Tidur: Mengapa Anda Butuh Tidur?


By Fery Irawan

Cukup tidur-kah Anda? Beberapa orang merasa bahwa mereka sulit untuk beristirahat, ada pula yang merasa tidak ingin tidur, hal demikian menimbulkan beberapa pertanyaan seperti; Seberapa pentingkah Anda meluangkan waktu untuk tidur? Apa manfaatnya bagi kesehatan Anda?

Apa yang terjadi sewaktu tidur?

Kebiasaan tidur akan berubah seraya bertambahnya usia, sewaktu seseorang dewasa ia hanya membutuhkan waktu 3 jam per hari-nya, adapula yang membutuhkan waktu 10 jam—variasi lamanya waktu tidur diatur oleh jam biologis dalam tubuh.

Jam biologis ini bergantung pada senyawa kimia tubuh, salah satunya adalah melatonin yang dapat menyebabkan kantuk. Senyawa ini dihasilkan oleh otak dan turut memengaruhi penurunan metabolisme tubuh menjelang tidur. Saat senyawa itu dilepaskan sensasi relaks yang ditandai dengan penurunan suhu tubuh, berkurangnya aliran darah menuju otak, otot tubuh mulai mengendur atau tidak tegang.

Walaupun demikian, zat yang mengandung kafein dapat menghalangi kinerja senyawa kimia ini. Itu tidak akan membuat Anda benar-benar sadar sepenuhnya, karena otak memiliki jadwalnya sendiri saat ia mengalami kelelahan. Hal demikian akan membuat Anda masuk dalam tahap awal tidur mikro (microsleep)—kondisi tertidur saat sedang mengendarai kendaraan dengan intensitas 10 hingga 60 detik.

Fase-fase sewaktu tidur

Selama tidur, Anda akan mengalami beberapa fase seperti pergerakkan mata cepat yang berlangsung sepanjang malam, dengan intensitas 60 hingga 90 menit. Fase tersebut memicu otak untuk aktif dalam memperbaiki diri dan memengaruhi fungsi otak. Jika siklus tidur normal terganggu, tentu saja akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Setelah 2 jam Anda tertidur fase yang disebutkan diatas terjadi, para peneliti memasukkan kategori ini dalam 2 fase utama, yaitu; REM (rapid eye movement) dan non-REM (terdiri dari 4 tahap). Jika Anda memiliki kondisi yang sehat, kedua fase ini akan dialami secara berselingan hingga Anda tidur pulas.

Pada fase REM Anda cenderung mengalami mimpi dan relaksasi otot tubuh secara maksimum. Secara keseluruhan, tidur membantu Anda memiliki ingatan jangka panjang. Sedangkan pada fase non-REM tahap 3 maupun 4, tubuh akan bekerja semaksimal mungkin dalam menghasilkan hormon pertumbuhan—hal ini 50 kali lebih banyak pada remaja yang tidur pada malam hari.

Manfaat tidur bagi Anda

Selain itu, istirahat cukup akan menjaga Anda terhindar dari masalah yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung. Para peneliti juga mengaitkan tidur dengan selera makan. Faktanya sewaktu Anda kekurangan tidur, tubuh secara otomatis menanggapinya sebagai kekurangan asupan makanan, sehingga Anda merasa lapar.

Sebaliknya jika Anda cukup tidur, tubuh akan menghasilkan leptin yang memberi sinyal bahwa Anda cukup makan. Kurang tidur juga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan sel T dan bermanfaat menumpas keberadaan bibit penyakit.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}