• Home
  • Blog
  • Maag
  • Jangan Abaikan Penyebab dan Gejala Maag, Akibatnya Bisa Gawat!

Jangan Abaikan Penyebab dan Gejala Maag, Akibatnya Bisa Gawat!


By Cindy Wijaya

Apakah Anda salah seorang penderita maag? Sakit maag berasal dari luka terbuka yang berkembang di bagian dalam lapisan lambung serta bagian atas dari usus kecil. Oleh sebab itu salah satu gejala maag yang paling sering Anda rasakan mungkin adalah rasa nyeri pada perut.

Sebenarnya ada dua macam sakit maag, yaitu sakit maag gastric yang terjadi di bagian dalam lambung serta sakit maag duodenal yang terjadi di dalam usus kecil bagian atas (duodenum). Jika ingin mengobati penyakit ini, ada baiknya Anda pelajari dulu apa penyebab serta bagaimana gejala maag yang harus diwaspadai.

Apa Penyebab Maag?

Sakit maag atau juga disebut “tukak lambung” Anda alami jika asam di saluran pencernaan memakan lapisan dalam lambung atau usus kecil. Saluran pencernaan Anda dilapisi oleh lapisan mukosa yang seharusnya melindungi dari asam.

Tetapi kalau jumlah asam meningkat atau jumlah mukosa berkurang, maka terbentuklah luka di permukaan dalam lambung atau usus kecil yang menjadi penyebab maag. Beberapa faktor yang umumnya menyebabkan hal tersebut terjadi adalah:

Bakteri. Bakteri Helicobacter pylori biasa hidup di lapisan mukus yang menutupi serta melindungi jaringan-jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil. Biasanya bakteri H. pyori tidak menimbulkan masalah apa pun, tapi kadang-kadang bisa menyebabkan peradangan pada lapisan dalam lambung, sehingga terbentuklah luka.

Masih belum jelas bagaimana infeksi H. pylori berkembang dan menyebar. Kemungkinan infeksi ini ditularkan dari orang ke orang lain melalui kontak langsung, misalnya ketika berciuman. Orang-orang juga mungkin terkena H. pylori melalui makanan dan air.

Penggunaan obat pereda rasa sakit. Konsumsi obat aspirin, juga beberapa obat resep penghilang rasa sakit lain dan obat nonsteroid anti-inflamasi (NSAID), dapat mengiritasi atau meradangkan lapisan lambung serta usus kecil Anda. Obat-obat ini juga termasuk ibuprofen dan naproxen sodium.

Penyakit maag lebih sering diderita oleh orang-orang dewasa yang biasa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau mereka yang mengonsumsi obat untuk osteoartritis (pengapuran tulang dan sendi).

Konsumsi obat lain. Konsumsi obat-obatan lain bersamaan dengan obat NSAID, seperti steroid, antikoagulan, aspirin dosis rendah, alendronate, dan risedronate, dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya luka di lambung atau usus kecil penyebab maag.

Faktor Risiko Penyebab Maag

Selain disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, Anda juga rentan terkena sakit maag jika:

  • Merokok. Merokok meningkatkan risiko sakit maag pada orang-orang yang sudah terinfeksi bakteri H. pylori.
  • Minum alkohol. Alkohol bisa mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa pada lambung, serta dapat meningkatkan jumlah asam lambung yang diproduksi.
  • Stres berat yang tidak dikendalikan.
  • Mengonsumsi makanan-makanan pedas.

Ingatlah bahwa berbagai faktor risiko di atas bukanlah penyebab maag, tetapi mereka bisa memperparah sakit maag yang Anda derita serta membuatnya semakin sulit disembuhkan.

Bagaimana Gejala Penyakit Maag?

Karena penyakit ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu sakit maag gastric (lambung) dan duodenal (usus kecil), maka ada sejumlah perbedaan gejala dari kedua jenis penyakit ini. Tetapi kadang-kadang ada orang yang menderita dua jenis sakit maag sekaligus, yang disebut dengan kondisi gastroduodenal.

Satu cara untuk membedakan antara gejala maag pada lambung dengan maag pada usus kecil adalah dengan mencari tahu dimana serta kapan gejala-gejala tersebut muncul. Seraya makanan masuk ke saluran pencernaan, hal tersebut bisa menimbulkan nyeri perut di waktu-waktu berbeda, bergantung pada jenis sakit maag.

Walaupun lokasi gejala maag membantu menentukan jenis sakit maag mana yang Anda derita, tetapi kadang rasa sakit itu berasal dari lokasi lain. Itu berarti Anda bisa saja mengalami rasa sakit di suatu lokasi, tapi sebenarnya maag terjadi di tempat lain.

Sayangnya lagi, menurut Mayo Clinic hampir sekitar 75 persen penderita sakit maag tidak mengalami gejala-gejala. Namun jika muncul keluhan, maka yang biasanya dirasakan adalah:

  • Rasa sakit yang seperti membakar di perut
  • Rasa kenyang, kembung, atau bersendawa
  • Tidak sanggup mengonsumsi makanan berlemak
  • Heartburn
  • Rasa mual

Di samping itu juga kadang-kadang timbul gejala penyakit maag yang cukup parah, misalnya:

  • Muntah atau muntah darah—yang terlihat merah atau hitam
  • Darah hitam di tinja, atau tinja yang berwarna hitam
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa ingin pingsan
  • Mual atau muntah
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya
  • Perubahan selera makan

Segeralah temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit maag parah yang disebutkan di atas. Juga periksa ke dokter jika obat maag yang Anda konsumsi sanggup meredakan gejala, tapi belakangan gejalanya kambuh lagi.

Komplikasi Akibat Sakit Maag

Walaupun penyakit ini biasanya ringan dan tidak membutuhkan penanganan khusus, namun jika dibiarkan tanpa diobati bisa saja sakit maag yang Anda derita berkembang menjadi sedemikian parah lalu mengakibatkan hal-hal berikut:

  • Pendarahan dalam. Pendarahan bisa terjadi karena sedikit demi sedikit kehilangan darah menyebabkan anemia atau kehilangan darah berat yang mungkin membutuhkan perawatan medis khusus. Kehilangan darah parah dapat menyebabkan muntah darah atau BAB berdarah.
  • Infeksi. Sakit maag dapat terus mengikis lapisan lambung atau usus kecil sehingga menimbulkan lubang. Jika sudah begitu, Anda rentan mengalami infeksi serius pada rongga perut (peritonitis).
  • Penyumbatan. Sakit maag bisa memicu timbulnya pembengkakan, peradangan, atau jaringan parut yang dapat menghalangi masuknya makanan melalui saluran pencernaan. Penyumbatan seperti itu membuat Anda gampang merasa kenyang, sering muntah, serta kehilangan berat badan.

Penyebab dan gejala penyakit maag harus dikenali dengan baik supaya penanganannya juga dilakukan secara tepat. Jika Anda periksa ke dokter, kemungkinan beliau akan menyarankan Anda untuk menjalankan tes endokospi untuk melihat kondisi lapisan lambung Anda.

Setelah diketahui apa penyebab maag, dokter bisa merekomendasikan jenis perawatan terbaik untuk mengatasi penyakit Anda. Selama masa perawatan dan pengobatan, ada baiknya upayakan pola makan dan gaya hidup sehat agar bisa ceapat pulih dari sakit maag.

Lihat juga pembahasan terkait mengenai cara mengobati maag di artikel berikut: Bagaimana Cara Mengobati Maag Agar Tak Lagi Kambuh?

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}