Apa yang Terjadi Saat Tidur?


By Cindy Wijaya

Pernahkah terbesit dalam pikiran Anda apa yang terjadi saat tidur? Apakah tidur hanya sekadar istirahat dengan tambahan mimpi? Tidur sebenarnya merupakan suatu proses yang lebih rumit daripada yang kelihatannya. Ada banyak hal terjadi saat Anda terlelap di malam hari.

Ketika tertidur, Anda berpindah-pindah dari siklus tidur REM ke non-REM. REM singkatan dari Rapid Eye Movement yang memaksudkan gerakan mata cepat. Selama tidur REM, mata bergerak dengan cepat ke berbagai arah. Hal ini tidak terjadi selama tidur non-REM.

Yang paling pertama terjadi ialah tidur non-REM, diikuti oleh periode yang lebih pendek dari tidur REM, kemudian siklus berulang dari tidur non-REM lagi. Mimpi sering kali muncul saat tidur REM.

Apa yang Terjadi Saat Tidur non-REM?

Terdapat 3 fase tidur non-REM. Setiap fase dapat berlangsung dari 5 sampai 15 menit. Anda akan melewati seluruh fase-fase ini sebelum mencapai tidur REM.

  • Fase 1: Mata sudah tertutup, tetapi Anda masih gampang terbangun. Fase ini dapat berlangsung selama 5 sampai 10 menit.
  • Fase 2: Anda memasuki tidur ringan. Detak jantung melambat dan temperatur tubuh menurun. Fase ini mempersiapkan tubuh untuk memasuki tidur lelap.
  • Fase 3: Ini adalah fase tidur lelap. Saat ini sulit membangunkan Anda, dan jika seseorang membangunkan, Anda akan merasa bingung selama beberapa menit. Selama fase tidur lelap non-REM, tubuh memperbaiki dan menumbuhkan kembali jaringan-jaringan, membangun tulang serta otot, dan menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Seraya seseorang semakin tua, ia akan semakin sulit tidur lelap dan lebih sering tidur ringan. Penuaan juga dihubungkan dengan rentang waktu tidur yang lebih pendek, meskipun penelitian menunjukkan bahwa seseorang masih perlu tidur sama banyaknya saat ia masih muda.

Baca Juga:  Kenapa Mimpi Susah Diingat?

Apa yang Terjadi Saat Tidur REM?

Biasanya, tidur REM terjadi dalam 90 menit setelah Anda tertidur. Satu periode pertama dari REM seringkali berlangsung selama 10 menit. Dan setiap Anda memasuki tahap-tahap REM yang berikutnya, periodenya akan semakin lama—periode tahap REM akhir dapat mencapai hingga satu jam.

Anda bisa mendapatkan mimpi yang terasa kuat dan nyata pada tahap ini, ini karena otak lebih aktif saat tidur REM. Dibandingkan orang dewasa, bayi mampu mengalami tahap tidur REM lebih lama—yakni sampai 50 persen dari keseluruhan waktu tidurnya. Sedangkan orang dewasa hanya mampu menghabiskan sekitar 20 persen waktu tidurnya untuk menikmati tidur REM.

Tidur REM menstimulasi bagian-bagian otak yang digunakan untuk mempelajari sesuatu. Hal ini sangat penting untuk perkembangan otak selama masa pertumbuhan, yang mungkin menjelaskan mengapa bayi menghabiskan lebih banyak waktu tidur REM daripada orang dewasa. Seperti fase tidur lelap non-REM, tidur REM dihubungkan dengan peningkatan produksi protein. Tidur REM juga memengaruhi kemampuan Anda untuk mempelajari suatu keterampilan tertentu.

Ternyata, ada banyak hal yang terjadi saat tidur. Bahkan sudah banyak riset yang dilakukan berkenaan dengan tidur dan riset-riset selanjutnya masih akan terus dilaksanakan. Para peneliti tahu bahwa tidur sangat memengaruhi keadaan dan kinerja kita sepanjang hari, sehingga mereka berupaya untuk terus memahami sepenuhnya apa yang terjadi saat tidur.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}