Tanaman Obat Kanker Musnahkan Si Peniru Sel Normal

658
Tanaman Obat Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Tahukah Anda, apa saja kriteria herbal yang tepat untuk dijadikan pemusnah kanker? Sama seperti pada pengobatan medis, tanaman obat kanker juga perlu memiliki kriteria guna membantu penderita kanker untuk dapat merasakan kelegaan. Kriteria apa saja yang harus diperhatikan saat memilih herbal atau obat kanker? Apa saja jenis tanaman obat yang bisa membantu Anda?

Dalam informasi berikut Anda akan dibantu untuk melihat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam memilih tanaman obat. Namun, perlu diketahui bahwa keterangan berikut bukan pengganti saran medis yang seharusnya diberikan dokter. Info berikut hanyalah penambah wawasan bagi mereka yang penasaran dengan tanaman obat.

Tanaman Obat Kanker—Atasi Kanker dengan Cara Alami!

Tanaman obat kanker harus memiliki kriteria tertentu untuk dapat digunakan dalam pengobatan kanker. Tentu karakteristiknya harus dapat bertolak belakang dengan sifat kanker itu sendiri. Misalnya; kanker seringkali menimbulkan peradangan, maka tanaman yang digunakan harus bersifat antiradang atau antiinflamasi. Selain itu, tanaman yang digunakan harus mampu menghentikan pendarahan atau homostatik, meredakan rasa sakit atau analgesik, terlebih menghentikan kanker atau antikanker.

Keberadaan tanaman tersebut juga perlu mendukung proses pemulihan tubuh, misalnya; membersihkan dan menetralisasi suhu tubuh dari keberadaan racun atau toksin, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan sistem imun, dan meningkatkan stamina. Dalam buku “Atasi Kanker dengan Tanaman Obat“, karya Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma terdapat kira-kira 35 jenis tanaman yang memiliki potensi pemulihan bagi penderita kanker. Apa saja jenisnya?

35 Daftar Tanaman Obat Beserta Kandungan dan Penggunaannya

Tanaman obat kanker berikut juga mampu mengatasi keluhan penyakit lainnya. Sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan, sekalipun herbal cukup aman dikonsumsi pada umumnya. Namun, kondisi tubuh seseorang bisa bermacam-macam. Misalnya; Anda mungkin menderita kanker yang disertai dengan hipertensi, sedangkan yang lainnya mungkin mengalami hipotensi. Maka dari itu, dalam hal dosis dan aturan pakai—penggunaan tanaman obat serupa dengan obat medis yang harus sesuai dengan resep ahli obat guna menghindari terjadinya komplikasi.

Perbedaannya, pada tanaman obat dilihat dari segi finansial tentu lebih murah jika dibandingkan dengan obat paten jenis tertentu. Hanya saja tak seperti obat medis yang bekerja cepat, penggunaan tanaman obat memerlukan kesabaran dan keyakinan penggunanya. Mengingat herbal bekerja secara bertahap, ini pun bergantung pada kondisi pengguna. Sehingga hasil yang diharapkan oleh masing-masing pengguna bisa berbeda. Tanaman yang digunakan tentu harus melewati uji klinis dan memiliki bukti empiris maupun pengalaman turun-temurun.

Arbenan


Tanaman obat kanker Arbenan mengandung asam krisofanat, emodin, fitosterol, minyak atsiri, saponin dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker kandung kemih, kanker lambung, kanker laring, kanker paru, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker timus.

Asparagus


Tanaman obat kanker “Asparagus” mengandung asam amino, asam asparagat, asparagina, asparagosides, asparamida, beta-sitosterol, chelidonic acid, flavonoids, glutation, dan kumarin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker kandung kemih, kanker leukemia, dan kanker paru.

Bambu Tali


Tanaman obat “Bambu tali” mengandung 5-methoxymethylfurfural, asparagina, beta-sitosterol, fruktosa, glukosa, dan saponin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leukemia.

Bawang Putih


Tanaman obat kanker “Bawang putih” mengandung alinase, alliin, allisin, allitin, diallil disulfida, diallil thiosulfinat, germanium, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker lambung, kanker leukemia, kanker nasofaring, kanker payudara, dan kanker leher rahim.

Benalu


Tanaman obat kanker “Benalu” mengandung asam oleanolat, alkaloid, avicularin, b-amyrin, flavonoid, glukosida, lupeol, quercetin, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker indung telur (kanker ovarium), kanker nasofaring, dan kanker rektum.

Bidara Laut


Tanaman obat kanker “Bidara laut” mengandung brucine, chlorogenic acid, galactan, longanin, mannosan, dan strychnine. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker kulit, kanker lambung, dan kanker leher rahim (kanker serviks).

Baca juga:  Yang Wajib Anda Lakukan bila Pengobatan Herbal Tampaknya Tidak Efektif

Brokoli


Tanaman obat kanker “Brokoli” mengandung Beta-karoten (karotenoid), indole, ditioltion, glukosinolat, kalium, protein, sulfur, sulforatan, vitamin (A, B1, B2, dan C), serta zat besi. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker mulut, kanker paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar (kanker kolon).

Brojolintang


Tanaman obat kanker “Brojolintang” mengandung belamcandin, iridin, mengiferin, tectorigenin, tectoroidin, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leher rahim (kanker serviks), kanker leukemia, kanker pankreas, kanker paru, kanker payudara, dan kanker tiroid.

Buah Makasar


Tanaman obat “Buah Makasar” mengandung alkaloid, asam linoleat, asam oleat, asam palmitoleat, asam stearat, bruceine bruceoside, brusatol, glukosida, phenol, dan quassin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker kulit, kanker lambung, kanker leher rahim (kanker serviks), kanker paru, kanker payudara, kanker usus, dan kanker rektum.

Bunga Matahari


Tanaman obat “Bunga matahari” mengandung asam klorogenat, beta-sitosterol, fibrin, fosfolipid, hemiselulosa, polisakarida, dan protein. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus dan kanker lambung.

Cakar Ayam


Tanaman obat kanker “Cakar Ayam” mengandung alkaloid, flavonoid glikosida, fitosterol, saponin, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker nasofaring dan kanker paru.

Daun Hia


Tanaman obat “Daun Hia” mengandung adenine, artemesin, beta-caryophyllene, cineole, choline, fernenol, minyak atsiri, phellandrene, dan vitamin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker lambung, kanker paru, kanker payudara, dan kanker usus.

Daun Sendok


Tanaman obat “Daun Sendok” mengandung adenine, aukubin, asam lenoleat, asam linoleat, asam palmiat, asam ursolat, asam suksinat, beta-sitosterol, choline, plantaginin, dan plantasan. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker hati dan kanker kandung kemih.

Gadung Cina


Tanaman obat kanker “Gadung Cina” mengandung alkaloid phenol, asam amino, diosgenin, parillin, resin, smilacin, steroid saponin, dan zat gula. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker empedu, kanker esofagus, kanker hati, kanker jantung, kanker kandung empedu, kanker lambung, kanker leukemia, kanker nasofaring, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker usus.

Gingseng


Tanaman obat kanker “Gingseng” mengandung asam amino, beta-elemene, ginsenosides, minyak atsiri, panaxoside, panaxans, panaxynol, polisakarida, saponin, dan sesquiterpenes. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leukemia dan kanker paru.

Jali


Tanaman obat kanker “Jali” mengandung asam amino, coicin, coixol, coixenolide, dan stigmasterol. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker paru.

Jamur Hioko


Tanaman obat “Jamur hioko” mengandung adenine, lentinacin, lentinan (polisakarida), niasin, protein, riboflavin, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leukemia, kanker leher rahim (kanker serviks), kanker nasofaring, dan kanker paru.

Jamur Kayu


Tanaman obat “Jamur kayu” mengandung asam amino, asam protease, ergosterol, fungal lysozyme, kalsium, koumarin, natrium, polipeptidase, protein, sakarida, seng, dan triterpena. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker lambung, kanker nasofaring, dan kanker paru.

Jamur Putih


Tanaman obat “Jamur kuping putih” mengandung asam amino, co-enzyme Q, DNA, polisakarida, dan senyawa lainnya. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker hati dan kanker paru.

Jombang


Tanaman obat kanker “Jombang” mengandung choline, inulin, koumestrol, lutein, taraxasterol, taraxacin, taraxanthin, taraxerol, taraxol, pektin, dan polisakarida. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker gusi, kanker nasofaring, kanker paru, dan kanker payudara.

Kacang Merah


Tanaman obat kanker “Kacang merah” mengandung allantoin, inositol, campesterol, glucoprotein, phytohemagglutinin, sitosterol, stigmasterol, dan tripsin inhibitor. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker nasofaring dan kanker payudara.

Kaca Piring


Tanaman obat kanker “Kaca Piring” mengandung beta-sitosterol, crocetin, crosin, gardenin, gardenoside, geniposide, scandoside, dan shanzhiside. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leukemia.

Kayu Manis Cina


Tanaman obat “Kayu manis cina” mengandung cinnamic aldehyde, cinnamyl acetate, cinnzeylanol, minyak atsiri, mucoitin, resin, phenylpropyl acetate, saffrol, dan tanin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker lambung dan kanker serviks.

Baca juga:  Obat Herbal vs Obat Modern

Keladi Tikus


Tanaman obat kanker “Keladi Tikus” mengandung flavonoid, sterol, tanin, dan terpenoid. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker payudara.

Kelembak


Tanaman obat kanker “Kelembak” mengandung alizarin, anthraquinones, chrisophanic acid, chrysopanein, chrysophanol, flavonoids, glucogalin, kalsium oksalat, pencahar, phenolic acid, rheochrysin, dan tetrarin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker leher rahim (kanker serviks).

Kembang Pulu


Tanaman obat “Kembang pulu” mengandung adenoside, beta-sitosterol, carthamin, carthamone, dipalmitin, neo-carthamin, nonacosane, polisakarida, safflomin A, dan zat warna kuning saflawer. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker leukemia, kanker pankreas, dan kanker serviks.

Kiwi


Tanaman obat kanker “Kiwi” mengandung actinidine, kaemterol, quercetin, dan vitamin C. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker hati, kanker lambung, kanker paru, kanker payudara, dan kanker usus.

Kunyit


Tanaman obat kanker “Kunyit” mengandung desmetoksikurkumin, kurkumin, minyak atsiri, pati, resin, dan tanin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker hati.

Leunca


Tanaman obat kanker “Leunca” mengandung atropine, besi, diosgenin, fosfor, kalsium, minyak lemak, saponin, solasodine, solanidine, solanine, solamargine, solasonine, tigogenin, vitamin A, vitamin C, dan zat samak. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker esofagus, kanker hati, kanker lambung, kanker leher rahim (kanker serviks), kanker paru, dan kanker payudara.

Pacar Air


Tanaman obat kanker “Pacar air” mengandung balsaminasterol, beta-sitosterol, minyak lemak, saponin, dan quercetin. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker saluran cerna bagian atas.

Picisan


Tanaman obat kanker “Picisan” mengandung flavonoid, fenol, minyak atsiri, tanin, dan triterpenoid. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker payudara.

Rumput Lidah Ular


Tanaman obat “Rumput lidah ular” mengandung asam oleanolat, asam ursolat, beta-sitosterol, flavonoid glycosides, hentriacontane, koumarin, sitosterol-D-glucoside, stigmasterol, polisakarida, dan triterpene. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker lambung, kanker leher rahim (kanker serviks), kanker nasofaring, kanker payudara, dan kanker rektum.

Tapak Dara


Tanaman obat kanker “Tapak Dara” mengandung catharanthine, leurosidine, leurosine, lochnerine, tetrahydroalstonine, vinblastine, vincadioline, vincristine, vindoline, dan vindolinine. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker getah bening (kanker limfosarkoma), kanker leukemia monositik akut, dan kanker leukemia limfositik akut.

Temu Putih


Tanaman obat kanker “Temu putih” mengandung beta-elemene, beta-sitosterol, fenol, gum, kamfena, kamfer, kurdiona, kurkumemoma, kurkumin, kurkumol, minyak atsiri, pati, polisakarida, resin, seskuiterpena, sineol, zedoarin, dan zingiberena. Tanaman ini digunakan untuk membantu penderita kanker hati, kanker leukemia, kanker limfosarkoma, kanker ovarium, kanker paru, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker tiroid.

Waru Landak


Tanaman obat kanker “Waru landak” mengandung antosianin, asam amino, fenol, gula reduksi, hiperin, hiperosida, isokuersitrin, kuersetin-4-glukosida, kuersimeritrin, rutin, sianidin 3,5-diglukosida, sianidin 3-rutinosida-5-glukosida, spiraeosida, dan tanin.

Itulah beberapa daftar tanaman yang memiliki potensi untuk memulihkan diri dari serangan kanker. Masih banyak jenis tanaman lainnya yang juga turut membantu pengobatan kanker ataupun sebagai upaya pendukung dalam mengurangi dampak kerugian karena serangan sel kanker yang cenderung meniru sel normal dan melakukan duplikasi tanpa henti. Beberapa jenis tanaman obat lainnya ialah Sarang Semut, Noni Juice, dan Tongkat Ali. Tentu saja setiap tanaman memiliki fungsi yang berbeda dan mengatasi dampak serangan penyakit secara berbeda pula.

Maka dari itu, sama halnya dengan pengobatan medis, Anda perlu memperhatikan dosis pemakaian yang sesuai. Selain itu, dibutuhkan kesabaran mengingat kinerja herbal membutuhkan waktu agar terasa dalam tubuh. Jika dirasa pengobatan tertentu tidak menimbulkan reaksi apapun, bisa jadi pengobatan yang dilakukan tidak cocok dengan kondisi tubuh Anda. Ingatlah bahwa sistem tubuh setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, pentingnya untuk melakukan pemeriksaan medis guna mengetahui kondisi tubuh Anda sebelum menjalani pengobatan apapun.


Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma. Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. Oktober 2004. Halaman 19-63.


Advertisement
Alinesia