Katarak: Info Seputar Penyakit Mata

608
Penyakit katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan)
Sumber Gambar - cdn-images-1.medium.com

Diedit:

Waspadailah keberadaan penyakit katarak yang dapat terjadi pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan). Tahukah Anda bagaimana gejala katarak dapat diketahui? Apa sebenarnya penyebab katarak yang harus Anda waspadai? Bagaimana pengobatan katarak dapat dilakukan?

Keberadaan area mata yang tampak ditutupi kabut merupakan salah satu tanda utama yang perlu dicurigai sebagai penyakit katarak. Selaput tipis ini bisa menghalangi pandangan mata, sehingga penglihatan Anda menjadi terganggu. Namun, jika ini dibiarkan secara terus-menerus maka dapat mengarah kepada kebutaan. Mari kita perhatikan ulasan lengkap seputar penyakit katarak berikut.

“Penyakit Katarak” — Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit katarak yang dapat terjadi pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering dijumpai di Indonesia. Penyakit ini diawali dengan kondisi lensa mata yang mengeruh. Lensa mata yang mengeruh akan menghalangi cahaya untuk masuk ke dalam retina mata. Cahaya yang masuk ke mata menentukan seberapa jelas Anda melihat objek.

Jenis Katarak Yang Perlu Diketahui

Jika cahaya yang masuk ke dalam mata tidak terpenuhi, maka secara otomatis penglihatan Anda menjadi buram. Tanpa pengobatan, lensa yang mengeruh dapat mengeras. Saat penebalan berlangsung semakin lama, maka dapat menimbulkan kebutaan. Tahukah Anda bahwa penyakit ini terdiri dari 4 jenis?

1. Katarak Kortikal (Cortical Cataracts) – Hal ini berawal dari munculnya garis berbentuk trapesium atau garis-garis lurus berwarna putih pada tepi luar korteks atau ‘lensa tepi’. Jika dibiarkan, garis ini akan meluas mencapai lensa pusat dan mengganggu masuknya cahaya menuju lensa pusat.

2. Katarak Kongenital (Congenital Cataracts) – Kondisi yang tidak selalu mempengaruhi penglihatan dan terjadi karena faktor genetika atau bawaan lahir terkait dengan adanya infeksi intra-uterin atau trauma. Beberapa kondisi, seperti; distrofi miotonik, galaktosemia, neurofibromatosis tipe 2 atau rubella juga memicu terjadinya penyakit ini.

3. Katarak Nuklir (Nuclear Cataracts) – Penderitanya bisa jadi mengalami rabun dekat karena “lensa pusat” telah mengalami perubahan warna menjadi lebih kuning, penglihatan mata semakin kabur, bahkan sulit membedakan warna.

Pada umumnya, jenis katarak apapun yang terjadi pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) berlangsung perlahan dan tidak mengganggu fungsi penglihatan. Namun, lama-kelamaan penyakit ini mulai merampas penglihatan Anda.

Gejala Katarak Yang Perlu Diwaspadai

Awalnya gejala katarak yang terjadi pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) tidak disadari penderitanya karena hanya memengaruhi sebagian kecil lensa saja. Namun lama-kelamaan area yang terpengaruh meluas dan gejala dirasa lebih nyata. Penderitanya seringkali mengalami penglihatan yang buram, kabur atau redup.

  • Mata menjadi peka terhadap cahaya, namun sulit melihat di ruangan yang terang maupun dalam keadaan gelap.
  • Sering melihat lingkaran cahaya sebagai reaksi pembiasan yang menerpa selaput tipis lensa. Lensa berubah menjadi kuning dengan penglihatan ganda pada salah satu mata.
  • Sakit kepala secara tiba-tiba disertai dengan nyeri mata mendadak, juga penglihatan ganda dan keberadaan kilatan cahaya.
  • Kehilangan penglihatan secara mendadak.
  • Lensa yang awalnya jernih perlahan berubah warna menjadi kekuningan / kecoklatan.
  • Jumlah perubahan warna sedikit dan tidak kentara. Jika Anda mengalami perubahan warna lensa, Anda mungkin tidak dapat mengidentifikasi warna biru dan ungu.
Baca juga:  Jenis Katarak Yang Perlu Diketahui

Ketika penyakir ini berukuran kecil, kekeruhan hanya mempengaruhi sebagian kecil lensa. Kondisi ini cenderung “tumbuh” secara perlahan, sehingga penglihatan menjadi lebih buruk secara bertahap. Seiring waktu, daerah berawan di lensa mungkin menjadi lebih besar, sehingga penglihatan Anda menjadi lebih redup atau buram.

Ilustrasi: Perbedaan Mata Normal dengan Katarak
Sumber Gambar – aukereye.com

Pada anak-anak dapat diketahui melalui gerak tubuh dan gerak mata sang anak. Misalnya; ia tidak merespon secara langsung saat Anda memperlihatkan gambar yang penuh warna. Sang buah hati bisa jadi tidak dapat melihat objek kecil yang ada dihadapannya. Anda dapat melihat adanya refleksi berwarna putih pada mata sang anak.

Penyebab Katarak Yang Perlu Dihindari

Lalu, apa yang menjadi penyebab katarak yang terjadi pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan)? Umumnya penyakit ini terjadi di usia tua, seiring berkembangnya penuaan, namun cedera atau trauma pada mata juga dapat mengakibatkan perubahan lensa mata. Ada beragam teori sehubungan dengan penyebab kondisi ini, misalnya;

  • Pengaruh radiasi dan cahaya ultraviolet yang terlalu lama secara terus-menerus.
  • Keberadaan penyakit lainnya; seperti diabetes dan darah tinggi, atau karena reaksi alergi yang tidak teratasi dengan baik.
  • Karena endapan protein yang menggumpal sehingga mengurangi ketajaman gambar objek dalam mencapai retina. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Ketahuilah bahwa sebagian besar lensa mata terdiri dari air dan protein. Ketika protein menggumpal, ini akan mengaburkan lensa dan mengurangi cahaya yang seharusnya mencapai retina. Sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Sebagian besar penyakit ini terkait dengan usia berkembang dari gumpalan protein.

Maka, agar potensi serangan penyakit ini dapat berkurang. Ada baiknya untuk menggunakan kacamata hitam dan topi guna melindungi mata dari sinar ultraviolet. Berhenti merokok dan memperoleh asupan antioksidan dari buah serta sayuran juga membantu mencegah dampak kerusakan yang ditimbulkan dari penyakit tersebut.

Baca juga:  Jenis Operasi Mata Katarak Yang Tersedia

Pengobatan Katarak Yang Dapat Dijalani

Pengobatan katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan) dapat diawali dengan berada pada pencahayaan yang lebih terang, penggunaan kacamata anti-silau (kacamata hitam), atau lensa pembesar. Jika langkah-langkah ini tidak membantu, ada beberapa langkah lain yang bisa Anda terapkan:

  • Operasi atau pembedahan adalah satu-satunya pengobatan yang efektif. Pembedahan mencakup melepas lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Jika Anda memiliki gangguan di kedua mata, pembedahan akan dilakukan pada setiap mata diwaktu yang terpisah, biasanya empat minggu setelah pembedahan pertama.
  • Obat tetes mata pasca operasi atau pembedahan. Selama beberapa minggu setelah operasi, dokter Anda mungkin meminta Anda untuk menggunakan obat tetes mata. Tujuannya untuk membantu penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi. Tanyakan kepada dokter Anda tentang cara menggunakan dan efek samping yang dapat terjadi.

Menurut National Eye Institute, setidaknya 90% kasus pengobatan dengan pembedahan berhasil membantu penderitanya. Setelah pembedahan, hindari menggosok, menekan mata, ataupun melakukan aktifitas yang menekan saraf mata. Anda bisa berjalan, menaiki tangga, dan melakukan pekerjaan rumah tangga ringan.

Masalah setelah operasi mata katarak mencakup peradangan (kemerahan, nyeri, pembengkakan), perdarahan, infeksi, penglihatan ganda, kehilangan penglihatan, dan tekanan mata tinggi atau rendah. Dengan bantuan medis yang cepat, masalah ini biasanya dapat berhasil diobati. Penyembuhan akan selesai dalam waktu delapan minggu.

pengobatan katarak pada anak (remaja), lansia (orang tua), pria (laki-laki) ataupun wanita (perempuan)
Sumber Gambar – Viva

Banyak orang yang membutuhkan operasi juga memiliki kondisi mata lainnya, seperti degenerasi makula terkait usia, retinopati diabetik dan glaukoma. Jika Anda memiliki kondisi mata lainnya, bicaralah dengan dokter Anda, sebelum pembedahan dilakukan.

Setelah Anda memahami manfaat dan risiko operasi, Anda dapat membuat keputusan tentang apakah operasi merupakan tindakan yang tepat untuk Anda. Dalam kebanyakan kasus, menunda operasi tidak akan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mata ataupun membuat operasi lebih sulit. Anda tidak perlu terburu-buru melakukan operasi. Namun, ini harus didasarkan atas pemeriksaan dokter


The National Eye Institute (NEI). Facts About Cataract. URL: https://nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts. Diakses 2018-09-04. (Archived by WebCite®)