Kecanduan: Info Lengkap Seputar Gangguan Psikologi

274
Kecanduan
Kecanduan

Diedit:

Kecanduan – Pernahkah Anda mengalami kondisi semacam ini? Bagi beberapa orang mengalami hal tersebut merupakan sesuatu yang mengerikan. Namun mau tak mau, Anda perlu memperhatikan kondisi kesehatan ini. Terkadang Anda mungkin merasa tidak percaya diri, sesekali timbul bukanlah masalah. Namun, bagaimana jika gejalanya sering terjadi setiap saat? Hal ini bisa jadi mengganggu aktivitas harian Anda dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beragam informasi menarik mengenai kecanduan. Misalnya, apa itu kecanduan? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh kecanduan? Apa saja penyebab terjadinya kecanduan? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan kecanduan? Pengobatan apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani kecanduan? Untuk mendapatkan manfaat yang tepat, mari kita cermati informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Kecanduan (Addiction)

Tentu saja bagi yang ingin terlepas dari kecanduan, ini bukanlah hal yang menyenangkan dan dapat mengganggu aktivitas Anda, beberapa kasusnya bahkan dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Menurut keterangan verywell – Untuk waktu yang lama, kecanduan berarti kebiasaan yang tidak terkendali dalam menggunakan alkohol atau obat lain. Baru-baru ini, konsep mencandu telah diperluas yang mencakup perilaku, seperti; perjudian, zat, bahkan kegiatan biasa (contohnya; olahraga dan makan).

Faktor penentunya diketahui saat orang tersebut menyadari bahwa perilaku itu menyenangkan dan terlibat secara berlebihan sebagai pola kehidupan sehari-harinya. Pada saat seseorang mengalami ini, perilaku tersebut akan menyebabkan lebih banyak masalah dalam kehidupannya.

Memang, adakalanya perubahan gaya hidup saja tidak cukup. Saat perubahan gaya hidup tak lagi dapat membantu mengendalikan gejalanya, maka Anda membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

Obat Kecanduan Alami

Memang tidak semua gangguan dapat diatasi dengan konsumsi obat kecanduan alami. Namun, beberapa obat tampaknya membantu mereka untuk memperbaiki fungsi tubuh. Pada saat Anda mencandu, otak terlibat dalam memengaruhi motivasi diri. Saat Anda merasa stress atau tertekan, maka pengendalian diri bisa jadi berkurang. Sehingga mudah sekali untuk menyerah pada zat candu. Singkatnya, fungsi otak perlu dimaksimalkan terutama dalam menangani stress yang dapat memicu hal tersebut. Salah satu obat yang membantu fungsi otak dalam mengatasi stress ialah Noni Juice.

Noni Juice – herbal yang satu ini dipercaya dapat membantu fungsi otak dalam mengontrol stress berlebih. Dalam obat alami ini terdapat zat alami scopoletin yang dapat mengikat serotonin. Menurut pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr. Harrison (DC.General Hospital, USA), scopoletin memiliki fungsi dalam meningkatkan fungsi kelenjar peneal yang ada di otak, yakni lokasi manakala serotonin dihasilkan oleh tubuh. Kemudian serotonin membantu produksi hormon melatonin.

Serotonin beserta melatonin mengatur beberapa fungsi tubuh dalam menghilangkan stress, suasana hati (mood) dan perilaku seksual. Salah satu penelitian tentang Noni Juice yang dibuat oleh Dr. Neil Solomon melibatkan 25.314 pengguna sari buah Noni dari 80 negara, serta melibatkan 1.227 ahli kesehatan.

Menurut survei ada sekitar 5.543 pasien yang mencoba herbal ini untuk kestabilan mental dan 82% orang merasakan hasilnya. Selain itu ada sekitar 7.879 pasien yang mencoba herbal ini untuk meningkatkan perasaan sehat dan 80% orang merasakan hal ini. Juga, ada sekitar 6.743 pasien yang mencoba herbal ini untuk mengurangi stress dan 74% orang merasakan manfaatnya. Noni Juice dapat membantu meningkatkan kebugaran tubuh dan membantu detoksifikasi racun. Serta membantu tubuh menghentikan kecanduan obat secara bertahap.

Ciri-Ciri Kecanduan

Ada yang mungkin berpikir bahwa selagi Anda bahagia dan menikmatinya itu tidak bisa mengarah pada mencandu. Namun, ini adalah pandangan yang keliru. Mengingat beberapa media seringkali menggambarkan kondisi pecandu sebagai sosok yang tidak berdaya dan tidak bahagia, bahkan hidupnya berantakan, banyak orang yang mengalaminya tidak percaya akan hal ini, asalkan mereka menikmati diri mereka sendiri dan mampu bertahan hidup diwaktu yang bersamaan.

Baca juga:  Penyebab Kecanduan Yang Perlu Diwaspadai

Seringkali orang yang mencandu akan menanamkan hal itu sebagai gaya hidup mereka. Sampai pada satu tahap manakala mereka tidak pernah atau jarang merasakan gejala penarikan diri. Mereka mungkin tidak mengenali tujuan gejala penarikan. Sehingga mereka mengalami penuaan atau bekerja terlalu keras untuk mengabaikannya. Mereka bahkan tidak mengetahui bahwa mereka sudah sangat terlibat aktif selama bertahun-tahun.

Orang-orang yang mengalami kecanduan terlarang bisa jadi menikmati sifat tersembunyi dari perilaku mereka. Mereka bisa jadi menyalahkan masyarakat karena telah berpikiran sempit, memilih untuk melihat diri mereka sebagai individu yang berkemampuan bebas atau independen. Namun pada kenyataannya, mereka cenderung membatasi individualitas dan kebebasan mereka.

Ketika seseorang mencandu, kesenangan mereka sering kali menjadi fokus dalam melakukan perilaku adiktif dan menghilangkan hal yang tidak mereka inginkan. Seseorang yang mencandu seringkali mengabaikan serangkaian pengalaman yang dapat membantunya untuk bahagia. Bahkan hingga titik tertentu orang yang mencandu mungkin menyadari bahwa kehidupannya telah berlalu terlampau jauh. Dan, mereka telah melewatkan beragam pengalaman bahagia lainnya selain karena mencandu itu sendiri. Kesadaran seperti ini biasanya terjadi pada saat seseorang mulai mengatasinya.

Kerugian dari gangguan ini hanya bisa dikenali saat orang yang mencandu mengalami krisis. Hal ini bisa terjadi bila zat atau perilaku yang mencandu ditiadakan sepenuhnya dan orang tersebut masuk ke dalam tahap penarikan diri dan tidak dapat mengatasinya. Atau bisa juga terjadi sebagai konsekuensinya, seperti; penyakit serius, ditinggalkan oleh pasangan hidup atau kehilangan pekerjaan.

Dua Aspek Penentu Kecanduan

Ketahuilah bahwa ciri-ciri kecanduan bisa beragam, namun ada dua aspek yang sama dalam setiap kasus yaitu:

  • Perilaku adiktif adalah ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan (mal adaptif). Jadi, bukannya membantu orang tersebut dalam mengatasi situasi atau mengatasi masalah, hal ini cenderung melemahkan kemampuan tersebut. Misalnya, seorang penjudi mungkin berharap memiliki lebih banyak uang, namun perjudian lebih cenderung mengalirkan sumber keuangannya. Seorang peminum berat mungkin ingin menghibur dirinya sendiri, namun penggunaan alkohol dapat menyebabkan atau meningkatkan depresi. Pecandu seks mungkin menginginkan keintiman, namun fokus pada tindakan seksual dapat mencegah timbulnya keintiman yang dibutuhkannya.
  • Perilaku yang berulang terjadi. Bila seseorang kecanduan, ia akan terus terlibat dalam perilaku adiktif, meski mendapatkan masalah sebagai akibatnya. Perlu Anda ketahui, pemuasan diri sendiri di akhir pekan bukanlah reaksi mencandu, sekalipun masalah bisa saja terjadi. Hal ini dikatakan sebagai mencandu jika ditandai dengan keterlibatan perilaku yang sering terjadi.

Ada yang mungkin terpikir bahwa kecanduan itu tidak salah, asalkan tidak membahayakan. Benarkah demikian? Hal ini sebenarnya membahayakan orang tersebut dan orang-orang di sekitar mereka. Masalah utamanya ialah kegagalan orang itu dalam mengenali kerugian yang ditimbulkan. Dia mungkin menyangkal aspek negatif dari kecanduannya, memilih untuk mengabaikan dampak kesehatan, pola hidup dan hubungan sosial. Atau dia mungkin menyalahkan keadaan luar atau orang lain dalam hidupnya karena masalah yang dialaminya.

Kecanduan merupakan cara utama seseorang dalam mengatasi masalah lain. Sehingga kerugian yang disebabkan oleh mencandu sangat sulit dikenali. Terkadang masalah lain berkaitan langsung dengan hal ini, misalnya masalah kesehatan. Namun kadang-kadang ada juga yang tidak berkaitan langsung, misalnya masalah hubungan dengan orang lain.

Beberapa orang sangat menyadari hal ini. Namun, sekalipun mereka mengetahui kerugian yang diakibatkannya, mereka tetap melakukannya. Ini terjadi karena mereka merasa tidak dapat mengatasi masalah tanpa mencandu. Sehingga ini menjadi pelarian bagi mereka yang ingin menghindari masalah yang seharusnya ditangani atau tidak mengetahui caranya menikmati hidup.

Penyebab Kecanduan

Sekalipun kecanduan zat sering terlihat jelas, ada beberapa kontroversi tentang zat mana yang benar-benar bersifat mencandu. Pedoman yang saat ini digunakan ialah pedoman melalui The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Menurut pedoman ini memperlihatkan bahwa kebanyakan zat psikoaktif, termasuk obat-obatan dapat berpotensi mencandu.

Baca juga:  Pengobatan Kecanduan Yang Tersedia

Sehubungan dengan penyebab kecanduan, ini masih diperdebatkan kebenarannya. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memperjelas masalah ini. Kecanduan judi merupakan perilaku yang telah dikenal selama bertahun-tahun sebagai gangguan pengendalian diri. Sekarang hal tersebut masuk dalam kategori Gambling Disorder dalam pedoman DSM.

Ada baiknya untuk belajar mengendalikan perilaku yang mencandu, seperti; minum, makan, berbelanja hingga bercinta. Meskipun ada beberapa pemikiran yang menganjurkan Anda untuk berpantang sepenuhnya. Keputusan ini hendaknya dilakukan bersama dengan bantuan dokter atau terapis yang membantu Anda. Mengingat banyak faktor yang terlibat didalamnya.

Penggunaan zat tertentu tidak selalu merupakan indikasi kecanduan, walaupun penggunaan narkoba seringkali berdampak bagi kondisi kesehatan dan sosial. Orang tua tidak seharusnya secara otomatis mengasumsikan bahwa anak mereka memiliki kecanduan. Terutama jika mereka mengetahui bahwa anak mereka telah menggunakan narkoba.

Ketahuilah bahwa kecanduan membutuhkan waktu untuk mencapai posisi ini. Hal ini tidak akan terjadi pada seseorang yang “sekali” terpapar zat yang bersifat candu. Namun ini tetap berpotensi mengganggu kesehatan mental, bahkan kehilangan nyawa karena overdosis atau komplikasi lain setelah menggunakan beberapa zat tertentu.

Pencegahan Kecanduan

Untuk mencegah terjadinya kecanduan Anda perlu memahami tanda dan penyebabnya. Mencegah berarti menghentikan sebelum sesuatu terjadi, dalam hal ini ialah kecanduan itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa untuk berhenti dari mencandu, Anda tidak seharusnya memulai hal tersebut. Seseorang yang mencandu sering tidak sadar bahwa mereka mengalaminya.

Namun, jika Anda mulai berpikir bahwa kemungkinan mencandu sudah terjadi pada Anda, bisa jadi Anda sudah masuk pada tahap kontemplasi. Ini merupakan saat yang tepat untuk mengetahui lebih banyak tentang zat atau perilaku mencandu yang telah Anda lakukan. Tahap ini membantu Anda untuk merefleksikan dengan jujur ​​apakah Anda mengalami tanda atau gejala kecanduan.

Tanda dan gejala ini bervariasi dan tidak selalu sama, namun indikator yang paling umum ialah keterlibatan langsung dan secara aktif mengambil lebih banyak zat atau aktivitas daripada yang semula Anda lakukan. Di waktu berikutnya Anda bisa jadi menganggapnya sebagai bagian penting dari kehidupan Anda dan tak bisa lepas darinya. Anda bahkan mulai mengabaikan hal penting seperti keluarga, pekerjaan dan tanggung jawab. Anda mungkin mendapati bahwa Anda kehilangan minat untuk melakukan aktivitas menyenangkan lainnya, dibandingkan dengan zat atau perilaku mencandu tersebut.

Pemeriksaan Kecanduan

Meski terlihat menakutkan, mendapatkan bantuan dan pemeriksaan merupakan langkah yang tepat untuk berhenti dari kecanduan. Di beberapa negara terbentuk komunitas yang membantu para pecandu untuk berhenti dari kecanduan. Komunitas ini bekerja seperti pusat rehabilitasi dengan ahli medis yang membantu Anda melakukan pemeriksaan yang terperinci. Disana Anda juga dapat mencari tahu lebih banyak, sehubungan dengan kecanduan yang Anda alami. Anda juga dapat mencari tahu rahasia kesuksesan yang dialami orang lain tanpa harus merasa malu untuk memberitahukan masalah yang dialami.

Pengobatan Kecanduan

Beberapa orang tidak ingin mengubah perilaku mencandu yang mereka alami. Adapula yang sudah mencoba berkali-kali namun tetap tidak berhasil mengatasi kecanduan secara tuntas. Ingatlah bahwa Anda dapat melakukan hal yang lebih baik dengan tujuan mengurangi dampak buruk, atau menggunakan sumber daya yang mereka miliki untuk mengatasi kecanduan yang dialami.

Bagi banyak orang lain, berhenti dapat menyebabkan gejala penarikan diri yang tidak menyenangkan. Hal ini ditandai dengan perilaku dan perasaan tidak nyaman yang sulit untuk ditenangkan atau timbul perasaan seperti ditekan oleh perilaku mencandu.

Jika ini terjadi, terutama pada mereka yang kecanduan obat-obatan terlarang, seperti opioid, simulants, kokain, atau meth – Anda harus segera mencari pertolongan medis. Karena, menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko overdosis, masalah kesehatan mental, atau komplikasi medis lain yang mengancam jiwa – terutama saat Anda merasa kambuh, maka hal ini harus dilakukan di bawah pengawasan medis.

Jika ini terdengar seperti Anda, ingat bantuan selalu tersedia. Janganlah menyerah! Mendidik diri sendiri adalah awal yang baik. Anda pasti bisa mengurangi dampak kerusakan pada diri Anda dan orang di sekitar Anda. Hingga waktunya Anda dapat terlepas dari belenggu kecanduan untuk selamanya.

Ingatlah pengobatan kecanduan harus dilakukan berdasarkan petunjuk dokter yang merawat Anda. Sekalipun Anda mungkin mengetahui obat yang diyakini dapat mengurangi reaksinya. Selalu pastikan ini sesuai dengan petunjuk dokter. Mengingat setiap jenis pengobatan tidak selalu cocok bagi semua orang, maka dokter yang berpengalaman akan membantu Anda memastikan hal tersebut.

Demikianlah beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan mulai dari penjelasan tentang apa itu kecanduan? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh kecanduan? Apa saja penyebab terjadinya kecanduan? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan keberadaan kecanduan? Hingga pilihan pengobatan apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani penyakit kecanduan? Nantikan informasi penting lainnya seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami – hanya di deherba.

Advertisement
Alinesia