Penyakit Kencing Batu: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

62
Ilustrasi Penyakit Kencing Batu
Credit Photo: Fertnig / iStock

Jika Anda mengalami rasa sakit saat buang air kecil, berhati-hatilah sebab itu bisa jadi ciri-ciri penyakit kencing batu. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang amat menyakitkan. Sebenarnya kencing batu disebabkan oleh apa dan bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Dalam artikel ini Anda akan menemukan penjelasan tentang penyakit kencing batu: penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi kencing batu. Agar informasi yang kami berikan tidak keliru, kami mengambil sumber dari situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Silakan lihat sumbernya pada akhir artikel ini.

Apa Itu Penyakit Kencing Batu?

Anda kemungkinan sudah sering mendengar tentang penyakit batu ginjal, dan penyakit kencing batu berasal dari batu ginjal. Batu ginjal adalah kumpulan kristal yang biasanya terbentuk di dalam ginjal. Tetapi kumpulan batu kristal ini dapat berkembang dan bergerak ke mana saja di sepanjang saluran kemih Anda, yang meliputi ureter, kandung kemih, dan uretra.

Penyakit kencing batu terjadi jika batu kristal tersebut ada di dalam salah satu ureter, yang merupakan saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Batu itu mungkin sudah terbentuk di ginjal lalu masuk ke ureter bersama urin dari salah satu ginjal.

Terkadang, batu-batu ini sangat kecil. Jika itu yang terjadi, batu-batu itu bisa melewati ureter Anda dan terus terbawa hingga ke kandung kemih, dan akhirnya keluar dari tubuh ketika Anda buang air kecil.

Namun, kadang-kadang, batu bisa terlalu besar untuk dilewati dan bisa bersarang di ureter. Ini mungkin akan menghambat aliran urin dan bisa sangat menyakitkan.

Penyakit Kencing Batu Disebabkan oleh Apa?

Penyakit kencing batu disebabkan oleh kristal-kristal yang pada urin yang mengumpul. Mereka biasanya terbentuk lebih dulu di dalam ginjal sebelum masuk ke ureter. Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Tidak semua batu di ureter terbuat dari jenis kristal yang sama. Batu-batu ini dapat terbentuk dari berbagai jenis kristal, antara lain:

  • Kalsium: Batu-batu yang terbuat dari kristal kalsium oksalat adalah yang paling umum. Penyakit kencing batu jenis ini bisa disebabkan oleh dehidrasi (tubuh kekurangan cairan) dan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak oksalat.
  • Asam urat: Jenis batu ini berkembang ketika urin terlalu asam. Ini lebih umum dialami oleh pria dan pada orang yang menderita penyakit asam urat.
  • Struvit: Jenis batu ini sering dikaitkan dengan infeksi ginjal kronis dan kebanyakan dialami oleh wanita yang sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Sistin: Jenis batu ini yang paling tidak umum. Batu sistin terjadi pada orang yang memiliki kelainan genetik Penyakit kencing batu jenis ini disebabkan oleh sejenis asam amino, bernama sistin, yang bocor dari ginjal ke dalam urin.

Faktor Risiko Terbentuknya Penyakit Kencing Batu


  • Riwayat keluarga: Jika ayah atau ibu atau saudara kandung Anda mengalami batu ginjal atau kencing batu, Anda punya risiko lebih besar untuk mengalaminya juga.
  • Dehidrasi: Jika Anda kurang minum air, tubuh cenderung menghasilkan jumlah urin yang sangat sedikit. Tubuh perlu memproduksi jumlah urin yang cukup sehingga garam akan tetap larut, bukannya mengeras menjadi kristal.
  • Makanan: Mengonsumsi makanan tinggi sodium (garam), protein hewani, dan makanan tinggi oksalat dapat memperbesar risiko Anda terkena penyakit ini. Makanan tinggi oksalat termasuk bayam, teh, cokelat, dan kacang-kacangan. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin C juga dapat meningkatkan risiko.
  • Obat-obatan tertentu: Sejumlah macam obat, termasuk beberapa dekongestan, diuretik, steroid, dan antikonvulsan, dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan batu kristal.
  • Masalah kesehatan tertentu: Anda mungkin lebih riskan mengalami penyakit ini jika mengidap penyakit radang usus, asam urat, penyumbatan saluran kemih, hiperparatiroidisme, obesitas, dan infeksi saluran kemih yang kambuh-kambuhan.

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Kencing Batu?

Ciri-ciri paling umum dari penyakit kencing batu adalah rasa sakit. Anda mungkin merasakan sakit di perut bagian bawah atau di daerah punggung tepat di bawah tulang rusuk.

Sakitnya bisa terasa ringan, bisa juga terasa sangat menyakitkan. Rasa sakitnya juga bisa kambuh-kambuhan (hilang-muncul) dan menyerang ke bagian tubuh lain.

Selain gejala utama tersebut, ada juga ciri-ciri lain dari penyakit kencing batu, antara lain:

  • Rasa sakit atau seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Darah pada urin Anda
  • Sering ingin buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Demam

Apabila Anda mengalami gejala-gejala menyerupai di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya agar memperoleh penanganan yang tepat.

Bagaimana Cara Mengatasi Kencing Batu?

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan penyakit kencing batu dapat teratasi sendiri meski tanpa pengobatan.

Mungkin Anda akan merasakan sakit ketika batu kristal keluar bersama urin. Tetapi selama Anda tidak mengalami demam atau infeksi, Anda kemungkinan tidak perlu melakukan apapun selain minum banyak air untuk mempermudah batu keluar.

Batu yang berukuran kecil cenderung lebih mudah untuk keluar bersama urin. Beberapa batu, terutama yang berukuran lebih besar, dapat tersangkut di ureter karena saluran ini merupakan titik tersempit di saluran kemih Anda. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang parah dan bisa mengakibatkan infeksi.

Jika Anda memiliki batu yang lebih besar yang tidak mungkin keluar dengan sendirinya, dokter dapat merekomendasikan pilihan cara mengatasi penyakit kencing batu yang terbaik bagi Anda. Berikut adalah sejumlah cara mengatasi penyakit kencing batu yang mungkin direkomendasikan oleh dokter.

Cara Medis Mengatasi Kencing Batu


  • Penempatan stent ureter: Sebuah pipa plastik kecil yang lunak dimasukkan ke ureter di sekitar batu, memungkinakn urin untuk memintas batu. Solusi sementara ini adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan anestesi. Prosedur ini perlu ditindaklanjudi dengan prosedur untuk menghilangkan atau memecah batu.
  • Penempatan tabung nefrostomi: Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan tabung pipa langsung ke ginjal melalui punggung menggunakan kombinasi USG dan sinar-X. Prosedur ini biasa dipakai jika demam atau infeksi terjadi bersamaan dengan penyumbatan urin akibat batu
  • Gelombang kejut lithotripsy: Prosedur ini menggunakan gelombang kejut terfokus untuk memecah batu menjadi potongan-potongan kecil, yang kemudian bisa lebih mudah dialirkan keluar dari tubuh.
  • Ureteroskopi: Cara mengatasi kencing batu ini dilakukan dengan menyambungkan tabung pipa tipis dengan scope ke dalam uretra sampai ke ureter. Begitu dokter dapat melihat batu, batu dapat dihilangkan secara langsung atau dipecah dengan laser menjadi potongan-potognan kecil yang bisa mengalir keluar sendiri. Prosedur ini dapat didahului dengan penempatan stent ureter untuk membuat ureter melebar selama beberapa minggu seblum ureteroskopi.
  • Nefrolitotomi perkutan: Prosedur ini biasanya digunakan jika batu sangat besar atau berbentuk tidak biasa di ginja. Dokter akan membuat sayatan kecil di punggung dan mengeluarkan batu melalui sayatan dengan nefroskopi.

Cara Alami Mengatasi Kencing Batu


Apabila penyakit kencing batu yang Anda alami tidak menimbulkan demam atau infeksi, Anda bisa mencoba menggunakan herbal untuk membantu meluruhkannya. Berikut adalah resep herbal meluruhkan kencing batu dengan kumis kucing.

Bahan:

Kumis kucing (seluruh bagian tanamannya), 90 gram.

Cara Meramu Resep:

Cuci bersih lalu rebus bersama 4 gelas air.
Biarkan mendidih sampai airnya tersisa kira-kira 3 gelas saja.
Angkat dan dinginkan.

Aturan Minum:

Minum ramuan herbal kencing batu ini 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Lakukan setiap hari sampai pulih.

Anda juga bisa menemukan resep-resep herbal lain untuk cara mengatasi kencing batu pada artikel ini: “3 Resep Herbal Ini Efektif Melarutkan Kencing Batu.”

Kesimpulan tentang Penyakit Kencing Batu

Penyakit kencing batu dapat disebabkan oleh kebiasaan kurang minum dan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak oksalat. Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan asupan minum harian Anda, jangan sampai terlalu sedikit sehingga tanpa sadar memicu penyakit ini.

Perhatikan juga asupan makanan sehari-hari Anda. Sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan tinggi oksalat seperti bayam, teh, cokelat, dan kacang-kacangan. Anda juga sebaiknya membatasi konsumsi garam, protein hewani, dan vitamin C secukupnya saja.

Apabila Anda mengalami ciri-ciri kencing batu, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter supaya mendapat penanganan yang tepat. Ciri-ciri yang perlu diwaspadai yaitu: sakit perut bagian bawah atau di daerah punggung tepat di bawah tulang rusuk, rasa sakit atau seperti terbakar ketika buang air kecil, darah pada urin, sering ingin buang air kecil, mual dan muntah, serta demam.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang penyakit kencing batu. Semoga informasi ini dapat membuat Anda lebih peduli dengan kesehatan diri sendiri maupun keluarga Anda. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan dan penggunaan herbal hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. What to Know About Ureter Stones. Published: 2020-02-20. URL: https://www.healthline.com/health/ureter-stone