Gejala Gangguan Kecemasan


By Cindy Wijaya

Depresi, kecemasan, panik, trauma—ini adalah bagian-bagian dari gangguan kecemasan. Apakah Anda pernah begitu cemas dan takutnya sampai-sampai tidak sanggup menjalankan aktivitas seperti biasa? Atau Anda pernah mengalami serangan panik? Artikel ini akan membantu Anda mengenali gejala-gejala gangguan kecemasan dalam diri Anda ataupun anggota keluarga.

Kecemasan merupakan perasaan tidak aman karena takut atau khawatir. Sesekali merasa cemas memang wajar, misalnya ketika Anda dipanggil bos karena membuat kesalahan. Tetapi setelah masalahnya beres, perasaan cemas akan menghilang. Namun bagaimana dengan orang yang menderita gangguan kecemasan?

Penderita gangguan kecemasan akan mengalami kecemasan yang berlarut-larut yang bahkan setelah tidak ada lagi masalah yang harus dicemaskan. Penting untuk mengenali gejala gangguan kecemasan, apalagi jika penderitanya adalah anggota keluarga atau sahabat yang Anda kasihi.

Salah satu gejala gangguan kecemasan ialah serangan panik—suatu periode saat dimana seseorang merasa amat ketakutan atau terkena malapetaka yang terjadi dalam jangka waktu singkat—sekitar 10 menit—dan dikaitkan dengan setidaknya 4 gejala dari gejala-gejala berikut ini:

  • Tiba-tiba merasa takut yang luar biasa
  • Jantung berdebar-debar
  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Sesak napas
  • Leher seperti tercekik
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Pusing
  • Perasaan terpisah dari dunia sekitar
  • Takut mati
  • Mati rasa atau kesemutan pada kaki atau seluruh tubuh
  • Menggigil atau hot flush

Serangan panik dan gangguan panik adalah dua hal yang berbeda. Gangguan panik membuat seseorang berulang kali mengalami serangan panik disertai ketakutan yang terus-menerus akan mengalami serangan panik di masa mendatang, dan seringkali menghindari situasi apapun yang memicu atau mengingatkannya terhadap serangan panik sebelumnya.

Sedangkan gejala gangguan kecemasan umum—yang tidak ada kaitannya dengan serangan panik maupun jenis gangguan kecemasan lainnya—biasanya terjadi selama periode sekurang-kurangnya 6 bulan. Berikut adalah gejala-gejala umumnya:

  • Kegelisahan
  • Kelelahan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gampang marah atau kemarahan yang meledak-ledak
  • Otot-otot tegang
  • Gangguan tidur
  • Perubahan kepribadian, misalnya menjadi suka menyendiri
Baca Juga:  Kecemasan: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kemudian adapula yang mengalami gangguan kecemasan akibat gangguan obsesif-kompulsif. Mereka yang menderita ini seringkali terobsesi dengan suatu hal sampai-sampai akan merasa amat tidak nyaman bila obsesinya tidak terpenuhi. Misalnya, seseorang yang terobsesi dengan kebersihan bisa jadi akan terus berulang-kali mencuci tangan khawatir akan kuman yang menempel. Jika tidak melakukannya, hatinya tidak akan merasa tenteram.

Ada juga gangguan stres paskatrauma yang membuat seseorang mengalami gejala gangguan kecemasan setelah mengalami peristiwa traumatis, misalnya kecelakaan atau musibah lainnya. Para penderitanya mungkin mudah terkejut, gampang emosi, berhati dingin, sulit akrab dengan orang lain, serta kehilangan minat akan sesuatu yang tadinya disukai. Adapun yang menjadi kasar, agresif, dan sebisa mungkin menghindari segala hal yang mengingatkannya dengan peristiwa traumatis.

Apabila Anda menduga ada anggota keluarga atau sahabat yang mengalami gejala gangguan kecemasan, bantulah dia dengan tulus dengan mendukung dan menghiburnya. Jika keadaannya memungkinkan, mintalah bantuan dokter atau profesional medis lain untuk mendiagnosis gangguan ini dan carilah penanganan terbaik baginya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}