Gejala Katarak Yang Perlu Diwaspadai

482
Ciri atau Gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan)
Sumber Gambar - http://aukereye.com

Diedit:

Tahukah Anda apa saja ciri atau gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki), ataupun wanita (perempuan)? Mari kita kenali beberapa tanda katarak yang perlu Anda cermati. Sehingga pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin.

Pada data yang diungkapkan oleh Jakarta Eye Center, dikatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada nomor urut kedua tertinggi di dunia sebagai negara pengidap katarak terbanyak. Karena itu, artikel ini akan mengungkap beberapa fakta terkait penyakit katarak dan beberapa hal yang perlu dipahami mengenai penanganan dan pencegahan katarak.

Gejala Katarak Pada Anak (Remaja), Lansia (Orang Tua), Pria (Laki-Laki), Ataupun Wanita (Perempuan)

Menurut salah satu pakar katarak dari Jakarta Eye Center, Dr. Setiyo Budi Riyanto SpM(K) dikatakan bahwa katarak adalah keluhan mata dimana terbentuk lapisan putih bening pada lensa mata. Lokasi lensa mata terletak tepat di belakang pupil berbentuk benda kenyal semi elips yang transparan.

Keberadaan lapisan keruh menyebabkan terbentuknya tirai penghalang masuknya cahaya menuju mata, menembus lensa, dan mengenai retina. Dan bila lapisan ini diabaikan, akhirnya akan menebal sehingga mencapai titik kebutaan. Pasien akan mengalami penglihatan seperti berkabut sampai akhirnya segalanya akan terlihat putih buram.

Katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, sekitar 50% kasus kebutaan disebabkan oleh masalah katarak. Sementara dari data terbaru tahun 2015 oleh Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan dikatakan bahwa tingkat prevalensi (kelaziman) serangan katarak mencapai angka 0,1% pertahun, yang artinya setidaknya akan muncul 1 pasien katarak baru untuk tiap 1000 orang.

Mirisnya, bila di masa lalu serangan katarak cenderung menyerang kalangan lanjut usia berusia 65 tahun ke atas. Kini serangan katarak menyerang usia 50 tahunan yang seharusnya masih bisa beraktivitas normal bahkan masih bisa produktif. Lalu, bagaimana dengan ciri atau gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki), ataupun wanita (perempuan)?

Ciri Katarak Yang Umum Dirasakan

Penderita katarak seringkali merasa tidak nyaman saat melihat objek, terutama saat berada di tempat dengan penerangan yang redup. Namun, sekalipun dalam keadaan terang, objek yang ada seringkali tampak samar. Sehingga baik ditempat redup ataupun terang, penderitanya sulit untuk melihat keadaan disekitarnya. Seorang penderita katarak bisa jadi mengalami gangguan fungsi penglihatan lainnya. Misalnya; rabun dekat ataupun rabun jauh, sehingga keberadaan katarak akan sangat mengganggu penglihatan mereka.

Baca juga:  Penyebab Katarak Yang Perlu Dihindari

Jika Anda mengalami katarak, hindarilah aktivitas mengemudi kendaraan ataupun bekerja di lingkungan yang berbahaya. Anda perlu mengatasi gangguan penglihatan ini, sebelum dapat melakukan aktivitas tersebut. Anda juga perlu memantau kondisi kesehatan yang Anda miliki, misalnya riwayat diabetes atau hipertensi. Kedua kondisi ini dapat memperparah ciri atau gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki), ataupun wanita (perempuan).

Keberadaan penyakit lainnya seperti diabetes dapat menimbulkan komplikasi serius seperti glaukoma atau kerusakan saraf mata yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Kondisi ini juga dapat terjadi saat Anda mengalami hipertensi. Selain itu, keberadaan hipertensi juga menyulitkan proses pengobatan pasien katarak yang ingin mengambil jalur medis berupa pembedahan. Mengingat kondisi hipertensi dapat menimbulkan risiko pendarahan mata saat pembedahan atau operasi dilakukan.

Tanda Katarak Saat Pertama Kali Muncul

Katarak berawal dengan munculnya lapisan kecil pada mata yang memengaruhi penglihatan Anda. Anda mungkin memperhatikan bahwa penglihatan Anda sedikit kabur, seperti melihat melalui kaca yang berembun atau tampak seperti melihat lukisan abstrak. Katarak bisa membuat cahaya yang berasal dari matahari atau lampu tampak terlalu terang atau mencolok mata. Anda mungkin memperhatikan bahwa lampu depan yang mendekat ketika Anda berkendara di malam hari terlihat lebih silau daripada sebelumnya. Saat melihat warna mungkin tidak tampak sejelas dulu.

Perlu diketahui bahwa jenis katarak yang dimiliki akan memengaruhi tanda yang Anda alami dan seberapa cepat serangannya pada mata. Misalnya; ketika katarak nuklir pertama kali terjadi, hal ini dapat memberikan pengaruh “semu” yang dirasakan oleh penderitanya. Contohnya adaya perbaikan sementara terhadap kemampuan melihat jarak dekat yang disebut “pandangan kedua.” Sayangnya, peningkatan penglihatan yang dirasakan tidak berlangsung lama dan akan menghilang saat katarak memburuk.

Baca juga:  Pengobatan Alternatif Katarak Yang Tersedia

Sedangkan jenis katarak subcapsular mungkin tidak menghasilkan tanda apa pun sampai kondisi diperbaiki dengan baik. Katarak merupakan kondisi lensa mata yang mengalami kekeruhan atau munculnya selaput yang menghalangi mata. Hal ini memengaruhi penglihatan Anda, katarak biasanya terjadi pada orang tua usia 80 tahun-an. Ternyata lebih dari 50 persen penduduk Amerika mengidap katarak atau pernah menjalani operasi katarak. Sekarang adakah gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki), ataupun wanita (perempuan) lainnya?

Gejala Katarak Tahap Lanjutan

Gejala yang paling umum dari katarak adalah: Penglihatan berkabut atau buram, tidak jelas saat melihat objek berwarna atau tampak pudar. Pada saat melihat sinar di depan, lampu, atau sinar matahari mungkin terlihat terlalu terang. Sebuah lingkaran cahaya mungkin muncul di sekitar lampu. Anda juga mengalami penglihatan malam yang buruk. Penglihatan ganda atau tampak banyak gambar dalam satu mata. Gejala ini dapat terasa semakin jelas ketika katarak kian membesar.

Anda juga perlu mewaspadai gejala katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki), ataupun wanita (perempuan) — apabila sering mengalami perubahan ukuran kacamata atau lensa kontak. Gejala-gejala ini juga bisa menjadi pertanda masalah mata lainnya. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera tanyakan kepada ahli perawatan mata Anda.

Katarak biasanya berkembang secara perlahan. Penggunaan kacamata baru, pencahayaan yang lebih terang, kacamata anti-silau, ataupun lensa pembesar hanya membantu saat awal gejala saja. Pengobatan katarak yang menjadi pilihan ialah metode pembedahan. Pembedahan ini melibatkan pengangkatan lensa yang berkabut dan menggantinya dengan lensa buatan. Penggunaan kacamata hitam dan topi untuk menghalangi sinar ultraviolet hanya bersifat menunda gejala katarak agar tidak bertambah parah.


Amanda Delgado dan Jennifer Nelson. Symptoms of Cataracts. URL: https://www.healthline.com/health/cataract#symptoms. Diakses 2018-12-10. (Archived by WebCite®)


Advertisement
Alinesia