Apa yang Kulit Anda Katakan tentang Kesehatan Tubuh Anda (1)

552
ccm2.net

Diedit:

Pada kesempatan sebelumnya, kami sempat mengulas mengenai bagaimana rambut bisa menjadi gambaran kesehatan tubuh Anda. Bahwa beberapa kondisi kesehatan bisa mempengaruhi kesehatan rambut Anda. Dan ternyata bukan hanya rambut, kesehatan tubuh Anda juga bisa mempengaruhi bagaimana kondisi kulit Anda. Beberapa kondisi pada kulit Anda bisa menjadi penanda adanya masalah pada tubuh Anda secara general.

Berdasarkan ulasan dari caring.com, berikut adalah sejumlah kondisi kesehatan kulit yang bisa dikaitkan dengan sejumlah isu kondisi kesehatan pada tubuh Anda.

Jerawat dan Komedo

Jerawat pada dasarnya adalah infeksi bakteri pada permukaan kulit yang terjadi pada pori-pori kulit. Biasanya jerawat berkaitan dengan terjebaknya kotoran dan bakteri dalam pori-pori yang tercampur dengan minyak alami wajah.

Tetapi masalah jerawat bukan berhenti pada personalan higienitas kulit dan produksi minyak wajah yang berlebihan. Karena dalam persoalan jerawat ada banyak peran lain yang justru berasal dari dalam dan memicu jerawat lebih mudah tumbuh.

Jerawat kental dengan persoalan hormonal, demikian menurut medicalnewstoday.com. Jadi beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan situasi hormonal akan berkaitan dengan jerawat. Bahkan jerawat remaja berkaitan erat dengan perubahan hormon pada usia ini.

Seperti pada kasus PCOS dimana kadar hormon androgen pada wanita berada pada level tinggi. Hormon ini memicu fungsi limfosit menurun dan menyebabkan produksi minyak alami wajah berlebihan. Mereka yang stress juga menyebabkan hormon kortisol menjadi tinggi dan bekerja hampir serupa dalam memicu pembentukan jerawat.

Jerawat juga bisa berkaitan dengan infeksi pada tubuh Anda. Pada banyak kasus inflamasi, bersamaan dengan itu wajah dan beberapa bagian tubuh seperti punggung akan mengalami pertumbuhan jerawat yang cukup masif. Ada kaitan antara inflamasi, pertumbuhan bakteri berlebihan yang memicu pelepasan sejumah senyawa bersifat toksin residu dan kinerja imunitas yang tidak optimal sehingga jerawat bisa tumbuh leluasa.

Karena pada dasarnya jerawat juga berkaitan dengan toksin dan radikal bebas. Anda yang memiliki masalah dengan fungsi pembuangan seperti sembelit, atau bermasalah dengan fungsi hati dan ginjal dalam membuang toksin dan residu dari dalam tubuh cenderung lebih rentan pula mengalami jerawat. Ini karena tubuh tidak berhasil membuang toksin dan radikal bebas dengan optimal, hingga toksin ini terserap kembali ke dalam tubuh dan masuk ke sel-sel dalam permukaan kulit.

Perhatikan keluhan jerawat yang muncul di usia dewasa, dengan disertai keluhan seperti mudah migrain, mudah merasa pusing dan tubuh yang kerap merasa lelah. Perhatikan bila di saat yang sama Anda merasakan perubahan pada fungsi reproduksi Anda, seperti keputihan. Atau keluhan jerawat disertai dengan masalah pertumbuhan rambut pada tangan dan kaki. Keluhan PCOS biasanya diiringi dengan keluhan semacam ini.

Perhatikan pula dengan permukaan kulit atau bola mata yang menguning. Mungkin Anda sedang mengalami keluhan dengan fungsi hati dan ginjal. Sebaiknya perbaiki pola makan Anda untuk lebih banyak mengandung buah dan sayur yang kaya vitamin dan antioksidan. Ini juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan.

Kulit Tampak Bercak Cokelat atau Ungu

Bila muncul bercak cokelat dan ungu di lokasi dimana Anda mengalami benturan, tentu saja itu bukan masalah. Ini hanya pembekuan darah biasa akibat efek benturan. Dan hal ini sama sekali tidak perlu dipersoalkan.

Baca juga:  Cara Merawat Wajah dengan Manfaat Ragi Nasi

Namun bila bercak kecoklatan dan keunguan ini muncul cukup sering, pada beberapa lokasi di kulit Anda dan tanpa ada sebabnya, ada baiknya Anda curiga. Ada banyak sekali kemungkinan seseorang demikian mudah mengalami masalah seperti ini.

Pada dasarnya bercak ini adalah luka pada pembuluh darah tepi kulit. Karena tidak terbentuk luka di permukaan kulit, akhirnya darah hanya mengendap di bawah permukaan kulit, menyisakan tanda kecoklatan atau keunguan.

Bila bercak yang muncul kecoklatan dan terlihat terbentuk di bawah permukaan kulit, bukan di atas permukaan kulit, bisa jadi Anda sedang mengalami masalah diabetes dermopati. Jenis diabetes ini menyebabkan Anda sangat mudah mengalami perdarahan kecil pada pembuluh darah. Tetapi kerusakan fungsi saraf tepi sekaligus juga mematikan kepekaan saraf tepi merasakan keberadaan luka. Sehingga Anda biasanya sama sekali tidak merasakan apapun selagi ada lebam cokelat di sana.

Tentu saja Anda biasanya juga akan mengalami sejumlah keluhan lain seperti efek lelah berlebihan, kencing dan minum berlebihan dan efek lapar yang tidak pada waktunya, sebagaimana kebanyakan gejala diabetes pada umumnya.

Sedang kasus bercak keunguan bisa disebabkan oleh kondisi berbeda. Pada dasarnya ini adalah “Clot” atau gumpalan darah dari perdarahan pada pembuluh darah. Ukuran perdarahan tidak besar, tetapi lebih besar dari pada keluhan lebam cokelat. Biasanya keluhan ini disebut dengan purpura.

Purpura biasanya merupakan tanda terjadinya penipisan dinding pembuluh darah, kerusakan pembuluh darah karena efek plak dan penipisan sel darah sehingga darah lebih tipis dan mudah keluar dari pembuluh darah.

Beberapa kasus, mulai dari kekurangan vitamin C, kasus koagulasi darah akibat kekurangan unsur trombosit atau vitamin K, masalah kerusakan sel darah dan beberapa kondisi lain bisa menjadi penyebab kasus purpura. Bahkan purpura bisa menjadi penanda masalah leukemia atau kanker darah, kanker getah bening dan masalah infeksi darah. Meski beberapa orang memiliki bawaan genetik untuk mudah mengalami lebam karena kulit atau pembuluh darah tepi yang cenderung tipis.

Penggunaan beberapa obat yang menyebabkan efek pembekuan, dan penipisan darah seperti terapi ginkgo biloba, aspirin, anti inflamasi non steroid dan beberapa jenis kontrasepsi akan bekerja memudahkan terjadinya efek purpura ini. mereka yang mengonsumsi alkohol juga biasanya memiliki kerentanan mengalami masalah ini.

Pada dasarnya keluhan bercak biru atau cokelat ini bukan masalah serius. Hanya saja ketika keluhan disertai masalah lain seperti mudahnya Anda mengalami perdarahan pada gusi dan hidung, mudahnya Anda merasa lemas, mudah pusing dan mual kulit yang cenderung pucat, ada baiknya Anda mulai memeriksakan diri.

Kulit Berwarna Jingga

Biasanya masalah semacam ini akan mudah disadari pada mereka dengan kulit cenderung terang. Seharusnya, pada mereka dengan kulit cenderung terang kulit mereka sedikit berwarna merah muda kepucatan. Ini menandakan kulit tersuplai cukup darah. Namun bila ternyata kulit berwarna kejinggaan, bisa jadi terdapat masalah dalam tubuh Anda.

Baca juga:  10 Cara Memerahkan Bibir secara Alami dan Tanpa Efek Samping

Alaminya kulit tidak mengandung pigmen jingga dan tidak pula mambawa unsur berwarna jingga dalam jumlah besar sehingga menghasilkan kulit kejinggaan. Bila kondisi ini terjadi maka artinya darah Anda membawa banyak senyawa dengan pigmen jingga yang menyebabkan kulit Anda kejinggaan.

Warna jingga ini berasal dari senyawa caretonoids, senyawa alami dari pra vitamin A. Seharusnya pra vitamin A ini diolah oleh tubuh menjadi vitamin A atau retinol dan diserap oleh tubuh. Hanya saja tubuh gagal mengubahnya menjadi retinol dan membuatnya mengendap begitu saja dalam darah dan sel, termasuk sel kulit.

Bisa jadi ini terjadi akibat Anda mengasup makanan sumber betakaroten dalam jumlah besar seperti ubi merah, wortel, tomat, pepaya dan banyak lagi. Atau bisa jadi Anda kurang mengasup lemak yang dibutuhkan tubuh dalam proses merubah carotenoid menjadi retinol.

Atau justru memang sedang ada masalah dalam tubuh Anda yang membuat tubuh Anda gagal memproses carotenoid ini. Contohnya adalah masalah hipotiroid. Kondisi ini memang kerap dikaitkan dengan carotenemia. Ini karena dalam kondisi kekurangan hormon tiroid, pencernaan mengalami perlambatan dalam mencerna vitamin.

Waspada ketika kulit Anda terlihat kejinggaan bersaman dengan keluhan kulit yang mengering, menampakan efek berkerak atau pecah-pecah. Juga tubuh merasa mudah lelah, mudah mengantuk dan sulit konsentrasi. Masalah Carotenemia bukan persoalan sederhana, karena bisa mengakibatkan komplikasi masalah hati.

Iritasi Gatal dan Ruam Karena Sinar Matahari

Kulit memang akan mudah mengalami iritasi ketika terpapar oleh sinar matahari terutama ketika waktu menunjukan pukul 10 pagi hingga 15 sore. Pada saat ini memang sinar matahari mengandung UVA dan UVB dalam kadar yang tinggi.

Tetapi ketika paparan sinar matahari menimbulkan efek iritasi gatal disertai ruam kemerahan yang terasa panas perih, bisa jadi Anda berlebihan dengan paparan sinar matahari atau Anda sebenarnya mengalami efek autoimun terhadap paparan sinar matahari. Dan ternyata masalah autoimun semacam ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi tubuh Anda.

Tetapi sebelum memutuskan bahwa ada masalah dengan kesehatan Anda, perhatikan dulu terapi dan perawatan kulit yang Anda gunakan. Penggunaan perawatan topikal yang kaya akan vitamin A atau retinol / retinoid akan menyebabkan efek kemerahan iritasi semacam ini. Sejumlah terapi memutihkan kulit, terapi jerawat dan terapi anti aging juga bisa memungkinkan munculnya efek iritasi parah semacam ini.

Tetapi efek iritasi berat semacam ini juga bisa merujuk pada masalah autoimun serius termasuk lupus. Dalam laman mayoclinic.org, dijelaskan bahwa penderita lupus kerap mengeluhkan efek iritasi dengan bentuk menyerupai biduran tipis yang kemerahan dan kadang disertai efek lingkaran merah yang khas.

Masih ada beberapa keluhan kulit lain yang bisa menjadi sinyal bagi kesehatan Anda. Masalah kesehatan kulit ternyata jelas memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Sejumlah keluhan yang muncul pada kulit bisa jadi sinyal adanya masalah dengan kesehatan Anda. Sinyal apa lagi yang bisa tercermin dari kulit Anda? Temukan informasinya di sini.