Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Penyakit Maag Penyakit Maag

Penyakit Maag—Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Maag

Seiring semakin buruknya pola makan masyarakat, semakin sering juga kasus penyakit maagdialami orang-orang. Bahkan bukan hanya orang dewasa atau anak remaja, anak-anak yang masih kecil pun sudah rentan terkena maag. Mungkin Anda penasaran apa sebenarnya yang memicu penyakit maag, sehingga penyakit ini menjadi sedemikian umumnya.

Penyakit maag memiliki istilah medis “ulkus peptikum” atau dalam bahasa Indonesianya adalah “tukak lambung”. Dalam artikel ini kami akan menggunakan istilah penyakit maag agar lebih gampang Anda pahami.

Penyakit maag adalah luka atau borok yang menyakitkan pada lapisan lambung atau bagian pertama dari usus kecil—yang disebut duodenum. Apa yang menyebabkannya, apa saja gejala-gejalanya, dan bagaimana cara mengobati maag? Kami menganjurkan Anda untuk membaca artikel ini sampai habis untuk mendapat jawaban dari 3 pertanyaan ini.

Apa Penyebab Maag?

Meskipun dulu sempat tidak jelas mengapa seseorang bisa sampai terserang sakit maag, namun sekarang sudah jelas bahwa maag adalah akibat dari ketidakseimbangan cairan pencernaan di dalam lambung dan usus kecil.

Penyakit maag terjadi apabila asam dalam saluran pencernaan menggerogoti permukaan lambung atau usus kecil. Asam tersebut dapat mengikis permukaan sehingga menciptakan luka terbuka yang menyakitkan dan mungkin juga berdarah.

Saluran pencernaan Anda dilapisi dengan lapisan mukosa yang berfungsi sebagai pelindung terhadap asam. Tetapi jika terjadi ketidakseimbangan cairan pencernaan—jumlah asam meningkat atau jumlah mukosa menurun—Anda akan terserang maag. Berikut ini adalah sejumlah penyebab umum ketidakseimbangan cairan tersebut:

Infeksi bakteri. Bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) umumnya hidup di lapisan mukosa yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung serta usus kecil. Seringkali, bakteri H. pylori tidak menyebabkan masalah, namun kadang-kadang infeksi bakteri ini dapat menyebabkan peradanganlapisan dalam lambung sehingga menciptakan luka terbuka.

Masih belum jelas bagaimana infeksi ini menyebar. Kemungkinan bakteri ini ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat, misalnya berciuman. Anda juga bisa terinfeksi bakteri ini melalui makanan dan air.

Sering mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Minum obat aspirin maupun jenis obat NSAID lain dapat membuat iritasi atau peradanganpada lapisan lambung dan usus kecil. Selain aspirin, obat-obat NSAID ini termasuk ibuprofendan naproxen sodium.

Penyakit maag lebih sering dialami oleh orang dewasa yang sering mengonsumsi obat-obatan atau orang yang rutin minum obat untuk osteoartritis.

Mengonsumsi obat-obat lain. Mengonsumsi obat lain bersamaan dengan obat NSAID juga dapat meningkatkan risiko maag dengan menimbulkan luka terbuka pada lapisan lambung atau usus kecil. Obat tersebut misalnya obat steroid, antikoagulan, alendronate, dan risedronate.

Apakah ada dari penyebab-penyebab maag di atas yang Anda alami? Selain ketiga penyebab ini, apakah ada penyebab maag lainnya? Sebenarnya memang masih ada faktor-faktor lain yang dapat turut berperan dalam menyebabkan luka pada lapisan lambung atau usus kecil. Berikut adalah beberapa diantaranya:

  • Merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit maag pada orang yang terinfeksi bakteri H. pylori.
  • Minum beralkohol. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa pada lambung Anda, serta meningkatkan jumlah asam lambung yang diproduksi.
  • Mengalami stress berat yang tidak teratasi.
  • Gemar makan makanan pedas.

Meskipun demikian, faktor-faktor di atas sebenarnya bukan penyebab maag. Akan tetapi faktor-faktor tersebut dapat memperparah luka yang sudah ada dan membuatnya semakin sulit untuk sembuh. Dapat disimpulkan bahwa harus sudah ada luka dulu di lapisan lambung atau usus kecil, barulah faktor-faktor di atas akan memperparah luka itu.

Segera Obati Penyakit Maag!


Apabila luka penyakit maag tidak segera diobati, maka Anda bisa saja mengalami: pendarahan internal yang mengakibatkan Anda kehilangan banyak darah; luka memburuk menjadi lubang pada dinding perut atau usus kecil sehingga Anda terkena infeksi rongga perut (peritonitis); atau terjadi pembengkakan pada luka yang menyumbat saluran makanan pada pencernaan Anda.

Apa Saja Gejala Penyakit Maag?

Gejala penyakit maag yang paling sering dialami orang-orang adalah rasa terbakar pada perut. Asam lambung serta keadaan perut kosong dapat membuat rasa sakit menjadi lebih buruk. Rasa sakit dapat dikurangi dengan mengonsumsi makanan tertentu yang mengurangi asam lambung atau dengan minum obat maag, tetapi rasa sakit dapat kembali terasa.

Rasa sakit maag mungkin terasa lebih buruk di antara jam makan atau pada malam hari. Selain rasa terbakar pada perut, ada sejumlah gejala-gejala penyakit maag lain yang mungkin juga Anda alami, yaitu:

  • Perasaan kembung atau sering bersendawa
  • Intoleransi lemak makanan
  • Mulas
  • Mual
  • Muntah atau muntah darah
  • BAB berdarah, atau berwarna gelap seperti ter
  • Susah bernapas
  • Merasa ingin pingsan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Perubahan selera makan

Walau demikian, tidak semua yang memiliki luka pada lapisan lambung atau usus kecil akan merasakan gejala-gejala seperti di atas. Sebenarnya hampir sepertiga penderita luka maag tidak mengalami gejala-gejala penyakit maag.

Setelah memahami mengenai penyebab maag dan mengetahui gejala-gejala penyakit maag, mungkin Anda sekarang merasa bahwa Anda telah terkena penyakit maag. Jika memang begitu, yang sekarang Anda cari kemungkinan adalah tentang bagaimana cara mengatasi maag. Topik inilah yang akan dibahas selanjutnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Maag?

Cara mengobati maag bergantung pada penyebabnya. Pengobatan untuk sakit maag biasanya adalah dengan membunuh bakteri H. pylori. Jika penyebabnya adalah penggunaan obat, maka cara mengatasi maag-nya adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan obat tersebut.

Yang pasti, entah disebabkan oleh infeksi bakteri atau karena penggunaan obat tertentu, metode pengobatan harus disertai dengan langkah-langkah menyembuhkan luka pada lapisan mukosa.

Bila Anda ingin mengobati maag secara medis, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik guna mengatasi maag yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain antibiotik, obat untuk menghambat produksi asam lambung serta mempercepat penyembuhan luka juga mungkin diresepkan.

Akan tetapi, cukup banyak orang mencari obat herbal maag dibandingkan mencari obat medis. Apakah herbal dapat menjadi cara mengobati maag? Ya, bisa! Asalkan Anda tekun menjalani pengobatan herbal tersebut dan mengupayakan pola makan sehat untuk mendukung penyembuhan luka maag.

Salah satu herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi maag adalah Sarang Semut. Kandungan flavonoid di dalam Sarang Semutmemiliki sifat anti-bakteri. Itu berarti flavonoid dapat bekerja dalam tubuh untuk membunuh bakteri H. pylori penyebab maag.

Sarang Semut juga mengandung senyawa aktif tokoferol dan polifenol, serta beragam mineral bermanfaat seperti magnesium, kalsium, fosfor, natrium, seng, dan besi yang bekerja sama untuk menormalkan kembali kadar asam lambung dalam tubuh.

Berbagai kandungan tersebut juga berperan penting dalam memulihkan luka pada lapisan mukosa. Apabila bakteri penyebab maag ditumpas, asam lambung berlebih dinetralisir, dan luka akibat maag disembuhkan, maka kemungkinan besar Anda akan kembali menikmati kesehatan seperti semula, tanpa perlu merasakan rasa sakit maag yang tadinya sering kambuh.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara mengobati maag, kami sudah siapkan artikel yang khusus membahasnya: Bagaimana Cara Mengobati Maag Agar Tak Lagi Kambuh?

Akan tetapi, untuk dapat berhasil mengatasi maag, Anda juga harus selalu menghindari makanan-makanan yang dapat memicu penyakit maag kambuh. Untuk mengetahuinya, kami menganjurkan Anda untuk melihat artikel berikut: Pantangan Sakit Maag.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register