Jenis Operasi Mata Katarak Yang Tersedia

565
Pembedahan atau Operasi Mata Katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan)
Sumber Gambar - Shutterstock

Diedit:

Apa yang tebersit dalam pikiran Anda sewaktu mendengar kata operasi? Apakah prosedur yang mengerikan dengan beragam alat bedah dan disertai dengan kucuran darah? Bagaimana pembedahan mata katarak atau operasi mata katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) dilakukan?

Tindakan medis yang satu ini memang sering dihindari oleh kebanyakan orang, namun adakalanya pembedahan mata katarak tak dapat dihindari oleh beberapa orang dengan masalah kesehatan yang parah seperti katarak akut. Yuk kita perhatikan bagaimana tindakan operasi dilakukan!

Operasi Mata Katarak pada Anak (Remaja), Lansia (Orang Tua), Pria (Laki-Laki) ataupun Wanita (Perempuan)

Beberapa orang bisa saja merasa enggan melakukan tindakan pembedahan atau operasi mata katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan). Alasannya karena takut akan rasa sakit yang ditimbulkan—terlebih lagi jika ini dilakukan pada bagian tubuh yang tidak biasa, yaitu mata. Menurut situs jec.co.id, tarif operasi mata dapat berkisar antara Rp. 10.000.000,-

Sebenarnya Anda tak perlu khawatir, karena yang Anda butuhkan adalah informasi yang lengkap tentang operasi mata katarak. Misalnya, bagaimana tindakan medis ini dilakukan? Apakah pembedahan mata katarak benar-benar efektif? Adakah efek samping yang berbahaya?

Inti dari tindakan operasi ini adalah menghilangkan lapisan katarak pada mata. Mengenai bagaimana operasi mata katarak dilakukan—dengan metode yang disebut Phacoemulsification, Anda dapat melihat uraian berikut ini;

  • Ahli bedah akan memberikan anestesi lokal (pereda nyeri dengan sensasi mati rasa pada sebagian tubuh), perlu diingat efek samping ringan atas pemberian anestesi bisa saja terjadi dan tidak begitu membahayakan.
  • Setelah itu, ahli bedah akan membuat sebuah lubang atau celah kecil pada sisi kornea mata dengan menggunakan laser—tujuannya mempercepat proses pemulihan dan mendapatkan bentuk potongan yang sesuai.
  • Lalu, sebuah alat dengan kemampuan Ultrasound dimasukan ke dalam celah mata guna menghancurkan lapisan katarak pada mata.
  • Kemudian, lapisan katarak yang sudah hancur akan dihisap dengan sebuah alat untuk membersihkannya.
  • Tahap selanjutnya adalah pemasangan lensa buatan yang disebut intraokuler atau IOL. Prosedurnya sendiri disebut dengan ‘implantasi lensa intraokuler’—hanya saja tidak semua orang dapat menerapkannya khususnya jika mereka memiliki gangguan mata lainnya, maka perlu konsultasi dokter sebelumnya.
  • Jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk pemasangan lensa buatan, dokter biasanya menyarankan Anda untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak, setelah operasi dilakukan untuk memperbaiki penglihatan Anda.
  • Setidaknya Anda membutuhkan waktu selama 8 minggu untuk pemulihan setelah operasi dan dibutuhkan penyesuaian selama beberapa waktu hingga penglihatan berfungsi maksimal.
Baca juga:  Penyebab Katarak Yang Perlu Dihindari

Menurut catatan dari situs webMD.com mengatakan bahwa hampir 98% tindakan operasi mata katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) berhasil dilakukan tanpa komplikasi yang serius. Hanya saja Anda perlu mewaspadai terjadinya infeksi dan perdarahan, demikian yang disebutkan oleh situs lainnya—Mayo Clinic.

Kenali Lensa Buatan Pada Operasi Mata Katarak

Meski diakuinya juga muncul sejumlah pandangan mengenai solusi katarak selain operasi, termasuk pengobatan herbal. Beberapa dokter biasanya membantu pasien katarak tanpa pembedahan mata katarak atau operasi mata, terutama untuk kasus katarak stadium awal baik pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan).

Namun solusi alternatif ini biasanya tidak mampu menghilangkan selaput sampai bersih. Kalaupun ada beberapa pengembangan pengobatan non-operasi, kemampuan dan sifatnya hanya menipiskan atau mencegah perkembangan selaput agar tidak semakin menebal dan melebar. Maka tak heran jika upaya pembedahan mata katarak atau operasi menjadi prioritas.

Metode pembedahan mata katarak di masa modern sudah mengalami pengembangan. Dalam prosedur terbaru tindakan operasi katarak tidak sekadar mengelupas lapisan mata, tetapi juga mengganti lensa mata lama yang sudah terselubung selaput dengan lensa buatan baru yang bisa bekerja dan berfungsi dengan baik.

Metode ini dianggap memiliki tingkat keberhasilan dua kali lebih baik daripada sekadar langkah pengelupasan manual yang sebelumnya dijalankan. Biasanya digunakan 3 jenis lensa buatan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasien, yakni:

  • Lensa torik — Lensa ini hanya dapat memperbaiki kondisi rabun jauh dan masalah astigmatisme (silinder).
  • Lensa monofokal — Lensa dengan satu fokus jarak dan biasanya baik untuk rabun jauh.
  • Lensa multifokal — Lensa yang dapat melakukan fokus ke berbagai titik dan jarak sehingga baik untuk sekaligus memperbaiki segala jenis rabun.

Jika kedua mata Anda terkena katarak, tindakan operasi mata katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 bulan setelah operasi pertama dilakukan. Jadi, masih takutkah Anda untuk melakukan operasi katarak saat ini?

Baca juga:  Gejala Katarak Yang Perlu Diwaspadai

Bagaimana Prosedur Operasi untuk Pengobatan Katarak?

Menurut pandangan pakar katarak di Jakarta Eye Center, Dr. Setiyo Budi Riyanto SpM(K), cara terbaik dalam mengatasi masalah katarak berdasarkan pandangan medis adalah melalui jalur operasi. Tindakan operasi adalah solusi akhir terbaik untuk pengobatan katarak, karena operasi katarak modern cenderung rendah risiko dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Secara umum terdapat 3 jenis tindakan operasi mata katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) yang diterapkan sesuai dengan kondisi pasien dan tingkatan keseriusan katarak yang dialami pasien. Dan 3 jenis operasi tersebut adalah:

1. Ekstrakaptuler dan Intrakaptuler

Pembedahan mata katarak atau operasi katarak dengan pengambilan lensa secara manual menggunakan luka sayatan pada kornea. Luka sayatan bisa cukup kecil kurang dari 2 cm untuk operasi ekstrakaptuler dan lebih dari 2 cm untuk intrakaptuler. Tindakan ini menyisakan sisa jahitan pada mata sehingga proses penyembuhannya lebih lama dengan risiko infeksi lebih tinggi.

2. Phacoemulsifikasi

Pembedahan mata katarak atau operasi ini dilakukan dengan membentuk sayatan kecil pada area tepi kornea. Dari lubang inilah kemudian dimasukan sejenis alat kecil dengan getaran ultrasonik di ujungnya. Hasil getaran akan menghancurkan lensa untuk kemudian disedot habis keluar. Setelah itu pasien akan ditanamkan lensa buatan di lokasi lensa lama. Sisa dari operasi hanya berbentuk luka kecil yang ditutup tanpa proses jahit.

3. Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery (FLACS)

Metode operasi penyakit katarak ini dilakukan dengan melakukan pengangkatan selaput menggunakan bantuan sinar laser. Pembedahan mata katarak ini sangat cepat dilakukan hanya sekitar 1 menit dan bisa dilakukan tanpa mengganti lensa baru. Prosedur ini masih jarang dilakukan karena biayanya relatif mahal.

Sebagaimana telah disampaikan Dr. Budi, sebenarnya beberapa dokter mulai mengembangkan langkah-langkah non-operasi sebagai solusi alternatif pengobatan katarak. Masih banyak pasien katarak yang takut menjalankan operasi, menjadikan kebutuhan untuk pengobatan katarak tanpa operasi cukup tinggi.


Mayo Clinic. 2018-03-22. Cataract surgery. URL: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cataract-surgery/about/pac-20384765. Diakses 2018-09-04. (Archived by WebCite®)