Test Gula Darah: Mengapa Penting?

407

Diedit:

Berbeda dengan jenis penyakit lain dimana seluruh langkah pengawasan dan perawatan berada di tangan tenaga medis profesional, maka penyakit diabetes memang akan sangat mengharuskan pasien terlibat langsung dalam proses pengawasan. Termasuk di dalamnya pemantauan perkembangan kadar gula darah melalui test gula darah yang rutin.

Bagi penderita diabetes, sekadar menjalankan test gula darah konvensional melalui laboratorium dianggap tak cukup efektif untuk mengawasi perkembangan kondisi pasien. Untuk itulah kemudian di kenal model test gula darah seketika dengan perangkat khusus pengukur gula darah instant yang memudahkan Anda untuk mengukur kadar gula darah Anda kapanpun dengan cara sederhana dan praktis, bahkan bisa dengan mudah dilakukan oleh seorang yang awam.

Cara test gula darah seketika ini juga sangat sederhana. Anda hanya akan diminta meneteskan 1 -2 darah pada sebuah strip yang sudah ditentukan. Anda bisa membuat luka tusukan kecil untuk membuat darah menetes keluar. Strip ini akan dimasukan dalam slot pada alat ukur. Dan dalam hitungan detik, alat ukur ini akan mengeluarkan data kadar gula darah dalam darah Anda.

Seberapa Penting Test Gula Darah Seketika Dilakukan?

Sebagaimana sudah dikatakan sebelumnya, secara medis sudah lama dikenal sistem pengecekan gula darah secara konvensional bernama A1C test. Test ini dilakukan dengan melakukan penyulingan darah untuk mengambil komponen glycosylated hemoglobin. Dan melakukan perhitungan kadar glukosa murni dalam komponen ini. Hasil perhitungan ini akan menjadi gambaran kondisi glukosa atau gula darah Anda dalam 3 bulan terakhir.

Test gula darah ini sangat penting bagi pengidap diabetes, karena data dari test ini dianggap sebagai gambaran akurat bagaimana kondisi diabetes seseorang selama 3 bulan dan dapat menjadi acuan pengobatan berikutnya.

Hanya saja banyak pakar diabetes menganggap test 3 bulan sekali ini tak akan cukup memenuhi kebutuhan informasi akan kondisi kadar gula darah terkini. Banyak pasien membutuhkan informasi ini bahkan lebih dari 1 kali dalam sepekan atau malah lebih dari 1 kali dalam 1 hari.

Menurut Linda Dale, RN, BA, CDE, melakukan pengawasan terhadap kadar gula darah secara kontinyu akan memandu Anda melakukan manajemen diabetes dengan lebih baik. Beliau adalah spesialis perawatan klinis unit program Edukasi Diabetes dari the University of Michigan Comprehensive Diabetes Center di Ann Arbor, Michigan.

Baca juga:  Hati-Hati, Banyak Orang Tidak Sadar dengan 5 Gejala Awal Diabetes Ini!

Masih menurut Linda, seorang dengan diabetes harus mengenal baik bagaimana mengendalikan (manajemen) diabetes. Manajemen ini melibatkan pola makan, gaya hidup, pengobatan, dan terapi untuk perawatan penderita diabetes.

Ada saat perawatan ini perlu diperketat ketika kondisi kadar gula darah tengah tinggi, sedangkan di sisi lain pasien bisa melonggarkan terapi mereka di saat kadar gula darah dalam kondisi normal. Namun ada saat justru mereka perlu melepas kontrol cukup longgar ketika pasien mengalami hipoglikemia.

Kadang akibat diet dan pengobatan yang ketat, pasien justru mengalami hipoglikemia atau turunnya kadar gula darah dalam darah. Kondisi ini bisa cukup berbahaya karena bagaimanapun tubuh membutuhkan gula untuk menopang tubuhnya. Tanpa gula atau kekurangan gula bisa menyebabkan tubuh kehabisan energi, bahkan meski dalam kasus yang tidak tinggi hipoglikemia bisa menyebabkan kematian.

Bila Anda tidak melakukan pengawasan akan kadar gula darah dengan kontinyu maka Anda tidak akan tau kapan kondisi kadar gula darah Anda sedang tinggi, normal atau malah rendah. Dan tidak akan tau kapan Anda harus meningkatkan atau menurunkan intensitas terapi dan diet Anda.

Seberapa Sering Test Gula Darah Dilakukan?

Dalam banyak informasi mengenai gula darah, dikatakan tidak ada patokan resmi kapan dan seberapa banyak test gula darah perlu dilakukan. Karena semua sangat bergantung pada kondisi dari setiap pasien.

Om Ganda, MD, Pakar senior dari Joslin Diabetes Center, Boston dan anggota dari Associate Clinical Professor, Medicine Harvard Medical School, mengatakan pada banyak kasus diabetes tipe 1 pasien akan disarankan melakukan test gula darah hingga lebih dari 5 kali sehari. Ini adalah kebutuhan dari pasien diabetes tipe 1 yang memang tidak bisa memproduksi insulin atau sama sekali tidak bisa mengontrol kondisi gula darah mereka.

Sedang untuk pasien diabetes tipe 2, pasien akan disarankan menjalankan test gula darah seketika setiap 1 – 2 kali untuk tiap hari. Pada skala ringan pasien bisa hanya diminta menjalankan test gula darah setiap 2 -3 hari sekali.

Baca juga:  Manfaat Buah Noni sebagai Obat Diabetes Alami

Untuk melakukan test gula darah seketika akan lebih efektif kalau dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur ketika perut masih kosong. Data dari hasil test pagi bisa menjadi acuan untuk mengatur pola makan Anda sehari penuh.

Sedang menurut Deb Bjorsness, R.D., CDE pakar diabetes dari Montana University secara detil mengatakan test biasanya disarankan dilakukan di antara 5 waktu yakni, setelah bangun tidur, sebelum makan siang, setelah makan siang, petang sebelum makan malam dan malam hari.

Namun beberapa pakar lain menyarankan untuk melakukannya pula ketika Anda sebelum dan setelah menjalankan olahraga. Kadang olahraga berlebihan pada penderita diabetes dengan perawatan intensif malah akan menyebabkan kondisi hipoglikemia.

Anda juga disarankan untuk melakukan test gula darah dengan lebih intensif ketika Anda melakukan perubahan dalam aktivitas atau asupan Anda. Begitu Anda memutuskan menjalankan satu metode diet, mengkonsumsi herbal tertentu atau menjalankan metode olahraga baru.

Pada dasarnya, test gula darah ditujukan untuk menentukan formula terapi dan diet apa yang paling tepat untuk mempertahankan kadar gula darah Anda tetap normal. Komposisi dan perbandingan seperti apa yang perlu Anda pertahankan dengan terapi Anda, supaya Anda tidak mengalami hiperglikemia atau hipoglikemia.

Apakah Test Gula Darah Seketika Akurat?

Dalam beberapa jurnal yang diterbitkan oleh National Institutes of Health pada tahun 2004, 2005 dan 2007 dikemukakan hasil riset yang menyatakan bahwa hasil test yang digunakan dalam beberapa jenis alat pengukur kadar gula darah instant dinyatakan bisa diandalkan. Tingkat eror yang mungkin muncul hanya berkisar antara 5% – 16%.

Meski masih berada di bawah akurasi data dari A1C test, test gula darah konvensional , tetapi data yang dihasilkan oleh test gula darah seketika tetap cukup efektif membantu memantau kondisi terkini gula darah Anda dan melakukan manajemen diabetes dengan lebih efektif.

Advertisement
Alinesia