Resep Herbal Kudis: Daun Srikaya, Mindi Kecil, dan Sambiloto

410
daun srikaya untuk resep herbal kudis
Srikaya (Credit: Vengolis / License: CC BY-SA 4.0)

Diedit:

Kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang bisa dengan mudah menular. Jika Anda atau orang yang dekat dengan Anda mengalami penyakit ini, cobalah manfaatkan 3 resep herbal kudis pilihan ini untuk meringankan gejala-gejala serta mempercepat pemulihannya.

Dalam artikel ini Anda akan belajar caranya membuat 3 ramuan herbal kudis dari daun srikaya, daun mindi kecil, dan daun sambiloto. Juga akan dijelaskan apa sebenarnya penyebab kudis serta tips untuk mencegah penularannya.

Resep Herbal Kudis – Daun Srikaya

Bahan:

Daun srikaya yang masih segar, 15 lembar.
Air kapur sirih, 1 sendok teh.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih daun srikaya lalu tumbuk sampai halus.
Tambahkan air kapur sirih dan remas-remas.
Ramuan herbal kudis siap digunakan.

Aturan Pakai:

Gunakan ramuan untuk menggosok kulit yang menderita kudis.

Mengapa Daun Srikaya Bermanfaat?

Daun dari pohon srikaya (Annona squamosa) merupakan salah satu pilihan tradisional untuk mengobati kudis. Telah dilakukan penelitian untuk menguji manfaat daun srikaya dalam pengobatan kudis. Salah satunya dibahas dalam sebuah konferensi melalui presentasi berjudul “Effect of Annona Squamosa Extract Combined with Permetrin 5% on Scabies Lesion.”

Dalam penelitian itu dilakukan eksperimen yang melibatkan 24 partisipan. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok: satu kelompok yang hanya diberikan obat permethrin 5% (kelompok kontrol) dan lima kelompok lain yang diberikan permethrin 5% serta salep dari ekstrak daun srikaya dalam konsentrasi yang berbeda (0.1%, 0.5%, 1%, 5%, dan 10% — secara berurutan dinamai kelompok T1, T2, T3, T4, dan T5).

daun srikaya untuk resep herbal kudis
Srikaya (Credit: Vengolis / License: CC BY-SA 4.0)

Perawatan dilakukan seminggu sekali selama tiga minggu. Hasilnya terlihat ada perbedaan luka kudis yang signifikan pada kelompok kontrol dan pada kelompok T1, kelompok kontrol dan kelompok T2, kelompok kontrol dan kelompok 3, kelompok kontrol dan kelompok T4, serta kelompok kontrol dan kelompok T5.

Dari hasil-hasil yang didapat kemudian diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun srikaya memang bermanfaat untuk ramuan herbal kudis. Terbukti bahwa penggunaannya dapat menambah keefektifan dari perawatan permethrin 5% yang adalah obat yang biasa diresepkan untuk kudis.

Resep Herbal Kudis – Daun Mindi Kecil

Bahan:

Daun mindi kecil yang masih segar, secukupnya.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih daun mindi kecil lalu tumbuk hingga halus.
Ramuan herbal kudis siap digunakan.

Aturan Pakai:

Bubuhkan ramuan pada bagian kulit yang mengalami kudis.

Mengapa Daun Mindi Kecil Bermanfaat?

Pohon mindi kecil (Melia azedarach) adalah jenis pohon hutan yang tumbuh subur di tanah yang cukup mendapat aliran air dan di tanah yang dalam, tanah liat, atau berpasir. Mindi kecil biasa ditanam di pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Kadang juga tumbuh liar di daerah-daerah dekat pantai. Nama daerah dari pohon ini yaitu renceh (Sumatera) dan gringging, mindi, atau cakra-cikri (Jawa).

Pada tahun 2010, sebuah penelitian etnofarmakologis pada tanaman obat yang digunakan untuk penyakit kulit dan perawatan kosmetik tradisional dilakukan di 30 komunitas suku terpencil di Provinsi Perbatasan Barat Laut Pakistan. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa mindi kecil adalah salah satu dari 15 spesies tanaman yang dapat mengobati berbagai penyakit kulit, seperti bisul, jerawat, dan kudis.

Baca juga:  Minum Ramuan Tradisional: Apa Aturan Umum yang Perlu Diikuti?
daun mindi kecil untuk ramuan herbal kudis
Pohon Mindi Kecil (Credit: Anna Anichkova / License: CC BY-SA 3.0)

Manfaatnya itu tentu tak terlepas dari beragam konstituen yang terkandung dalam tanaman ini. Kandungan-kandungan itu memiliki bermacam aktivitas biologis. Misalnya aktivitas anti-fungi dari kandungan hydroxycoumarin; anti-inflamasi dari monoterpena; bakteriostatik dari alkaloid beta-karbolin; anti-virus dari meliacin dan meliacarpin; serta insektisda dan antifeedant dari limonoid. Limonoid juga terkenal memiliki aktivitas anti-bakteri, anti-virus, dan anti-fungi.

Karena mengandung konstituen-konstituen dengan aneka ragam aktivitas biologis, maka penelitian terbaru menyebutkan bahwa mindi kecil mempunyai potensi untuk mengobati beragam masalah kesehatan. Dan dengan aktivitas biologisnya, diharapkan daun mindi kecil dapat menjadi resep herbal kudis yang efektif.

Resep Herbal Kudis – Daun Sambiloto

Bahan:

Daun sambiloto yang masih segar, 1 genggam.
Belerang, seujung sendok teh.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih daun sambiloto lalu tumbuk bersama belerang sampai halus dan rata.
Ramuan herbal kudis siap digunakan.

Aturan Pakai:

Balurkan ramuan pada bagian kulit yang memiliki kudis.

Mengapa Daun Sambiloto Bermanfaat?

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) banyak digunakan untuk keperluan kesehatan. Dalam dunia pengobatan tradisional, sambiloto dimanfaatkan untuk penurun panas, penghilang racun tubuh, mencegah masuk angin, mengatasi infeksi saluran pernapasan atas seperti sinusitis dan demam, penangkal racun ular juga serangga.

daun sambiloto untuk ramuan herbal kudis
Daun Sambiloto

Sambiloto telah dilaporkan memiliki beragam aktivitas biologis seperti anti-bakteri, anti-virus, anti-inflamasi, anti-HIV, imunomodulasi atau imunostimulan, dan anti-kanker. Tanaman ini juga menunjukkan aktivitas pengobatan pada penderita gangguan hati, batuk, dan pilek.

Tanaman herbal ini juga dianggap sebagai aperien, emolien, astringen, diuretik, emmenagogue, tonik untuk lambung dan hati, karminatif, antihelmintik, dan antipiretik. Karena aktivitas “pembersih darah”-nya, sambiloto juga dianjurkan digunakan untuk perawatan penyakit kusta, gonore, kudis, bisul, dan demam kronis.

Apa Penyebab Penyakit Kudis?

Kudis disebabkan oleh tungau (kutu berukuran sangat kecil) yang dapat hidup dalam jumlah banyak di permukaan kulit. Tungau tersebut adalah Sarcoptes scabiei. Jika dibiarkan tidak diobati, tungau itu bisa hidup di kulit hingga berbulan-bulan.

Mereka bereproduksi di permukaan kulit dan kemudian menggali ke bagian dalam kulit untuk bertelur. Mereka menyebabkan kulit terasa gatal dan timbul ruam merah di kulit.

Diperkirakan ada sekitar 130 juta kasus penyakit kudis di seluruh dunia pada suatu waktu. Mengapa kasusnya bisa sebanyak itu? Karena kudis sangat menular dan bisa dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan kulit. Kudis juga bisa menular melalui baju atau seprai.

Walaupun penyakit kulit ini bisa sangat menyebalkan, tapi sebenarnya Anda bisa dengan baik mengatasinya. Jika periksa ke dokter, beliau biasanya akan meresepkan obat untuk membunuh tungau penyebab kudis sekaligus telur-telurnya.

Dan karena kudis bisa menular, dokter mungkin akan menyarankan agar orang-orang lain yang tinggal serumah dengan pasien juga mendapat pengobatan. Karena mereka sering bersentuhan langsung dengan pasien dan punya risiko besar untuk tertular. Jika Anda ingin memanfaatkan resep herbal kudis, tanyakanlah hal itu pada dokter yang merawat.

Baca juga:  3 Resep Herbal Luka Berdarah untuk Cepat Menutup Luka

Meskipun ramuan herbal kudis dapat membantu mengatasi masalah kulit ini, tetapi Anda tetap disarankan untuk terlebih dulu mendapat perawatan dari dokter. Alasan utamanya adalah karena kudis sangatlah menular, jadi lebih baik ditangani oleh ahlinya agar tidak menular ke orang lain.

Bagaimana Cara Dokter Mengobati Kudis?

Secara medis perawatan untuk kudis sering kali menggunakan salep, krim, dan losion khusus yang dioleskan ke permukaan kulit. Obat oral (yang diminum) juga mungkin akan diresepkan.

Dokter mungkin akan meminta Anda mengoleskan obat di malam hari—ketika tungau sangat aktif. Anda mungkin harus mengoleskannya ke sebagian besar area kulit, mulai dari leher ke bawah. Anda boleh mandi besok harinya untuk membersihkan obat oles itu.

Pastikan untuk mengikuti semua petunjuk dokter mengenai penggunaan obat. Biasanya obat oles harus digunakan selama 7 hari. Menurut lembaga American Academy of Dermatologist, ada sejumlah obat yang umumnya dipakai untuk mengobati kudis seperti:

  • Krim permethrin 5 persen.
  • Losion benzyl benzoate 25 persen.
  • Salep belerang (sulfur) 10 persen.
  • Krim crotamiton 10 persen.
  • Losion lindane 1 persen.

Dokter juga mungkin meresepkan obat tambahan untuk meringankan gejala-gejala yang menyertai kudis, seperti gata-gatal dan bengkak. Berikut adalah obat-obatan yang mungkin diresepkan:

  • Anti-histamin, seperti diphenhydramine atau losion pramoxine untuk membantu mengurangi gatal-gatal.
  • Antibiotik untuk membunuh semua infekfsi yang terjadi akibat terus-menerus menggaruk kulit.
  • Krim steroid untuk mengurangi bengkak dan gatal-gatal.

Ada juga perawatan yang lebih intensif lagi untuk kasus penyakit kudis yang sudah parah atau sudah menyebar luas, yaitu obat tablet bernama ivermectin. Obat ivermectin dapat diberikan pada orang-orang yang:

  • Tidak membaik gejala-gejalanya setelah mendapat perawatan pertama.
  • Mengalami kudis yang berkerak.
  • Mengalami kudis di sebagian besar bagian kulitnya.

Selama minggu pertama menjalani perawatan, bisa jadi gejala-gejala kudis tampak memburuk. Tetapi setelahnya, seharusnya mulai terasa perbaikan seperti berkurangnya gatal. Dan kudis seharusnya akan sembuh total dalam 4 minggu perawatan.

Jika kondisi kulit tidak sembuh dalam waktu 1 bulan, itu bisa jadi berarti masih ada tungau-tungau tersisa di kulit. Dan ada kemungkinan kulit masih akan terasa gatal hingga 1 bulan setelah sembuh. Tapi Anda sebaiknya periksa ke dokter lagi jika gejala-gejalanya tetap tidak membaik setelah 4 minggu menjalani perawatan.

Tips untuk Mencegah Kudis Menular

Cara terbaik untuk mencegah kudis adalah dengan tidak bersentuhan langsung dengan orang lain yang menderita kudis. Hindari juga baju atau seprai yang sudah dipakai oleh penderita kudis.

Tungau penyebab kudis dapat hidup 48 – 72 jam setelah lepas dari tubuh, jadi Anda harus hati-hati agar tungau-tungau itu tidak kembali menempel ke kulit. Pastikan untuk mencuci semua benda-benda di bawah ini dengan air panas (50 derajat C):

  • Pakaian
  • Seprai dan sarung bantal/guling
  • Handuk
  • Bantal atau guling

Semua benda lain yang tidak bisa dicuci bisa dibersihkan dari tungau dengan cara dibungkus plastik kedap udara. Taruh di tempat yang jauh dari jangkauan dan biarkan selama beberapa hari. Tungau-tungau tersebut akan mati dengan sendirinya.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang resep herbal kudis. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan segera menerapkan informasi di sini. Temukan juga info-info herbal khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Dalimartha, Setiawan. (2008). 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

Yuniati R & Subchan P & Irnawanti I & Faniyah F. (2019). Effect of Annona Squamosa Extract Combined with Permetrin 5% on Scabies Lesion. Frontiers in Pharmacology. Conference Abstract: International Conference on Drug Discovery and Translational Medicine 2018 (ICDDTM ’18) “Seizing Opportunities and Addressing Challenges of Precision Medicine”. doi: 10.3389/conf.fphar.2018.63.00105

Baumann, Leslie S. Melia Azedarach. Published: 2015-12-03. URL: https://www.mdedge.com/dermatology/article/106080/aesthetic-dermatology/melia-azedarach. Accessed: 2019-01-29. (Archived in WebCite®)

Joselin, Joseph & Jeeva, Solomon. (2014) Andrographis Paniculata: A Review of its Traditional Uses, Phytochemistry and Pharmacology. Medicinal & Aromatic Plants. 3:169. doi:10.4172/2167-0412.1000169

Johnson, Shannon. Scabies. Reviewed: 2017-03-14. URL: https://www.healthline.com/health/scabies. Accessed: 2019-01-29. (Archived in WebCite®)


Advertisement
Alinesia