Penderita Kanker: Tips Praktis yang Perlu Anda Upayakan

471
penderita kanker tetap semangat
Penderita Kanker Tetap Semangat (Credit: Gajus / Shutterstock)

Diedit:

Apakah ada orang terdekat Anda yang didiagnosis kanker? Atau Anda sendiri yang terdiagnosis? Mendapat diagnosis kanker pasti membuat seseorang merasa sangat terpukul. Rasa takut adalah respons alami ketika Anda menghadapi penyakit seberat ini. Tetapi sebagai penderita kanker, sebenarnya ada banyak hal yang bisa Anda upayakan.

Daripada menjadi putus asa, keadaannya akan jauh lebih baik jika penderita kanker menguatkan dirinya dengan mendapatkan lebih banyak informasi tentang penyakitnya dan cara menghadapinya. Kata-kata itu bukan sekadar teori; ada banyak pengalaman pasien kanker yang dapat tetap hidup puas dan aktif meski mengidap penyakit ganas ini.

Untuk membantu Anda memperoleh kembali semangat hidup, artikel ini akan mengulas tips-tips praktis untuk menghadapi kanker. Tips-tips ini terdiri dari tips untuk mengelola penyakit ini, tips untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada dokter, dan tips untuk mengupayakan hidup sehat.

Yang Bisa Dilakukan Setelah Didiagnosis Kanker

Cari Dokter Terbaik untuk Kanker Anda: Jika mungkin lakukanlah pemeriksaan dengan lebih dari satu dokter, cari pendapat dari dokter kedua, ketiga, atau bahkan keempat. Tujuannya untuk memastikan bahwa Anda mendapat perawatan yang terbaik.

Buat Rencana untuk Pemulihan: Bekerjasamalah dengan tim dokter yang menangani Anda. Tim dokter biasanya terdiri dari beberapa dokter spesialis yang disebut onkolog yang mengkhususkan diri untuk menangani pasien kanker. Konsultasikan dengan mereka apa saja yang perlu diupayakan untuk lebih cepat pulih dari kanker.

Fokus pada Mengubah Gaya Hidup: Satu-satunya hal yang bisa Anda kendalikan adalah apa yang Anda makan, apa yang Anda minum, dan seberapa aktif Anda. Cari tahu pola makan, olahraga, dan terapi alternatif yang direkomendasikan bagi penderita kanker untuk meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan fisik juga emosional Anda.

Nikmati Hidup Anda: Mendapat diagnosis kanker bukanlah akhir dari segalanya. Tidak soal sehat atau tidak, Anda tetap bisa hidup dengan puas dan aktif.

Apa yang Perlu Ditanyakan Saat ke Dokter?

Penelitian membuktikan bahwa penderita kanker yang melengkapi diri mereka dengan informasi biasanya keadaannya lebih baik dan mengalami lebih sedikit efek samping daripada mereka yang hanya mengikuti apa kata dokter, tanpa banyak tanya.

Mencari informasi sebenarnya membantu Anda memegang kendali atas penyakit ini—dan ini berperan penting dalam proses pemulihan. Aturan nomor 1: Jangan takut dengan dokter Anda. Mintalah dokter untuk menjelaskan apapun yang belum Anda mengerti.

Siapkan pertanyaan-pertanyaan di muka sebelum bertemu dengannya supaya tidak terlalu takut atau tidak lupa. Catat pertanyaan-pertanyaan itu dan bawalah buku catatan Anda untuk menulis jawaban-jawaban dari dokter serta informasi penting lainnya.

ilustrasi pasien kanker
Ilustrasi Pasien Kanker

Pertanyaan yang Perlu Ditanyakan ke Dokter

  • Apa kemungkinan penyebab dari kanker saya?
  • Apa saja faktor risiko kanker saya? Jika faktor genetik, apakah anggota keluarga saya juga berisiko?
  • Apa gaya hidup (pola makan, olahraga, dsb) yang Anda anjurkan untuk saya?
  • Apa saja pilihan pengobatannya?
  • Adakah aktivitas tertentu yang harus saya hindari karena ditakutkan akan memicu atau memperparah gejala?
  • Apa saja pemeriksaan atau tindakan medis yang dibutuhkan? Seberapa sering itu harus dilakukan?
  • Kanker saya sudah stadium berapa? Dan apa artinya?
  • Bagaimana prognosis atau kemungkinan sembuh saya?
  • Bagaimana rata-rata angka harapan hidup dan kesembuhan dari kanker jenis ini?
  • Apakah kanker saya bisa mengalami remisi? (Remisi = dinyatakan sembuh secara medis)
  • Apa pengobatan yang Anda rekomendasikan?
  • Berapa sering saya harus menjalani pengobatan—dan untuk berapa lama?
  • Apa saja kemungkinan efek sampingnya?
  • Apa manfaat dan risiko dari setiap pilihan pengobatan?
  • Apakah ada terapi alternatifnya? Jika ada, apa saja?
  • Apa hasil yang bisa diharapkan dari pengobatan kanker saya?
  • Apakah pengobatannya menyakitkan? Jika iya, adakah cara untuk mengurangi rasa sakitnya?
  • Berapa lama untuk pulih dari pengobatan itu? Apakah harus opname di rumah sakit?
  • Kapan saya bisa kembali beraktivitas normal?
  • Apakah kanker saya sudah menyebar? Jika sudah, bagaimana pengaruhnya pada pilihan pengobatan saya?
  • Siapa yang bisa saya hubungi jika ada pertanyaan atau masalah di luar jam kerja?
  • Bolehkah saya menghubungi Anda atau seorang perawat jika saya punya pertanyaan atau masalah tertentu? (Jika jawabannya “tidak”, sebaiknya cari dokter lain.)

Bagaimana Kemungkinan Anda untuk Mengalahkan Kanker?

Keberhasilan untuk mengalahkan kanker sering kali diukur berdasarkan “angka ketahanan hidup 5 tahun“. Ini adalah jumlah penderita kanker yang masih hidup lima tahun setelah didiagnosis. Lima tahun kedengarannya tidak lama, tetapi sebenarnya lumayan, mengingat bahwa rata-rata pasien kanker didiagnosis di usia 67 tahun.

Baca juga:  Kanker Stadium 5 atau Akhir: Tips Menghadapinya!

Angka ketahanan hidup telah meningkat drastis selama beberapa tahun belakangan, berkat teknologi deteksi dini dan metode pengobatan yang lebih baik. Pada tahun 1975, angka ketahanan hidup 5 tahun untuk penderita kanker jenis apapun adalah 50 persen; tapi di tahun 2000 angkanya meningkat menjadi 67 persen.

Ingatlah bahwa angka ini sangat bervariasi tergantung pada jenis kanker dan usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan secara keseluruhan, gaya hidup, dan etnik dari pasien.

Angka Ketahanan Hidup 5 Tahun untuk 7 Jenis Kanker

Bagaimana Cara Merawat Kesehatan untuk Penderita Kanker?

Penderita kanker yang sedang menjalani perawatan dapat meningkatkan kesehatan fisik (dan emosional) mereka dengan mengupayakan pola makan sehat, berolahraga, dan mengurangi stres (yang merusak sistem kekebalan tubuh).

Lembaga The American Institutes for Cancer Research, yang mendanai penelitian tentang peran makanan dan olahraga dalam pencegahan serta pengobatan kanker, menganjurkan pola makan yang terdiri dari setidaknya dua-pertiga sayuran, buah, biji-bijian (serealia), dan kacang-kacangan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah kumpulan penelitian yang berkaitan:

Pola Makan Mediterania

Penelitian pada 22.000 orang Yunani yang sehat menunjukkan bahwa “pola makan Mediterania”, yang kaya akan sayuran, biji-bijian, minyak zaitun, buah, dan ikan, dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker sedikitnya 25 persen.

Penelitian lain juga menemukan bahwa nutrisi pada sayuran hijau gelap bisa menghambat pertumbuhan sel-sel tumor di payudara, kulit, paru-paru, dan lambung, dan bahwa teh hijau dapat menggagalkan perkembangan kanker pada sel-sel di usus besar, hati, payudara, dan prostat.

Diduga bahwa kandungan senyawa flavonoid pada teh dan senyawa karotenoid pada sayuran hijau—keduanya bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh—mampu melindungi tubuh terhadap kanker dengan cara membersihkannya dari radikal bebas.

Olahraga Teratur

Dua penelitian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa olahraga teratur mengurangi hingga 61 persen dari kemungkinan kematian pada penderita kanker kolorektal. Temuan ini juga terbukti benar bahkan pada pasien yang belum berolahraga secara teratur sebelum didiagnosis kanker itu.

Sebuah penelitian di tahun 2005 memperlihatkan bahwa 92 persen dari hampir 3000 wanita penderita kanker payudara yang olahraga jalan kaki atau olahraga lain sebanyak 3 – 4 jam setiap minggu dapat tetap hidup sampai 10 tahun setelah diagnosis pertama mereka. Itu dibandingkan dengan 86 persen dari mereka yang berolahraga kurang dari 1 jam dalam seminggu.

Kesehatan Emosional

Sebuah tinjauan (review) selama 30 tahun dari literatur ilmiah, yang diterbitkan pada tahun 2004, menunjukkan bahwa pasien kanker yang merasa tidak berdaya atau yang memendam perasaan negatif dapat berisiko lebih besar kankernya menyebar daripada mereka yang berusaha untuk tetap sehat dan mengupayakan kesembuhan.

Baca juga:  Virus Penyebab Kanker yang Wajib Kita Waspadai

Apa Nutrisi Terbaik bagi Penderita Kanker?

Mengonsumsi makanan yang sehat khususnya penting bagi pasien kanker. Penyakit kanker itu sendiri dan pengobatan yang dijalani sama-sama berpengaruh pada cara makan Anda. Keduanya juga berdampak pada cara tubuh menerima makanan tertentu dan cara tubuh menggunakan nutrisi yang diperoleh dari makanan.

Nutrisi yang dibutuhkan setiap pasien pastinya berbeda. Tim dokter yang menangani Anda dapat membantu mengenali apa saja yang Anda butuhkan serta membantu membuat rencana untuk memenuhinya.

Anda perlu mengupayakan pola makan yang baik dengan mengonsumsi beragam jenis makanan untuk mendapatkan nutrisi-nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk melawan kanker. Nutrisi penting itu antara lain protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin, dan mineral.

ilustrasi nutrisi bagi pasien kanker
Ilustrasi Nutrisi bagi Penderita Kanker (Photo by Megan Hodges on Unsplash)

Protein

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, untuk memperbaiki jaringan tubuh, dan untuk menjaga kesehatan sistem imun. Jika tubuh tidak mendapat cukup protein, akan butuh waktu lebih lama untuk pulih dari suatu penyakit dan bisa membuat tubuh rentan terhadap infeksi.

Penderita kanker biasanya butuh lebih banyak protein. Setelah operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi, lebih banyak protein dibutuhkan untuk menyembuhkan jaringan-jaringan yang rusak dan untuk membantu mengatasi infeksi.

Sumber protein yang baik antara lain: ikan, daging unggas, daging merah tanpa lemak, telur, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, kacang polong dan lentil, juga produk olahan kedelai.

Lemak

Lemak dan minyak terbuat dari asam lemak dan berfungsi sebagai sumber energi yang kaya bagi tubuh. Tubuh memecah lemak dan menggunakannya untuk menyimpan energi, melindungi jaringan tubuh, dan mengangkut beberapa jenis vitamin melalui darah.

Namun perhatikan mana saja jenis-jenis lemak yang baik bagi tubuh. Pilihlah jenis lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) dan lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated), yang lebih sehat bagi jantung dan kadar kolesterol. Batasi lemak jenuh (saturated) dan lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol dan memperbesar risiko penyakit jantung.

Sumber lemak tak jenuh tunggal antara lain: minyak nabati seperti minyak zaitun, minyak kanola (canola), dan minyak kacang (peanut).

Sumber lemak tak jenuh ganda antara lain: minyak nabati seperti minyak biji bunga matahari (sunflower), minyak jagung, minyak biji rami (flaxseed), dan minyak safflower.

Sumber lemak jenuh terutama adalah: makanan hewani seperti daging merah dan daging unggas, susu, keju, dan mentega. Beberapa jenis minyak nabati juga mengandung lemak jenuh seperti minyak kelapa dan minyak sawit. Batasi makanan sumber lemak jenuh sekitar 10% dari total asupan kalori per hari Anda.

Lemak trans terbentuk ketika minyak nabati diproses menjadi bentuk padat, seperti margarin atau mentega putih (shortening). Sumber lemak trans antara lain: makanan ringan dan kue panggang yang dibuat dengan minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian atau mengeta putih dari nabati. Lemak trans juga terdapat secara alami di beberapa makanan hewani seperti susu. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung lemak trans.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber utama energi untuk tubuh. Tubuh perlu karbohidrat untuk menjalankan fungsi fisik dan fungsi organ di dalamnya. Sumber karbohidrat yang terbaik antara lain: buah, sayuran, dan biji-bijian (serealia). Ketiga jenis makanan itu juga memberikan vitamin dan mineral, serat, dan fitonutrien bagi sel-sel tubuh.

Contoh makanan biji-bijian atau serealia antara lain: beras merah, beras hitam, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh. Waktu membeli makanan, seperti roti atau pasta, carilah yang berlabel “whole grain”, “whole-wheat flour”, atau “whole ground” yang artinya terbuat dari biji-bijian utuh.

Selain ketiga sumber karbohidrat yang terbaik di atas, ada juga sumber karbohidrat lainnya yang bisa jadi pilihan: kentang, jagung, singkong, ubi, sagu, talas, dan kacang-kacangan.

Air

Air dan cairan vital bagi kesehatan. Seluruh sel tubuh membutuhkan air untuk berfungsi. Anda disarankan untuk minum air sekitar 8 gelas setiap hari untuk memastikan semua sel-sel tubuh memperoleh cairan yang dibutuhkannya. Anda juga sebaiknya melebihkan konsumsi cairan jika sedang muntah-muntah, diare, atau sedang kurang makan (mungkin karena tidak bisa makan banyak). Selain air, cairan juga bisa didapatkan dari susu, jus buah asli, sop, dan makanan berkuah lainnya.

Vitamin dan Mineral

Tubuh memerlukan sejumlah kecil vitamin dan mineral untuk membantunya berfungsi dengan baik. Kebanyakan bisa didapat secara alami dari makanan. Mereka juga tersedia sebagai suplemen. Vitamin dan mineral membantu tubuh untuk menggunakan energi (kalori) yang diperoleh dari makanan.

Seseorang yang mengonsumsi makanan bergizi seimbang biasanya akan mendapat banyak vitamin dan mineral. Tetapi sulit bagi pasien kanker untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang jika sedang menjalani pengobatan, khususnya jika efek sampingnya bertahan dalam waktu lama.

Jika itu yang terjadi, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin atau suplemen setiap hari. Apabila asupan makanan Anda berkurang selama beberapa minggu atau bulan akibat efek pengobatan, beritahukan dokter Anda. Mungkin Anda perlu diperiksa apakah mengalami kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen apapun, konsultasikan dulu dengan dokter. Ada penderita kanker yang mengonsumsi banyak vitamin, mineral, dan suplemen lain dengan harapan akan meningkatkan sistem imunnya atau bahkan berharap bisa mengatasi kankernya. Namun sebagian dari zat-zat itu bisa berbahaya, terutama bila dikonsumsi dalam dosis besar. Bahkan vitamin dan mineral dosis besar dapat mengurangi keefektifan kemoterapi dan terapi radiasi.

Bila dokter mengizinkan Anda untuk minum vitamin atau suplemen, sebaiknya pilihlah yang dosisnya tidak lebih dari 100% dari Nilai Harian (DV) untuk vitamin dan mineral. Dan pilihlah yang tidak mengandung zat besi, kecuali atas saran dokter.

Ayo Berjuang Hadapi Kanker!

Sekali lagi, diagnosis kanker bukanlah akhir segalanya. Ada banyak hal yang bisa Anda upayakan untuk melawan penyakit ini. Pelajarilah lebih banyak mengenai jenis kanker yang Anda derita dari dokter atau dari sumber informasi terpercaya lainnya. Berusahalah untuk tetap semangat dan upayakan gaya hidup sehat agar bisa menikmati hidup meski sedang menjalani pengobatan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tips-tips bagi penderita kanker. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda maupun keluarga. Nantikan juga info menarik lain seputar penyakit kanker dan informasi kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Tips bagi Penderita Kanker

American Cancer Society. Living Well During Treatment. URL: https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active.html. Accessed: 2019-03-25

Scientific American. Living with Cancer: Eight Things You Need to Know. URL: https://www.scientificamerican.com/article/living-with-cancer-8-things/. Accessed: 2019-03-25


Advertisement
Alinesia