Kenali 14 Gejala-Gejala Stroke Ringan!


By Cindy Wijaya

Jika selama ini orang bilang stroke itu menyerang secara mendadak tanpa tanda-tanda, jangan percaya. Sebelum serangan stroke, seringkali ada sejumlah gejala stroke ringan yang Anda rasakan.

Selama stroke ringan, atau ministroke (serangan iskemik transien), darah berhenti mengalir ke otak untuk waktu yang singkat. Tidak seperti stroke, serangan ini tidak membunuh sel-sel otak atau menyebabkan kerusakan permanen.

Walaupun begitu, gejala-gejala stroke ringan mungkin tampil mirip seperti gejala-gejala stroke betulan. Dan memang, 40 persen orang yang mengalami stroke ringan mungkin akan terserang stroke berat di masa depan (stroke.org). Inilah sebabnya Anda harus mengetahui tanda-tanda stroke ini sehingga lebih sanggup mencegah serangan stroke yang lebih parah.

Apa Saja Gejala-Gejala Stroke Ringan?

Keluhan yang dirasakan sewaktu mengalami ministroke serupa dengan stroke. Sayangnya, banyak orang menyepelekannya karena mereka hanya merasakannya sebentar dan tidak begitu parah.

Memang gejala stroke ringan biasanya akan hilang setelah beberapa jam, atau bahkan menit, sedangkan gejala stroke berat bisa tetap ada sampai lebih dari 24 jam. Cermatilah beberapa tanda-tanda Anda terkena ministroke berikut:

  1. Kenaikan tekanan darah yang mendadak
  2. Kelemahan otot
  3. Mati rasa sementara di lengan atau kaki
  4. Pusing
  5. Kelelahan mendadak
  6. Hilang kesadaran
  7. Kebingungan
  8. Hilang ingatan sementara
  9. Tubuh kesemutan
  10. Perubahan kepribadian
  11. Kesulitan bicara
  12. Cara bicara tidak jelas
  13. Keseimbangan kacau
  14. Gangguan penglihatan

Meskipun gejala stroke ringan di atas hanya sementara, Anda tidak boleh mengabaikannya. Ministroke adalah tanda peringatan bahwa Anda riskan mengalami serangan stroke di masa depan. Bertindaklah bijaksana dengan berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat perawatan agar tidak terjadi stroke berat.

Apa Penyebab Stroke Ringan?

Penyebab stroke ringan maupun stroke berat yang paling utama adalah tekanan darah tinggi. Jadi Anda harus berupaya mengendalikan tekanan darah demi mencegah serangan stroke. Masih ada penyebab-penyebab lain yang juga wajib dihindari, antara lain:

  • Penggumpalan darah
  • Penyempitan pembuluh darah di atau sekitar otak
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi

Masalah-masalah kesehatan di atas harus dihindari atau segera diatasi karena dapat menghambat peredaran darah menuju otak sehingga memicu serangan stroke ringan.

Apa Saja Faktor Risiko Stroke Ringan?

Ministroke bisa Anda alami sebagai akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah—yang menciptakan bekuan-bekuan darah penghambat aliran darah ke otak. Oleh karena itu, penyakit atau kondisi kesehatan yang memicu penyempitan pembuluh darah atau penggumpalan darah sering mengakibatkan stroke ringan—misalnya diabetes atau anemia sel sabit. Anda juga riskan terkena stroke ringan jika:

  • Berusia di atas 40 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Ada anggota keluarga yang kena ministroke atau stroke
  • Ada anggota keluarga yang mengalami penggumpalan darah
  • Ada anggota keluarga yang mengidap penyakit jantung
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Pernah kecanduan obat-obatan terlarang atau alkohol
  • Memiliki tekanan darah tinggi

Orang-orang dengan karakteristik tertentu juga berada pada risiko tinggi untuk mengalami serangan stroke tak lama setelah ministroke. Mereka ini termasuk orang-orang yang:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Mengidap diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Merasakan gejala stroke ringan yang berhubungan dengan gangguan bicara
  • Mengalami gejala stroke ringan selama lebih dari satu jam

Apabila Anda baru-baru ini merasakan gejala-gejala stroke ringan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter mengenai langkah-langkah yang perlu untuk secepatnya mengurangi risiko terserang stroke berat.

Bagaimana Cara Mencegah Stroke di Masa Mendatang?

Ministroke umumnya tidak akan menimbulkan kerusakan otak yang permanen. Walaupun begitu, ini bukan alasan untuk meremehkan gejala-gejala stroke ringan. Ketahuilah bahwa hampir sebanyak 50 persen dari semua kasus serangan stroke terjadi dalam beberapa hari setelah ministroke.

Sebagaimana sudah disinggung berkali-kali di artikel ini, Anda wajib mengikuti saran-saran perawatan dari dokter yang menangani Anda dan rutin melakukan check-up kesehatan. Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang aman bagi kesehatan jantung—berbagai macam sayuran, makanan berbahan gandum utuh, aneka buah-buahan, serta makanan yang rendah garam (natrium) dan kolesterol
  • Olahraga secara teratur
  • Membatasi atau sama sekali berhenti konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok

Beberapa orang memanfaatkan herbal sebagai suplemen pendukung pola hidup sehat mereka. Dua jenis herbal yang dapat membantu mencegah serangan stroke ringan berulang adalah Noni Juice dan Sarang Semut.

Sarang Semut, herbal asli Papua, mengandung flavonoid yang berguna mengatasi penggumpalan darah sehingga Anda akan dibantu untuk menormalkan tekanan darah. Selain itu, herbal ini juga mengandung tokoferol untuk mengencerkan darah yang semakin mengatasi masalah penggumpalan darah serta tekanan darah tinggi.

Pilihan herbal yang kedua, Noni Juice, terbuat dari 100 persen sari buah Noni yang difermentasikan. Buah Noni menyimpan kandungan proseronin yang sanggup melebarkan pembuluh darah sehingga Anda dibantu untuk mengatasi masalah penyempitan darah. Dengan begitu, tidak ada lagi hambatan aliran darah menuju otak.

Selain mengonsumsi herbal, Anda juga bisa menambahkan asupan buah-buahan yang dikenal bermanfaat sebagai pencegah stroke. Silakan lihat apa saja buah tersebut di artikel: Tujuh Buah-buahan Pencegah Penyakit Stroke di Sekitar Kita. Semoga informasi di artikel ini semakin menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan, khususnya untuk mengantisipasi gejala-gejala stroke ringan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}