahan kue dan biskuit. Pati garut berguna bagi orang-orang yang menjalani diet bebas gluten, karena tepung ini bebas gluten.

Dan salah satu cara pengolahan pati garut paling populer di Indonesia adalah membuatnya jadi bubur. Rasanya enak dan penampilannya mirip bubur sumsum. Berikut cara membuat bubur pati garut.

Resep Bubur Pati Garut


Bahan Bubur:
Tepung pati garut, 100 gram.
Gula merah, 150 gram.
Air, 700 ml.
Daun pandan diikat simpul, 2 lembar.

Bahan Kuah Santan:
Santan dari ½ butir kelapa, 400 ml.
Garam, 1 sendok teh.
Daun pandan diikat simpul, 2 lembar.

Tepung maizena, 1 sendok makan (larutkan dengan sedikit air).

Cara Membuat Bubur Pati Garut:
Di dalam mangkuk, larutkan tepung garut dengan 200 ml air dan aduk rata.
Di dalam panci, rebus air 500 ml bersama gula merah dan 2 lembar daun pandan sampai mendidih dan gulanya larut. Ambil daun pandannya setelah mendidih.
Masukkan larutan tepung garut ke panci, aduk cepat sampai mengental dan warnanya cokelat bening. Matikan api.

Cara Membuat Kuah Santan:
Dengan panci lain, rebus santan bersama daun pandan dan garam, sambil diaduk supaya santan tidak pecah.
Setelah mendidih masukkan tepung maizena yang sudah dilarutkan, aduk sampai mengental. Matikan api.

Bubur pati garut siap disajikan dengan kuah santan. Semoga Anda memperoleh manfaat pati garut untuk kesehatan Anda, sekaligus menikmati rasanya yang enak dan gurih.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang manfaat pati garut, efek samping pati garut, dan cara membuat bubur pati garut. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga informasi menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Dr. Axe. Arrowroot Helps Boost Immunity & Soothe Digestion. https://draxe.com/nutrition/arrowroot/

WebMD. Arrowroot – Uses, Side Effects, and More. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-283/arrowroot

Healthline. What Is Arrowroot, and How Is It Used?. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-arrowroot

Kim, S. Y., Yim, H. J., Ahn, J. H., Kim, J. H., Kim, J. N., Yoon, I., Kim, D. I., Lee, H. S., Lee, S. W., & Choi, J. H. (2009). Two cases of toxic hepatitis caused by arrowroot juice. The Korean Journal of Hepatology, 15(4), 504–509. https://doi.org/10.3350/kjhep.2009.15.4.504

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}