Penyakit Paru Obstruktif Kronis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya


By Cindy Wijaya

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit radang paru kronis yang mengakibatkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Gejalanya berupa kesulitan bernapas, batuk, dahak, dan bengek. Apa penyebab penyakit ini? Apakah penyakit PPOK menular? Bagaimana pengobatan PPOK?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Agar tidak memberikan informasi yang keliru, kami mengambil sumber dari situs web yang dapat dipercaya. Silakan lihat sumber referensinya di akhir artikel ini.

Apa Itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis?

Penyakit paru obstruktif kronis, yang biasa disingkat PPOK, adalah penyakit paru-paru yang dicirikan dengan terhambatnya aliran udara paru-paru yang mengganggu pernapasan dan tidak dapat sepenuhnya pulih. Penyakit ini dulu lebih sering disebut “bronkitis kronis” atau “emfisema”, namun sekarang dimasukkan ke dalam diagnosis PPOK.

Diagnosis penyakit PPOK dikonfirmasi oleh dokter dengan tes sederhana yang disebut “spirometri”, yang mengukur seberapa dalam seseorang bisa bernapas dan seberapa cepat udara dapat masuk dan keluar dari paru-paru. Diagnosis semacam ini harus dipertimbangkan pada setiap pasien yang memiliki gejala batuk, dahak, atau dispnea (sulit bernapas atau sesak napas), dan/atau riwayat terpapar faktor risiko penyakit ini.

Bagaimana Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis?

Gejala-gejala PPOK sering kali tidak muncul sampai ada kerusakan paru-paru yang cukup parah, dan biasanya akan memburuk seiring waktu. Ini terutama jika penderitanya terus terpapar rokok atau asap rokok. Berikut sejumlah gejala-gejala umum dari penyakit ini:

  • Sesak napas, terutama selama beraktivitas fisik
  • Bengek
  • Sesak dada
  • Batuk kronis (dalam waktu lama) yang berdahak, bisa berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan
  • Sering mengalami infeksi pernapasan
  • Kekurangan tenaga
  • Berat badan turun tanpa sebab (pada tahap lanjut penyakit ini)
  • Pembengkakan di kaki

Penderita PPOK juga kemungkinan mengalami kondisi yang disebut “eksaserbasi”, dimana gejala mereka menjadi lebih buruk daripada yang biasanya dan terus berlangsung setidaknya beberapa hari.

Periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala mirip penyakit paru obstruktif kronis di atas. Ini terutama penting jika gejala-gejala tersebut tidak membaik atau semakin buruk dalam jangka waktu tertentu. Atau jika Anda melihat adanya tanda infeksi, misalnya demam atau perubahan pada dahak.

Segeralah cari bantuan medis apabila Anda kesulitan bernapas, mengalami kebiruan di bibir atau bantalan kuku yang cukup parah, jantung berdetak cepat, atau jika Anda merasa kebingungan dan sulit berkonsentrasi.

Apa Penyebab dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis?

Penyebab utama dari PPOK adalah merokok, khususnya pada negara-negara berkembang. Sedangkan pada negara-negara maju, PPOK sering terjadi akibat paparan asap dari pembakaran bahan bakar untuk memasak dan pemanas di rumah yang berventilasi buruk.

Pada perokok kronis (yang sudah merokok daam waktu lama), kerusakan paru-paru yang mereka alami membuat mereka mengalami PPOK.

Sebenarnya hanya sebagian perokok kronis yang pada akhirnya mengalami PPOK, namun tetap saja kebanyakan perokok mengalami penurunan fungsi paru-paru. Sebagian perokok mengembangkan gangguan paru-paru yang lebih langka. Mereka mungkin salah didiagnosis menderita PPOK sampai pemeriksaan medis lebih menyeluruh dilakukan.

Selain karena merokok, ada faktor-faktor lain yang berperan memicu penyakit paru obstruktif kronis, misalnya kecenderungan genetik terhadap penyakit ini. Selain merokok, hal-hal lain yang dapat memicu PPOK adalah asap rokok, asap pipa, polusi udara, dan paparan debu atau asap di tempat kerja.

Baca Juga:  Noni Juice sebagai Herbal Gangguan Pernapasan

Bagaimana Dampak PPOK pada Paru-Paru?

Udara mengalir ke tenggorokan (trakea) dan masuk ke paru-paru melalui dua pembuluh besar (bronkus). Dalam paru-paru, pembuluh ini becabang-cabang menjadi banyak pembuluh yang lebih kecil (bronkiolus) yang berakhir pada sekelompok kantung udara kecil (alveoli).

Kantung-kantung udara itu memiliki dinding sangat tipis yang penuh dengan pembuluh darah kecil (kapiler). Oksigen di udara yang Anda hirup masuk ke dalam pembuluh darah ini dan memasuki aliran darah Anda. Pada saat yang sama, karbon dioksida—gas yang merupakan produk sisa metabolisme—dihembuskan keluar.

Paru-paru Anda mengandalkan elastisitas alami dari pembuluh bronkus dan kantung-kantung udara untuk memaska udara keluar dari tubuh. Akan tetapi PPOK menyebabkan mereka kehilangan elastisitasnya dan mengembang secara berlebihan, yang membuat sejumlah udara terperangkap di paru-paru saat Anda menghembuskan napas.

Apakah PPOK Penyakit Menular?

Apakah penyakit PPOK menular? Tidak, penyakit paru obstruktif kronis bukanlah penyakit menular. Sebagaimana disebutkan di atas, penyebab utama dari PPOK adalah merokok, bukan karena infeksi bakteri, virus, atau kuman lainnya yang dapat menular.

Bagaimana Cara Mencegah PPOK?

Penyakit ini memiliki penyebab yang jelas sehingga cara mencegahnya juga jelas. Karena yang terutama mengakibatkan PPOK adalah merokok atau asap rokok, maka cara terbaik untuk mencegahnya ialah dengan tidak pernah merokok—atau berhenti merokok sekarang juga.

Bila Anda seorang perokok untuk waktu lama, mungkin sulit untuk segera berhenti merokok. Namun tetaplah berupaya untuk melakukannya. Cobalah cari tahu tips-tips atau metode-metode tertentu yang dirancang untuk membantu berhenti merokok.

Bagaimana Pengobatan untuk PPOK?

Banyak penderita penyakit paru obstruktif kronis yang masih ringan hanya membutuhkan sedikit perawatan. Bahkan untuk tahap penyakit yang lebih lanjut, tersedia perawatan yang efetif untuk mengendalikan gejala-gejala, memperlambat perkembangan, serta mengurangi risiko komplikasi dan eksaserbasi.

Berhenti Merokok

Langkah pengobatan PPOK pertama yang penting untuk dilakukan ialah sama sekali berhenti merokok. Dengan melakukannya, perkembangan penyakit akan lebih lambat. Jika Anda kesulitan, bicarakan dengan dokter apakah ada terapi tertentu yang dapat membantu. Juga sebisa mungkin hindari paparan asap rokok orang lain.

Obat-obatan Medis

Ada sejumlah pengobatan medis yang biasa digunakan dokter untuk mengatasi gejala-gejala dan komplikasi dari PPOK. Anda mungkin akan diminta untuk menggunakan obat tertentu secara teratur dan obat lain hanya jika diperlukan. Berikut beberapa contoh obat yang mungkin diberikan dokter.

  • Bronkodilator: adalah obat yang seringnya dalam bentuk inhaler. Digunakan untuk melenturkan otot-otot di sekitar saluran napas Anda. Ini membantu meringankan gejala batuk dan sesak napas. Bergantung pada keparahan penyakit Anda, Anda mungkin perlu menggunakan bronkodilator reaksi cepat sebelum beraktivitas, bronkodilator reaksi lambat untuk digunakan setiap hari, atau kedua-duanya.
  • Steroid hirup: untuk mengurangi peradangan saluran napas dan membantu mencegah eksaserbasi. Efek sampingnya mungkin termasuk memar, infeksi mulut, dan suara serak. Obat ini berguna untuk penderita yang sering megnalami eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis.
  • Inhaler kombinasi: adalah pengobatan PPOK gabungan dari bronkodilator dan steroid hirup.
  • Steroid oral: digunakan untuk penderita yang mengalami periode ketika PPOK mereka menjadi lebih parah, disebut eksaserbasi akut sedang atau parah. Namun penggunaannya dalam jangka panjang bisa berefek samping serius, seperti diabetes, osteoporosis, katarak, dan peningkatan risiko infeksi.
Baca Juga:  Penyakit Hantavirus: Gejala, Penyebab, Penularan, dan Pengobatannya

Terapi Paru-Paru

Dokter sering menggunakan terapi-terapi tambahan bagi pasiennya yang mengalami penyakit paru obstruktif kronis yang sedang atau parah.

  • Terapi oksigen: adalah peralatan yang mengirimkan oksigen ke dalam paru-paru. Beberapa pasien hanya menggunakannya selama beraktivitas atau saat tidur. Yang lainnya perlu menggunakannya sepanjang waktu.
  • Program rehabilitasi paru: biasanya terdiri dari pendidikan, pelatihan olahraga, nasihat nutritis, dan konseling. Pasien akan bekerja sama dengan berbagai spesialis, yang dapat menyesuaikan program rehabilitasi untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Operasi

Operasi merupakan pilihan pengobatan bagi sebagian pasien yang menderita jenis PPOK parah yang tidak bisa diobati hanya dengan obat-obatan.

  • Operasi pengurangan volume: dokter bedah mengangkat irisan kecil jaringan paru-paru yang rusak dari paru-paru bagian atas. Ini menciptakan ruang tambahan di rongga dada sehingga jaringan paru-paru sehat yang tersisa dapat mengembang dan diafragma bisa bekerja lebih efisien.
  • Transplantasi paru-paru: dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk bernapas dan aktif beraktivitas. Namun memiliki risiko yang cukup besar, seperti penolakan organ, dan pasien harus minum obat penekan kekebalan seumur hidupnya.
  • Bullektomi: dokter bedah mengangkat ruang besar udara (bula) yang terbentu di paru-paru ketika dinding kantung udara hancur. Ini untuk membantu meningkatkan aliran udara.

Kesimpulan tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Apa itu penyakit paru obstruktif kronis? Penyakit yang biasa disingkat PPOK ini adalah penyakit paru-paru yang dicirikan dengan terhambatnya aliran udara paru-paru yang mengganggu pernapasan dan tidak dapat sepenuhnya pulih.

Apa saja gejala-gejala dari PPOK? Sesak napas, terutama selama beraktivitas fisik; bengek; sesak dada; batuk kronis (dalam waktu lama) yang berdahak, bisa berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan; sering mengalami infeksi pernapasan; kekurangan tenaga; berat badan turun tanpa sebab (pada tahap lanjut penyakit ini); serta pembengkakan di kaki.

Apa penyebab dari PPOK? Penyebab utama dari PPOK adalah merokok, khususnya pada negara-negara berkembang. Sedangkan pada negara-negara maju, PPOK sering terjadi akibat paparan asap dari pembakaran bahan bakar untuk memasak dan pemanas di rumah yang berventilasi buruk.

Apakah PPOK penyakit menular? Penyakit paru obstruktif kronis bukanlah penyakit menular. Penyebab utama dari PPOK adalah merokok, bukan karena infeksi bakteri, virus, atau kuman lainnya yang dapat menular.

Bagaimana pengobatan untuk PPOK? Beberapa pilihan pengobatan yang biasa diberikan dokter untuk PPOK ialah penggunaan obat, terapi paru-paru, dan operasi.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang penyakit paru obstruktif kronis. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang khawatir tentang masalah kesehatan ini. Nantikan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Mayo Clinic. COPD. Published: 2020-04-15. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}