Stem Cell, Alasan Untuk Menyimpan Gigi Susu si Kecil

547

Diedit:

Ketika si kecil mulai kehilangan gigi susu mereka satu per satu, Anda melihatnya sebagai tanda bahwa si kecil sudah mulai memasuki tahapan baru. Usia mereka mungkin tengah melewati masa balitanya, dan memasuki masa kanak-kanak mereka. Namun rupanya gigi susu anak bisa berarti lebih dari sekadar yang selama ini Anda ketahui.

Di seluruh dunia ada berbagai budaya dan kepercayaan yaang berkaitan dengan masalah tanggalnya gigi susu ini. Mulai dari tradisi Eropa dan Amerika dengan tokoh peri gigi yang akan meninggalkan sejumlah uang untuk setiap gigi tanggal yang disimpan di balik bantal. Juga mitos di Indonesia dimana gigi susu bawah dilempar ke atas dan gigi susu atas akan ditanam untuk memastikan gigi tumbuh sempurna.

Namun sebuah riset baru memberikan Anda pandangan baru soal gigi susu yang tanggal ini. Dalam laman Stemlife dijelaskan bahwa gigi susu adalah salah satu sumber stem cell. Stem cell lebih mudah untuk didapat, tanpa proses yang sulit, juga lebih mudah pula untuk diidentifikasi. Stem cell dalam gigi merupakan salah satu simpanan penting bagi seorang anak, bahkan dikatakan salah satu stem cell terbaik yang perlu seseorang miliki dalam hidup mereka.

Apakah Stem Cell Itu?

Stem cell sendiri merupakan sel punca yang menjadi jejak utama dari DNA. Dalam laman Ipscell dijelaskan stem cell atau sel punca ini merupakan sumber dari pembentukan sel baru dan pembaruan sel lama.

Dalam tubuh manusia sendiri, terdapat jutaan sel dalam berbagai jenis dengan tugas dan bentuk yang sangat beragam. Sel punca atau stem cell ini bekerja untuk menghasilkan seluruh sel-sel ini secara berkesinambungan.

Stem cell inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap sel yang sudah usang akan digantikan dengan sel baru dengan jenis dan fungsi yang sama persis. Dan stem cell pula yang bertanggung jawab membentuk sel-sel baru baik ketika proses pertumbuhan atau penggantian sel yang hilang, seperti pada efek luka potong. Stem cell pula yang akan membentuk sel baru dalam proses penyembuhan.

Baca juga:  10 Cara Natural dan Sederhana untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebenarnya stem cell dalam tubuh sendiri sangat beragam, kinerjanya bergantung pada jenis sel yang dihasilkannya. Stem cell pada rambut akan berpusat pada regenerasi dan pembentukan sel rambut baru, sedang stem cell pada kulit akan bekerja meregenerasi sel kulit. Dan demikian pula dengan stem cell pada gigi.

Ada ribuan jenis stem cell dalam tubuh manusia dengan hasil sel yang berbeda, namun dari semuanya, terdapat jenis stem cell embrionik yang bekerja sebagai pusat pembentukan sel-sel awal tubuh. Stem cell ini bekerja di awal masa pertumbuhan embrio dalam rahim ibu dan merupakan pusat awal DNA mengatur proses pembentukan seluruh tubuh manusia hingga menjadi utuh dalam proses pertumbuhan janin di dalam rahim, untuk terus dikembangkan hingga masa dewasa.

Bagaimana Cara Mendapatkan Stem Cell Embrionik?

Untuk bisa mendapatkan stem cell embrionik, salah satunya perlu menyimpan tali pusar bayi. Di masa pertumbuhan janin, seluruh pusat pertumbuhan berawal dari titik pusar dan karenanya, di sanalah pula stem cell embrionik bisa diperoleh.

Namun tidak semua orang mengetahui pentingnya menyimpan stem cell, karenanya melewatkan begitu saja momen lepasnya tali pusar. Namun kini Anda bisa mendapatkan tipikal stem cell embrionik dari tubuh anak.

Sebenarnya stem cell yang bisa ditelusuri pada sel anak juga tidak lagi bisa disebut sebagai stem cell embrionik . Di sana hanya ada stem cell IPS, yang menyimpan rekam jejak DNA murni tubuh sejak dalam embrio. Namun fungsinya serupa dengan stem cell embrionik dalam janin, karena bekerja mengendalikan DNA dalam pertumbuhan sel-sel baru di luar kandungan.

Dan berdasarkan riset tahun 2003, ditemukan bahwa stem cell IPS ini juga bisa temukan dalam gigi susu. Besar kemungkinan karena gigi cenderung berusia panjang. Akar sudah terbentuk sejak dalam rahim dan berkembang terus sejak usia mereka 6 bulan. Kemudian baru rusak dan digantikan setelah usia mereka memasuki 6 tahun. Artinya gigi susu mereka masih memiliki stem cell embrionik yang berasal dari masa mereka dalam rahim.

Stem cell ini memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan stem cell pada umumnya. Ini karena di dalamnya terdapat rekam jejak DNA murni yang berasal dari dalam masa perkembangan mereka sebagai janin.

Baca juga:  Loh, Ternyata Ada Gaya Hidup Sehat yang Sudah Ketinggalan Jaman?

Stem cell IPS bisa Anda kembangkan menjadi sel-sel baru untuk segala jenis bentuk sel dalam tubuh. Ini berbeda dengan stem cell kulit yang hanya bisa dikembangkan sebagai sel kulit baru, atau stem cell darah yang hanya bisa berkembang menjadi sel darah baru.

Apa Manfaat Menyimpan Gigi Susu Untuk Buah Hati Anda?

Dengan menyimpan gigi susu anak, Anda menyimpan DNA dari anak sekaligus stem cell IPS mereka. Stem cell ini bisa menjadi solusi untuk Anda ketika kelak di kemudian hari si kecil mengidap sejumlah penyakit. Karena stem cell bisa menjadi solusi pengobatan yang terbaik.

Ambil contoh, bila mana si kecil mengalami masalah gagal ginjal. Anda bisa mengatasi keluhan ini sehingga tidak lagi harus menunggu adanya ginjal donor yang cocok untuk melakukan transplantasi, juga tak harus bergantung seumur hidup dengan mesin cuci darah.

Anda bisa membentuk sel-sel ginjal baru dari stem cell IPS tadi. Caranya dengan membentuk stem cell ginjal dari jejak DNA dalam stem cell IPS. Stem cell alami pada ginjal tak cukup kuat untuk melakukan regenerasi terus menerus ketika kerusakan yang terjadi cukup luas dan kompleks. Dengan transplantasi sejumlah stem cell ginjal baru, maka stem cell baru akan membibit sejumlah sel baru yang akan mengatasi kerusakan ginjal yang sudah terjadi.

Stem cell berpotensi besar untuk menjadi solusi dari banyak penyakit berat seperti kanker, jantung, parkinson, demensia, stroke, kerusakan akibat kecelakaan parah, kerusakan tulang belakang, dan lain sebagainya.

Metode ini memiliki tingkat keberhasilan cukup baik, meski membutuhkan sistem pengendalian pertumbuhan yang ketat dan pertimbangan yang baik mengenai banyak stem cell yang perlu ditransplantasikan. Karena pada beberapa kasus, kegagalan bisa terjadi akibat stem cell yang bertindak berlebihan dan justru membentuk tumor akibat stem cell membentuk sel lebih banyak dari kebutuhan.