Sarang Semut sebagai Herbal Kanker

214
Sarang Semut sebagai Herbal Kanker (Herbal untuk Kanker atau anti Kanker)
Sumber Gambar: Pinterest

Diedit:

Mengalami serangan kanker bisa membuat Anda merasa tertekan dan putus asa. Namun, sebenarnya Anda masih memiliki harapan untuk bebas dari serangan kanker dan menjalani hidup dengan berbahagia. Bagaimana ini dilakukan? Mungkinkah penggunaan Sarang Semut Sebagai herbal kanker dapat diandalkan? Seberapa efektif khasiat herbal anti kanker ini? Dan, apa saja kandungan alamiah yang diberikan oleh herbal untuk kanker?

Dalam artikel ini Anda akan melihat bagaimana kinerja Sarang Semut sebagai herbal kanker. Serta potensi alami apa yang bisa diberikan Sarang Semut yang sering disebut sebagai herbal anti kanker. Simak selengkapnya dalam artikel berikut!

Sarang Semut sebagai Herbal Kanker Terbaik, Benarkah?

Sarang Semut (Myrmecodia pendans)—Merupakan tanaman asal Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit secara turun temurun. Saat ini, penelitian modern berhasil menemukan kandungan senyawa aktif penting misalnya; fenolik, flavonoid, tokoferol, dan mineral yang bermanfaat sebagai antioksidan dan anti kanker.

Sarang Semut sebagai herbal kanker alternatif telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Banyak literatur kesehatan menjelaskan bahwa Myrmecodia pendans memiliki banyak nutrisi dan dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit secara alami dan aman tanpa menimbulkan efek samping. Myrmecodia pendans paling dikenal sebagai herbal anti kanker alternatif untuk berbagai jenis kanker seperti; kanker otak, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat dan kanker darah.

Menurut Dr Ir Muhammad Ahkam Subroto M.App.Sc. Ahli Peneliti Utama: “Secara medis, sampai sekarang tidak ada obat yang benar-benar dapat membunuh sel kanker, namun Myrmecodia pendans yang ditemukan di pedalaman Papua mengandung senyawa aktif flavonoid dan tanin. Senyawa tersebut bertindak sebagai antioksidan kuat guna mencegah kanker serta mengatasi serangannya.” Myrmecodia pendans telah melalui uji toksisitas kronis dan terbukti aman. Senyawa anti-kanker pada Myrmecodia pendans dapat menjadi pilihan alternatif pengobatan kanker.

Sekilas Tentang Kanker

Kanker adalah penyakit dengan gangguan karakteristik atau kegagalan mekanisme pengaturan secara multiseluler terhadap multiplikasi organisme. Hal ini mengakibatkan perubahan perilaku sel yang tidak terkontrol. Perubahan ini terjadi karena gangguan transformasi genetik, terutama pada gen yang mengatur pertumbuhan sel, yaitu proto-onkogen dan gen penekan tumor. Sel-sel yang mengalami transformasi terus menerus berkembang biak dan menekan pertumbuhan sel normal.

Kanker adalah penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi. Data Global Action Against Cancer Fund dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuat pernyataan sehubungan dengan perkiraan kematian yang disebabkan oleh kanker berupa kenaikan sejumlah 45% sejak 2007 hingga 2030. Artinya ada sekitar 7,9 juta hingga 11,5 juta kematian yang akan terjadi karena serangan kanker. Sedangkan di Indonesia, laporan Riskesdas memperkirakan adanya prevalensi kanker sebesar 4,3 untuk setiap 1.000 populasi.

Baca juga:  Apa Obat Herbal Infeksi Vagina Terbaik?

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker paling umum yang terjadi pada rongga mulut sekitar 90-95% dari total keganasan di rongga mulut. Lokasi karsinoma sel skuamosa rongga mulut adalah biasanya terletak di lidah (ventral dan lateral), bibir, dasar mulut, mukosa bukal, dan retromolar area. Karsinoma sel skuamosa pada lidah adalah tumor ganas yang berawal dari selaput epitel rongga mulut yang sebagian besar tergolong sebagai jenis karsinoma epidermoid. Sekitar 25 hingga 50% kanker ganas yang terjadi di mulut merupakan karsinoma sel skuamosa lidah.

Kinerja Sarang Semut sebagai Herbal Kanker

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) mengandung anti-oksidan, polifenol, dan glikosida. Ketiga zat tersebut bertugas untuk mencegah penyakit, salah satunya sebagai stimulan kekebalan tubuh untuk meningkatkan imunitas tubuh. Stimulan kekebalan akan membantu dan melindungi sel-sel tubuh agar berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini akan membantu tubuh untuk mencegah dari penyakit apa pun, termasuk kanker. Maka, tak heran jika Sarang Semut (Myrmecodia pendans) baik untuk mencegah dan memulihkan kondisi penderita kanker.

Sarang Semut dapat digunakan sebagai herbal alternatif kemoterapi kanker payudara dengan efek samping minimal. Pengobatan dengan herbal sarang semut tradisional tidak memakan banyak biaya dan efek samping minimal. Jika dibandingkan dengan kemoterapi yang membutuhkan banyak biaya dan memiliki banyak efek samping. Namun bukan berarti bahwa konsumsi kemoterapi tidak bermanfaat bagi Anda. Pada stadium tertentu kombinasi antara kemoterapi dengan terapi herbal untuk kanker sangat dianjurkan.

Uji penyaringan kimia tanaman sarang semut (Myrmecodia pendans) sebagai herbal kanker menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa alami berupa flavonoid dan tanin. Banyak mekanisme flavonoid yang telah terungkap, termasuk inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi dan apoptosis diferensiasi, dan penghambatan angiogenesis. Sarang semut memiliki kemampuan secara empiris untuk perawatan berbagai jenis kanker, hal ini diduga terkait dengan kandungan flavonoid dari Sarang Semut itu sendiri.

Baca juga:  Apa Obat Herbal Flu Singapura Terbaik?

Studi in-vivo menunjukkan bahwa flavonoid dalam makanan tertentu memiliki aktivitas antitumor. Pola hidroksilasi pada cincin B flavon dan flavonol, seperti; luteolin dan quercetin mempengaruhi penghambatan protein kinase dan aktivitas antiproliferatif. Flavonol dan flavon menargetkan enzim transduksi sinyal sel, seperti; protein tyrosine kinase dan focal adhesion kinase (FAK), dan proses angiogenesis yang ditargetkan sebagai herbal antikanker yang menjanjikan.

Potensi Sarang Semut sebagai Herbal Kanker

Sarang semut mengandung flavonoid, tanin, dan polifenol yang bertindak sebagai antioksidan, sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Selain itu, sarang semut sebagai herbal kanker juga mengandung tokoferol dan alfa-tokoferol, zat dengan aktivitas tinggi yang mampu menghambat radikal bebas.

Sebuah penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki aktivitas antikanker dari ekstrak metanol (etilasetat, n-butanol dan partisi air) serta ekstrak air dari Sarang Semut, Myrmecodia Pendans yang merupakan salah satu keluarga Rubiaceae. Di wilayah Papua (Indonesia), tanaman herbal ini telah digunakan secara tradisional sebagai pengobatan alternatif untuk kanker. Dalam penelitian ini, ekstrak tanaman ini diuji aktivitasnya terhadap beberapa sel kanker (HeLa dan MCM-B2).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air tanaman ini memiliki aktivitas anti-kanker yang lebih baik dibandingkan ekstrak lainnya. Nilai IC50 ekstrak air “objek A” adalah 27,61 ppm (HeLa) dan 54,57 ppm (MCM-B2), sedangkan ekstrak air “objek B” adalah 29,36 ppm (HeLa) dan 74,20 ppm (MCM-B2). Penelitian tersebut mencapai kesimpulan bahwa ekstrak polar (air) menunjukkan aktivitas antikanker yang lebih tinggi daripada ekstrak non-polar (etilasetat dan n-butanol).

Itulah potensi dan kinerja Sarang Semut sebagai herbal kanker. Kinerja herbal anti kanker dapat bersinergi dengan herbal untuk kanker lainnya, tentu dengan petunjuk dokter. Sarang semut tak hanya membantu dalam proses pemulihan, kandungan alaminya juga diyakini mampu mengurangi kemungkinan serangan kanker pada penggunanya.

Demikianlah informasi seputar Sarang Semut sebagai herbal anti kanker. Penggunaan herbal untuk kanker merupakan alternatif pendukung pengobatan kanker yang Anda jalani. Selalu pastikan kondisi Anda dengan melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan pengobatan kanker apapun.


Soeksmanto A, Subroto MA, Wijaya H, dan Simanjuntak P. Anticancer activity test for extracts of Sarang semut plant (Myrmecodia pendans) to HeLa and MCM-B2 cells. Pak J Biol Sci. Feb 1, 2010;13(3):148-51. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20437705.