Blog Herbal No. 1 Indonesia

Stroke Perdarahan: Kenali Tanda-Tanda Peringatannya


By Cindy Wijaya

Stroke adalah penyakit yang berbahaya, bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian, terutama kalau tidak segera ditangani. Ada dua jenis stroke yaitu stroke akibat penyumbatan (iskemik) dan stroke perdarahan (hemoragik). Stroke perdarahan ditandai dengan sakit kepala yang tak tertahankan, mual, muntah, dan menurunkan kesadaran.

Jika tidak segera mendapat perawatan darurat, gejala-gejala tersebut dapat bertambah buruk hingga berakibat fatal. Anda perlu mengenali tanda-tanda peringatan dari stroke ini sehingga bisa cepat bertindak.

Apa Itu Stroke Perdarahan?

Stroke perdarahan adalah pecahnya pembuluh darah di otak secara tiba-tiba yang menyebabkan perdarahan ke jaringan sekitarnya.

Dalam istilah kedokteran disebut stroke hemoragik. Pecahnya pembuluh darah di otak secara tiba-tiba akan merusak sel-sel otak melalui dua cara:

  • Menghentikan aliran darah normal di otak, mencegah sel-sel dari mendapatkan darah dan oksigen.
  • Darah yang bocor meningkatkan tekanan di otak, menekan jaringan dan sel-sel.

Terdapat dua jenis stroke perdarahan, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subarachnoid.

Perdarahan Intraserebral:

Perdarahan ini terjadi di dalam otak dengan cepat, tanpa tanda-tanda peringatan. Ini bisa cukup parah sehingga menyebabkan koma bahkan kematian. Perdarahan intraserebral biasanya adalah akibat dari tekanan darah tinggi.

Perdarahan Subarachnoid:

Perdarahan ini terjadi di antara otak dan selaput yang menutupi otak (meninges) di ruang antara otak dan tengkorak. Penyebabnya mungkin aneurisma (tonjolan atau titik lemak di pembuluh darah) atau pembuluh darah kusut (malformasi arteriovenosa) yang dapat membatasi atau menghentikan aliran darah.

Bagaimana Gejala Stroke Hemoragik?

Gejala stroke hemoragik terjadi secara mendadak. Ingatlah ‘BE FAST’ untuk membantu Anda cepat bertindak, yang merupakan singkatan dari tanda-tanda stroke perdarahan berikut ini:

  • B – Balance (Keseimbangan): Tanyai orang tersebut apakah dia merasa pusing atau sulit untuk berdiri.
  • E – Eyes (Penglihatan): Tanyai apakah penglihatannya kabur atau menjadi ganda.
  • F – Face (Mata): Minta dia untuk senyum dan lihat apakah salah satu sisi wajahnya turun.
  • A – Arms (Lengan): Minta dia untuk mengangkat kedua lengannya dan lihat apakah salah satu lengannya turun ke bawah.
  • S – Speech (Bicara): Minta dia untuk mengucapkan kalimat sederhana seperti “Langit itu biru,” dan perhatikan apakah ucapannya benar atau tidak jelas.
  • T – Time (Waktu): Jangan mengulur-ulur waktu lagi, segera pergi ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala-gejala di atas.

Selain mengingat singkatan ‘BE FAST’ di atas, Anda juga bisa mengingat slogan ‘SeGeRa Ke RS’ yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan RI. Berikut singkatannya:

  • Senyum tidak rata (mencong ke satu sisi), tersedak, susah menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak dari separuh anggota tubuh tiba-tiba melemah.
  • BicaRa pelo atau tiba-tiba tidak bisa bicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung.
  • Kebas atau mati rasa, atau kesemutan di separuh tubuh.
  • Rabun mata, pandangan satu mata kabur, terjadinya mendadak.
  • Sakit kepala hebat tiba-tiba dan tidak pernah terjadi sebelumnya, gangguan keseimbangan seperti merasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (gemetar, sempoyongan).

Yang terpenting, segera lah panggil ambulans atau ke rumah sakit terdekat jika Anda atau orang di dekat Anda memiliki sejumlah gejala stroke hemoragik di atas.

Gejala Stroke Perdarahan Intraserebral:

Perdarahan intraserebral dimulai secara tiba-tiba. Sakit kepala parah sering terjadi. Pada banyak orang, perdarahan intraserebral menyebabkan perubahan pada kesadaran, seringnya dalam beberapa detik atau beberapa menit. Penderitanya mungkin jadi kurang sadar akan lingkungan mereka dan kurang mampu memahami, mengingat, dan berpikir jernih. Mual, muntah, dan kejang juga umum terjadi.

Jika perdarahannya kecil, kesadaran mungkin tidak terpengaruh, dan sakit kepala atau mual yang dirasakan mungkin hanya ringan atau bahkan tidak ada.

Namun, gejala-gejala yang menunjukkan kelainan fungsi otak dapat berkembang tiba-tiba dan terus memburuk seraya perdarahan meluas.

Beberapa gejala, seperti kelemahan, kelumpuhan, kehilangan sensasi, dan mati rasa, biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh. Penderitanya mungkin tidak bisa berbicara atau menjadi bingung. Penglihatan mungkin terganggu atau menjadi rabun. Satu atau kedua mata mungkin tidak bisa bergerak ke arah tertentu. Akibatnya, kedua mata dapat mengarah ke arah yang saling berlainan.

Gejala Stroke Perdarahan Subarachnoid:

Sebelum pecah, aneurisma biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, ini dapat menyebabkan gejala jika menimbulkan tekanan pada saraf atau membocorkan sejumlah kecil darah (pada awalnya).

Berikut ini adalah tanda-tanda peringatan diri sebelum terjadi perdarahan yang lebih besar:

  • Penglihatan ganda.
  • Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah, dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Tanda-tanda peringatan untuk perdarahan subarachnoid ini dapat terjadi beberapa menit hingga beberapa minggu sebelum pecahnya pembuluh darah di otak. Orang harus memeriksakan gejala sakit kepala yang tidak biasa ke dokter.

Begitu terjadi pecahnya pembuluh darah yang besar, maka bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut:

  • Sakit kepala, yang mungkin sangat tiba-tiba dan parah.
  • Nyeri di wajah atau mata.
  • Penglihatan ganda.
  • Penglihatan kabur.
  • Leher kaku.
  • Kesadaran menurun.

Sakit kepala hebat yang tiba-tiba dapat terjadi dalam hitungan detik setelah pecahnya pembuluh darah. Gejala ini sering digambarkan sebagai sakit kepala terparah yang pernah dialami penderitanya.

Apa Penyebab Stroke Hemoragik?

Stroke perdarahan adalah kondisi yang terjadi akibat pembuluh darah di otak menjadi lemah, abnormal, atau berada di bawah tekanan yang tidak biasa.

Perdarahan dapat terjadi di dalam otak, yang disebut sebagai perdarahan intraserebral. Atau perdarahan dapat terjadi di antara lapisan dalam dan tengah jaringan yang menutupi otak (di ruang subarachnoid), yang disebut perdarahan subarachnoid.

Terdapat dua kemungkinan penyebab stroke hemoragik, yang paling umum adalah aneurisma.

Aneurisma terjadi ketika ada bagian dari pembuluh darah yang membesar akibat tekanan darah tinggi yang kronis dan berbahaya, atau ketika dinding pembuluh darah melemah (yang biasanya kelainan bawaan). Pembesaran ini menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah, yang akhirnya bisa pecah.

Penyebab stroke hemoragik lain yang lebih jarang adalah malformasi arteriovenosa. Ini terjadi ketika pembuluh arteri dan vena terhubung secara tidak normal tanpa kapiler di antara mereka. Kondisi ini adalah kelainan bawaan, yang berarti ada sejak lahir, tapi bukan kondisi keturunan.

Bagaimana Pengobatan Stroke Hemoragik?

Perawatan darurat yang segera sangatlah penting untuk kasus stroke hemoragik. Perawatan ini berfokus untuk mengendalikan perdarahan di otak dan mengurangi tekanan yang disebabkan oleh perdarahan itu.

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi tekanan darah atau memperlambat perdarahan. Jika Anda mengalami stroke hemoragik saat mengonsumsi obat pengencer darah, Anda berisiko mengalami perdarahan lebih banyak. Obat untuk melawan efek pengencer darah biasanya langsung diberikan selama perawatan darurat.

Setelah stroke hemoragik dapat dikendalikan dengan perawatan daraurat, dokter akan memberikan tindakan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan stroke hemoragik akan tergantung pada apakah perdarahan terjadi di dalam otak (intraserebral) atau pada permukaan antara otak dan tengkorak (subarachnoid).

Tujuan dari pengobatan stroke perdarahan adalah untuk menghentikan perdarahan, memperbaiki penyebabnya, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi seperti kerusakan otak permanen. Perawatan untuk stroke hemoragik mungkin terdiri dari operasi, penggunaan obat-obatan, dan terapi bicara, fisik, atau terapi okupasi.

Berapa lama sampai pulih dari dampak stroke perdarahan? Pemulihan Anda tergantung pada seberapa parah stroke itu, berapa banyak jaringan yang rusak, dan seberapa cepat Anda menerima perawatan darurat. Masa pemulihan biasanya cukup lama pada banyak penderita stroke hemoragik, berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Namun, kebanyakan pasien yang hanya mengalami stroke ringan dan tidak mengalami komplikasi tambahan selama dirawat di rumah sakit biasanya akan diperbolehkan untuk pulang setelah beberapa minggu.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang stroke perdarahan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel lain tentang berbagai topik kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

American Heart Association. Hemorrhagic Stroke (Bleeds). URL: https://www.stroke.org/en/about-stroke/types-of-stroke/hemorrhagic-strokes-bleeds

University of Maryland Medical Center. Hemorrhagic Stroke. URL: https://www.umms.org/ummc/health-services/neurology/services/stroke/hemorrhagic

Direktorat P2PTM. Kenali gejala dan tanda-tanda Stroke, SeGeRa Ke RS. URL: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/page/surveilan.pptm.kemkes.go.id/kenali-gejala-dan-tanda-tanda-stroke-segera-ke-rs

MSD Manual Consumer Version. Overview of Hemorrhagic Stroke. URL: https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/stroke-cva/overview-of-hemorrhagic-stroke

MSD Manual Consumer Version. Intracerebral Hemorrhage. URL: https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/stroke-cva/intracerebral-hemorrhage

MSD Manual Consumer Version. Subarachnoid Hemorrhage (SAH). URL: https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/stroke-cva/subarachnoid-hemorrhage-sah

Healthline. Hemorrhagic Stroke. URL: https://www.healthline.com/health/hemorrhagic-stroke

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}