Serangan Panik, Pahami & Sembuhkan Ketakutan Anda

174
serangan panik, panic attack
Serangan Panik (Credit: PeopleImages / iStock)

Diedit:

Pernahkah Anda tiba-tiba mengalami rasa cemas dan takut yang luar biasa? Jika pernah, maka kira-kira seperti itulah gejala serangan panik; jantung berdetak kencang, sesak napas, dan merasa seperti akan mati atau akan gila. Jika dibiarkan, itu dapat berkembang jadi gangguan panik dan masalah lain yang dampaknya lebih parah. Pahami di sini penyebab dan cara mengatasi serangan panik.

Ya, serangan panik bisa disembuhkan. Semakin cepat Anda mendapat bantuan, semakin baik. Dengan cara mengatasi dan perawatan yang tepat, Anda dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gejala panik, memulihkan kepercayaan diri, dan kembali pegang kendali atas kehidupan Anda.

Apa Itu Serangan Panik?

Serangan panik (panic attack) adalah perasaan takut luar biasa yang dicirikan dengan kemunculannya yang tidak diduga-duga serta melemahkan dan melumpuhkan. Panic attack biasanya muncul tiba-tiba, tanpa tanda-tanda, dan kadang tanpa pemicu yang jelas. Mereka bahkan dapat terjadi ketika Anda sedang santai atau tidur.

Panic attack dapat terjadi satu kali, tetapi lebih sering terjadi berulang-ulang. Serangan panik yang berulang seringnya dipicu oleh situasi tertentu, misalnya ketika menyeberangi jembatan atau berbicara di depan umum. Terutama jika situasi itu sebelumnya juga menyebabkan gejala serangan panik.

Biasanya situasi yang menjadi penyebab serangan panik adalah situasi dimana Anda merasa terancam dan tidak dapat melarikan diri, sehingga memicu respons tubuh untuk fight-or-flight (lawan atau lari).

Anda bisa saja mengalami satu atau beberapa serangan panik, padahal sangat sehat dan bahagia. Atau serangan panik itu terjadi sebagai gejala dari gangguan lain, seperti gangguan panik, fobia sosial, atau depresi.

Apapun penyebab serangan panik, ingatlah bahwa ini bisa diatasi. Ada berbagai cara yang dapat diupayakan untuk mengatasi gejala serangan panik, dan bahkan dapat menyembuhkannya.

Serangan Panik & Gangguan Panik

Apabila seseorang sering mengalami panic attack di waktu yang tidak terduga dan tanpa pemicu yang jelas, kemungkinan ia akan didiagnosis mengalami panic disorder (gangguan panik) oleh dokter. Seseorang yang mengalami panic disorder mungkin akan memiliki masa-masa dimana tidak ada atau hanya sedikit panic attack, namun ada juga masa-masa dimana ia mengalami banyak serangan.

Pengalaman Paula, Salah Seorang Penderita

Paula pertama kali mengalami serangan panik di kantornya ketika sedang menyiapkan presentasi penting. Tiba-tiba dia merasakan ketakutan yang luar biasa. Lalu ruang kantornya terasa berputar dan dia merasa ingin muntah.

Seluruh tubuhnya gemetar, dia tidak bisa bernapas, dan jantungnya berdebar kencang. Dia mencengkeram mejanya sampai akhirnya serangan itu berlalu. Namun pengalaman itu membuatnya sangat terguncang.

Kemudian Paula mengalami serangan yang kedua tiga minggu kemudian, dan sejak saat itu, serangan-serangannya semakin sering terjadi. Dia tidak pernah tahu kapan atau dimana dia akan mengalaminya, jadi dia khawatir akan mengalaminya saat berada di tempat umum.

Baca juga:  Obat Anti Cemas Alami: Herbal Noni

Akibatnya, Paula hanya tinggal di rumah saja setelah pulang kerja. Dia tidak mau pergi bersama teman-temannya. Dia juga tidak mau naik lift ke lantai 12 kantornya karena takut serangannya muncul sewaktu di dalam lift.

Seperti Apa Gejala Serangan Panik?

Gejala-gejala dari panic attack muncul secara tiba-tiba dan biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 10 menit. Mereka jarang sekali berlangsung lebih dari 1 jam, dan sebagian besar akan hilang dalam 20 – 30 menit.

Serangan itu dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Anda mungkin mengalaminya saat berbelanja di toko, berjalan kaki, mengendarai mobil, atau bahkan saat duduk di sofa rumah. Berikut adalah sejumlah gejala umum dari serangan panik.

  • Jantung berdetak atau berdebar kencang
  • Merasa akan pingsan, kepala pusing atau terasa ringan
  • Merasa sangat panas atau sangat dingin
  • Berkeringat, bergetar atau gemetar
  • Mual (tidak enak badan)
  • Sakit di dada atau perut
  • Sesak napas atau merasa seperti tersedak
  • Kaki terasa gemetar atau lemas
  • Merasa “terpisah” dengan pikiran, tubuh, atau lingkungan sekitar

Gejala-Gejala saat Mengalami Serangan Panik

  • Merasa akan kehilangan kontrol atau menjadi gila
  • Merasa akan pingsan
  • Merasa seperti terkena serangan jantung
  • Merasa akan mati

Karena pernah mengalami serangan ini, Anda bisa saja merasa takut untuk pergi keluar sendirian atau ke tempat umum. Anda khawatir akan mengalami serangan ini saat berada di depan orang banyak. Jika ketakutan semacam itu menjadi sangat hebat, itu sudah menjadi masalah lain yang dinamakan “agorafobia”.

Panic attack dapat terjadi di siang maupun malam hari. Beberapa orang pernah sekali mengalaminya lalu tidak pernah lagi, yang lain lagi sering mengalaminya, dan ada juga yang mengalami beberapa serangan sekaligus dalam waktu berdekatan.

Anda mungkin memperhatikan bahwa tempat, situasi, atau aktivitas tertentu tampaknya memicu serangan Anda. Contohnya, serangan mungkin terjadi ketika Anda akan menghadiri pertemuan yang penting.

Serangan Panik Dapat Menyerupai Serangan Jantung

Sebagian besar dari gejala panic attack adalah gejala fisik, dan mereka biasanya sangat parah sehingga Anda mungkin mengira itu serangan jantung. Bahkan, banyak penderita gejala gangguan panik berkali-kali ke dokter dan rumah sakit karena takut mengalami penyakit jantung.

Sering kali penyebab dari gejala-gejala medis seperti nyeri dada, detak jantung meningkat, dan sesak napas adalah gejala gangguan panik. Meski begitu, Anda tetap perlu periksa ke dokter ketika mengalami gejala menyerupai serangan jantung untuk mengantisipasinya.

Apa yang Menjadi Penyebab Serangan Panik?

Walaupun penyebab pasti dari serangan panik masih belum diketahui, namun saat ini telah ditemukan bahwa serangan ini cenderung menurun dalam keluarga. Tampaknya juga ada kaitan antara peralihan dan perubahan besar dalam kehidupan dengan serangan ini.

Baca juga:  Trauma Psikologis, Reaksi Normal atas Peristiwa Abnormal

Contoh peralihan dan perubahan besar tersebut yaitu lulus kuliah dan memasuki dunia kerja, menikah, atau memiliki bayi. Stres berat, misalnya akibat kematian orang yang dicintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan juga dapat menjadi penyebab serangan panik.

penyebab serangan panik
Stres Berat Dapat Memicu Serangan Panik (Photo by Trần Toàn on Unsplash)

Gejala-gejala panik juga dapat diakibatkan oleh penyakit medis dan masalah kesehatan lainnya. Jika Anda mengalami gejala-gejala panik, ada baiknya minta bantuan dokter untuk mencari tahu apa kemungkinan penyebabnya.

Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat memicu gejala panik antara lain: prolaps katup mitral (salah satu kelainan katup jantung), hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), efek zat stimulan (seperti amfetamin, kokain, dan kafein), dan efek setelah berhenti mengonsumsi obat tertentu.

Bagaimana Cara Mengatasi Serangan Panik?

Tidak soal seberapa tidak berdaya atau tidak terkendali serangan yang dirasakan, ingatlah bahwa ada banyak cara yang bisa diupayakan untuk mengatasi serangan itu. Berikut adalah sejumlah tips yang terbukti efektif untuk membantu menyembuhkan gejala-gejala panik.

Pahami tentang Gangguan Panik & Gangguan Kecemasan:

Bacalah berbagai penjelasan mengenai gangguan kecemasan, gangguan panik, dan respons fight-or-flight yang dialami ketika serangan terjadi. Anda akan paham bahwa perasaan yang dirasakan ketika panik adalah normal dan Anda tidak akan menjadi gila.

Hindari Rokok, Alkohol, dan Kafein:

Ketiganya dapat memicu serangan pada orang-orang tertentu. Selain itu, berhati-hatilah sebelum mencoba mengonsumsi obat tertentu yang mengandung zat stimulan, seperti pil diet dan obat flu yang tidak menimbulkan rasa kantuk.

Pelajari Terapi Pernapasan:

Lakukanlah teknik bernapas dalam untuk membantu meringankan gejala-gejala panik. Tarik napas dan buang secara perlahan sebanyak 60 kali. Lakukan itu ketika mulai merasa gelisah.

Bergaul dengan Keluarga & Teman:

Gejala-gejala panik dan kecemasan bisa memburuk jika Anda menyendiri, jadi berupayalah terus bergaul bersama orang-orang yang peduli. Jika saat ini Anda tidak punya teman, cobalah mulai berkenalan dengan orang-orang baru dan bertemanlah dengan mereka.

Olahraga Teratur:

Olahraga adalah obat stres alami, jadi lakukanlah setidaknya 30 menit selama beberapa hari dalam seminggu. Olahraga yang paling baik untuk mengatasi gangguan panik adalah aerobik seperti olahraga jalan, lari, renang, atau dance.

Cukupi Kebutuhan Tidur:

Kurang tidur akan membuat Anda merasa lebih gelisah, jadi upayakan untuk tidur malam selama 7 – 9 jam setiap hari. Bila Anda susah tidur, cobalah lakukan kegiatan yang menenangkan sebelum tidur. Misalnya mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik yang nadanya lembut.

cara mengatasi serangan panik
Istirahat yang Cukup Dapat Meringankan Serangan (Credit: Hero Images / Getty Images)

Segera Temui Dokter Jika Serangan Panik . . .

  • Sangat memenrauhi kehidupan, pekerjaan, hubungan, atau kepercayaan diri Anda
  • Membuat Anda berpikir untuk bunuh diri
  • Ada kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius (seperti serangan jantung)

Ayo Berjuang Hadapi Serangan Panik!

Panic attack sering kali tidak bisa diprediksi, terutama jika tidak ada penyebab yang jelas dari serangan panik yang Anda alami. Kemunculannya yang tidak diduga-duga merupakan hal terburuk dari serangan ini, dan dapat mengakibatkan ketakutan dan kecemasan tersendiri.

Walaupun gejala serangan panik bisa sangat melelahkan dan melumpuhkan, namun Anda bisa mengendalikan dan meminimalkannya. Bahkan dengan cara mengatasi yang tepat, mungkin ditambah perawatan medis, Anda bisa dibantu untuk sembuh dari serangan panik. Bila perlu, mintalah bantuan dokter untuk mencari tahu cara terbaik untuk mengatasi gejala-gejala Anda.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang serangan panik. Semoga informasi ini dapat membantu Anda lebih paham tentang salah satu gejala kecemasan ini. Temukan juga informasi menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi Serangan Panik:

Mind. Anxiety and Panic Attacks. URL: https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/anxiety-and-panic-attacks/panic-attacks/. Accessed: 2019-04-08

HelpGuide. Panic Attacks and Panic Disorder. URL: https://www.helpguide.org/articles/anxiety/panic-attacks-and-panic-disorders.htm. Accessed: 2019-04-08