Anda Mudah Lelah? Bisa Jadi 10 Gaya Hidup Ini Penyebabnya (2)


By Cindy Wijaya

Masih melanjutkan untuk berbicara soal masalah kelelahan, bagaimana seseorang kadang begitu mudah dan rentan merasa lelah. Meski Anda merasa sudah cukup beristirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik berat yang sewajarnya membuat Anda kelelahan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mudah lelah?

Pada kesempatan sebelumnya di artikel bagian pertama, kami sudah mengulas mengenai apa saja penyebab kelelahan. Bahwa masalah mudahnya Anda lelah bisa saja berkaitan dengan sejumlah keluhan kesehatan seperti diabetes, kesehatan jantung, paru-paru, liver sampai masalah anemia. Tapi kebanyakan masalah kelelahan ini sebenarnya tidak cukup serius. Masalahnya hanya bersumber pada gaya hidup Anda yang tidak sehat sehingga memungkinkan Anda merasa lebih mudah lelah.

Bila pada ulasan sebelumnya kami sudah membahas 4 macam kebiasaan dalam gaya hidup Anda yang bisa menjadi penyebab mudah lelah, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas 6 penyebab lain yang bisa membuat Anda mudah lelah.

Tidak Mengonsumsi Cukup Kalori

Kalori adalah komponen penting pembentuk energi atau lebih tepatnya menurut authoritynutrition.com  adalah unit energi yang terdapat dalam makanan. Kalori adalah nilai dari bahan baku energi dalam tubuh Anda dan bekerja bukan hanya untuk membentuk energi tetapi juga berkaitan dengan suhu tubuh dan metabolisme.

Ketika Anda memutuskan diet, besar kemungkinan Anda akan mengurangi kadar kalori dalam tubuh. Karena pada diet-diet terbaru, perhatian ditujukan pada kalori yang Anda asup. Karena sejumlah pembuktian melihat adanya kaitan obesitas dan kenaikan berat badan dengan asupan kalori berlebihan, diatas kebutuhan kalori sehari-hari.

Masalahnya, kadang diet yang dilakukan menjadi terlalu ketat, sampai kadar kalori yang dikurangi menjadi terlalu besar. Ini membuat kalori yang dikonsumsi dalam satu hari berada pada level terlalu rendah. Pada saat kadar kalori dalam tubuh terlalu rendah, maka tubuh berasumsi bahwa tubuh tidak punya cukup sumber energi. Metabolisme tubuh akan melambat sebagai adaptasi akan situasi ini. Tubuh mengurangi pembakaran dan mengurangi energi yang dihasilkan. Inilah yang menyebabkan tubuh Anda terasa lemas.

Bilapun Anda ingin menjalankan diet, jelas ide untuk mengurangi drastis asupan kalori dalam menu Anda adalah ide yang buruk. Pastikan Anda tetap mendapatkan asupan kalori, meski dalam kadar terbatas. Bila selama diet Anda merasa tubuh Anda seperti kehilangan energi, besar kemungkinan jumlah kalori yang Anda asup terlalu rendah.

Mengalami Dehidrasi

Sebagaimana sempat kami singgung dalam ulasan sebelumnya, bahwa tubuh secara krusial membutuhkan tidur, minum dan bernafas dalam setiap harinya. Dan karenanya ketika Anda kekurangan minum dan kekurangan cairan, Anda juga bisa merasakan tanda-tanda lemas dan lelah sebagaimana ketika Anda kurang tidur.

Baca Juga:  Bahaya Duduk Terlalu Lama yang Harus Anda Hindari

Tubuh manusia membutuhkan air untuk menjaga sirkulasi darah dan kadar fluida dalam tubuhnya. Sirkulasi darah akan bekerja menghantarkan nutrisi dan oksigen keseluruh tubuh dan fluida dalam tubuh bekerja menjaga kadar kelembaban seluruh tubuh. Fluida akan berkaitan erat dengan kinerja saraf dan otot. Itulah kenapa ada peran sangat penting air dalam menjaga kebugaran.

Riset membuktikan menjadi dehidrasi sekalipun ringan akan mengganggu produksi dan penyaluran energi sekaligus juga mengganggu konsentrasi. Sebagaimana juga dijelaskan dalam The British Journal of  Nutrition tahun 2011 dengan tajuknya Mild dehydration impairs cognitive performance and mood of men.

Terbiasa Mengonsumsi Energy Booster

Anda yang terbiasa mengonsumsi minuman atau suplemen energi kadang juga menjadi rentan merasa lelah dan lemas. Anda memang akan merasa sangat berenergi dan bugar, setidaknya sekitar 30 menit setelah Anda mengonsumsi minuman berenergi, tetapi akan merasa sangat lemas beberapa jam kemudian.

Ada semacam energy booster dalam sejumlah minuman dan suplemen tersebut seperti caffein, tauryne, vitamin B dalam dosis besar dan beberapa ekstraksi herbal yang memberi efek mendorong metabolisme dan pembakaran energi berlebihan.

Karena tubuh didorong menghasilkan energi besar-besaran, setelahnya tubuh justru kehabisan sumber energi. Kadar glukosa dan kalori dalam darah bisa turun drastis hingga akhirnya memberi sinyal kelelahan pada otak. Dan efek lelahnya bisa cukup besar hingga Anda akan merasa sangat kelelahan di kemudian harinya.

Kenapa demikian? Karena jumlah energy booster dalam minuman energi bisa sangat berlebihan. Seperti caffein yang pada secangkir kopi hanya berada pada komposisi 100 mg bisa menjadi 500 mg pada satu kaleng minuman energi.  Dorongan berlebihan ini justru membuat tubuh Anda menghasilkan energi yang hanya akan terbuang karena tak sepenuhnya Anda gunakan untuk aktivitas. Dan setelahnya tubuh akan merasa sangat lelah dan lemas.

Mengalami Stress Berlebihan

Stress ternyata juga bisa menyebabkan gangguan pada metabolisme. Ada kaitan antara stress dan kinerja hormonal yang kemudian membuat tubuh Anda menurunkan roda metabolisme dan mengurangi produksi energi dalam tubuh.

Belum kadang stress juga menyebabkan Anda makan kalori berlebihan, ingat berlebihan dengan karbohidrat dan gula justru bisa menyebabkan Anda kehabisan energi sebagaimana dijelaskan di sini. Stress juga bisa mengganggu kualitas dan kuantitas tidur sehingga Anda tidak bisa bangun dengan segar dan bugar.

Stress adalah salah satu pemicu kelelahan yang cukup relevan. Banyak riset yang membuktikan kebenaran pandangan ini, seperti pada jurnal Reciprocal relationship between acute stress and acute fatigue in everyday life in a sample of university students yang dipublikasikan pada Biologycal Pshychology tahun 2015.

Baca Juga:  Sedot Lemak dan Bahaya di Baliknya

Tidak Mengonsumsi Cukup Protein

Kekurangan kalori bukan satu-satunya penyebab Anda kekurangan energi, karena kekurangan energi juga bisa terjadi ketika Anda tidak cukup mengasup protein dalam menu Anda. Riset yang dipublikasikan pada BioMed Central tahun 2004 dengan judul Diet induced thermogenesis mengatakan bahwa protein bisa bekerja mendorong metabolisme dengan efektivitas lebih baik dari karbohidrat. Karenanya Anda memerlukan protein untuk menjaga stabilitas metabolisme dan pembentukan energi.

Itu pula sebabnya, dalam sejumlah tips diet Anda disarankan mengurangi kalori untuk mengurangi berat badan dan menggantinya dengan protein untuk membantu menjaga perut tetap kenyang dan menjaga metabolisme. Anda terbantu untuk merasa kenyang lebih lama dan menjaga energi dalam tubuh berkat protein dalam diet.

Bahkan sejumlah jenis asam amino atau bentuk turunan protein bisa dimanfaatkan sebagai terapi mengatasi keluhan kelelahan. Termasuk membantu penderita penyakit tertentu yang berkaitan dengan metabolisme serta terapi untuk para atlet untuk menjaga energi tubuh mereka.

Pola Makan Monoton

Beberapa orang tergolong picky eater atau sagat pemilih dalam makan, sehingga tidak semua jenis makanan cocok dengan selera lidahnya. Ini membuat mereka kemudian terbiasa untuk makan dengan pola dan jenis yang monoton sepanjang waktu dalam jangka panjang. Karena mereka tergolong tidak mudah mengonsumsi sembarang makanan begitu saja.

Mereka dengan pola makan semacam ini cenderung sangat mudah merasa kehilangan energi dan merasa lelah. Karena tubuh mereka hanya mendapatkan asupan makanan yang sama dalam setiap harinya, yang artinya juga hanya mendapatkan asupan nutrisi yang sama setiap harinya.

Tubuh yang tidak ternutrisi dengan baik kerap mengalami gangguan dengan fungsi metabolisme mereka. Ini karena sebagian nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja metabolisme tidak terpenuhi dengan baik.

Jadi penting untuk mencoba melakukan kombinasi dalam mengatur menu. Pastikan Anda mendapatkan varian makanan yang berbeda dengan struktur nutrisi yang lengkap. Anda bisa tambahkan asupan multivitamin bila dirasa Anda sulit memenuhi target nutrisi dari asupan harian Anda.

Itulah beberapa kondisi dan kebiasaan dalam gaya hidup banyak orang yang ternyata juga bisa menjadi penyebab mudah lelah. Jadi ketika Anda mulai mudah lelah, coba ubah dulu kebiasaan Anda. Bila ternyata perubahan tersebut tak banyak membantu Anda merasa lebih bugar Anda bisa mulai memeriksakan diri secara medis.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}