Blog Herbal No. 1 Indonesia

Napas Terasa Berat dan Pendek, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya


By Cindy Wijaya

Salah satu gejala yang bikin takut adalah napas terasa berat dan pendek. Dalam bahasa kedokteran disebut ‘dispnea’. Seringnya dicirikan dengan perasaan sesak di dada, sulit mengambil udara, sulit bernapas, sesak napas, atau perasaan kekurangan napas.

Ada sejumlah hal yang menjadi penyebab napas terasa berat dan pendek pada orang yang sehat, misalnya olahraga yang sangat berat, suhu ekstrem, obesitas, dan berada di ketinggian. Tetapi jika terjadi bukan karena hal-hal itu, bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah kesehatan.

Apabila Anda mengalami napas berat dan pendek yang tidak jelas penyebabnya, terutama kalau muncul mendadak dan parah, segera datang ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Seperti Apa Ciri-Ciri Napas Pendek dan Berat?

Napas yang berat dan pendek bisa terasa menakutkan. Perasaan ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun kemungkinan ada sejumlah gejala lain yang muncul, yaitu:

  • Perasaan sesak di dada
  • Perasaan kekurangan napas
  • Merasa harus susah payah untuk mengambil napas
  • Merasa harus bernapas lebih sering atau lebih cepat
  • Merasa seperti tidak mendapatkan oksigen dengan cukup cepat
  • Merasa seperti tidak bisa mengambil napas penuh
  • Kesulitan untuk sepenuhnya menarik napas

Ciri-ciri napas pendek dan berat bisa berkembang secara bertahap, atau bisa juga muncul secara tiba-tiba. Gejala ini paling sering terjadi sewaktu Anda sedang aktif secara fisik, seperti ketika menaiki tangga atau berolahraga.

Namun napas juga bisa terasa berat dan pendek bahkan saat sedang istirahat. Dan hal ini perlu diwaspadai karena kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu.

Apa Penyebab Napas Terasa Berat dan Pendek?

Sering kali penyebab napas terasa berat dan pendek adalah karena kondisi jantung atau paru-paru. Itu karena jantung dan paru-paru terlibat dalam mengalirkan oksigen ke jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida, dan pernapasan Anda akan terganggu jika ada masalah dari salah satu proses ini.

Gejala napas berat dan pendek yang datang tiba-tiba (disebut akut) punya beberapa penyebab tertentu, antara lain:

  • Anafilaksis (reaksi alergi yang berat)
  • Penyakit asma
  • Keracunan karbon monoksida
  • Kelebihan cairan di sekitar jantung
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
  • Penyakit COVID-19
  • Serangan jantung
  • Aritmia jantung
  • Gagal jantung
  • Pneumonia (dan infeksi paru lainnya)
  • Pneumotoraks (paru-paru kolaps)
  • Emboli paru (bekuan darah di arteri di paru-paru)
  • Kehilangan darah secara mendadak
  • Penyumbatan pada saluran pernapasan

Apabila gejalanya berlangsung hingga berminggu-minggu atau lebih lama (disebut kronis), maka kondisi-kondisi yang paling sering menjadi penyebab napas terasa berat dan pendek tersebut adalah:

  • Penyakit asma
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
  • Penurunan kondisi tubuh akibat lama tidak bergerak (misalnya karena lama sakit terbaring di tempat tidur)
  • Gangguan fungsi jantung
  • Penyakit paru interstisial
  • Obesitas atau kegemukan
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)

Ada juga sejumlah kondisi lainnya yang dapat membuat tubuh sulit mendapatkan cukup udara, sehingga menjadi penyebab napas terasa berat dan pendek.

Masalah Paru-Paru:

Penyakit croup (terutama pada anak kecil), kanker paru-paru, pleuritis (radang selaput yang mengelilingi paru-paru), edema paru (kelebihan cairan di paru-paru), fibrosis paru (paru-paru yang terluka dan rusak), hipertensi paru, sarkoidosis (kumpulan sel-sel inflamasi dalam tubuh), dan tuberkulosis.

Masalah Jantung:

Kardiomiopati (masalah dengan otot jantung), gagal jantung, dan perikarditis (radang jaringan di sekitar jantung).

Masalah Lainnya:

Anemia, gangguan kecemasan, tulang rusuk patah, tersedak, epiglotitis (pembengkakan “tutup” tenggorokan), benda asing yang terhirup, sindrom Guillain-Barre, kyphoscoliosis (deformitas dinding dada), dan miastenia gravis (kondisi yang menyebabkan kelemahan otot).

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?

Lembaga kesehatan American Lung Association menyarankan agar periksa ke dokter apabila mengalami ciri-ciri napas pendek dan berat yang tidak disebabkan oleh aktivitas fisik. Anda juga sebaiknya periksa ke dokter jika gejala ini tidak membaik meski sudah diobati.

Di samping itu periksa juga ke dokter apabila napas pendek dan berat disertai oleh gejala-gejala lain seperti:

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada
  • Perasaan kehabisan napas yang terus ada bahkan setelah istirahat selama 30 menit
  • Mengi atau suara bengek saat Anda menarik dan menghembuskan napas
  • Suara bernada tinggi saat Anda bernapas, yang disebut stridor
  • Rasa mual
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Batuk, menggigil, dan suhu tubuh naik
  • Ujung jari atau bibir membiru
  • Pergelangan kaki dan kaki bengkak
  • Gejala memburuk meski sudah pakai inhaler
  • Kesulitan bernapas saat berbaring telentang

Kalau Anda mengalami berbagai gejala seperti di atas, penting untuk segera mendapat perawatan medis dengan ke dokter atau ke unit gawat darurat.

Bagaimana Cara Mengatasi Napas Terasa Berat dan Pendek?

Cara mengatasi napas terasa berat dan pendek haruslah disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, sehingga dokter bisa menyarankan perawatan yang tepat. Biasanya perawatan yang disarankan antara lain:

  • Obat-obatan: Mungkin dokter meresepkan obat-obatan seperti bronkodilator untuk memudahkan bernapas atau steroid untuk mengurangi pembengkakan di paru-paru.
  • Suplemen: Jika Anda anemia, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kadar zat besi.
  • Operasi: Pembedahan dapat dilakukan untuk kondisi tertentu, misalnya pembekuan darah kronis atau masalah pada struktur jantung.
  • Terapi oksigen: Jika Anda terinfeksi COVID-19, dokter mungkin memberikan terapi oksigen untuk mendukung pernapasan Anda. Anda juga mungkin diberikan obat-obatan pendukung seperti obat antivirus.
  • Antibiotik: Jika Anda terinfeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

Di saming melakukan perawatan, cara mengatasi napas terasa berat dan pendek juga termasuk melakukan perubahan gaya hidup. Dokter mungkin menyarankan untuk berhenti merokok atau menghindari asap rokok. Penting juga untuk menghindari pemicu lain yang bisa mengiritasi paru-paru.

Selain itu jika obesitas penyebab napas terasa berat dan pendek, dokter mungkin menyarankan untuk mengubah gaya hidup Anda. Ini biasanya terdiri dari pola makan seimbang dan rutin olahraga.

Kesimpulan tentang Napas Terasa Berat dan Pendek

Ada beragai kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebab napas terasa berat dan pendek. Kondisi itu bisa berkisar dari yang ringan hingga yang serius, dan mungkin muncul secara bertahap atau terjadi secara tiba-tiba.

Seperti apa ciri-ciri napas pendek dan berat? Anda mungkin merasa tidak bisa mendapatkan cukup udara ke paru-paru. Mungkin juga sulit untuk menarik dan menghembuskan napas. Atau Anda mungkin merasa perlu menarik napas bahkan sebelum Anda selesai menghembuskan napas.

Segera cari pertolongan medis apabila Anda mengalami gejala napas pendek dan berat yang tidak biasa, terutama jika gejala itu berlanjut meski sudah beristirahat, atau jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti nyeri atau tertekan di dada, mual, demam, atau menggigil.

Sumber

Healthline. What Can Cause Shortness of Breath and What Does It Feel Like?. URL: https://www.healthline.com/health/what-does-shortness-of-breath-feel-like

Mayo Clinic. Shortness of breath – Causes. URL: https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/causes/sym-20050890

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}