Penyakit pada Lidah yang Perlu Anda Waspadai


By Cindy Wijaya

Lidah digunakan untuk mencicipi, menelan, dan mengunyah makanan. Lidah juga kita butuhkan untuk mengucapkan kata-kata saat berbicara. Ya, organ ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada berbagai penyakit yang bisa muncul pada lidah yang dapat mengganggu fungsi pentingnya. Apa saja penyakit yang perlu kita waspadai?

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai jenis-jenis masalah kesehatan yang umum terjadi pada lidah, sehingga Anda bisa lebih berhati-hati dan cepat tanggap saat melihat gejala-gejalanya. Agar tidak memberikan informasi yang keliru, kami mengambil sumber dari situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Silakan lihat sumber referensinya pada akhir artikel ini.

Penyakit pada Lidah: Lidah Putih

Sering kali lidah putih disebabkan oleh lapisan sisa makanan atau plak bakteri yang bisa dilepas. Jika bukan itu penyebabnya, maka beberapa penyebab umum lainnya adalah: kandidiasis, leukoplakia, oral lichen planus, leukoplakia berbulu, dan linea alba.

Kandidiasis disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur candida pada mulut. Bercak putih bisa dikerok sampai terlihat permukaan merah di lidah. Penyakit, obat-obatan, stres, dan antibiotik dapat memicu kandidiasis karena menghilangkan keseimbangan bakteri alami pada mulut. Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi jamur, seperti kandidiasis. Untuk pengobatannya biasa digunakan lozenges, tablet, atau obat anti-jamur cair.

Leukoplakia dicirikan dengan bercak putih yang tidak bisa dikikis dan mungkin berkaitan dengan iritasi kronis pada mulut, meski sering kali penyebabnya tidak jelas. Penggunaan tembakau merupakan faktor paling umum yang berkaitan dengan leukoplakia. Kondisi tersebut dapat hilang setelah berhenti merokok. Kadang bercak berada di sisi lidah dan bisa terkait dengan gesekan terus-menerus di sebelah gigi bawah.

Meski biasanya jinak, leukoplakia juga bisa menjadi cikal bakal kanker mulut. Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia, ukuran bercak, dan jumlah bercak yang ada. Saat periksa ke dokter, beliau mungkin menyarankan melakukan biopsi. Kadang, area bercak tersebut dapat dipantau perkembangannya oleh dokter. Pemantauan biasanya dilakukan selama kunjungan rutin periksa gigi atau selama periksa ke spesialis THT.

Oral lichen planus adalah penyakit peradangan kronis pada lidah yang disebabkan oleh respons autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri). Ini ditandai dengan corak seperti renda putih yang disebut reticular lichen planus. Ada semacam pengikisan yang muncul sebagai luka dangkal dan dapat diobati dengan obat steroid oles. Dianjurkan untuk memantau kondisi ini secara teratur, karena dapat berkembang menjadi kanker (meski jarang terjadi). Dokter mungkin juga menyarankan biopsi.

Leukoplakia berbulu adalah bercak putih di sisi lidah yang tamak berbulu atau kasar. Kondisi ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr dan biasanya terkait dengan orang yang punya gangguan kekebalan. Tes HIV mungkin disarankan dokter jika kondisi ini muncul tanpa ada masalah kekebalan lain yang dapat memicunya. Dokter juga mungkin meresepkan obat anti-virus seperti acyclovir.

Linea alba dicirikan dengan garis putih tipis pada tepi samping lidah. Masalah kesehatan ini disebabkan oleh penebalan epitel lidah akibat cedera atau iritasi akibat mengunyah. Karena kondisi ini jinak maka biasanya tidak diperlukan pengobatan khusus.

Penyakit pada Lidah: Lidah Merah

Ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan lidah merah, dari yang sepele seperti karena makanan yang berwarna merah dan makanan asam yang dapat sementara menyebabkan lidah memerah dan merasa tidak nyaman. Namun lidah merah juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan tertentu, misalnya karena kekurangan vitamin, penyakit Kawasaki, atau demam Scarlet.

Erythroplakia adalah bercak merah di lidah yang tidakdapat dikikis, kondisi ini mirip leukoplakia kecuali warnanya. Bercak yang muncul dengan gabungan warna putih dan merah disebut erythroleukoplakia. Semua bercak ini dianggap memiliki risiko untuk menjadi ganas (mengarah pada kanker). Erythroplakia dan erythroleukoplakia memiliki risiko lebih besar daripada leukoplakia.

Selain dari sisi penampilannya, yang perlu dikhawatirkan adalah jika bercak atau luka yang muncul tidak menghilang atau bertambah besar. Saat perika ke dokter, beliau mungkin akan menyarankan untuk melakukan biopsi guna melihat apakah ada kemungkinan yang mengarah pada kanker mulut.

Penyakit pada Lidah: Lidah Hitam

Lidah hitam biasanya bukanlah kondisi berbahaya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh obat, merokok, kebersihan mulut yang buruk, pola makan, atau kondisi mulut kering. Lidah hitam biasanya dikaitkan dengan bagian papila-papila lidah yang memanjang sehingga disebut “lidah berbulu hitam” (lingua villosa nigra).

Penyebabnya diduga karena ada perubahan bakteri normal pada mulut setelah pengobatan antibotik atau penggunaan produk yang mengandung bismut. Kondisi “lidah berbulu” sendiri juga bisa berwarna putih atau cokelat.

Perawatan untuk kondisi lidah berbulu hitam mungkin melibatkan perbaikan pola makan, berhenti merokok, dan meningkatkan kebersihan mulut, termasuk menyikat dengan sikat gigi berbulu lembut atau mengikis lidah.

Penyakit pada Lidah: Pembengkakan Lidah

Pembengkakan atau pembesaran lidah, disebut macroglossia, bisa disebabkan oleh alergi, obat-obatan, cedera, atau masalah kesehatan terkait seperti amiloidosis. Untuk dapat efektif mengobatinya, perlu diketahui apa yang menyebabkan pembengkakan tersebut.

Reaksi alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau bahkan sengatan serangga bisa menyebabkan bengkak di lidah. Dalam kasus pembengkakan lidah yang tiba-tiba dan cepat, seseorang harus segera mencari perawatan medis karena pernapasan dapat terganggu.

Pembengkakan lidah juga bisa karena efek samping obat. Sejumlah obat yang punya efek samping ini misalnya obat ACE inhibitor (untuk mengobati darah tinggi) dan NSAID seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen.

Cedera akibat makanan atau minuman panas yang membakar lidah atau hanya karena lidah tergigit juga dapat mengiritasi lidah dan mengakibatkan pembengkakan.

Masalah kesehatan seperti kandidiasis atau virus herpes oral dapat menyebabkan pembengkakan lidah akibat peradangan. Masalah kesehatan lain yang juga bisa menyebabkan kondisi ini antara lain tumor, akromegali (gigantisme), sarkoidosis, hipotiroidisme, dan penyakit Kawasaki. Pembengkakan lidah juga bisa dialami oleh penderita sindrom Down.

Penyakit pada Lidah: Pertumbuhan Abnormal

Fibroma traumatis biasanya terjadi pada lidah dan muncul dalam bentuk bagian yang menebal dan menonjol (nodul), yang berbentuk kubah, berwarna merah muda, dan bertekstur halus. Ini adalah akibat iritasi kronis pada satu area lidah, terutama di sepanjang garis gigitan lidah. Biasanya kondisi ini tidak berbahaya.

Bercak berwarna yang disebutkan sebelumnya, yaitu leukoplakia, erythroplakia, dan erythroleukoplakia, juga digolongkan sebagai pertumbuhan di lidah. Sering kali dokter menganjurkan biopsi untuk memeriksa apakah ada kemungkinan mengarah pada kanker.

Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada rongga mulut. Kanker mulut ini biasanya terkait dengan permukaan lidah. Faktor risiko untuk mengidap kanker ini yaitu usia 40 tahun ke atas, penggunaan tembakau, dan penggunaan alkohol. Pada orang yang muda, kanker ini seringnya dikaitkan dengan virus HPV.

Kanker ini secara klinis muncul dalam bentuk permukaan kasar yang menebal di atas dasar merah atau putih pada lidah. Nodul dan luka juga bisa muncul saat kanker berkembang. Perawatan untuk karsinoma sel skuamosa melibatkan gabungan antara operasi bedah, kemoterapi, dan/atau terapi radiasi.

Penyakit pada Lidah: Nyeri di Lidah

Rasa nyeri di lidah bisa terkait dengan anemia, sariawan, oral herpes, neuralgia, kanker, gigi palsu yang tidak pas, atau iritasi akibat perawatan gigi.

Sariawan di lidah bisa terasa sangat menyakitkan. Muncul dalam bentuk lingkaran merah dengan bagian tengah berwrana kuning-putih. Sariawan bisa disebabkan oleh cedera, stres, atau kecenderungan genetik. Biasanya tidak dibutuhkan perawatan khusus karena sariawan sering sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Oral herpes disebabkan oleh virus herpes dan muncul dalam bentuk luka berisi cairan. Luka ini biasanya sembuh dalam waktu 2 minggu, tetapi oral herpes juga dapat diobati dengan obat anti-virus seperti acyclovir untuk mempercepat penyembuhan.

Sindrom mulut terbakar adalah fenomena yang sering kali melibatkan lidah (sehingga sering juga disebut “lidah terbakar”). Gejala lain dari sindrom ini termasuk rasa haus yang meningkat dengan rasa mulut kering, serta pengecap yang berubah atau seperti logam. Ini dikaitkan dengan masalah kesehatan lain seperti menopause, kecemasan, depresi, refluks asam, kekurangan nutrisi, dan kondisi mulut seperti mulut kering atau sariawan. Karena itu perawatannya bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya.

Kesimpulan tentang Penyakit pada Lidah

Inilah sejumlah penyakit yang dapat terjadi pada lidah. Apa yang perlu dilakukan jika Anda mencurigai adanya masalah pada lidah? Pertama-tama ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. Bila dibutuhkan beliau akan merujuk Anda kepada dokter spesialis yang bisa melakukan pemeriksaan dan perawatan lebih sesuai.

Meski ada yang tidak bisa dicegah, namun Beberapa penyakit pada lidah sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Oleh sebab itu penting untuk selalu menjaga kesehatan lidah karena organ ini sangat penting untuk kehidupan sehari-hari kita.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang sejumlah penyakit pada lidah. Semoga informasi ini bisa bermanfaat khususnya bagi Anda yang sedang mengkhawatirkan masalah ini. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

MedicineNet. Tongue Problems. Reviewed: 2019-10-09. URL: https://www.medicinenet.com/tongue_problems/article.htm

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.