Apa yang Kulit Anda Katakan tentang Kesehatan Tubuh Anda (3)

506
vbhealth.com

Diedit:

Kembali kami akan membahas mengenai kondisi-kondisi kesehatan kulit yang bisa mencerminkan kondisi kesehatan tubuh manusia. Informasi ini adalah lanjutan dari 2 artikel sebelumnya yang juga membahas topik yang sama di bagian pertama dan bagian kedua.

Dan berikut adalah bagian ke tiga dari daftar masalah kesehatan kulit yang berkaitan dengan masalah kesehatan tubuh tersebut antara lain:

Gatal Tanpa Tanda

Kulit kerap merasa gatal, tetapi tidak ada tanda atau ruam yang muncul sama sekali. Kadang rasa gatal seolah datang dari balik kulit sehingga sulit sekali memuaskan rasa gatal sekalipun Anda menggaruknya dengan kuat. Bila ini yang Anda alami, besar kemungkinan memang ada masalah serius dengan kondisi tubuh Anda.

Gatal tanpa tanda bisa dikaitkan dengan dua kondisi kesehatan. Pertama adalah masalah pada ginjal dan kedua adalah keluhan kanker limfoma. Kedua kondisi ini menyebabkan munculnya rasa gatal yang cukup mengganggu.

Pada keluhan pertama rasa gatal muncul dari endapan toksin dan residu yang gagal dibuang oleh ginjal dan kemudian terlarut kembali ke dalam darah. Darah yang mengandung kotoran, residu metabolisme dan sejumlah unsur toksin akan menyebabkan efek oksidasi pada tubuh, salah satunya pada permukaan dalam kulit yang terpapar darah. Ini menimbulkan rasa gatal yang sulit diatasi, dan tanpa tanda serta ruam. Biasanya pada kasus ini ada  gejala lain yang muncul seperti nyeri pinggang dan nyeri saat berkemih.

Sedang pada kasus kedua, gatal yang muncul datang dari cairan limfoma yang sudah terkontaminasi sel kanker dan justru menyebabkan efek iritasi pada permukaan kulit dalam. Kadang pada kasus ini rasa gatal disertai dengan kulit yang mengering dan mudah pecah. Perhatikan bila rasa gatal disertai dengan munculnya pembengkakan pada area getah bening atau limfoma seperti pada area ketiak, selangkangan atau leher.

Kulit Pucat dengan Lingkaran Mata dan Kuku Menggelap

Kulit yang pucat dan kadang disertai dengan mudahnya lingkaran hitam pada mata terbentuk bisa jadi adalah tanda Anda mengalami anemia. Kadang efek menggelap juga muncul pada pangkal kuku, bahkan kuku terlihat pucat dan keunguan.

Beberapa kondisi kelainan darah seperti talasemia, hemofilia, hipoglikemia, hipotensi dan kondisi kanker darah juga bisa menunjukan gejala serupa. Biasanya masalah ini disertai dengan sejumlah keluhan lain seperti efek mudah lelah dan badan yang lemas, sakit kepala atau pusing dan pening dan rasa gemetar.

Baca juga:  10 Cara Memerahkan Bibir secara Alami dan Tanpa Efek Samping

Sebaiknya ketika Anda merasa wajah Anda tampak mudah pucat coba untuk perhatikan tekanan darah, kondisi level gula darah, dan kadar sel darah merah untuk memastikan kondisi kulit pucat Anda tidak berbahaya. Bila memang perlu konsumsi makanan sumber zat besi, vitamin B dan vitamin C yang akan sangat membantu perbaikan komposisi darah.

Hilangnya Pigmen pada Kulit

Masalah hilangnya sebagian pigmen pada kulit sebenarnya secara medis disebut vilitigo. Menurut sumber mayoclinic, kondisi vitiligo berkaitan erat dengan hilangnya kemampuan sel kulit mengikat pigmen pembawa warna. Ini membuat kulit membentuk blok bagian yang lebih putih dibanding bagian kulit sekitarnya.

Sejumlah kondisi yang bisa berkaitan dengan vitiligo antara lain masalah autoimun, kerusakan kulit akibat paparan sinar UVA dan UVB yang berat, paparan bahan kimia dan keluhan diabetes. Sejumlah kondisi diabetes menyebabkan sel tubuh kehilangan kemampuan mengikat elemen melanin yang menjadi faktor pembawa pigmen warna.

Terbentuknya Lapisan Kerak pada Kulit

Bila kulit Anda menampakan efek berkerak, seperti ada lapisan keras dan kaku melapisi permukaan kulit, kadang disertai efek kulit yang sangat kering, bersisik dan mudah teriritasi, bisa jadi masalah yang Anda hadapi adalah skleroderma.

Masalah skleroderma biasanya juga berkaitan dengan diabetes. Tetapi juga bisa dikaitkan dengan masalah autoimun, termasuk pula masalah reumatik dan arthritis. Penyakit ini bisa berakibat rusaknya permukaan kulit berserta jaringan otot di dalamnya, sehingga bagian yang terserang akan terasa kaku dan sulit digunakan dalam aktivitas. Ini karena rusaknya jaringan kulit dan otot di dalamnya yang menyebabkan kulit dan otot mengeras dan kaku.

Kerak kadang juga muncul pada bagian tengkuk dan lipatan ketiak yang ketika disentuh terasa menebal dan sedikit terasa lembut tapi kaku. Biasanya kerak kulit semacam ini disertai dengan pigmentasi berlebihan hingga warna pada bagian berkerak menjadi sangat gelap. Kondisi ini dalam ulasan American Academy of Dermatology disebut Acanthosis Nigricans, yang ternyata juga menjadi salah satu tanda dari penyakit diabetes.

Penebalan dan pigmentasi kuat pada area lipatan semacam ini terjadi akibat sel pada area ini mengalami masalah kelebihan insulin yang membuat sel mengikat terlalu banyak pigmen. Hasilnya kulit menebal dan membentuk lapisan seperti beledru yang kaku.

Buliran Kulit

Bila di beberapa sudut kulit dan pada area lipatan Anda menemukan kulit Anda menebal dan membentuk buliran seperti tumpukan atau butiran kutil kecil, bisa jadi Anda juga sedang mengalami masalah diabetes.

Baca juga:  Tips Perawatan Wajah Berdasarkan Golongan Darah

Pada dasarnya masalah ini bisa jadi bukan kondisi serius, karena ketika seseorang memasuki usia 45 tahun, buliran kulit ini bisa saja terjadi karena efek penuaan. Dimana koordinasi regenerasi kulit mulai mengalami gangguan. Namun ketika kondisi ini berkembang lebih masif, Anda memang patut waspada.

Bersumber pada American Academy of Dermatology, kondisi yang juga lazim disebut dengan skin tags ini merupakan salah satu tanda dari keluhan diabetes. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya kadar insulin dalam darah yang menyebabkan sel menjadi aktif dengan berlebihan, sehingga menggandakan diri dengan jumlah yang tidak wajar. Ini membuat kulit membentuk buliran kecil yang kadang menumpuk di satu titik.

Bulu Kaki dan Tangan Berlebihan pada Wanita

Pada kondisi normal wanita seharusnya tidak memiliki banyak bulu atau rambut pada bagian tubuhnya selain pada area vital dan kepala. Tetapi bila rambut tumbuh dengan cukup subur pada area tangan, kaki dan kadang juga disertai tumbuhnya kumis tipis, janggut atau cambang, bisa jadi Anda mengalami masalah dengan kenaikan hormon androgen. Kondisi ini sendiri secara medis disebut Hirsutisme.

Hormon androgen berperan dalam sistem reproduksi dan membantu menstimulasi libido wanita. Tetapi ketika jumlahnya menjadi berlebihan, maka secara fisik wanita akan mengalami masalah. Dan kasus terburuknya adalah tumbuhnya kista dalam ovarium atau Polycystic ovary syndrome (PCOS).

Tanda lain dari kasus PCOS ini menurut sumber webmd, adalah munculnya jerawat dewasa, masalah kenaikan berat badan, periode menstruasi yang tidak rutin dan masalah keputihan. Kondisi PCOS ini bisa dikaitkan dengan masalah resistensi insulin sehingga biasanya juga berkaitan dengan diabetes.

Masalah ini juga bisa menyebabkan kasus kemandulan pada wanita, karena ovarium atau indung telur yang tidak bisa memproduksi telur dengan sempurna. Mereka dengan kecenderungan mengalami periode menstruasi yang tidak teratur dan memiliki sisi genetik diabetes cenderung memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah PCOS ini.

Itulah sejumlah keluhan yang muncul pada kulit dan bisa dikaitkan dengan kesehatan secara umum. Sejumlah kondisi kesehatan memang secara langsung memberi pengaruh pada kondisi kulit termasuk memberi efek pada tampilan kulit. Ini bisa membantu Anda memahami sinyal-sinyal yang terbaca dari kondisi kulit Anda.

Advertisement
Alinesia