Blog Herbal No. 1 Indonesia

Sesak Napas di Malam Hari? Bisa Jadi 7 Masalah Ini Penyebabnya


By Cindy Wijaya

Setelah seharian beraktivitas, yang ingin Anda lakukan hanyalah berbaring di malam hari dan bersantai. Tapi akhir-akhir ini itu sulit dilakukan, karena Anda semakin sulit untuk mengatur napas ketika berbaring ingin tidur. Pasti ini bikin kesal, karena malam seharusnya waktu bersantai dan menikmati tidur nyenyak.

Anda tidak sendirian—sebenarnya ada istilah medis untuk gejala sesak napas di malam hari saat berbaring: ortopnea. Sesak napas ini bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, sehingga sulit untuk menentukan dengan tepat apa yang mengganggu rutinitas malam Anda.

Artikel ini akan membahas sejumlah masalah kesehatan yang dapat menimbulkan gejala sesak napas malam hari.

Penyebab Sesak Napas di Malam Hari

Sesak napas terjadi apabila tubuh Anda tidak dapat memompa oksigen secara memadai ke dalam darah. Paru-paru Anda mungkin tidak dapat mengolah asupan oksigen, atau jantung Anda mungkin tidak dapat memompa darah secara efektif. Atau bisa jadi ada alergen tertentu di sekitar kamar yang membuat Anda kesulitan bernapas. Beberapa penyebab sesak napas di malam hari ini sifatnya serius dan membutuhkan perawatan segera.

Apnea Tidur

Salah satu penyebab sesak napas di malam hari saat berbaring yang paling umum adalah apnea tidur. Seringnya apnea tidur hanya dikira sebagai masalah mengorok biasa, tapi sebenarnya ini adalah gangguan tidur serius yang dapat membuat napas berkali-kali berhenti. Jika memiliki apnea tidur, otot-otot di tenggorokan jadi rileks dan menyumbat saluran udara, terutama saat berbaring telentang.

Gejala-gejala dari apnea tidur antara lain mendengkur, napas terengah-engah saat tidur, terbangun tidur dengan mulut kering atau sakit tenggorokan, kesulitan untuk tetap tidur, sakit kepala, dan rasa kantuk di siang hari. Beberapa metode pengobatan yang terbukti efektif termasuk dekongestan hidung atau alat pernapasan seperti mesin continous positive airway pressure (CPAP).

Gagal Jantung

Salah satu penyebab umum lain dari sesak napas saat berbaring adalah gagal jantung. Ini adalah kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh bagian tubuh sebagaimana mestinya. Akibatnya, tekanan di jantung meningkat, dan cairan kembali ke paru-paru, perut, atau kaki.

Gejala-gejala gagal jantung lainnya antara lain: kelelahan, sesak napas, pembengkakan karena cairan terkumpul (edema), batuk atau mengi.

Para ahli mendapati bahwa penderita gagal jantung sering tidur dengan bagian atas tubuh mereka terangkat, mungkin untuk meredakan masalah pernapasan yang mereka alami.

Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengobati atau mengendalikan gagal jantung. Perubahan gaya hidup juga bisa membantu meringankan gejala-gejalanya.

Untuk mengatasi gejala sesak napas saat berbaring, dokter mungkin perlu menyesuaikan obat diuretik untuk menghilangkan penumpukan cairan dari paru-paru dan mengurangi tekanan intrakardiak.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK adalah masalah paru-paru serius yang terdiri dari sekelompok penyakit, termasuk emfisema dan bronkitis kronis. Biasanya dialami oleh orang-orang dengan riwayat merokok. Namun, faktor genetik, polusi, dan perokok pasif juga dapat turut memicunya.

PPOK merusak kantung udara di paru-paru dan membuat saluran pernapasan menyempit, membuatnya lebih sulit untuk bernapas.

Bernapas mungkin jadi sulit saat melakukan aktivitas fisik. Tetapi itu juga bisa terjadi saat seseorang berbaring.

Di samping sesak napas di malam hari saat berbaring, penderita PPOK juga mungkin akan mengalami gejala-gejala lain seperti: batuk terus-menerus, sesak napas, mengeluarkan banyak lendir, dan kesulitan untuk mengambil napas dalam-dalam.

Kerusakan paru-paru yang sudah terjadi tidak dapat dipulihkan, namun berhenti merokok dapat membantu memperlambat kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala-gejalanya. Perawatan medis dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengelola gejala-gejala PPOK.

Obesitas

Orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas akan mengalami kesulitan bernapas ketika berbaring.

Seraya lemak menumpuk di tubuh, itu bisa memengaruhi bentuk dan fungsi dari sistem pernapasan serta struktur-struktur tubuh lainnya.

Perubahan-perubahan ini bisa menekan struktur-struktur di dinding dada, memenaruhi pergerakan dari diafragma dan kemampuan tubuh untuk merespons ketika seseorang menarik dan menghembuskan napas. Saat seseorang berbaring, lemak ekstra menekan paru-paru, membuat pernapasan jadi lebih sulit.

Obesitas juga dikaitkan dengan peradangan (inflamasi), yang juga dapat memengaruhi jaringan paru-paru.

Selain itu obesitas juga dikaitkan dengan masalah kesehatan lain, termasuk penyakit jantung, yang juga dapat memicu atau memperparah gejala sesak napas di malam hari.

Gejala ini dapat dikurangi dengan menurunkan berat badan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai cara yang efektif dan aman untuk menurunkan berat badan, yang biasanya melalui pengendalian pola makan dan olahraga.

Asma atau Alergi

Malam hari bisa jadi saat-saat yang tidak mengenakkan bagi penderita asma atau alergi. Jika Anda tidur di ruangan yang berdebu, berjamur, atau terdapat bulu hewan peliharaan, itu bisa memicu gejala asma atau alergi Anda, sehingga jadi lebih sulit untuk bernapas.

Asma juga dapat menjadi penyebab sesak napas di malam hari apabila Anda tidur dalam posisi yang memberi tekanan pada diafragma Anda, lendir menumpuk di tenggorokan, atau karena perubahan hormon pada malam hari.

Pneumonia

Pneumonia juga dapat menjadi penyebab sesak napas di malam hari saat berbaring. Pneumonia adalah infeksi paru-paru, yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini juga dapat berkembang sebagai komplikasi dari COVID-19.

Seseorang dengan pneumonia mungkin mengalami gejala-gejala seperti: sesak napas, napas cepat dan dangkal, batuk berdahak warna hijau atau kuning, darah dalam dahak, demam dan menggigil, dan kebingungan.

Pengobatan untuk pneumonia akan tergantung pada penyebabnya. Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, dan siapa pun yang memiliki gejala-gejala pneumonia harus mencari bantuan dokter.

Kecemasan atau Serangan Panik

Orang-orang yang mengalami serangan panik, kecemasan, dan ketakutan mungkin mendapati bahwa gejala-gejala ini memburuk ketika mereka berbaring di ruangan yang gelap. Kesulitan bernapas dapat terjadi bersamaan dengan gejala panik dan ketakutan.

Gejala dari serangan panik atau kecemasan antara lain: sesak napas, perasaan tercekik, rasa sakit dan tidak nyaman di dada.

Serangan panik dan kecemasan bisa terjadi kapan saja, dan kecemasan di malam hari sering terjadi. Pilihan pengobatan untuk serangan panik dan kecemasan termasuk konsumsi obat anti-cemas, konseling, psikoterapi, dan terapi perilaku kognitif.

Kapan Sebaiknya Gejala Sesak Napas di Malam Hari Diperiksakan ke Dokter?

Sesak napas yang terjadi secara tiba-tiba dan cukup parah dapat berarti adanya masalah yang serius. Segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila Anda: tidak bisa mengatur napas ketika berbaring; atau mengalami sesak napas yang semakin parah atau berkepanjangan yang tidak kunjung hilang.

Anda juga sebaiknya periksa ke dokter apabila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sesak napas yang sering terjadi, berkepanjangan, atau terjadi tanpa sebab
  • Mengalami masalah pernapasan yang terus semakin parah
  • Kesulitan bernapas disertai gejala-gejala lain seperti pusing, rasa sakit, demam, atua kelelahan

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami kesulitan bernapas yang parah atau jika warna bibir atau alas kuku berubah jadi membiru, yang dapat menandakan kadar oskigen tubuh yang rendah.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang berbagai penyebab sesak napas di malam hari. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Healthline. Why Do I Have Shortness of Breath at Night?. URL: https://www.healthline.com/health/sleep/shortness-of-breath-at-night

Medical News Today. What causes shortness of breath when lying down (orthopnea)?. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325539

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}