Bahaya Kanker Serviks & Komplikasi yang Dapat Terjadi

130
bahaya komplikasi akibat kanker serviks
Bahaya Komplikasi Kanker Serviks (Credit: polkadot_photo / Shutterstock)

Diedit:

Bahaya komplikasi dari kanker serviks dapat muncul dari efek samping pengobatan maupun dari kanker yang sudah stadium lanjut. Dampak atau akibat dari kanker serviks pada wanita bisa jadi ringan, seperti pendarahan ringan dari vagina, hingga ke taraf yang berbahaya, seperti gagal ginjal.

Artikel ini akan membantu Anda untuk lebih memahami tentang efek apa saja yang mungkin akan timbul seraya menghadapi kanker serviks. Dan disertai juga informasi mengenai cara atau perawatan yang biasanya direkomendasikan dokter untuk mengatasi efek tersebut.

Bahaya Kanker Serviks dari Efek Samping Pengobatan


Menopause Dini

Jika ovarium (indung telur) sudah diangkat atau menjadi rusak akibat pengobatan radioterapi, maka Anda akan mengalami menopause dini (jika belum menopause). Namun sebagian besar wanita akan mengalami menopause secara alami begitu mereka memasuki usia 50-an. Gejala-gejala menopause antara lain:

  • Tidak lagi menstruasi atau menstruasi jadi semakin tidak teratur
  • Hot flush atau perasaan kepanasan
  • Vagina menjadi kering
  • Hilang gairah seksual
  • Perubahan mood
  • Urin keluar saat batuk atau bersin
  • Berkeringat di malam hari
  • Penipisan tulang yang bisa memicu osteoporosis

Gejala-gejala tersebut dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat untuk merangsang produksi hormon estrogen dan progesteron. Pengobatan dengan konsumsi obat itu disebut sebagai terapi penggantian hormon.

Penyempitan Vagina

Radioterapi untuk kanker serviks sering kali bisa menimbulkan bahaya komplikasi berupa penyempitan pada vagina, sehingga membuat hubungan seks terasa sulit atau menyakitkan. Ada dua pengobatan utama untuk mengatasi akibat dari radioterapi kanker serviks pada wanita ini.

Pertama, dengan mengoleskan krim hormon ke vagina. Tujuannya untuk meningkatkan kelembapan di dalam vagina agar hubungan seks lebih mudah. Kedua, menggunakan dilator vagina, kadang juga disebut vaginal trainer. Bentuknya seperti tampon plastik dan tersedia dalam berbagai ukuran. Dilator dirancang untuk membantu meregangkan vagina dan membuatnya lebih kenyal.

Limfedema

Akibat kanker serviks pada wanita, kadang kelenjar getah bening di panggul harus diangkat. Dan kadang-kadang akibatnya dapat mengganggu fungsi normal dari sistem getah bening tubuh. Salah satu fungsinya yaitu untuk menguras kelebihan cairan dari dalam jaringan tubuh.

Gangguan pada fungsi itu dapat memicu penumpukan cairan di jaringan tubuh, kondisi yang disebut limfedema. Hal ini bisa mengakibatkan pembengkakan pada bagian-bagian tubuh tertentu—biasanya di kaki, pada kasus kanker serviks.

Untuk mengatasinya, ada beberapa jenis olahraga dan teknik pijat untuk mengurangi pembengkakan. Anda juga dapat mengenakan perban dan pakaian kompresi yang dirancang khusus untuk mengatasi pembengkakan akibat penumpukan cairan.

Dampak Emosional

Dampak emosional dari kanker serviks dapat menjadi sangat besar. Banyak orang menyebutnya sebagai efek “rollercoaster”. Contohnya, Anda mungkin merasa sedih waktu menerima diagnosis kanker, tapi bisa merasa senang ketika kanker telah dioperasi. Lalu Anda dapat merasa sedih lagi saat menghadapi berbagai komplikasi atau efek setelah perawatan kanker serviks.

Baca juga:  Penggunaan IUD Ternyata Menurunkan Risiko Kanker Serviks
Efek Perawatan Dapat Menimbulkan Depresi (Credit: Sasa Prudkov / Shutterstock)

Gangguan emosional semacam itu kadang dapat mengarah pada depresi. Tanda-tanda depresi yang terutama yaitu perasaan sedih, tak berdaya, dan kehilangan minat pada hal-hal yang dulunya disukai.

Beritahukan pada dokter yang menangani jika Anda mengalami tanda-tanda depresi. Terdapat beragam jenis pengobatan untuk depresi, termasuk obat anti-depresi dan terapi bicara seperti terapi perilaku kognitif.

Bahaya Komplikasi Kanker Serviks dari Kanker Stadium Lanjut


Rasa Sakit

Apabila kanker serviks telah menyebar ke ujung-ujung saraf, tulang, atau otot, itu bisa menimbulkan bahaya komplikasi berupa rasa sakit yang parah. Rasa sakit yang sedemikian parah biasanya harus dikendalikan dengan obat painkiller.

Obat-obatan painkiller yang mungkin diresepkan dokter bisa berupa parasetamol hingga obat inflamasi non-steroid, misalnya ibuprofen, sampai ke painkiller yang lebih kuat dan berbahan opium, seperti kodein dan morfin.

Beritahukan pada dokter jika painkiller yang diresepkannya tidak cukup mempan meredakan rasa sakit yang Anda alami. Mungkin Anda membutuhkan obat yang lebih kuat. Perawatan radioterapi singkat juga dapat membantu mengendalikan rasa sakit.

Gagal Ginjal

Pada sejumlah kasus kanker serviks stadium lanjut, tumornya dapat menyebabkan penumpukan urin di dalam ginjal (hidronefrosis). Kondisi itu bisa mengarah pada hilangnya sebagian besar atau seluruh fungsi ginjal—kondisi yang disebut gagal ginjal.

Ini adalah salah satu bahaya komplikasi kanker serviks yang paling serius. Gejala-gejala dari gagal ginjal antara lain:

  • Kelelahan
  • Pergelangan kaki, kaki, atau tangan membengkak akibat penumpukan cairan
  • Sesak napas
  • Mual atau tidak enak badan
  • Urin mengandung darah (hematuria)

Pilihan pengobatan untuk mengatasi dampak kanker serviks ini biasanya mencakup proses mengeluarkan urin dari ginjal menggunakan tabung yang dimasukkan melalui kulit dan ke dalam kedua ginjal. Atau dengan memperluas ureter dengan memasukkan tabung logam kecil yang disebut stent ke dalamnya.

Gumpalan Darah

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker serviks bisa membuat darah lebih “lengket” dan lebih gampang menggumpal. Istirahat total setelah operasi dan kemoterapi juga dapat memicu terbentuknya gumpalan darah.

Tumor berukuran besar bisa menekan pembuluh vena di panggul. Ini akan memperlambat aliran darah serta menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di kaki. Tanda-tanda dari bahaya komplikasi kanker serviks ini yaitu:

  • Rasa sakit, nyeri, dan bengkak di salah satu kaki (biasanya di betis)
  • Permukaan kulit kaki menjadi hangat dan merah
dampak kanker serviks
Ilustrasi Gumpalan Darah (Credit: GraphicsRF / Shutterstock)

Bahaya utama dari dampak kanker serviks ini ialah jika gumpalan darah naik ke paru-paru kemudian menyumbat aliran darah. Kondisi itu disebut emboli paru dan bisa berakibat fatal.

Baca juga:  Meluruskan Sejumlah Mitos Seputar Kanker Serviks

Gumpalan darah di kaki biasanya ditangani menggunakan kombinasi antara obat pengencer darah, misalnya heparin atau warfarin, serta pemakaian baju/celana kompresi yang dirancang untuk membantu melancarkan aliran darah di anggota-anggota tubuh.

Pendarahan

Jika kanker serviks menyebar ke dalam vagina, usus, atau kandung kemih, itu dapat menyebabkan bahaya kerusakan cukup parah, yang mengakibatkan pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di vagina atau di bagian dubur (rektum). Atau Anda mungkin mengeluarkan darah saat buang air kecil.

Pendarahan ringan sering kali bisa ditangani dengan obat bernama tranexamic acid yang merangsang pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Perawatan radioterapi juga bisa sangat manjur untuk mengendalikan penderarahan akibat kanker serviks pada wanita.

Pendarahan berat dapat sementara ditangani menggunakan kain kasa untuk menahan pendarahan, kemudian dilanjutkan dengan operasi, radioterapi, atau dengan memotong aliran darah ke serviks.

Fistula

Fistula adalah bahaya komplikasi kanker serviks yang jarang namun menyusahkan. Pada kebanyakan kasus, fistula yang terbentuk adalah saluran yang berkembang di antara kandung kemih dan vagina. Kondisi itu bisa mengarah pada keluarnya cairan dari vagina secara terus-menerus. Fistula kadang juga dapat terbentuk di antara vagina dan dubur.

Pada umumnya dibutuhkan operasi untuk mengatasinya, meski sering kali tidak mungkin bagi wanita penderita kanker serviks stadium lanjut akibat keadaan mereka yang terlalu lemah. Pada kasus seperti ini, cara mengatasinya mungkin hanya menggunakan obat, krim, dan losion untuk mengurangi cairan yang keluar dan melindungi vagina serta jaringan di sekitarnya dari kerusakan dan iritasi.

Perawatan Paliatif untuk Menangani Bahaya Komplikasi Kanker Serviks


Apabila dokter tidak sanggup lagi melakukan apapun untuk mengobati kanker, perawatan yang dilakukannya akan berfokus pada pengendalian gejala-gejala dan membantu pasien untuk merasa senyaman mungkin. Ini disebut perawatan paliatif.

Perawatan paliatif juga termasuk pemberian dukungan psikologis, sosial, dan rohani bagi pasien serta keluarga atau orang lain yang merawatnya. Terdapat beberapa pilihan untuk perawatan paliatif pada kanker stadium lanjut. Pasien atau keluarganya dapat memilih apakah akan menjalani perawatan di rumah sakit atau di rumah.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang bahaya komplikasi dari kanker serviks. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda yang sedang berjuang menghadapi kanker maupun bagi Anda yang hanya ingin tahu. Nantikan ulasan menarik lain seputar penyakit kanker dan masalah kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Referensi Bahaya Kanker Serviks

NHS. Cervical Cancer Complications. URL: https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/complications/. Accessed: 2019-04-29