Tips Bersepeda Saat Pandemi Virus Corona


By Nurul Kuntarti

Setelah masa karantina dan PSBB berkepanjangan di Indonesia, muncul trend baru yang berkembang dengan sangat cepat. Itu adalah trend bersepeda. Meski selama ini dikenal sebagai kegiatan sehat, rupanya bersepeda saat corona juga tidak sepenuhnya aman. Anda harus sepenuhnya paham, bagaimana tips bersepeda saat pandemi. Termasuk di antaranya pandangan ahli soal resiko bersepeda pakai masker.

Bersepeda dikenal sebagai olahraga kardiovaskular yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan baik pula untuk pembakaran kalori. Bahkan juga dikatakan baik untuk memberikan stimulasi baik untuk imunitas tubuh.

Tetapi, ternyata ketika Anda bersepeda saat pandemi dengan cara yang tidak tepat, Anda bisa mengalami masalah serius, bahkan mungkin kematian. Untuk itu, pada kesempatan ini kita akan mencoba memahami lebih baik apa sebenarnya manfaat bersepeda di kala persebaran virus corona masih cukup tinggi seperti sekarang. Serta bagaimana cara sehat dan aman untuk bersepeda untuk kondisi saat ini.

Manfaat Bersepeda Saat Pandemi Corona

Dibandingkan jenis olahraga kardiovaskular lain, bersepeda termasuk jenis olahraga dengan resiko rendah atau disebut juga dengan low impact. Pola gerakan yang memutar sempurna membuat efek benturan dalam gerakan terbilang minim, hingga memiliki tingkat resiko cedera lebih rendah. Tentu saja dengan asumsi Anda menjalankan kegiatan bersepeda yang aman dan bebas jatuh.

Bersepeda juga memiliki tingkat tekanan berbeda hingga dapat diterapkan untuk tiap kebutuhan. Bahkan dapat bekerja ganda sebagai pembakar kalori sekaligus pembentuk otot tertentu pada tubuh.

Trend bersepeda saat corona sendiri sebenarnya sudah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya terjadi di Indonesia, kini bersepeda menjadi olahraga yang paling banyak dilakukan di dunia. Di berbagai penjuru dunia, deretan sepeda mulai tampak mengarungi tepian jalanan di pagi hari, terutama di akhir pekan.

Apa sebenarnya manfaat dari bersepeda? benarkah bersepeda sangat bermanfaat untuk kesehatan saat pandemi? Dapatkah bersepeda menjadi salah satu cara mencegah penularan COVID 19?

Berikut adalah sejumlah manfaat dari bersepeda untuk kesehatan tubuh Anda.

  • Mengontrol berat badan Anda

    Untuk setiap 30 menit bersepeda Anda akan membakar sekitar 300 kalori. Dan semakin lama Anda bersepeda, semakin berkali lipat kalori yang mungkin dibakar. Ini menjadi alasan kenapa bersepeda baik untuk membantu menjaga berat badan Anda.

    Lakukan rutin satu sampai dua kali dalam sepekan dianggap sebagai jadwal ideal untuk Anda yang butuh menurunkan berat badan. Lakukan setidaknya antara 30 menit sampai 1,5 jam dalam sekali putaran untuk hasil optimal. Imbangi dengan pola makan sehat untuk mendapatkan berat badan ideal yang Anda harapkan.

  • Membantu menguatkan otot dan sendi pada kaki

    Bersepeda banyak mengandalkan kekuatan dan ketahanan dari otot kaki. Itu sebabnya ketika Anda bersepeda, otot kaki akan sangat dilatih. Ini akan membantu mendorong kaki menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap tekanan aktifitas fisik yang panjang.

    Tidak hanya itu, bersepeda juga terbukti baik untuk membantu memperbaiki keluhan pada sendi dalam skala ringan. Bersepeda akan menyebabkan area persendian kaki bergerak terus menerus. Semakin sering persendian bergerak maka semakin baik kondisi sendi, jaringan tulang rawan dan jaringan ikat di antara tulang rawan ini.

  • Membantu menguatkan otot postur tubuh Anda

    Bersepeda juga bekerja pada otot pada punggung, perut, panggul dan pinggang Anda. Termasuk pula membantu melatih area tulang punggung. Ini akan membantu menguatkan area bodi atas tubuh Anda, termasuk pula membentuk postur tubuh.

    Bersepeda akan efektif tidak hanya membantu menjaga berat badan, tetapi membantu membentuk tubuh Anda lebih kencang dan padat. Bersepeda juga baik untuk membantu Anda melatih keseimbangan.

  • Baik untuk kesehatan jantung

    Sebagaimana dijelaskan bahwa bersepeda adalah jenis olahraga kardiovaskular yang akan baik membantu meningkatkan ketahanan jantung dan membantu memperbaiki kinerja jantung. Membantu memulihkan gangguan detak jantung ringan yang akan bekerja optimal memperbaiki fungsi sirkulasi darah.

    Karena mereka yang bersepeda dengan rutin akan memiliki sirkulasi darah yang lebih sehat, maka bersepeda juga akan efektif membantu menghindari keluhan hipertensi, keluhan kolesterol dan diabetes. Juga terbukti mampu mencegah stroke.

  • Baik untuk kesehatan mental

    Bersepeda tak ubahnya dengan berwisata, karena Anda akan melakukan perjalanan menempuh sejumlah jalur dengan sepeda Anda. Mungkin bertualang menuju lokasi-lokasi menarik dengan udara yang segar.

    Bersepeda dan membiarkan udara bebas menghempas Anda dengan lembut sembari mengayuh pedal saja sudah memberi efek menyegarkan. Ditambah dengan aktivitas fisik di luar ruangan. Membuat bersepeda terbukti meningkatkan hormon serotonin yang akan memberi efek senang pada pikiran Anda.

  • Baik untuk stimulan imunitas

    Untuk memaksimalkan fungsi imunitas, tubuh membutuhkan kondisi tubuh yang fit, bebas obesitas, bebas kolesterol dengan kondisi sirkulasi darah yang lancar. Inilah yang kemudian mendorong munculnya trend bersepeda saat pandemi corona saat ini.

    Menurut the journal Aging Cell tahun 2018 dijelaskan bahwa bersepeda membantu menstimulasi regenerasi sel. Termasuk mengaktifkan kinerja timus, salah satu organ penting dalam sistem imunitas. Timus pada pesepeda berusia di atas 40 tahun masih cukup aktif menghasilkan sel-sel imunitas yang sama baiknya dengan usia 30 tahunan.

    Dalam ulasan lain pada Frontiers of Cardiovascular Medicine tahun 2017, dijelaskan bahwa hormon serotonin berperan besar dalam mendorong kinerja imunitas. Setiap imunoregulator dalam tubuh akan bekerja lebih aktif dengan stimulasi serotonin.

    Dengan meningkatkan daya tahan tubuh, tentu saja diharapkan tubuh dapat lebih efektif dalam mengatasi serangan bakteri dan virus, termasuk di antaranya virus corona.

Pengaruh Imunitas dan Coronavirus

Coronavirus pada dasarnya sama dengan semua virus kebanyakan. Hanya berupa sel dengan sejumla unsur material genetik dan unsur protein. Untuk bisa berkembang dan memperbanyak diri, virus membutuhkan inang dalam bentuk sel hidup.

Ketika sebuah sel hidup terinfeksi, akan terbentuk penyatuan karakter antara protein dalam virus dan unsur genetik dalam sel hidup. Ini membuat sel akan sepenuhnya berada dalam perintah sel virus. Memperbanyak diri dan menyebarkan virus pada sel-sel di sekitarnya.

Kondisi ini yang kemudian menyebabkan kerusakan sel pada saat seseorang terinfeksi. Tetapi tentu saja tidak semudah itu virus menginvasi tubuh. Ada peran imunitas atau daya tahan tubuh yang akan bekerja melawan serangan virus.

Sistem imun yang fit akan membentuk perlawanan dengan sejumlah sel T, sel B, plasma darah dan granulocit yang akan menyerang virus baik secara kimia dan secara fisik. Dalam banyak kondisi, imunitas akan cukup efektif membentuk perlawanan yang siap menyingkirkan serangan virus. Termasuk bila itu adalah virus corona.

Mereka yang akhirnya tumbang karena virus corona kebanyakan adalah mereka dengan kondisi imunitas yang buruk, kondisi tubuh tidak fit, aspek usia yang menyebabkan kinerja imunitas memburuk atau penyakit yang sebelumnya diderita.

Yang menarik untuk dibahas adalah fakta bahwa masalah imunitas buruk dan kondisi tubuh yang tidak fit bisa terjadi karena tubuh yang beraktivitas berlebihan hingga kelelahan. Tetapi juga bisa disebabkan kurangnya aktivitas fisik hingga sirkulasi darah melambat. Di sinilah kemudian peran olahraga menjadi besar, seperti ide untuk bersepeda saat pandemi corona ini.

bersepeda pakai masker
Bahaya Pemakaian Masker Saat Bersepeda

Benarkah Bersepeda Pakai Masker Tidak Disarankan?

Dikatakan sebelumnya bagaimana olahraga menjadi penting untuk tetap menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh Anda di masa PSBB ini. Tetapi ternyata bersepeda di masa-masa seperti sekarang tidak lagi sesederhana ketika Anda menjalankannya di hari biasa.

Di masa pandemi ini kita disarankan untuk selalu disiplin untuk memakai masker saat berada di ruang publik. Ini dianggap sebagai cara efektif untuk mencegah penularan COVID 19 karena virus corona mudah menular melalui udara dan droplet cairan yang tersembur saat kita bicara, bersin atau batuk saat berinteraksi dengan orang lain.

Meski dikatakan masker menjadi elemen protokol kesehatan yang paling krusial, ternyata saat Anda bersepeda, Anda tidak disarankan pakai masker. Salah-salah nyawa bisa menjadi taruhan ketika Anda bermasker saat berkendara sepeda.

Ada alasan khusus kenapa tidak disarankan untuk bersepeda pakai masker. Ketika Anda mengenakan masker, maka sirkulasi udara menuju dan keluar dari hidung sebenarnya tidak berjalan dengan sempurna.

Pada kondisi normal, ketika kebutuhan oksigen tidak tinggi kondisi ini tidak mengganggu. Dipastikan penggunaan masker di saat kondisi normal tidak akan menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah sebagaimana selama ini dikhawatirkan.

Tetapi ketika Anda bersepeda, detak jantung Anda memompa lebih cepat dan menyebabkan kebutuhan oksigen dalam tubuh meningkat drastis. Di saat seperti ini Anda tidak disarankan mengenakan masker. Karena dikhawatirkan masker akan menyebabkan Anda sulit memenuhi kebutuhan oksigen tubuh ini. Hingga mungkin menyebabkan seseorang untuk pingsan atau malah kolaps.

bersepeda saat corona
Bersepeda Saat Pandemi Corona

Tips Bersepeda saat Pandemi

Dengan sejumlah fakta di atas, jelas bahwa pilihan bersepeda adalah olahraga yang baik untuk dijalankan. Tetapi ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan untuk bersepeda dengan aman. Lalu bagaimana seharusnya bersepeda saat pandemi? Berikut merupakan sejumlah tips untuk bisa tetap bersepeda dengan aman saat pandemi corona.

  • Kenali kondisi tubuh Anda

    Pastikan Anda memang tidak tengah mengalami gejala-gejala yang mengarah pada COVID 19. Meski tentu saja gejala yang muncul tidak selalu merupakan tanda COVID 19, tetapi ada baiknya untuk tetap waspada.

    Pastikan pula Anda tidak dalam kondisi wajib karantina seperti baru pulang dari luar kota atau sebelumnya berada di area dengan tingkat penularan tinggi. Selain dikhawatirkan Anda dapat menularkan virus pada orang lain, dikhawatirkan menjadi terlalu lelah bersepeda akan memperberat kondisi Anda.

    Perhatikan pula kondisi tubuh Anda saat ini. Hindari untuk bersepeda bila Anda tengah kurang istirahat, atau terlalu lelah karena aktivitas harian Anda. Bersepeda di saat tubuh Anda tidak prima akan membuat Anda dua kali lebih cepat mengalami kelelahan dan justru dapat menurunkan imunitas dan vitalitas tubuh.

  • Tidak kenakan masker

    Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tidak disarankan untuk bersepeda pakai masker. Karena masker justru dikhawatirkan dapat menghambat suplai oksigen ke dalam tubuh Anda yang tengah membutuhkan suplai oksigen dalam jumlah besar.

    Karena itu, tidak disarankan untuk bersepeda pakai masker. Tetapi Anda tetap disarankan untuk menyiapkan masker. Karena biasanya di sela waktu Anda mungkin akan beristirahat. Dan mungkin Anda akan berinteraksi bebas dengan banyak orang. Di saat seperti ini, sebaiknya Anda kembali mengenakan masker.

  • Hindari kerumunan

    Meski Anda dipersilahkan untuk bersepeda, hindari untuk membentuk rombongan panjang. Karena dengan bersepeda secara bergerombol seperti ini dikhawatirkan potensi penularan akan besar. Hindari pula untuk memilih lokasi populer yang banyak dipilih pesepeda lain. Sekali lagi demi menghindari kerumunan.

    Lakukan dalam kelompok kecil yang berasal dari lingkungan Anda sendiri. Mungkin keluarga Anda sendiri atau setidaknya tetangga terdekat. Pertemuan dengan banyak orang tetap dianggap riskan dalam kondisi saat ini.

    Justru Anda bisa manfaatkan kesempatan bersepeda untuk menempuh jalur tidak populer. Suasana yang lebih tenang dan panorama yang asri akan membantu Anda merasa lebih relaks selama dalam perjalanan.

  • Tetap jalankan protokol kesehatan lain

    Meski Anda tidak disarankan untuk bersepeda pakai masker, bukan berarti Anda bisa menghindari protokol kesehatan lain. Anda tetap disarankan untuk menjaga kebersihan tangan Anda, terutama ketika Anda akan menyentuh wajah dan makan.

    Hindari menyentuh benda yang ditengarai dapat menjadi tempat tinggal virus dan kuman. Selalu bawa bekal air minum untuk memastikan tubuh Anda mendapatkan cukup minum. Menjadi dehidrasi jelas harus menjadi pilihan terakhir. Karena dehidrasi akan membuat Anda lebih cepat lelah dan mungkin memudahkan turunnya kondisi imunitas tubuh Anda.

    Tetap jaga jarak dengan orang lain seoptimal mungkin setidaknya sekitar 1 meter. Termasuk bila Anda memilih bersepeda dalam rombongan atau bersepeda sembari menuju lokasi yang populer dikunjungi pesepeda lain.

  • Perhatikan lalu lintas

    Meski tidak berkaitan langsung dengan masalah bersepeda saat pandemi corona, tetapi memperhatikan aspek kepadatan lalu lintas menjadi sangat krusial saat ini. Ini karena bersepeda menjadi sangat populer di saat pandemi corona ini.

    Anda mungkin dengan mudah menemukan rombongan bersepeda lain dalam perjalanan. Sepanjang jalan yang Anda tempuh Anda akan menemukan padatnya pesepeda yang juga menjajal pedal. Padatnya pesepeda di jalan dikhawatirkan akan meningkatkan tingkat kecelakaan lalu lintas.

    Itu sebabnya penting untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan memperhatikan kepadatan jalur yang Anda pilih. Hindari bersepeda dengan berjajar di tepian jalan, tetapi lakukan dengan beriringan secara berurutan. Supaya tidak memakan badan jalan berlebihan.

Bersepeda saat pandemi corona memang dapat menjadi pilihan sehat beraktivitas fisik  yang efektif membantu Anda lebih bugar dan fit. Juga efektif membantu Anda meningkatkan imunitas. Tetapi selalu perhatikan sejumlah tips di atas untuk tetap dapat bersepeda dengan sehat dan aman.

Sumber

Referensi Bersepeda Saat Pandemi:

Emily Cronkleton. Healthline. Updated: 2020-01-20. 11 Benefits of Cycling, Plus Safety Tips. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/cycling-benefits

Anna Carthaus. DW News. Updated: 2020-04-07. The immune system’s fight against the coronavirus. https://www.dw.com/en/the-immune-systems-fight-against-the-coronavirus/a-53048894

Natasa Adelayanti. UGM Release. Updated: 2020-06-30. UGM Expert Reveals Cycling Safety Tips during Covid-19 Pandemic. https://ugm.ac.id/en/news/19640-ugm-expert-reveals-cycling-safety-tips-during-covid-19-pandemic

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}