10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Bayi: Bagian 1

247

Diedit:

Memiliki anak yang unggul dalam kegesitan dan kecerdasannya selalu menjadi impian setiap orang tua. Orang tua jadi merasa berhasil dalam membesarkan si buah hati. Namun kadang banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana cara tingkatkan kecerdasan pada bayi dengan metode yang tepat.

Pendekatan yang tepat dalam memberikan stimulasi yang membangun kecerdasan akan memberi efek sangat positif terhadap perkembangan kognitif dan intelektual bayi. Sayangnya, pendekatan yang salah malah bisa menjadi malapetaka bagi si kecil yang kadang baru disadari orang tua di kemudian hari.

Menurut salah seorang pakar pakar kognitif bayi dunia Dr. Piaget, dikatakan bahwa perkembangan kognitif pada bayi sangat bergantung pada stimulasi yang diperoleh bayi dari lingkungan sekitarnya. Dan diakuinya masa emas 1 tahun pertama akan memiliki peran besar terhadap perkembangan kognitif dan kecerdasan anak di usia selanjutnya. Secara umum masa emas perkembangan kecerdasan anak berada pada usia 0 bulan hingga usia 8 tahun.

Di usia inilah mereka akan pertama kali memahami bahasa, logika sederhana, sampai bagaimana mereka menunjukan reaksi emosi dengan tepat. Dan pada perkembangannya kecerdasan kognitif ini juga akan mempengaruhi kemampuan anak untuk mengembangkan reaksinya terhadap tanggung jawab, penilaian dan penyelesaian masalah, cara melakukan skala prioritas, pemahaman sebab-akibat, pengambilan keputusan, dan pemahaman akan risiko.

Dalam masa ini juga berkembang pembangunan karakter, kepribadian, keberanian dan reaksinya terhadap rasa takut, ancaman, rasa sedih, serta tekanan atau stress. Diharapkan dalam perkembangannya akan terbentuk karakter yang sehat dan kemampuan untuk menemukan ketertarikan, bakat, dan minat mereka meski belum secara spesifik.

Kelihatan rumit, bukan? Tetapi pada prakteknya, sebenarnya tidak harus serumit itu. Karena faktanya perkembangan bayi akan dengan mudah terbaca oleh orang tua selama perkembangannya terus diawasi. Lalu bagaimana cara tingkatkan kecerdasan pada bayi dengan tepat sehingga bisa mencapai target yang diharapkan? Berikut 10 cara yang diinformasikan oleh salah seorang pakar kecerdasan anak asal Bogor, Dra. Lina E. Muksin, M.Psi.

Baca juga:  10 Masalah Kesehatan Anak yang Tak Boleh Diabaikan

1. Berikan stimulasi terhadap kemampuan sensoriknya

Pada bulan-bulan awal perkembangannya sekitar 6 bulan pertama, bantu bayi dengan beberapa stimulasi untuk mengembangkan kemampuan saraf sensorik mereka. Kemampuan sensorik dasar mereka didasarkan pada kemampuan pancaindera mereka. Maksimalkan kemampuan analisa dan penilaian mereka dengan mengandalkan pancaindera mereka.

Biarkan otak mereka mampu menanggapi hasil analisa yang diperoleh dari pancaindera.

Stimulasi mereka dengan permukaan benda yang berbeda tekstur seperti kasar dan halus, beri mereka stimulasi terhadap perbedaan aroma, ajak mereka mendengar beragam sumber suara dengan ragam jenis bebunyian.

2. Beri ruang eksplorasi

Manfaat dari memberikan mereka beragam permainan adalah dengan membiarkan mereka menemukan cara mereka sendiri untuk memainkannya. Arahkan mereka bahwa kerincingan mereka bisa berbunyi bila diguncangkan, namun setelah itu biarkan mereka mengeksplorasi kerincingan itu dengan cara apapun yang ia kembangkan.

Melarang mereka dengan aktivitas mereka dan membatasi mereka dalam bereksplorasi akan membuat mereka menemukan bahwa ada batasan untuk tiap aktivitas mereka. Rasa ingin tahu mereka tidak terbayarkan dan juga mempengaruhi daya imajinasi dan eksplorasi mereka ke depannya. Cukup awasi dengan baik untuk memastikan aktivitas mereka tidak berbahaya.

3. Hindari stimulasi yang berlebihan

Kesalahan pertama yang kadang justru mengganggu perkembangan bayi adalah stimulasi yang berlebihan. Hindari memberi terlalu banyak pesan dan stimulasi kepada anak secara berketerusan. Jaringan dalam otaknya masih belum sepenuhnya sempurna, Anda sama saja dengan memaksa anak untuk multitasking. Orang dewasa saja sering kesulitan multitasking, apalagi bayi dengan impuls otak yang belum sempurna.

Hindari suara yang terlalu berisik, hindari pula mengajak anak bercanda hingga menggoyangkannya berlebihan. Emosi antara rasa takut dan senang kadang terlalu sulit mereka cerna di usia yang sangat dini.

Baca juga:  Biang Keringat pada Bayi, Apa Saja Jenisnya?

Stimulasi bayi dengan cara yang perlahan, beruntun, berulang, dan beri jeda antara satu stimulasi dengan stimulasi berikutnya. Seiring pertambahan usia, beri bayi stimulasi dengan tingkatan lebih berat untuk meningkatkan kemampuannya, tentu saja dengan cara yang bertahap dan perlahan.

4. Bangun lingkungan kondusif

Bayi membutuhkan sokongan dari lingkungan sekitarnya untuk bisa menumbuhkan kemampuan kognitif mereka. Beri banyak benda yang aman untuk bayi dan bisa menjadi permainan yang menstimulasi di sekitar keberadaan bayi. Taruh benda-benda ini di tempat yang bisa mereka raih sehingga sewaktu-waktu bisa mereka mainkan.

Ada banyak cara untuk menyediakan mainan untuk bayi Anda tanpa harus menguras dompet. Beberapa buah botol plastik kecil yang di dalamnya diberi kertas warna-warni sebagai daya tarik dan beberapa pilihan biji seperti beras, biji jagung, biji kacang hijau, dan pasir akan menimbulkan suara yang berbeda dan memberi kesempatan bagi si kecil untuk menemukan perbedaannya.

5. Pahami dan respon reaksi dari bayi

Bayi memiliki beberapa cara khusus untuk berkomunikasi dan mereka membutuhkan respon dari Anda agar mereka merasa diperhatikan dan dipahami. Jangan abaikan mereka sekalipun mereka mengeluarkan suara yang tidak bermakna. Karena itu cara mereka untuk menarik perhatian.

Di sisi lain segera tunjukkan reaksi Anda ketika mereka menangis atau tertawa, itu juga bentuk upaya mereka berkomunikasi dengan Anda. Itu juga sinyal dari mereka atas situasi yang membuat mereka tidak nyaman atau nyaman—mengabaikannya akan membuat emosi mereka sebenarnya tidak nyaman dan emosi negatif selalu memberi imbas buruk pada perkembangan kecerdasan intelejensi dan emosional mereka.

Masih penasaran dengan beberapa cara lain yang bisa membantu Anda tingkatkan kecerdasan pada bayi? Silakan lanjutkan membaca informasi berikutnya dari 10 cara tingkatkan kecerdasan pada bayi pada bagian kedua artikel: 10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Bayi – Bagian Kedua.

Advertisement
Alinesia