Puasa Media Sosial: Solusi Atasi Kecanduan Sosmed & FOMO


By Cindy Wijaya

Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian, baik pada orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Sering kali kita butuh media sosial untuk mempermudah kegiatan kita, misalnya dalam pendidikan, pekerjaan, perekonomian, hingga sarana transportasi.

Sayangnya di balik kemudahan itu, ada bahaya penggunaan media sosial yang sering tidak disadari—yaitu kecanduan media sosial yang bisa mengganggu kesehatan mental. Jika sudah sampai taraf candu, itu tandanya sudah membutuhkan puasa media sosial atau yang sering disebut detox sosmed.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tanda-tanda sudah kecanduan media sosial, apa pentingnya puasa sosmed, dan bagaimana cara melakukan puasa sosmed.

Tanda-Tanda Kecanduan Media Sosial

Media sosial (sering disingkat medsos atau sosmed) tidak selalu buruk. Yang jadi masalah adalah jika kita tidak bijak dalam menggunakannya hingga menimbulkan hal-hal buruk. Adakah tanda-tanda kecanduan media sosial berikut yang terjadi pada diri Anda? (Sumber: Social Media Addiction – Addiction Center)

  • Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan sosmed atau berencana menggunakan sosmed.
  • Merasa terdorong untuk semakin sering menggunakan sosmed.
  • Menggunakan sosmed untuk melupakan masalah yang sedang dihadapi.
  • Sering mencoba mengurangi penggunana sosmed tapi tidak berhasil.
  • Menjadi gelisah atau kesusahan jika tidak bisa menggunakan sosmed.
  • Terlalu sering menggunakan sosmed sehingga berdampak negatif pada pekerjaan atau pendidikan.

Jika ada lebih dari 3 tanda di atas yang terjadi pada diri Anda, itu mungkin menunjukkan Anda sedang mengalami kecanduan media sosial. Disarankan untuk melakukan puasa media sosial guna mengatasi kecanduan tersebut, sebelum berkembang menjadi lebih parah.

Apa Pentingnya Puasa Sosmed?

Berbagai penelitian telah dilakukan dan membuktikan apa pentingnya puasa sosmed. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Sosialisasi Vol. 9 No. 3 tahun 2022 menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami kecanduan akan membawa pengaruh negatif bagi dirinya sendiri. Pengaruhnya bisa secara fisik, mental, hingga pada lingkungan sosialnya.

Orang yang kecanduan bisa mengalami masalah kesehatan seperti gampang lelah, pusing, dan pola tidur tidak teratur. Selain secara fisik, dampak lainnya adalah dampak psikologis yang berkaitan dengan kesehatan mental. Misalnya kurangnya kepercayaan diri, perubahan pada mood, serta mudah cemas karena tidak terpenuhinya keinginan di media sosial.

Juga berpengaruh pada lingkungan sosial, dimana dia bisa menjadi anti-sosial karena terlalu fokus pada gadget, sehingga interaksi sosialnya buruk. Mungkin menjadi lebih senang berinteraksi di dunia maya karena merasa teman di sosmed lebih menyenangkan untuk diajak berinteraksi dibandingkan di dunia nyata. Jika interaksi sosialnya buruk, maka secara tidak langsung akan memicu terjadinya kecanduan internet.

Kecanduan media sosial dapat membuat seseorang mengalami fear of missing out (FOMO), karena merasa harus terus mengakses sosmed agar terus up to date dengan perkembangan zaman. FOMO bisa berdampak secara psikologis, misalnya menjadi kesepian, rendah diri, tidak percaya diri, merasa cemas, dan mood tidak stabil.

Di sinilah peran puasa media sosial (puasa sosmed), yang sering juga disebut sebagai detox sosmed. Ini adalah suatu upaya untuk mengurangi dan menyeleksi penggunaan media sosial. Tujuan detox sosmed agar penggunaannya hanya untuk aplikasi yang benar-benar dibutuhkan saja.

Ilustrasi Apa Pentingnya Puasa Sosmed
Puasa Sosmed Bisa Memperbaiki Interaksi Sosial Kita (Photo by XiXinXing via Canva)

Apa pentingnya puasa sosmed? Menurut hasil penelitian yang diterbitkan Jurnal Koneksi Vol. 4 No. 1 tahun 2020, detox sosmed dapat membuat seseorang menjadi menerima kekurangannya sendiri, fokus mengembangkan diri sendiri, serta berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Penelitian lain yang diterbitkan Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi Vol. 6 No. 1 tahun 2022 juga menunjukkan apa pentingnya puasa sosmed. Melalui puasa media sosial, seseorang dapat mengontrol dan membatasi penggunaan gadget serta media sosial dalam kehidupan sehari-harinya. Itu tujuannya untuk menghindari perilaku ketergantungan terhadap sosmed serta perasaan cemas yang timbul jika tidak menggunakan sosmed atau yang disebut FOMO.

Bagaimana Cara Melakukan Puasa Media Sosial?

Banyak pengalaman membuktikan pentingnya detox sosmed sebagai solusi mengatasi kecanduan sosmed dan FOMO. Melakukannya dapat memperbaiki kesehatan fisik, mental, dan interaksi kita dengan orang lain. Bagaimana cara melakukannya? Berikut beberapa tips praktisnya dari Young Minds.

Pikirkan apa yang bisa menyimpangkan perhatian kita

Cobalah awali melakukan detox sosmed pada saat kita tahu akan ada banyak hal lain yang menyimpangkan perhatian. Kita mungkin lebih mudah melupakan gadget kita saat ada hal lain yang harus difokuskan.

Beritahukan teman dan keluarga kita

Kita pasti tidak mau orang lain mengira kita tiba-tiba menghilang tanpa kabar! Dan dengan melakukan ini, kita bisa memastikan untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang yang paling berarti bagi kita melalui SMS, telepon, atau secara tatap muka.

Andalkan mode silent dan do not disturb

Dengan menyetel mode itu, kita tidak akan terganggu oleh notifikasi dan bisa mengaturnya agar telepon dari orang-orang penting (orang tua atau sahabat) tetap bersuara.

Ingatlah kita tidak perlu “on” 24/7

Kalau tidak bisa membalas pesan tersebut sekarang, simpanlah untuk nanti. Kalau tidak bisa menjawab telepon itu, jangan angkat. Kalau sedang tidak dalam waktu yang tepat untuk ikut obrolan grup, nonaktifkan suaranya selama beberapa jam.

Matikan notifikasi

Matikan notifikasi aplikasi sosmed sehingga kita hanya melihat notifikasinya saat benar-benar masuk ke aplikasi. Ini mengurangi godaan untuk mengecek HP setiap kali mendengar bunyi notifikasi. Itu juga membuat kita merasa lebih bisa mengendalikan diri saat menggunakan sosmed.

Ilustrasi Cara Melakukan Detox Sosmed
Atur Notifikasi di HP (Photo by Laurence Dutton from Getty Images Signature via Canva)

Jangan terlalu keras dengan diri sendiri!

Sebagian besar dari kita tumbuh dengan dikelilingi oleh gadget dan sosmed, sampai tidak bisa membayangkan dunia tanpanya. Sangat sulit untuk menghindari sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jadi awali detox sosmed dari yang kecil-kecilan—satu jam saja di pagi hari atau sebelum tidur, lalu perlahan tingkatkan. Sedikit demi sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

Melakukan puasa media sosial bisa mengembalikan keseimbangan kita dalam menggunakan sosmed. Penting untuk diingat bahwa detox sosmed bukan berarti sepenuhnya menghentikan segala bentuk komunikasi online.

Yang terpenting adalah kita lebih hati-hati dalam bagaimana dan kapan menggunakan sarana ini. Dengan menggunakannya secara lebih bijaksana, kita bisa secara bertahap mengurangi kecanduan media sosial dan kembali pegang kendali atas kehidupan kita.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang apa pentingnya puasa sosmed dan bagaimana cara melakukannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}