• Home
  • Blog
  • Maag
  • Tanpa Sadar, Anda Bisa Memiliki 10 Hal Berikut yang Memicu Sakit Maag!

Tanpa Sadar, Anda Bisa Memiliki 10 Hal Berikut yang Memicu Sakit Maag!


By Cindy Wijaya

Penyakit maag akrab dalam kehidupan orang-orang di Indonesia, bahkan tak sedikit orang yang dikabarkan meninggal akibat sakit maag kronis! Kabar tersebut pastinya membuat kita semakin berhati-hati terhadap penyakit yang sering dianggap sepele ini.

Maag adalah penyakit dimana terdapat luka atau lubang di dinding lambung atau duodenum (bagian awal dari usus kecil). Orang-orang dari segala usia bisa menderita maag.

Sakit maag adalah penyebab umum dibalik gejala nyeri perut dan bisa menghilangkan selera makan, juga menyebabkan gejala-gejala seperti mual, muntah, atau perdarahan di saluran pencernaan.

Penyebab maag adalah masalah ketidakseimbangan cairan pencernaan di dalam lambung dan usus yang membuat luka terbentuk di dinding lambung atau duodenum usus kecil.

Walaupun tidak ada penyebab tunggal dari masalah ketidakseimbangan tersebut, namun terdapat beberapa penyebab yang bisa memperbesar kemungkinan Anda untuk menderita masalah tersebut. Berikut adalah 10 penyebab umum yang memicu sakit maag.

Infeksi Bakteri Helicobacter Pylori

Infeksi yang terbentuk akibat bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) adalah salah satu penyebab sakit maag yang paling umum. Masih belum jelas bagaimana infeksi tersebut menyebar, tetapi diduga bahwa infeksi ini ditularkan dari orang ke orang melalui kontak jarak dekat. Bakteri H. pylori mungkin juga masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman.

Jenis bakteri ini biasanya hidup di lapisan lendir yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil. Mereka bisa bertahan dalam lingkungan asam yang terjadi selama proses pencernaan.

Pertumbuhan berlebihan bakteri ini menimbulkan iritasi pada lapisan lambung dan melemahkan lapisan yang melindunginya. Pada akhirnya ini akan menyebabkan peradangan dan infeksi, yang akhirnya mengakibatkan sakit maag.

Akan tetapi, orang-orang yang terinfeksi H. pylori tidak selalu akan menderita maag. Hanya beberapa orang yang terinfeksi bakteri ini yang akan menderita maag dalam waktu beberapa hari ke depan.

Obat Nonsteroidal Anti-Inflamasi

Mengonsumsi obat nonsteroidal anti-inflamasi (NSAID) adalah penyebab maag lain yang umum dialami orang-orang. Obat NSAID yang dijual bebas maupun dari resep dokter sama-sama bisa mengiritasi atau meradangkan lapisan dinding dan usus kecil Anda, sehingga akhirnya menyebabkan maag.

Karena obat NSAID sering diresepkan untuk diminum berminggu-minggu atau berbulan-bulan, maka mereka lebih sanggup menimbulkan kerusakan pada lapisan saluran pencernaan daripada obat NSAID tanpa resep dokter yang hanya diminum sewaktu-waktu.

Sebenarnya, obat NSAID yang dijual bebas harus selalu disertai peringatan bahwa obat ini dapat melukai dinding lambung pada labelnya. Bahkan konsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan dan luka.

Beberapa jenis obat NSAID yang berbahaya bagi sistem pencernaan contohnya adalah ibuprofein dan naproxen sodium.

Minuman Beralkohol

Konsumsi alkohol secara terbatas tidak akan menyebabkan penyakit maag. Tetapi para ahli menyatakan bahwa konsumsi dalam jumlah berlebihan bisa jadi adalah salah satu penyebab penyakit maag.

Sebenarnya, konsumsi terbatas justru mampu melindungi lambung Anda dari infeksi bakteri H. pylori—salah satu penyebab maag yang utama. Namun, minum alkohol secara berlebihan dapat mengiritasi dinding lambung, sehingga memicu peradangan.

Segala jenis peradangan pada lambung memperbesar risiko Anda menderita sakit maag. Juga bisa menghambat proses penyembuhan luka maag yang sudah ada.

Minum alkohol berlebihan juga meningkatkan aktivitas asam di dalam lambung, sehingga Anda lebih rentan mengalami luka maag.

Sebuah penelitian tahun 2000 yang dirilis oleh American Journal of Gastroenterology melaporkan bahwa minuman beralkohol yang difermentasi dan non-suling meningkatkan kadar gastric dan pengeluaran asam pada lambung.

Selain alkohol, penyebab sakit maag yang umum lainnnya adalah merokok. Merokok juga membuat proses pengobatan dan penyembuhan maag menjadi kurang efektif.

Sindrom Zollinger-Ellison

Salah satu penyebab maag yang cukup langka adalah sindrom Zollinger-Ellison. Sindrom ini adalah kondisi langka dimana satu tumor atau lebih terbentuk di pankreas atau bagian atas usus kecil (duodenum).

Tumor ini melepaskan hormon gastrin dalam jumlah banyak, sehingga memicu lambung memproduksi terlalu banyak asam lalu melukai dinding lambung. Kelebihan asam tersebut kemudian memicu sakit maag, juga diare dan gejala-gejala lainnya.

Diperkirakan sekitar 90 – 95 persen penderita sindrom Zollinger-Ellison akan menderita sakit maag yang parah atau kambuh-kambuhan.

Terlalu Banyak Garam

Asupan garam yang berlebihan adalah penyebab penyakit maag yang lainnya. Sebenarnya, pola makan tinggi garam dapat memicu aktivitas gen yang dimiliki H. pylori sehingga bakteri ini jadi lebih ganas. Infeksi bakteri H. pylori adalah salah satu penyebab maag paling utama.

Sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan di Infection and Immunity melaporkan bahwa pola makan banyak garam menyebabkan perubahan genetik pada H. pylori dan membuat mereka menjadi lebih kuat.

Jika Anda sudah pernah terkena sakit maag, terlalu banyak mengonsumsi garam akan memperparah gejala-gejala yang Anda alami. Inilah sebabnya para penderita maag dianjurkan untuk menerapkan pola makan rendah garam atau menghindarinya sama sekali agar tidak terjadi iritasi lebih parah.

Stres Berlebihan

Meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa stres—secara emosi ataupun mental—bisa mengakibatkan penyakit maag, namun para ahli meyakini bahwa stres meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menderita penyakit ini.

Stres, terutama yang berkepanjangan, bisa berdampak pada produksi asam lambung. Stres mampu memicu peningkatan pelepasan asam lambung dan memperparah peradangan.

Walaupun dalam beberapa kasus stres sendiri tidak akan menyebabkan sakit maag, namun stres yang disertai infeksi bakteri atau penggunaan obat NSAID adalah penyebab-penyebab penyakit maag yang paling sering.

Disamping itu, stres yang berlebihan juga membuat Anda susah sembuh dari sakit maag yang sudah terjadi.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Memiliki anggota keluarga dekat yang juga menderita sakit maag biasanya akan meningkatkan risiko Anda untuk ikut terkena penyakit yang sama.

Sebenarnya, sebagian besar penderita sakit maag mempunyai anggota keluarga yang juga menderita sakit ini. Akan tetapi masih belum jelas mengapa hal ini bisa terjadi, sebab penyakit maag bukanlah penyakit keturunan.

Hiperkalsemia

Hiperkalsemia, yang berarti produk kalsium dalam jumlah berlebihan, adalah penyebab sakit maag yang lainnnya. Jika seseorang menderita hiperkalsemia, maka darah mereka mengandung kadar kalsium melebihi batas.

Kondisi hiperkalsemia dalam waktu lama cenderung menyebabkan kadar gastrin dalam jumlah tinggi, yang pada akhirnya memicu penyakit maag. Bahkan hal tersebut bisa memicu penyakit pankreatitis atau penumpukan kalsium pada jaringan lunak.

Bila kadar kalsium dalam darah Anda lebih besar daripada rata-rata 15 mg/dL, hal tersebut sudah termasuk kondisi gawat medis dan harus segera ditangani oleh pihak medis.

Kebanyakan Minum Kopi

Kebanyakan mengonsumsi kafein adalah penyebab sakit maag yang lainnya. Kafein meningkatkan produksi asam lambung, sehingga Anda jadi lebih rentan menderita luka akibat maag.

Kafein cenderung mempercepat proses pengosongan lambung, sehingga memicu tingginya kadar asam di dalam lambung. Asam ini kemudian mengalir ke usus kecil lebih cepat daripada normalnya.

Ini tidak hanya memperbesar risiko penyakit maag, tetapi juga memperparah gejala-gejala yang dialami oleh orang yang sudah terlanjur sakit maag.

Kekurangan Kadar Melatonin

Penyebab penyakit maag yang selanjutnya adalah kadar rendah melatonin dalam tubuh. Mendapatkan cukup cahaya matahari akan memicu produksi melatonin pada kelenjar pineal.

Namun, akibat perubahan pola hidup, seperti bekerja di malam hari, maka tubuh hanya mendapat sedikit cahaya matahari sehingga produksi melatonin pun menurun. Hal ini bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit maag.

Bahkan sebenarnya sedikit peningkatan kadar melatonin saja bisa memberikan dampak positif besar pada proses penyembuhan dan pencegahan sakit maag yang dipicu oleh stres.

Sekarang Anda sudah lebih paham apa saja penyebab sakit maag yang umum dialami orang-orang. Mungkin setelah membaca informasi ini Anda jadi bertanya-tanya, “Apakah saya sudah menderita penyakit ini?”

Anda bisa mengenali keberadaan penyakit ini dengan mencari tahu apa saja gejala-gejala sakit maag yang umumnya dialami. Silakan baca penjelasan mengenai gejala-gejala tersebut di artikel: Jangan Abaikan Penyebab dan Gejala Maag, Akibatnya Bisa Gawat!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}