Jangan Tertipu dengan Mitos Diabetes Tipe 2 Ini!

490

Diedit:

Begitu divonis menderita diabetes, saat itu juga Anda mungkin akan mendapat banyak masukan dari berbagai pihak. Atau muncul beberapa asumsi yang kemudian Anda kira sebagai sebuah kebenaran. Hati-hati dengan masukan-masukan itu karena ada anggapan-anggapan umum soal diabetes tipe 2 yang ternyata cuman mitos.

Di sini kami akan mencoba meluruskan apa saja mitos dari pandangan soal diabetes tipe 2. Pastikan Anda mengenal betul penyakit ini agar tidak terjerumus dalam asumsi-asumsi yang menyesatkan. Apa saja mitos-mitos diabetes tipe 2? Berikut beberapa di antaranya, yang di antaranya kami sadur dari Healthline.com.

Diabetes Bukan Penyakit Berbahaya

Asumsi yang masih banyak bermunculan di masyarakat ini adalah yang paling penting untuk diluruskan. Semakin orang memandang diabetes sebagai urusan enteng, semakin mereka akan menghiraukannya.

Padahal dari penyakit diabetes ini seseorang bisa mengalami kebutaan, kerusakan ginjal dan hati, masalah gangren yang mengerikan, gangguan fungsi jantung, hingga masalah saraf. Tidak sedikit pula penderita diabetes yang mengalami serangan jantung, stroke, bahkan juga kematian.

Fakta yang benar; efek buruk dari diabetes sangat mungkin untuk dicegah. Caranya juga relatif sederhana, cukup dengan memastikan Anda memperbaiki gaya hidup dan pola makan agar sesuai dengan pola pasien diabetes. Semakin stabil kadar gula dalam darah Anda secara jangka panjang, maka semakin rendah risiko Anda mengalami masalah efek samping diabetes.

Diabetes Terbagi Menjadi Diabetes Kering dan Basah

Tidak ada penyakit diabetes kering dan basah dalam dunia medis. Seorang dengan kadar glukosa tinggi memang akan sulit sembuh lukanya, bahkan lebih rentan untuk mengalami infeksi. Ini karena tingginya kadar glukosa dalam darah yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga menyulitkan aliran sel darah putih dan trombosit mencapai area luka.

Sistem imunitas juga menurun drastis sehingga luka lebih sulit sembuh dan lebih mudah diserang oleh bakteri dan virus. Dengan glukosa yang tinggi, malah sejumlah bakteri menjadi lebih betah berada pada luka. Karena glukosa adalah salah satu komponen asupan penting bagi pertumbuhan bakteri. Dan bila diabaikan, dari luka kecil saja, pasien bisa mengalami gangren atau infeksi akut yang sulit disembuhkan.

Jika pasien diabetes merasa lukanya tetap cepat sembuh, sebenarnya ini dikarenakan kadar glukosa dalam darahnya sedang normal. Bila kadar glukosa normal, tentu saja reaksi luka yang sulit sembuh tidak akan terjadi.

Sebagaimana dijelaskan, pasien diabetes bukan lantas tidak lagi mungkin mengalami kondisi kadar glukosa yang normal, atau bahkan rendah. Ini tentu saja berkaitan dengan rutinitas pengobatan yang diimbangi dengan diet serta olahraga teratur.

Pasien Diabetes Sebaiknya Kurangi Olahraga

Olahraga adalah salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat, dan pasien diabetes hanya bisa hidup selayaknya orang normal bila tetap menjalankan gaya hidup sehat. Sayangnya banyak pasien diabetes khawatir olahraga akan mendorong terjadinya penurunan kadar glukosa darah atau hipoglikemia.

Sebenarnya ini tidak akan terjadi jika olahraga tidak dilakukan berlebihan dan dibarengi berimbang dengan asupan obat dan diet yang tepat. Justru dengan olahraga, pasien diabetes bisa mengurangi risiko berkurangnya elastisitas otot dan pembuluh darah, berkurangnya sensitivitas sel-sel saraf pada tubuh, dan membantu meningkatkan kinerja hati untuk mencegah terbentuknya lemak hati.

Baca juga:  Pengganti Gula dan Garam untuk Penderita Diabetes

Lemak hati adalah cadangan lemak pada lingkar perut hasil proses pencadangan lemak oleh hati. Lemak hati ini sangat berkaitan dengan masalah pada glukosa darah.

Diabetes Hanya Menyerang Orang Gemuk

Memang ada kaitan kuat antara penyakit diabetes dengan obesitas (kegemukan), bahkan lebih dari 60 persen pasien diabetes juga kegemukan. Tetapi tidak lantas mereka yang kurus pasti bebas dari diabetes, atau mereka yang gemuk pasti akan mengalami diabetes.

Selain masalah kegemukan, diabetes juga dipengaruhi oleh faktor genetik, jenis dan pola makan, masalah sistem sirkulasi darah, termasuk pula kesehatan tekanan darah, dan masalah kesehatan hati serta ginjal.

Sebaiknya Anda yang sedang kelebihan berat badan berusaha untuk menurunkannya sampai mencapai berat yang ideal. Upayakan mengendalikan kebiasaan makan manis dan kurangi asupan karbohidrat. Setidaknya ini dapat mengurangi kerentanan Anda terhadap diabetes.

Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Manis

Sebenarnya sesekali makan beberapa potongan kecil cokelat, minum secangkir teh manis, atau mencicipi sebungkus permen bukanlah masalah. Asalkan kondisi kadar glukosa Anda sedang normal dan tubuh dalam kondisi fit, maka sedikit makanan manis masih boleh Anda nikmati. Bahkan di saat mengalami penurunan kadar glukosa darah, bisa jadi Anda malah butuh asupan manis segera.

Hanya pastikan Anda tak mengonsumsi lebih dari yang diizinkan dan mengonsumsinya di waktu yang tepat. Sebaiknya sediakan alat tes kadar glukosa di rumah, sebagaimana yang pernah kami ulas dalam artikel: Test Gula Darah—Mengapa Penting?.

Dengan demikian Anda bisa selalu memantau dengan baik kadar glukosa harian. Melalui alat ini Anda dapat mengetahui kadar glukosa Anda saat ini, dan apakah saat ini Anda aman atau tidak untuk mengonsumsi makanan manis.

Anda Tahu Saat Akan Hiperglikemia atau Hipoglikemia

Merasa yakin Anda bisa tahu kapan sedang mengalami hiperglikemia (kenaikan kadar glukosa darah) dan kapan mengalami hipoglikemia (penurunan kadar glukosa darah)? Ini jelas hanya asumsi belaka dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Pasalnya, secara umum keluhan seseorang saat hiperglikemia dan hipoglikemia relatif serupa. Memang ada perbedaan, tetapi dapat berbeda-beda untuk tiap pasien, bahkan kadang gejala yang muncul bisa saja berubah-ubah. Semakin lama Anda menderita diabetes, maka tubuh akan lebih mampu bertahan di saat terjadi kenaikan atau penurunan glukosa yang drastis. Akhirnya alarm alami itu lama-kelamaan menghilang.

Cara paling tepat untuk memastikan kadar glukosa adalah dengan menggunakan alat pengukur. Karena itu, sekali lagi Anda disarankan untuk memiliki alat pengukur ini di rumah agar bisa melakukan pengecekan harian.

Diabetes Selalu Disebabkan oleh Masalah Produksi Insulin

Meski benar bahwa ada kekurangan kadar insulin dalam tubuh pasien sehingga kadar glukosa menanjak, namun kekurangan ini tak selamanya berkaitan dengan produksi insulin yang kurang. Kuncinya bukan pada produksi yang kurang, tetapi pada ketidakseimbangan antara asupan gula ke dalam tubuh, kebutuhan energi, dan produksi insulin.

Kadang diabetes terjadi justru karena seseorang terlalu banyak makan manis, sampai melebihi kebutuhan energi tubuh. Sel yang sudah terpenuhi kebutuhan energinya jelas tidak akan bereaksi terhadap sinyal insulin, sekalipun pankreas sudah mendapatkan sinyal dari pembuluh darah untuk memproduksi banyak insulin.

Baca juga:  Mengetahui Lebih Dalam Tentang Pengendalian Resistensi Insulin

Pada kasus lainnya, diabetes bisa muncul ketika tubuh terlalu jarang beraktivias fisik sehingga kebutuhan energinya sangat minim. Meski pola makan relatif tidak bermasalah, tetapi kebutuhan energi tubuhnya teramat sedikit. Jadi walaupun insulin diproduksi secara normal, sel tetap menjadi resisten (kebal) terhadap sinyal insulin.

Jika kemudian dikatakan pasien mengalami kekurangan insulin, ini justru terjadi sebagai imbas seringnya sel menjadi resisten terhadap sinyal insulin. Akibatnya pankreas otomatis mengurangi produksinya.

Obat Diabetes Adalah Suntikan Insulin

Penyebab diabetes sangatlah beragam. Karena itu obat diabetes juga bisa sangat beragam. Salah satunya memang dengan terapi suntikan insulin. Tetapi biasanya diberikan hanya pada pasien yang tubuhnya sangat sulit menghasilkan insulin.

Namun keluhan diabetes bisa pula diatasi dengan beragam cara selain suntikan insulin. Obat-obatan yang beradar di pasaran dan sejumlah herbal untuk diabetes bisa saja bekerja dengan menstimulasi pankreas. Dapat pula bekerja untuk mengatasi efek resistensi sel-sel tubuh terhadap sinyal dari insulin. Terapi alternatif terhadap diabetes juga dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat.

Bila Anda ingin mencari tahu pola hidup seperti apa yang mungkin sanggup memperbaiki dampak diabetes, silakan kunjungi artikel: Pola Hidup Sehat Terbaik untuk Penyembuhan Segala Macam Penyakit!

Insulin Berbahaya dan Adiktif

Anda yang sudah disarankan untuk mengonsumsi stimulan insulin atau sudah diminta dokter rutin menyuntikkan insulin, biasanya akan merasakan efek kecanduan. Tubuh tampaknya menjadi sangat lemas dan mungkin tidak berdaya jika tidak mendapat suntikan insulin.

Suntikan insulin sebenarnya tidak memberi efek candu. Tetapi tubuh Anda memang pada dasarnya sudah mengalami gangguan sehingga tidak dapat memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Padahal insulin adalah hormon yang sangat penting untuk metabolisme tubuh, jadi mau tidak mau Anda harus menjalankan terapi insulin.

Ini yang kemudian sering keliru disamakan dengan efek candu. Sebab jika sudah menjalani perawatan suntikan insulin, pasien baru akan tampak lebih segar dan bugar. Sedangkan mereka yang belum mendapatkan suntikan insulin biasanya terlihat lemas dan lesu.

Anda Bebas Makan Apa Saja Setelah Suntik Insulin

Cara terbaik mengatasi diabetes sebenarnya bukan terletak pada obatnya, tetapi pada pola pikir, pola makan, dan pola hidup yang Anda jalankan. Semakin baik dan berkualitas pola hidup yang Anda terapkan, maka semakin baik kemampuan tubuh dalam menjaga kadar glukosa dalam darahnya.

Walaupun Anda wajib menerima suntikan insulin, tidak berarti Anda jadi boleh mengonsumsi beraneka makanan seenaknya. Anda tetap diharuskan untuk menjalani diet yang tepat dan khusus bagi penderita diabetes. Dan harus juga dibarengi olahraga teratur supaya memperoleh kesehatan yang optimal.

Itulah beberapa anggapan umum yang ternyata keliru dan layak dipandang sebagai mitos diabetes tipe 2. Kini setelah memahami sederet penjelasan mengenai diabetes di atas, Anda seharusnya bisa memastikan bagaimana seharusnya menjalankan hidup yang lebih sehat meski mengidap diabetes.

Anda dapat lebih efektif mengendalikan kadar glukosa jika pola hidup sehat dibarengi dengan konsumsi herbal yang terbukti mampu membantu pengobatan diabetes. Bagi Anda yang ingin mencari tahu herbal tepat sebagai pendamping, kami mengajak Anda untuk membaca artikel: Noni Juice—Obat Diabetes Alami Kalahkan Diabetes Mulai Bulan Pertama!

Advertisement
Alinesia