Anak Hiperaktif: Ciri-Ciri, Penyebab, & Cara Mengatasinya

454
Ilustrasi Perilaku Hiperaktif pada Anak - Yagi-Studio - iStock
(Credit: Yagi-Studio / iStock)

Diedit:

0
()

Anak kecil biasanya sangat aktif. Tapi jika sudah waktunya untuk diam, banyak anak yang sanggup melakukannya. Mereka bisa bermain bola sekitar satu menit lalu duduk tenang membaca buku lima menit kemudian. Tapi ada anak-anak yang kelihatanya tidak bisa diam. Mereka selalu gelisah, mengambil sesuatu, bicara, atau berlarian bahkan setelah mereka disuruh berhenti. Mereka lebih dari sekadar aktif. Para pakar menyebut perilaku anak itu sebagai hiperaktif. Apa saja ciri-ciri, penyebab, dan terapi untuk mengatasi perilaku anak hiperaktif?

Dalam artikel ini kita akan mencari tahu bagaimana mengenali ciri-ciri dari perilaku anak yang hiperaktif, mengetahui apa saja penyebab perilaku itu, dan bagaimana terapi yang tepat untuk mengatasi perilaku hiperaktif.

Apa Saja Ciri-Ciri Anak Hiperaktif?

Hiperaktif lebih dari sekadar berlari-larian sepanjang waktu. Hiperaktif adalah perilaku yang terus-menerus aktif di situasi dan di waktu kapan pun. Yang membedakan hiperaktif dari sekadar aktif adalah perilakunya yang terus-menerus. Jika seorang anak menjadi sangat aktif hanya sekali atau dua kali, itu tidak masalah.

Namun anak-anak yang hiperaktif memiliki ciri-ciri khas yang sering mereka tunjukkan, beberapa diantaranya yaitu:

  • Berlarian dan berteriak ketika bermain, bahkan saat berada di dalam ruangan.
  • Bangkit berdiri di jam pelajaran dan berjalan keliling sementara guru mengajar.
  • Bergerak begitu cepat sampai menabrak orang-orang atau benda-benda.
  • Bermain terlalu kasar dan tidak sengaja melukai anak-anak lain atau diri sendiri.

Ciri-ciri perilaku hiperaktif tidak sama pada anak di usia yang berbeda, dan dapat bervariasi dari satu anak ke anak lain. Selain berlarian atau melompat-lompat, ada ciri-ciri lain yang dapat diperlihatkan oleh anak hiperaktif, misalnya:

  • Terus-menerus berbicara
  • Sering mengganggu orang lain
  • Bergerak dengan cepat dan ceroboh dari satu tempat ke tempat lain
  • Terus bergerak bahkan saat duduk
  • Sering menabrak sesuatu
  • Gelisah dan tidak bisa tahan diri untuk mengambil dan memainkan sesuatu
  • Susah duduk diam untuk makan dan melakukan kegiatan lain dengan tenang

Perilaku Hiperaktif dan Kelainan ADHD


ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah suatu kelainan yang menyulitkan seseorang untuk berkonsentrasi pada sesuatu dan untuk mengendalikan perilaku impulsifnya (cepat bertindak secara tiba-tiba mengikuti dorongan hati).

Seorang anak yang memiliki kelainan ADHD biasanya sering gelisah dan hampir selalu aktif. Memang salah satu gejala utama ADHD adalah perilaku hiperaktif. Namun ada ciri-ciri khusus yang ditunjukkan oleh anak ADHD yang lebih daripada sekadar perilaku hiperaktif, yaitu:

  • Anak ADHD sering kali kesulitan untuk mengolah informasi. Contohnya, anak mungkin sulit untuk mengerti apa yang guru ajarkan di sekolah dan tidak sanggup merespons perintah orang tuanya dengan baik.
  • Anak ADHD sangat mudah merasa frustasi dan kewalahan dan kesulitan untuk mengendalikan emosi. Akibatnya, anak kesulitan untuk membangun hubungan yang dekat dengan orang lain sehingga membuat anak merasa terasing dan harga dirinya turun.
  • Anak ADHD biasanya harus berjuang untuk melakukan tugas-tugas seperti pengorganisasian, perencanaan, memprioritaskan, menaruh perhatian pada satu hal, dan mengingat detail.
  • Anak ADHD juga cenderung kurang matang secara perkembangannya dibandingkan teman sebayanya. Misalnya, anak ADHD di usia 11 tahun mungkin berpikir dan berperilaku lebih seperti anak kecil daripada seperti anak remaja.

Jadi anak yang punya ADHD lebih daripada sekadar anak yang hiperaktif dan penuh energi. Namun jika Anda khawatir tentang perkembangan anak Anda, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Baca selengkapnya mengenai kelainan ADHD di artikel “ADHD: Info Lengkap Seputar Gangguan Saraf.”

Apa Penyebab Anak Menjadi Hiperaktif?

Anak-anak menjadi hiperaktif bukan karena kurang disiplin atau karena mereka nakal. Pada kenyataannya, anak-anak yang terlalu aktif sering kali ingin bisa tenang supaya lebih mudah untuk melakukan sesuatu. Mereka bisa merasa frustasi karena kesulitan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan.

Baca juga:  Menentukan Jenis Kelamin Bayi: Apa Bisa?

Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah usia anak. Anak-anak butuh waktu untuk mengembangkan keterampilan untuk mengendalikan diri supaya bisa menjaga perilakunya. Selain itu, masing-masing anak berkembang dengan tingkat yang berbeda-beda. Satu anak mungkin bisa punya kontrol diri yang baik pada usia 4 tahun, sedangkan anak-anak lain baru bisa di usia 6 tahun.

Tetapi jika pada usia tertentu seorang anak masih belum bisa mengontrol perilakunya padahal sebagian besar anak-anak sebayanya sudah bisa, maka orang tua perlu waspada. Itu adalah satu tanda jelas bahwa anak punya masalah dalam perkembangannya.

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif
(Credit: soupstock / BigStock)

Salah satu penyebab utama anak hiperaktif adalah ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), yaitu suatu kelainan yang disebabkan oleh gangguan di dalam otak. Hiperaktif adalah gejala utama dari ADHD. Kelainan ADHD tidak hilang seiring bertambahnya usia anak, namun perilaku hiperaktifnya biasanya akan menghilang atau berkurang. Itu sering terjadi pada masa remaja.

Untuk mengenali ciri-ciri perilaku hiperaktif yang disebabkan oleh kelainan ADHD, bacalah kotak “Perilaku Hiperaktif dan Kelainan ADHD” di bagian atas.

Di samping itu, ada juga masalah kesehatan fisik dan kesehatan mental yang dapat menjadi penyebab anak hiperaktif. Masalah-masalah tersebut misalnya gangguan tiroid, kurang tidur, kecemasan, dan tekanan mental. Masa-masal awal pubertas juga dapat menjadi penyebab anak hiperaktif.

Bagaimana Cara Mengatasi Perilaku Anak Hiperaktif?

Pelajarilah pola dalam perilaku anak Anda. Kapan anak tampaknya paling hiperaktif? Seperti apa perilaku hiperaktifnya? Contohnya, ciri-ciri hiperaktif anak mungkin muncul dalam bentuk rasa gelisah, kecerobohan, atau berbicara terus-menerus. Mengetahui pola-pola ini dapat membantu Anda untuk lebih spesifik saat berkonsultasi dengan dokter atau guru anak Anda.

Anda bisa mendapat banyak informasi tentang perilaku anak Anda dari gurunya. Berkomunikasilah dengan gurunya untuk memahami apa yang dilakukan anak selama di kelas. Anda juga bertanya apakah guru punya tips-tips bagus untuk mengatasi perilaku anak hiperaktif yang bisa diterapkan di rumah. Misalnya, guru mungkin memberikan istirahat sejenak selama jam pelajaran atau membiarkan anak memainkan fidget.

Mengatasi Perilaku Anak Hiperaktif
(Credit: Onfokus / iStock)

Berikan anak berbagai cara untuk menyalurkan perilaku aktifnya melalui permainan, olahraga, tugas fisik, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Anda bahkan bisa mencoba aplikasi-aplikasi di smartphone untuk membantu anak mengembangkan kontrol diri.

Kalau anak kesulitan untuk duduk diam mengerjakan PR atau untuk makan dengan tenang, carilah aktivitas yang bisa dilakukan berulang-ulang oleh anak selama 5 – 10 menit sebelum memintanya duduk tenang. Aktivitas itu contohnya permainan mencari kata, teka-teki silang, teka-teki menyusun gambar, dan permainan kartu.

Dan jika Anda menduga bahwa anak mungkin memiliki kelainan ADHD, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Langkah pertama ialah mengenali tanda-tanda ADHD dan bandingkan dengan apa yang terlihat pada diri anak Anda. Baca selengkapnya mengenai ini di artikel “ADHD pada Anak: Tanda-Tandanya.”

Terapi untuk Mengatasi Perilaku Hiperaktif pada Anak ADHD

Terapi perilaku, yang juga disebut modifikasi perilaku, telah terbukti menjadi perawatan yang sangat sukses untuk anak-anak dengan ADHD. Terapi perilaku akan memperkuat perilaku yang diinginkan pada diri anak melalui penghargaan dan pujian. Terapi ini juga akan mengurangi perilaku bermasalah dengan menetapkan batasan dan konsekuensi.

Sebagai contoh, satu intervensi mungkin dilakukan oleh seorang guru dengan memberi hadiah pada anak ADHD yang telah berupaya mengangkat tangannya sebelum berbicara di kelas, meski si anak masih tetap berbicara tanpa dipikir. Teorinya adalah penghargaan atas upaya-upaya si anak untuk berubah dapat mendorongnya untuk memiliki perilaku yang benar-benar baru.

Baca juga:  Kiat Membantu Anak yang Mengompol

Sebagai orang tua, Anda bisa membuat program modifikasi perilaku khusus untuk anak Anda yang memiliki ADHD dengan bantuan seorang spesialis atau terapis yang berpengalaman. Seorang terapis dapat membantu membuat program yang melibatkan penghargaan dan konsekuensi untuk anak saat di rumah dan di sekolah, yang tujuannya untuk membentuk perilaku anak.

Prinsip Dasar untuk Terapi Perilaku


Menurut asosiasi profesional pediatris Amerika (American Academy of Pediatrics), ada tiga prinsip dasar untuk setiap terapi perilaku, termasuk terapi yang bertujuan untuk mengatasi perilaku hiperaktif pada anak. Tiga prinsip dasar itu ialah:

  • Tetapkan tujuan spesifik. Misalnya tujuan supaya anak bisa fokus mengerjakan PR selama jangka waktu tertentu, atau supaya anak bisa berbagi mainan dengan temannya.
  • Berikan penghargaan dan konsekuensi. Berikan anak pujian atau hadiah tertentu ketika dia menunjukkan perilaku yang diinginkan. Berikan konsekuensi pada anak (semacam hukuman) ketika dia gagal mencapai tujuan.
  • Konsisten dalam memberikan penghargaan dan konsekuensi. Teruslah berpegang pada prinsip ini untuk waktu yang lama, untuk membentuk perilaku anak Anda secara positif.

Kesimpulan tentang Perilaku Anak Hiperaktif

Apa saja ciri-ciri anak hiperaktif? Ciri-ciri khas dari perilaku hiperaktif antara lain: berlarian dan berteriak saat bermain, tidak bisa diam saat jam pelajaran di kelas, bergerak dengan cepat sehingga sering menabrak orang atau benda, dan bermain terlalu kasar.

Apa penyebab anak menjadi hiperaktif? Penyebab utama anak hiperaktif adalah kelainan ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), yang membuat anak sulit untuk berkonsenstrasi pada sesuatu dan untuk mengendalikan perilakunya. Selain itu ada juga penyebab-penyebab lain anak hiperaktif, misalnya gangguan tiroid, kurang tidur, kecemasan, dan tekanan mental.

Bagaimana cara mengatasi perilaku anak hiperaktif? Pertama-tama Anda perlu mengenali pola dari perilaku anak Anda. Dengan begitu Anda bisa tahu kapan harus mengambil tindakan untuk mengatasi perilaku hiperaktif pada anak Anda. Contohnya, Anda bisa mengajaknya bermain teka-teki menyusun gambar selama 5 – 10 menit sebelum memintanya duduk tenang mengerjakan PR.

Bagaimana jika anak memiliki kelainan ADHD? Salah satu yang bisa dilakukan adalah menggunakan terapi untuk mengatasi perilaku hiperaktif pada anak ADHD. Terapi ini berfokus pada pemberian penghargaan dan konsekuensi dengan tujuan membentuk perilaku positif pada anak. Berkonsultasilah dengan seorang spesialis atau terapis yang berpengalaman mengenai terapi ini.

Hiperaktif bisa menjadi tantangan berat bagi seluruh anggota keluarga (termasuk juga guru). Satu hal penting yang dapat Anda upayakan adalah membantu anak agar tidak merasa diri jelek atau merasa malu. Yakinkan anak bahwa perilakunya bisa menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu dan dengan dukungan dari orang tua maupun guru.


Sumber Referensi:

Understood.org. Understanding Your Child’s Hyperactivity. URL: https://www.understood.org/en/learning-attention-issues/child-learning-disabilities/hyperactivity-impulsivity/understanding-your-childs-trouble-with-hyperactivity. Accessed: 2019-08-20

Low, Keath. Does Your Child Have ADHD or Is It Just High Energy?. Updated: 2019-08-16. URL: https://www.verywellmind.com/difference-between-an-energetic-child-and-one-with-adhd-20486. Accessed: 2019-08-20

Segal, Jeanne. Treatment for Children with ADHD. Updated: Juni 2019. URL: https://www.helpguide.org/articles/add-adhd/treatment-for-childhood-attention-deficit-disorder-adhd.htm. Accessed: 2019-08-20


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Rating: / 5. Pemilih:

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?