Sedot Lemak dan Bahaya di Baliknya


By Cindy Wijaya

Sedot lemak, mungkin ini terdengar sebagai sebuah jalan pintas yang menggembirakan. Khususnya untuk para wanita yang sudah lelah dengan bobot badan berlebih. Tetapi ternyata di balik itu semua, sedot lemak menyimpan bahaya risiko yang cukup tinggi. Karena itu cara ini kurang dianjurkan, lebih baik menggunakan cara yang alami. Mengenai itu, kami akan menjelaskan mengenai bahaya-bahayanya pada artikel kali ini dengan cukup rinci.

Memang keputusan akhir tetaplah di tangan Anda, karena Andalah yang memegang kendali dalam kehidupan. Selain itu, Anda juga sebaiknya mengetahui bagaimana metode yang digunakan dalam operasi sedot lemak, mari baca selengkapnya.

Liposuction

Sedot lemak memiliki nama lain liposuction. Tujuan dari liposuction ini adalah untuk menghilangkan lemak berlebih yang terdapat di dalam tubuh Anda. Sedot lemak sendiri merupakan bagian dari perkembangan teknologi medis. Di mana di jaman sekarang orang lebih senang memilih jalan pintas walaupun harus membayar mahal dan harus menerima risiko di balik sesuatu yang instant. Mungkin di negara Indonesia, liposuction masih belum begitu populer, karena itu perkembangan sedot lemak di negara ini masih kurang.

Metode Sedot Lemak

Sedot lemak menggunakan metode pembedahan, dengan cara menyedot lemak di daerah tubuh tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal. Walaupun belum begitu populer di negara Indonesia, tetapi sudah ada dokter spesialis bedah plastik yang mampu melakukan operasi sedot lemak ini. Walaupun begitu, tujuan dari liposuction ini bukanlah menurunkan berat badan, melainkan hanya untuk fungsi kosmetik, yaitu untuk memperoleh lekuk tubuh indah yang diidamkan. Khususnya bagi Anda yang malas melakukan program diet alami, maka sedot lemak seringkali dijadikan pilihan, walaupun memang kami kurang merekomendasikan. Sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum memilih menjalankan liposuction pada diri Anda.

Kondisi Kesehatan Maksimal

Pasien harus menjalankan pemeriksaan kondisi kesehatan terlebih dahulu, jika kondisi kesehatan pasien tak maksimal, maka operasi dapat dibatalkan sebab risikonya sangat tinggi. Juga, ada pantangan yang harus dilakukan sebelum seseorang menjalankan sedot lemak. Pantangan tersebut yaitu tidak boleh merokok dan minum minuman beralkohol, selain itu juga tak boleh menggunakan obat untuk pengencer darah.

Begitu pula bagi seseorang yang menderita penyakit tertentu, contohnya penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal, jika ingin menjalankan operasi sedot lemak, maka pasien harus selalu ada dalam hasil pemeriksaan medis yang benar-benar terkendali atau terkontrol.

Proses Marking

Dalam sedot lemak ada yang dikenal dengan istilah “Marking”, ini adalah penandaan pada area tubuh tertentu. Bagian tubuh yang sering di-marking ialah lengan, leher, dada, perut, pinggang, punggung, paha, karena memang pada bagian tubuh tersebut seringkali menjadi tempat lemak terkumpul. Operasi sedot lemak pun banyak terfokus pada daerah tubuh tersebut. Proses marking dilanjutkan ke sayatan kecil di daerah tubuh tersebut, selanjutnya dimasukkan larutan campuran dari adrenalin, lidocain, NaCl dan bicnat. Ini bertujuan untuk mengurangi perdarahan. Kombinasi larutan tersebut dalam operasi sedot lemak disebut dengan cairan tumescent.

Proses Menghancurkan Lemak

Selanjutnya dalam operasi sedot lemak adalah proses menghancurkan lemak, dengan cara memakai peralatan vaser (Laser), manual, dan microaire (Mekanik). Sesudah melewati proses penyedotan, daerah tubuh itu pun akan dibungkus memakai korset khusus, disebut dengan compress garment, serta wajib dipakai pasien sedot lemak untuk jangka waktu 3 hingga 6 bulan.

Tak hanya itu saja, bahkan ada juga terapi RF (Frekuensi Radio) dimana terapi ini bisa membantu penyembuhan pasien lebih cepat. Sementara itu, masih terkait operasi sedot lemak, compress garment yang disebutkan sebelumnya memiliki fungsi mengurangi nyeri dan bengkak ketika pasien bergerak, sesudah melakukan operasi sedot lemak.

Lemak yang Terangkat

Jika Anda bertanya mengenai berapa banyak lemak yang terangkat setelah menjalani operasi sedot lemak. Semua itu bergantung kepada jumlah dari cairan tumescent. Di mana cairan ini diberikan pada pasien sedot lemak tersebut. Pasien yang memperoleh proses pembiusan lokal akan lebih aman jika memperoleh cairan tumescent di bawah 5000 cc. Untuk kondisi tersebut, pasien tidak perlu rawat inap dan boleh pulang. Sementara itu, jika dibutuhkan cairan tumescent yang lebih banyak, melebihi 5 liter, maka pasien pun direkomendasikan rawat inap untuk 1 hingga 2 hari, dengan tujuan melakukan observasi keadaan umum sesudah operasi sedot lemak.

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa operasi sedot lemak kurang dianjurkan, walaupun memang hingga kini jika dilakukan dengan tepat, masih terbukti berhasil. Salah satu risikonya ialah infeksi kulit. Jika memang terjadi infeksi kulit, maka dibutuhkan perawatan paska operasi. Di mana ini berarti Anda akan menghabiskan uang lebih banyak lagi di luar uang untuk membayar biaya operasi liposuction. Tak hanya itu, infeksi kulit karena liposuction juga akan menyebabkan timbulnya bekas luka yang cukup terlihat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}