Diabetes Tipe 1.5, yang Sering Salah Dikira Diabetes Tipe 2


By Cindy Wijaya

Kebanyakan dari kita sudah tahu bahwa ada dua tipe utama diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1, antibodi dari sistem kekebalan Anda sendiri menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin. Penyakit ini muncul secara tiba-tiba dan biasanya didiagnosis pada anak-anak. Sedangkan diabetes tipe 2 paling sering berkembang pada orang dewasa sebagai akibat dari resistensi insulin, bukan masalah pada produksi insulin.

Pada kenyataannya, diabetes jauh lebih rumit, dan dapat dikategorikan dalam berbagai tipe yang lain, salah satunya adalah diabetes tipe 1.5. Jenis diabetes ini memiliki gejala-gejala yang menyerupai diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Diperkirakan 10 persen dari para penderita diabetes memiliki jenis diabetes ini. Diabetes tipe 1,5 dapat dengan mudah—dan sering—salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Jika Anda memiliki berat badan dalam kisaran normal, menjalani gaya hidup aktif, dan telah didiagnosis diabetes tipe 2, ada kemungkinan bahwa yang sebenarnya Anda derita adalah diabetes tipe 1,5.

Apa Itu Diabetes Tipe 1.5?

Seperti diabetes tipe 1, tipe 1.5 memiliki faktor autoimun, yang berarti antibodi dari sistem kekebalan Anda secara keliru menghancurkan sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk mengeluarkan gula darah (glukosa) dari aliran darah dan masuk ke dalam sel. Tanpa itu, glukosa terakumulasi dalam darah, yang menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.

Tidak seperti tipe 1, tipe 1.5 tidak harus segera diobati dengan insulin, dan umumnya didiagnosis pada orang dewasa, bukan pada anak-anak. Ini membuatnya lebih mirip tipe 2, misalnya dalam hal perkembangannya jauh lebih bertahap daripada tipe 1.

Sementara diabetes tipe 1 terutama merupakan masalah produksi insulin dan tipe 2 merupakan masalah resistensi insulin, diabetes tipe 1.5 tampaknya mencakup kedua masalah tersebut. Diabetes tipe 1.5 adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pasien yang mengalami penurunan produksi insulin karena penurunan fungsi sel beta pankreas.

Pasien dengan diabetes tipe 1,5 mampu memproduksi sejumlah insulin, tetapi tidak dalam jumlah cukup, dan seiring waktu mereka mungkin akan tidak menghasilkan insulin sama sekali.

Untuk lebih jelasnya, tipe 1.5 bukanlah istilah medis dan beberapa pakar kesehatan keberatan dengan penggunaannya. Istilah ini sebenarnya merujuk pada penyakit yang disebut diabetes autoimun laten pada orang dewasa, atau latent autoimmune diabetes in adults (disingkat LADA).

Apa Penyebab Diabetes Tipe 1.5?

Untuk memahami apa yang menyebabkan diabetes tipe 1,5, ada baiknya untuk memahami perbedaan antara tipe-tipe diabetes utama lainnya.

Diabetes tipe 1 dianggap sebagai kondisi autoimun karena akibat dari tubuh yang menghancurkan sel beta pankreas. Sel-sel inilah yang membantu tubuh Anda membuat insulin, hormon yang memungkinkan Anda menyimpan glukosa dalam tubuh. Penderita diabetes tipe 1 perlu menginjeksi insulin ke dalam tubuh mereka untuk bertahan hidup.

Diabetes tipe 2 terutama ditandai oleh tubuh yang menolak efek insulin. Resistensi insulin ini disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, seperti pola makan tinggi karbohidrat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas. Diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dengan penyesuaian gaya hidup dan pengobatan oral, tetapi banyak juga yang membutuhkan injeksi insulin untuk menjaga glukosa mereka tetap terkontrol.

Diabetes tipe 1.5 dapat dipicu oleh kerusakan yang terjadi pada pankreas dari antibodi terhadap sel-sel penghasil insulin. Faktor genetik juga mungkin terlibat, misalnya memiliki riwayat keluarga penderita gangguan autoimun.

Apabila pankreas menjadi rusak pada diabetes tipe 1,5, maka tubuh menghancurkan sel beta pankreas, mirip seperti pada tipe 1. Apabila penderita diabetes tipe 1,5 juga mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin mungkin juga terjadi.

Bagaimana Ciri-Ciri Diabetes Tipe 1.5?

Biasanya tidak ada ciri-ciri diabetes tipe 1.5 yang terlihat pada awal perkembangannya. Itu karena sel-sel beta dihancurkan secara sangat bertahap, sehingga kehidupan tampaknya berlanjut seperti biasa. Orang dewasa yang didiangosis diabetes autoimun biasanya baru mengalami gejala-gejala ketika sel-sel beta mereka sudah turun menjadi sekitar 10% dari jumlah normal sel beta.

Setelah gejala-gejala diabetes tipe 1.5 muncul, mereka mirip dengan jenis-jenis diabetes lainnya. Antara lain:

  • Sering merasa haus
  • Lebih sering buang air kecil, termasuk di malam hari
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Saraf-saraf kesemutan

Apabila tidak diobati, diabetes tipe 1,5 dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik, yaitu suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai bahan bakar karena tidak adanya insulin sehingga mulai membakar lemak. Hal ini menghasilkan keton, yang beracun bagi tubuh.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Diabetes Tipe 1.5?

Diabetes tipe 1,5 terjadi pada usia dewasa, itulah sebabnya sering disalahartikan sebagai diabetes tipe 2. Kebanyakan penderita diabetes tipe ini berusia di atas 40 tahun, dan beberapa dapat mengembangkan kondisi ini bahkan di usia 70-an atau 80-an.

Proses sampai dokter menetapkan diagnosis LADA, istilah medis untuk diabetes tipe ini, biasanya memakan waktu. Seringkali, dokter mungkin berasumsi bahwa pasiennya menderita diabetes tipe 2 karena berkembang di usia sudah dewasa.

Dan perawatan diabetes tipe 2, seperti metformin, dapat bekerja untuk mengendalikan gejala-gejala diabetes tipe 1.5 sampai akhirnya pankreas berhenti membuat insulin. Itulah titik dimana banyak dokter mendapati bahwa pasiennya selama ini mengidap LADA, bukan diabetes tipe 2.

Biasanya perkembangan kebutuhan insulin jauh lebih cepat dibandingkan dengan diabetes tipe 2, dan memiliki respons yang buruk terhadap obat untuk menurunkan kadar glukosa.

Orang yang memiliki diabetes tipe 1,5 cenderung memenuhi kriteria berikut ini:

  • Mereka tidak gemuk.
  • Mereka berusia di atas 30 tahun pada saat didiagnosis.
  • Mereka tidak mampu mengendalikan gejala-gejala diabetes mereka dengan obat-obatan oral atau dengan penyesuaian gaya hidup dan pola makan.

Dokter akan melakukan tes atau pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes pada umumnya, meliputi:

  • Tes glukosa plasma puasa, dilakukan pada pengambilan darah setelah Anda berpuasa delapan jam.
  • Tes toleransi glukosa oral, dilakukan pada pengambilan darah setelah Anda berpuasa selama delapan jam, dua jam setelah Anda mengonsumsi minuman tinggi glukosa.
  • Tes glukosa plasma acak, dilakukan pada pengambilan darah yang menguji glukosa Anda tanpa memperhitungkan kapan terakhir kali Anda makan.

Darah Anda juga dapat diuji untuk antibodi spesifik yang ada apabila jenis diabetes yang Anda alami disebabkan oleh reaksi autoimun dalam tubuh.

Bagaimana Pengobatan Diabetes Tipe 1.5?

Diabetes tipe 1,5 diakibatkan oleh tubuh Anda yang tidak memproduksi cukup insulin. Tetapi karena kemunculannya bertahap, pengobatan oral yang mengobati diabetes tipe 2 dapat membantu, setidaknya pada awalnya, untuk mengobati kondisi ini.

Orang yang memiliki diabetes tipe 1,5 juga dapat dites positif setidaknya satu antibodi yang cenderung dimiliki oleh penderita diabetes tipe 1. Saat tubuh Anda memperlambat produksi insulin, Anda akan membutuhkan insulin sebagai bagian dari perawatan. Penderita LADA sering membutuhkan insulin dalam waktu lima tahun setelah didiagnosis.

Pengobatan insulin adalah metode pengobatan pilihan untuk diabetes tipe 1,5. Ada banyak jenis insulin dan rejimen insulin. Dosis insulin yang Anda butuhkan dapat bervariasi setiap hari, jadi sangat penting untuk sering memantau kadar glukosa Anda melalui tes gula darah.

Ilustrasi Diabetes Tipe 1.5
Harus Sering Memantau Kadar Gula Darah (Credit Photo: Montri Thipsorn /Shutterstock)

Harapan hidup penderita LADA sama dengan penderita diabetes tipe lain. Gula darah yang lebih tinggi selama jangka waktu yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi diabetes, seperti penyakit ginjal, masalah kardiovaskular, penyakit mata, dan neuropati, yang dapat memengaruhi harapan hidup. Tetapi dengan kontrol gula darah yang baik, banyak dari komplikasi itu dapat dicegah.

Perkembangan dalam perawatan diabetes yang semakin baik memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi para penderita diabetes. Bahkan bukan tidak mungkin untuk hidup normal.

Beberapa pakar kesehatan berpendapat bahwa pengobatna insulin sejak awal diagnosis dapat membantu menjaga fungsi sel beta. Jika itu benar, maka penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat sesegera mungkin.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang diabetes pengertian, penyebab, ciri-ciri, dan pengobatan tipe 1.5. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dan keluarga untuk lebih waspada dengan masalah kesehatan. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Health. Type 1.5 Diabetes Is a Controversial Diagnosis—Here’s What to Know. https://www.health.com/condition/endocrine-conditions/type-1-5-diabetes

Healthline. What You Need to Know About Type 1.5 Diabetes. https://www.healthline.com/health/type-1-5-diabetes

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>